Tiara pergi ke kantor catatan sipil menemani bibinya yang akan bercerai dengan suaminya. Siapa sangka seorang pria menarik tangannya dan memperkenalkan dirinya sebagai calon istri pada seorang wanita tua yang berada di sebuah kursi roda.
"Ibu, dia calon istriku. Aku pasti akan menikah lagi, dan memberikan Andrew seorang ibu. Sekarang ibu sudah mau di operasi kan?" tanya pria yang menggenggam erat tangan Tiara.
"Eh, pak ini apa..."
Mata Tiara melebar, pria itu menciumnya. Begitu saja. Lalu berbisik pada Tiara.
"Bekerja samalah dengan ku. Aku akan berikan apapun yang kamu mau!"
"Wah, kalian benar-benar mesra. Baiklah, kalau begitu langsung masuk saja. Ibu baru mau dioperasi kalau kalian sudah dapat sertifikat pernikahan!"
Rahang Tiara nyaris jatuh.
"Me.. menikah? nyonya, aku masih SMA" kata Tiara tergagap.
Pria matang dan dewasa yang menciumnya tadi cukup terkejut.
'Dia masih SMA?' batinnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31
Citttt
Mobil itu berhenti dengan roda yang sedikit selip dan posisinya juga agak sedikit menyerong.
Tampak Andrew yang tengah terlihat frustasi di balik setir kemudi. Dan Tiara yang tengah berpegangan kuat di pegangan mobil di samping kiri atasnya dan memegang erat sabuk pengamannya.
'Dia berhenti! sudah aku duga. Dia tidak akan tega pada neneknya. Aku selalu mendengar dia dan kedua kecebongnya itu bicara tentang neneknya. Hubungan dia dan ayahnya tidak baik. Tapi dia sangat sayang neneknya!' batin Tiara yang hanya mengetahui sebatas itu.
Mereka kan masih SMA, mereka juga dulu hanya pacaran biasa. Tidak ada niat Tiara tahu lebih banyak tentang Andrew. Seperti Andrew yang memang tidak ingin tahu banyak tentang keluarga Tiara. Pikiran mereka masih sebatas punya pacar untuk pamer, dan bersenang-senang saja. Ada yang di ajak jalan, juga membuat mereka tidak di panggil jomblo.
Awalnya memang seperti itu, tapi sepertinya Andrew mulai tidak bisa tanpa Tiara.
Dan begitu mobil itu berhenti. Andrew terlihat menangis sambil meletakkan kepalanya tertunduk di atas setir kemudinya.
Isakan tangis terdengar, sedikit samar karena sepertinya memang Andrew tidak ingin ada yang mendengarnya seperti itu.
Tiara yang melihat itu hanya bisa menghela nafasnya panjang. Mau bagaimanapun Andrew menangis. Dia juga sudah tidak bisa kembali lagi pada Andrew. Dia sudah menikah, sudah punya suami sekarang.
Dan kesabarannya memberikan Andrew 13 kali kesempatan itu juga sudah cukup. Dia sendiri berkata pada dirinya, jika dia memberikan kesempatan lagi pada Andrew, dan dia dikhianati, maka yang salah jika Andrew selingkuh bukan lagi pemuda itu. Tapi dirinya yang telah memberikan Andrew kesempatan lagi menyakitinya.
Dan dia tidak mau hal itu terjadi, sebelum bertemu dengan Nicholas di kantor catatan sipil pun. Dia sudah meyakinkan dirinya untuk tidak lagi menerima Andrew.
"Jika sudah selesai menangis, antar aku ke sekolah. Aku ada ujian bahasa Inggris!" kata Tiara dengan dingin.
Andrew mendongak, dia membenarkan posisi duduknya menyeka air matanya dengan sapu tangannya sendiri lalu menoleh ke arah Tiara.
"Aku tidak bisa tanpa kamu..."
"Jangan buat aku mengulang kata-kata yang menyakitkan untuk mu, Andrew!" bentak Tiara.
Andrew hanya bisa kembali memperlihatkan raut wajah penuh harapnya.
"Sebelum kamu selingkuh, makanya pikir dulu. Aku pikir karena kita cuma pacaran, sebenarnya aku memang gak harus memaksa kamu untuk setia. Aku sudah lakukan itu. Satu kali, dua kali, aku biarkan aku selingkuh dengan mudah. Memaafkan mu dengan sangat mudah, tiga kali, empat kali, kamu tahu tidak kalau wanita-wanita yang kamu jadikan simpanan itu menghinaku, merendahkan aku, meremehkan aku. Mereka melihatku seperti sesuatu yang tidak bagus sama sekali 'Heh, sebentar lagi kamu juga akan di buang Andrew' mereka bicara seperti itu padaku. Apa kamu tahu?" Tiara mengatakan apa yang seharusnya tidak dia katakan.
Tadinya dia hanya ingin simpan semua itu untuk dirinya sendiri. Tapi Andrew membuatnya harus mengatakan itu.
"Lima kali, enam kali. Pandangan teman-temanku padaku bahkan begitu buruk. Mereka anggap aku perempuan materialistis. Asal kamu berikan barang mahal padaku, aku akan memaafkan kamu. Tapi apa pernah kamu lihat semua barang mahal yang kamu berikan itu aku gunakan? aku tidak pernah pakai, aku juga tidak menyimpannya di rumah. Aku berikan semua ke panti sosial dekat sekolah. Mereka bisa lebih memanfaatkan semua benda itu!" kata Tiara.
