NovelToon NovelToon
ISTIKHARAH CINTA KUSUMA

ISTIKHARAH CINTA KUSUMA

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / Teen Angst / Keluarga / Tamat
Popularitas:237.9k
Nilai: 5
Nama Author: Mommy Qiev

Althafaris Fayyadh menaruh suka pada Mahya Humaira, salah satu cicit idola keluarga besar Kusuma, selain dirinya.
Ia menduga, sikap manis Maira untuknya merupakan signal pertautan hati mereka.

Hingga suatu masa, peristiwa tragis menimpa sang pujaan hati, membuat Fayyadh berani mengutarakan niat untuk meminang Maira.

Keluarga besar dilanda Dilema.
Banyak ikatan telah tercipta selain hubungan kekerabatan. Tak ingin merusak kedekatan yang solid, akhirnya sebuah keputusan pun diambil.

Sanggupkah Maira bertahan? Apa keputusan Mahendra untuk Fayyadh? Dan mungkinkah keduanya bersama?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy Qiev, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 24. TEGUH PENDIRIAN

Nyonya Mahendra menghapus jejak kesedihan dari wajah ayunya. Dia kemudian mengajak pasangan ibu dan anak kembali turun ke lantai dasar untuk bergabung dengan para pria.

"Tante, sebentar." Shan menarik lengan Bundanya ke ujung ranjang Maira.

Naya menahan langkahnya, menoleh ke arah kemana Shan akan menuju. Entah apa yang hendak dilakukan pemuda itu, namun Bunda Maira membiarkan.

"Ai, komitmen itu tak melulu soal menerima, tapi saling memberi apa yang bisa membuat aku dan kamu lebih bahagia dari saat ini. Jika berinteraksi langsung menjadi hal tersulit bagi kita saat ini, maka biarkan lelapnya tidur, menjadi titik temu untuk saling mengatakan rindu. Sama-sama rayu Allah, Ok?" Shan mengatakan semua untaian kalimat sederhana namun penuh makna, dihadapan kedua wanita panutannya.

"Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad." Suara lembut Naya dan Dilara, mengucap sholawat atas penegasan Shan.

"Pantesan cinta pada pandangan pertama ya Kak. El Shan terlihat pendiam dan cuek tapi ternyata romantis juga sangat tulus padamu. Bangun, Maira. Sambut cintamu Sayang," batin Naya.

Tak lama, mereka kembali berkumpul di ruang tamu, melanjutkan obrolan yang terjeda.

"Gimana Shan?" tanya Ezra saat putranya telah duduk kembali.

"Aku tetap pada niatanku, Yah." Shan kali ini lebih teguh dari sebelumnya.

"Mas Mahen, kami mengerti posisi Anda memang sulit bahkan dilema. Tugas Shan hampir selesai dengan kami, tersisa tanggung jawab merawat, memandikan, dan menguburkan kedua orang tuanya saja kelak. Memang usia putraku lebih muda dari Maira namun dapat aku pastikan ia bertanggung jawab," tutur sang ayah.

"Sejak kecil, Shan tidak pernah bersedia menggunakan nama Qavi sebab ia ingin di kenal mampu juga tuntas menggapai mimpi bukan karena ketenaran orang tuanya. Aku yakin, Mas Mahen tak mengkhawatirkan masalah finansial namun tetap saja, harga diri lelaki ada pada titik ini bukan?"

"Jika menilik dari nasab, in sya Allah valid dan bisa di buktikan," imbuh Ezra. Sadar keluarga ningrat pastilah menginginkan yang setara.

Mahendra menggelengkan kepalanya, bukan masalah itu yang ia khawatirkan.

"Bukan itu Mas Ezra, mohon maaf. Ada kegelisahan di hatiku terhadap kondisi Maira. Mungkin ini cara Tuhan agar kami lebih mendekatkan diri padaNya," elak Mahen atas pernyataan Ezra.

"Om afwan. Jika yang dikhawatirkan adalah tentang syah-wat atau keturunan bahkan poligami. Memang aku tak dapat memungkiri semua itu, namun Allah pasti memberikan pilihan. Aku tidak akan menggunakan aturan yang di turunkan Allah melalui Rosulullah hanya untuk hal sepele, pemenuhan nafsu atau semacamnya," El Shan kali ini mencoba menebak langsung gundah hati sang calon mertua.

"Tapi Shan," tahan Mahen lagi.

"I'm done Om, untuk semua hal yang ku inginkan. Hanya tersisa satu, menyempurnakan bekal akhiratku. Aku memilih Ahya dalam keadaan sehat maupun sakit sebagai ladang pahalaku ... akan aku rayu Allah agar mengizinkan Ai kembali, namun apabila semua ini bertahan hingga akhir in sya Allah tiada yang berubah," tegas nya lagi.

"Hati itu milik Allah Shan, mudah terbolak-balik," kukuh Mahendra atas pendirian.

"Betul Om. Begitupun dengan anugrah keturunan, aku bahkan tak memusingkan itu sebab tujuan akhir bukan berkutat pada hal tersebut. Jika Ai tidak menginginkan kehadiran putra putri pun, aku tak akan memaksanya," tandas El Shan tak ingin mundur.

"Banyak hal yang harus aku pertimbangkan, Shan," kilah Mahen, masih memegang kendali.

