Mau sebaik apapun orang baru, orang lama tetaplah pemenangnya.
Kutipan diatas sangat pas dengan yang dialami oleh Sabia.
Satu hari sebelum hari pernikahannya tiba dengan Kenziu tunangannya, tiba-tiba Kenziu mengalami kecelakaan kerja yang menyebabkan Ziu koma.
Tak ingin pesta yang sudah direncanakan sedemikian mewahnya tidak terlaksana, orangtua Kenziu meminta anak sulungnya yang bernama Kenzie atau lebih sering disapa Mr Zie untuk menggantikan adiknya menikahi Sabia.
Siapa sangka ternyata Mr Zie adalah orang di masa lalu Sabia, tapi karena merasa tak ada rasa cinta pada Sabia, Mr Zie dan keluarga memutuskan untuk pernikahan mereka dilaksanakan berdasarkan kontrak, setelah Kenziu sadar dari koma maka Mr Zie akan menceraikan Sabia dan Sabia harus kembali kepelukan Ziu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sopi_sopiah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24
Dicengkeramnya tulang pipi Sabia oleh tangan besar Mr Zie lalu sedikit ditariknya wajah Sabia oleh Mr Zie.
"Mr kau kenapa?"
Satu tangan Mr Zie melingkar dipinggul Sabia mengunci tubuh mungil itu agar tetap berada diatas tubuh Mr Zie, saat ini dapat Sabia rasakan sesuatu mengembang dan mengeras dibawah sana mengenai bagian pahanya.
Dalam keadaan mabuk ternyata lobak import itu masih bisa on point jika bersentuhan dengan penjinaknya, Mr Zie masih terus memandangi wajah Sabia dari dekat sementara Sabia fokusnya tak lagi pada wajah Mr Zie melainkan bagian dibawah sana yang semakin mengeras dan terasa sekali.
"Kau milik adikku!"
Setelah mengatakan itu Mr Zie segera melepaskan wajah Sabia dan selanjutnya Mr Zie kembali tertidur, menyisakan Sabia yang dengan perlahan turun dari atas tubuh Mr Zie.
"Apa itu tadi? Dia mabuk tetapi miliknya tegak berdiri," Sabia pun bergidik ngeri karena dia sudah tau rasanya bagaimana jika lobak itu beraksi, sungguh Sabia akan kewalahan seperti dulu.
Karena belum mengantuk dan tidak ada teman tidur, Sabia pun duduk disofa ya g terdapat diujung sebelah kanan kamar motel itu. Memang tidak luas tetapi kamar motel ini cukup nyaman dan hangat, juga nuansa kayu membuatnya seperti berada di sebuah Onsen di Jepang.
Larut malam Sabia yang ketiduran disofa merasakan ada yang perlahan membelai lembut kulit tangannya, belaian yang membuat Sabia membuka kedua matanya.
Ketika membuka kedua matanya, rupanya Mr Zie sosok yang sejak tadi membelai lembut penuh ga i rah kulit tangan Sabia.
"Mr kau terbangun?"
"Kulit mu putih mulus sekali Bi, tubuhmu sangat harum," Mr Zie mengendus aroma tubuh Sabia.
Aksi Mr Zie itu membuat Sabia menggigit bibir bawahnya, secara perlahan tangan Sabia di ke cup oleh Mr Zie hingga ke jari-jari tangannya saat ini bahkan Mr Zie menelan satu persatu jari-jari lentik tangan Sabia kedalam rongga mulutnya! Membuat sensasi gelenyar kesekujur tubuh Sabia.
Rasanya hangat geli karena tersapu lidah kasar Mr Zie tetapi membuat Sabia tidak bisa menolak aksi Mr Zie terhadapnya.
Selesai memasukkan jari-jari tangan Sabia kedalam mulutnya, Mr Zie langsung mendekati wajah Sabia diraihnya dagu kecil Sabia lalu sedikit ditarik maju hingga memudahkan bibir Mr Zie meraup bibir mungilnya.
Sungguh Sabia ingin menolak tetapi kekuatan besar apa yang membuat Sabia tidak berdaya seperti ini, Sabia tidak kuas menolak semua yang dilakukan oleh Mr Zie terhadap dirinya.
"Balas ciumanku Bi,"
Karena sudah terpancing hasrattnya Sabia pun membalas ciuman Mr Zie, dia langsung me lu mat bibir bagian atas Mr Zie lalu menggigit bibir bawah Mr Zie dan memaksa lidahnya masuk kedalam rongga mulut Mr Zie.
Mr Zie dibuatnya bungkam seribu bahasa ketika Sabia memutuskan untuk membalas ciumannya, keduanya terus berpagutan satu sama lain, sementara kedua tangan Mr Zie seperti terpanggil untuk mere mas kedua melon import milik Sabia yang terlihat mengeras.
Kedua tangan Mr Zie masuk kedalam kaos yang dikenakan oleh Sabia, menangkupkan b r a yang dikenakan oleh Sabia tanpa melihat warna atau ukurannya terlebih dahulu, hingga kedua melon import itu menyembul sempurna untuk di re mas oleh kedua tangan besar Mr Zie.
"Ahh Mr iya Mr mainkan pucuknya emth,"
Sabia melepaskan ciumannya karena dia tidak tahan dengan perlakuan Mr Zie pada kedua melon importnya, pucuk melon import Sabia itu terus diputar-putar dan ditekan-tekan oleh jari-jari tangan Mr Zie.
Sementara Mr Zie kembali me lu mat bibir Sabia karena rasa manis dari bibir lembut Sabia sudah membuatnya sangat candu, areola Sabia menegang hebat karena Mr Zie terus memainkannya.
"Bia! Bia! Kau kenapa?"
Sebuah suara yang familiar terdengar didekat gendang telinganya, Sabia yang sedang larut dalam mimpi basahnya pun mendadak terbangun dari tidurnya dan mendapati Mr Zie berdiri dihadapannya.
Sinar matahari pun sudah menyelinap masuk kedalam jendela kamar motel, yang menandakan semalam Sabia ketiduran disofa dan terbangun karena Mr Zie membangunkannya.
"Kau kenapa?"
Pasalnya Mr Zie melihat Sabia mengerucutkan bibirnya seperti orang yang meminta untuk dicium, sementara bibirnya terus mengeluarkan de sah pelan sepanjang Sabia tertidur disofa.
"A-aku ketiduran Mr, oh sudah pagi rupanya," dengan suara gugup dan gelagapan.
"Kau kenapa? Tadi aku lihat kau tidur tetapi bibirmu terus mengeluarkan suara-suara seperti itu!"
"Suara apa? Tidak kok,"
"Kau bermimpi sedang melakukan sesuatu?"
"Hah? Tidak Mr, aku tidak mimpi apa-apa,"
Sial sekali karena Sabia justru bermimpi tengah melakukan hal seperti itu dengan Mr Zie.
"Mimpi melakukannya?"
"Tidak!"
"Dengan siapa? Dengan Ziu?"
"Apa tidak mana mungkin dengan Ziu!"
"Oh berarti denganku?"
"Ah? Ti-tidak begitu,"
Mr Zie tersenyum tipis disudut bibirnya dia sangat senang jika memang Sabia bermimpi melakukan itu dengannya.
Hayo ngaku ada yang suka mimpi kaya gitu engga??? Sabia saking dipendamnya itu keinginan dalam dirinya sampai-sampai dialam mimpinya dia udah engga tahan😄
Yang udah ngarep liat lobak Mr Zie lagi, cieee gagal maning..