Nggak rekomend novel ini, silahkan bisa baca yang deretan bawah, terimakasih 🙏
Ini adalah kisah tentang Julia,seorang gadis yang mendapatkan kebahagiaan bersama dengan penderitaan dan pengkhianatan sang suami.
5 tahun kemudian,seseorang datang padanya dan mengatakan."aku bilang aku mencintaimu,dan apapun itu mengenai dirimu aku akan menerimanya,bahkan Jihan pun aku akan menerimanya,jadi Julia,apa kau menerimaku?"
Apa yang akan dilakukan Julia,agar dia bisa mendapatkan kebahagian untuknya dan putri kecilnya?
Kisah cinta dari seorang wanita yang pernah dikhianati oleh cinta,dengan seorang pria muda berstatus pelajar.
cover from google edited by din din
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon din din, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24
"Katakan padaku,apa ada yang mengganggumu?"
"Tidak,kenapa kau begitu khawatir?"
"Bagaimana tidak khawatir,kau kekasihku dan aku pasti mengkhawatirkanmu setiap saat."
"Baiklah,aku tidak bisa mengalahkan mulut manismu?"
"Bagaimana kabar Jihan,aku rindu pada celoteh kecilnya."
"Dia baik,aku berencana memasukkannya ke taman kanak-kanak,dia begitu kesepian dirumah sendiri bersama bibi May,bagaimana menurutmu?"
"Itu bagus,bagaimana pun Jihan butuh teman,dia juga pandai,dia pasti akan senang jika memiliki banyak teman."
"Ya,aku juga merasa seperti itu."
Aku senang ada seseorang yang bisa aku ajak diskusi,kami berjalan sepanjang jalan menuju cafe.
Malam hari
Karena Andrew datang,aku akhirnya pulang bersamanya,sebelum itu dia mengajak makan bersama.
"Bagaimana urusanmu?Apa sudah selesai?"
"Ya,semuanya sudah terselesaikan."
"Baguslah,bulan depan aku akan keluar kota."
"Luar kota?"
"Ya,ada urusan disana."
"Berapa lama?Dengan siapa?"
"Banyak sekali pertanyaannya,mungkin aku pergi 3 atau 4 hari,yang jelas aku pergi sendiri."
"Apa kau ingin aku menemanimu?"
"Tidak,kau harus fokus kuliah,ingat kataku,jika kuliahmu kacau aku akan pergi meninggalkanmu."
"Apa ini ancaman?"
"Ya,kau bisa bilang seperti itu."
"Oke,aku akan belajar dengan benar."
"Itu bagus."Aku tersenyum padanya,bagaimana pun dia harus belajar dengan benar,tidak harus terus memikirkan hubungan kami.
Hari itu dia menceritakan banyak hal,tentang kuliahnya tentang temannya,terkadang aku merasa aku seperti kakak baginya,tempatnya mencurahkan keluh kesahnya,bagaimanapun memang itu kenyataannya,aku lebih tua darinya,dan itu tidak dapat dipungkiri.
Tapi terkadang dia juga berfikir dewasa,dia mengerti kesusahanku,kecemasan dan kekhawatiran ku hilang disaat aku bersamanya,itu membuatku tersenyum sendiri.
"Kau tidak henti menatapku."Andrew mulai menggodaku lagi.
"Siapa yang menatapmu,itu mungkin hanya perasaanmu saja."Aku mencoba mengelak,bagaimanapun malu rasanya jika dia mengetahui hal itu.
"Benar,mungkin itu hanya perasaanku saja,makan yang banyak,kau kurusan 2 hari ini."Andrew menaruh beberapa lauk dipiringku.
"Ini sudah cukup,aku tidak mau gemuk karena banyak makan."Aku menyetop Andrew yang tak henti memberiku banyak daging.
"Aku suka kalau kau gemuk?"
"Apa?"
"Ya,kebanyakan pemuda tidak suka wanita gemuk,jadi tidak akan ada yang mau denganmu."
"Heh,kau bercanda ya,kau sendiri seorang pria,jadi kau pasti akan meninggalkanku jika aku gemuk kan?"
"Ya,oleh sebab itu,karena tidak ada yang mau dengan mu,maka hanya aku yang akan memilikimu."
"Ha ha ha,kau menggodaku lagi,itu tidak lucu."Aku kesal,dia selalu saja punya 1001 cara untuk menggodaku.
"Baiklah,aku tidak akan menggodamu lagi,tapi serius,makanlah yang banyak."Andrew lagi-lagi menambah lauk ke piringku.
Ya,siapa yang bisa menolak pesonanya,cara dia tersenyum,bicara,serta sikapnya seperti medan magnet yang bisa menarik para gadis kearahnya,dan itu terbukti,2 gadis muda yang berada disebelah kami tidak henti menatapnya,aku bisa melihat mereka saling berbisik dan tersenyum kearah Andrew,dan yang aku ucapkan benar 2 gadis itu akhirnya memutuskan mendekat kemeja kami.