Sebenarnya dia tidak mau mengekspos semua itu. Tapi, lagi-lagi dia harus mengatakan semua ini, supaya Andrew tidak lagi mengira bisa berbaikan dengannya karena uang atau barang bagus yang Andrew berikan.
"Tujuh kali dan selanjutnya kamu masih tetap selingkuh. Perasaan itu sudah mati Andrew. Aku dulu memang suka padamu, tapi setiap kali kamu selingkuh. Perasaan itu terkikis sedikit demi sedikit. Sampai habis tak bersisa. Jadi jangan buat keributan lagi, sebentar lagi kita ujian. Jangan memikirkan hal seperti ini lagi, pikirkan masa depanmu!" kata Tiara pada Andrew.
"Tiara..."
Andrew bukan tidak mendengarkan semua yang Tiara katakan. Tapi hatinya masih tidak bisa melepaskan Tiara.
Tiara mulai muak, sepertinya Andrew tidak akan pernah membawa dia kembali ke sekolah. Dia melepaskan sabuk pengamannya, dia pikir lebih baik dari tukang ojek online saja.
Baru Tiara mau membuka pintu mobil, pintu itu terbuka dari luar setelah terdengar suara yang sangat keras.
"Tiara!"
Andrew tertegun, dia melihat ayahnya menarik tangan Tiara.
"Kamu tidak apa-apa?" tanya Nicholas yang menarik Tiara ke arahnya setelah gadis itu keluar dari dalam mobil.
Jadi, anak buah Will yang di suruh menjaga Tiara. Melihat Tiara di bawa pergi oleh Andrew dengan mobil yang sabat ngebut ke arah perbukitan. Will melaporkan itu pada Nicholas, dan Nicholas pun mengejar mobil Andrew itu, pria yang usianya 40 tahun lebih itu bahkan mengemudi sendiri.
Andrew keluar dari dalam mobil.
"Ayah, lepaskan Tiara!" kata Andrew.
Mata Tiara melebar, dia menoleh ke arah Andrew dan Nicholas bergantian. Memang mirip, sama-sama tampan.
"Ayah?" tanya Tiara pada Nicholas.
Andrew bergegas ke arah Tiara, tapi Nicholas menghadang Andrew dan menyembunyikan Tiara di belakangnya.
"Ini bukan urusan ayah!" pekik Andrew.
"Pulang! kita bicara di rumah!" kata Nicholas.
"Om, aku mau ujian bahasa Inggris!" kata Tiara menyela, karena Nicholas juga menarik tangannya ke arah mobil.
"Ikut ujian susulan, aku akan atur!" kata Nicholas.
Will yang menyusul dengan Rey di mobil lain. Segera menghampiri Nicholas.
"Bawa tuan muda pulang!"
"Kenapa Tiara harus masuk mobilmu?" tanya Andrew dengan suara keras pada ayahnya, " Tiara akan ikut aku!" pekik Andrew.
Sayangnya Nicholas sama sekali tidak memperdulikan teriakan anaknya. Dia membawa Tiara masuk ke dalam mobilnya. Dan sudah melaju terlebih dahulu meninggalkan tempat itu.
"Dasar pria tua menyebalkan!" pekik Andrew kesal pada ayahnya.
"Tuan muda, ikuti saya. Nyonya besar juga sudah di rumah!" ajak Will dengan sangat sopan pada Andrew, mempersilahkan Andrew masuk ke mobilnya.
Sementara Rey sudah masuk mobil Andrew dan mengemudikannya meninggalkan tempat itu.
Melihat mobilnya dibawa pergi oleh Rey. Andrew mendengus kesal. Dan masuk ke dalam mobil Will dengan emosi.
Will menghela nafas panjang. Dia sudah sangat khawatir tadi, mobil itu melaju dengan kencang beberapa saat sebelum sampai bukit, mereka yang mengikutinya dari belakang sangat khawatir. Apalagi, tuannya juga sangat ngebut tadi saat melihat mobil Andrew mengebut.
Will tenang, pada akhirnya mobil itu berhenti. Dia pikir, mungkin Tiara berhasil membuat Andrew menghentikan aksi nekatnya itu. Dia sudah menduganya, orang lain mungkin tidak bisa menghentikan Andrew. Tapi Tiara pasti bisa. Bahkan dia bisa membuat Nicholas yang dingin seperti kulkas tiga pintu menciumnya di kantor catatan sipil saat itu. Bagaimana tidak bisa membuang Andrew patuh.
***
Bersambung...
kita belum liat si Abang bulan loo🥹🥹..
walaupun tahun ini Kita dilewati
ga masalah,ada bts😜🤣🤣
terkadang hidup penuh kebohongan lebih baik dari pada tau yg mana ttg kebenaran.
karena, pasti lebih jauh sakitnya
kayak...
tau dengan jujur kalau Hannie suka boong Mulu kalau maen mafia😜🤣🤣
sedih banget,kadang seseorang untuk menutupi kekalahan nya maka akan menyerang kelemahan yang lain. kuk keluarga mamahnya. dia tau Andrew itu kelemahan Nick.
apa lagi emak tirinya yang nyeritain🤔🤭
apa jangan-jangan koma🤭