"Ya Kheir Om, aku mengerti. Jika suatu saat aku tidak dapat menahan lagi syah-wat atau desakan keinginan dari keluarga, maka Bunda Naya yang pertama kali akan ku minta ridhonya agar mencarikan istri kedua bagiku. Apabila beliau tidak ridho, aku pun enggan. Ibu adalah keutamaan, dan alhamdulillah Bunda Dila tidak pernah mendikte sebelum mendengarkan opini kami, afwan Om. Aku harus tegas pada pilihanku, semoga ini bisa menjadi pertimbangan. Syukron," tegas El Shan.

Naya hanya tersenyum simpul mendengar keteguhan calon menantunya.

"Mengapa harus minta restu dan ridho Bunda Naya, Shan? kan pria bisa leluasa mengambil keputusan agar dijauhkan dari hal yang Allah larang," tanya Naya, ingin mendengar jawaban El Shan berkaitan izinnya tadi.

"Karena aku akan tinggal dimana Ai nyaman dan tempat itu pastilah bersama keluarganya. Juga, karena putri Bunda Naya yang akan tersakiti, maka aku wajib meminta ridho orang tua istriku. Tidak satupun ibu sanggup menerima pahit kenyataan sang anak di madu bukan? apalah arti sebuah perbuatan jika tiada restu dan doa dari Bunda. Niatku menikah bukan mencari perkara suka duka saja atau menyalurkan nafsu namun juga sumber keberkahan segala bermula," jawab El, kali ini ditujukan pada Naya.

"Aku juga tidak akan menjauhkan Ai dari keluarga besar, Bun." Shan memberanikan diri menyebut Naya dengan Bunda.

Naya tersenyum samar. "Karena apa Shan? dan why panggil Ai atau Ahya kalau Bunda tidak salah dengar tadi, bukan Maira?" tanya Ibu Mifyaz Ajmi penasaran.

"Karena Ai Princess Kusuma. Ai dan Ahya itu panggilan khusus untuknya," pungkas El Shan malu, sedikit menundukkan pandangannya kala Naya menatap seraya tersenyum manis.

"Emaknya aja gak ada obat kalau senyum. Gimana anaknya coba ya, duh, Ai. Rindu senyum kamu," ujar Shan dalam hati.

Mendengar jawaban dari Shan, tak Mahendra pungkiri hatinya sedikit lega. Beberapa kekhawatiran itu terjawab.

"Aku akan mempertimbangkan hal ini. Mohon maaf apabila keputusan kami di nilai lamban. Banyak hati yang harus di jaga sehingga apapun hasil akhir nanti, tidak ada kerabat, sahabat atau hubungan apapun itu menjadi renggang bahkan hancur sebab ketidakhati-hatian," pungkas Mahendra mengakhiri topik panas sore itu.

Semua wajah tegang itu perlahan sirna. Candaan ringan mulai terdengar dalam selipan obrolan penutup hari ini. Tak lama, keluarga Qavi pamit undur diri.

"Aku menunggu jawaban Anda, Mas Mahen. Jika khitbah Shan diterima kami meminta agar akad nikah di langsungkan hari itu juga. Berkenaan dengan resepsi ya nanti dibicarakan kembali. Yang penting, sah dulu. Ya Shan," ujar Ezra seraya menyenggol lengan putranya.

Mahendra tersenyum simpul melihat Shan yang menunduk malu di goda sang ayah. Mereka pun berpisah setelah pasangan Guna mengantar hingga El Qavi turun ke lantai dasar menggunakan lift.

Huft.

"Abang, jadi gimana?" tanya Naya setelah mereka pergi, sambil melangkah kembali masuk ke hunian.

"Entah, Sayang. Aku bagai de javu," sahut Mahen merangkul bahu istrinya dan mengecup pucuk kepala Naya.

.

.

..._________________________...

1
Sri Puryani
ternyata p glenn tetep gk mau punya mantu fayyadh, gk sadar" jg ya , anaknya pernah pergi dr rmh kok yo msh kekeh aja....
Sri Puryani
semoga maira hamil
Sri Puryani
alhamdulillah.....tuan glenn , mau memeluknya, semoga mau menerima fio lg
Sri Puryani
semoga ketemu
Sri Puryani
fay....ikut ditaaruf dong.....krm cv mu
Sri Puryani
seneng baca sdh akur shan & mas faddyah
Sri Puryani
semoga tuan glenn dpt pencerahan
Sri Puryani
bahagialah maira....kamu diratukan suamimu 💕
Sri Puryani
klo sama" 1 tujuan kenapa ai gk naik pesawat jet pribadi dgn shan sekalian?
Sri Puryani
tunggulah shan.....itu maira menanggis krn menolak kakaknya
Sri Puryani
shaann.....dewasa bgt kamu, jd nanggis nih😭😭
Sri Puryani
masya Allah......baikbgt ini cerita novelnya byk yg bs diambil utk pelajaran hdup..........mksh thor
Sri Puryani
bodyguard nya fio kenapa smpe lalai? bos nya hampir diperkosa dijalan gk tau......miris aq bc nya
Sri Puryani
alhamdulillah maira sdh siuman
Sri Puryani
baru tunangan sdh kdrt....gmn klo jd suami, laki" kyk gt kok di jadikan tumangan fio....lepasin aja
Sri Puryani
bangun ai sayang....skrg kamu sdh punya suami lho ..
Sri Puryani
terima ai /Grin/
Ummu Ayyas
MasyaaAllah terharu
Ummu Ayyas
MasyaaAllah
Ⓝⓨⓐⓘ Ⓖⓐⓑⓤⓣ: Allahumma baarik 🥰
total 1 replies
Ummu Ayyas
makanya rasul sudah menganjurkan untuk menikah yg tdk kerabat dekat walau dibolehkan karena lebih byk keburukan yg ditimbulkan drpada manfaatnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!