"Kakak cantik,bolehkan aku berkenalan dengan adikmu."
"Hah,adik?"Aku terkejut,perkiraanku benar,aku memang lebih nampak seperti kakaknya ketimbang pacarnya.
"Boleh,boleh,kalau adikku yang tampan ini tidak keberatan aku juga tidak."Godaku pada Andrew.
Tapi aku melihat Andrew menatapku dengan senyum masam diwajahnya,itu membuatku ingin tertawa.
"Hai,bolehkan aku tau namamu?"Satu gadis itu mulai bertanya.
"Tapi aku tidak suka menyebutkan namaku kesembarangan orang nih,bagaimana ya?Bagaimana dengan kakakku yang cantik ini?Apa kau tidak cemburu kalau adikmu yang tampan ini didekati para gadis?Padahal aku hanya ingin kakakku yang cantik ini yang memanggil namaku."Andrew memegang tanganku.
Aku melihat kedua gadis itu terkejut,lalu mereka berbisik satu sama lain lagi,sedangkan Andrew tidak berhenti menatapku dengan senyumannya,seperti dia sedang memberi isyarat kalau dia adalah milikku.
"Eh,maaf ya kakak,kami telah mengganggu,kami pergi dulu."Kedua gadis itu pergi menjauh dari meja kami,tapi samar-samar aku mendengar mereka penasaran dengan hubunganku dan Andrew,mereka terdengar berdebat tentang apa sebenarnya hubungan kami berdua.
Aku tersenyum lucu melihat tingkah kedua gadis itu,"Kau begitu kejam,kasian mereka,mereka kan hanya ingin tau namamu saja,dan kau malah bersikap seperti itu."Godaku lagi.
"Kau ini,suka sekali ya melihat pacarmu digoda gadis lain,apa kau mau aku mencari gadis lain?"
"Ya,itu juga boleh,aku tidak masalah kok."
"Tapi itu masalah untukku."Raut wajah Andrew terlihat tidak senang,mungkin kali ini aku berhasil menggodanya.
Aku ingin rasanya tertawa dengan keras,dia sangat lucu dengan ekspresi seperti itu."Oke oke,aku minta maaf,jangan memasang wajah seperti itu."Aku melanjutkan makanku.
"Jangan pernah mendorongku untuk berkenalan dengan seorang gadis lagi,aku tidak suka."
"Oke oke,aku hanya merasa kasian pada kedua gadis itu,mereka sudah menatapmu lebih dari limabelas menit,bagaimana bisa aku tega melihat usaha mereka berkenalan denganmu gagal,terlebih lagi mereka menganggapku sebagai kakakmu,itu benar-benar lucu."
"Jadi,kau suka bila orang menganggap hubungan kita sebagai kakak adik?Kalau begitu
aku akan mengatakan pada orang yang akan berkenalan dan suka padaku,bahwa aku mencintai kakakku yang cantik ini,dan tidak akan ada yang lainnya,bagaimana?"
"Ya,kau menang,aku memang tidak bisa mengalahkanmu."Aku harus mengalah.
"Gadis pintar."Andrew mengusap kepalaku.
"Hentikan itu,aku bukan seorang gadis lagi."Aku menyingkirkan tangan Andrew dari kepalaku.
"Baiklah,kau bukan gadis tapi wanita dewasa."
"Andrew,jangan menggodaku,cepat habiskan makanan mu,kita harus segera pulang,atau Jihan akan mengkhawatirkan ku."
Meski seperti itu,entah kenapa aku tidak bisa marah padanya,senyumku selalu muncul saat berbicara padanya.
Selesai makan Andrew mengantarku pulang,kami tidak banyak bicara saat dimobil,mungkin karena aku juga lelah,entah sejak kapan aku malah tertidur dimobil,dan entah sudah berapa lama,Andrew juga tidak membangunkanku saat kami sampai didepan gedung apartemen.
Aku membuka mataku dan menguap,mungkin iti tidak sopan,tapi disaat kau lelah dan mengantuk ,menguap adalah hal yang mengasyikan,itu menurutku.
"Kita sudah sampai?Kenapa kau tidak membangunkanku."Aku mengusap usap mataku.
"Aku tidak tega,tidurmu begitu lelap,bagaimana bisa aku mengganggumu."
"Tapi ini kan dimobil,bagaimana bisa aku tidur sangat lama,ya sudahlah,aku akan turun dulu."Aku membuka pintu mobil.
Andrew menarik tanganku,hingga aku terduduk lagi,aku bertanya-tanya,adaapa lagi hingga dia menarikku.
sngt menghibur👍👍👍👍🙏🙏🙏🙏