NovelToon NovelToon
Pesona Sekretaris

Pesona Sekretaris

Status: tamat
Genre:Single Mom / Chicklit / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: annin

Menjadi seorang single parent tak membuat Alleyah berkecil hati. Ia justru semangat dalam usahanya untuk mendapatkan kebahagiaan bagi dirinya dan juga putrinya yang masih berumur enam tahun.

Pekerjaan menjadi seorang sekretaris dari bos yang arogan tak menyurutkan tekadnya untuk terus bekerja. Ia bahkan semakin rajin demi rupiah yang ia harapkan untuk memenuhi kebutuhan dirinya dan juga anaknya.

Namun, perjuangannya menjadi single parent tak semudah bayangannya sebelumnya. Ditengah isu yang merebak di kantornya dan juga imej seorang janda memaksanya menjadi wanita yang lebih kuat.
Belum lagi ujian yang datang dari mantan suaminya, yang kembali muncul dan mengusik hidupnya.

Mampukah, Alleyah bertahan dan mampu memperjuangkan kebahagiaannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon annin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 24 Mantan Suami Meresahkan

Di jam makan siang, Alle kembali dipanggil oleh Sekar. Wanita itu memarahi Alle habis-habisan. Setelah rencana mereka gagal dan Aksa secara terang-terangan memutuskan perjodohan yang sudah dirancang oleh Sekar.

Secara pribadi, Aksa menemui sendiri orang tua Laura dan menjelaskan jika ia tak bisa melanjutkan rencana perjodohan yang dulu telah disepakati oleh orang tuanya dan orang tua Laura. Walaupun begitu, Aksa tetap akan membantu perusahaan keluarga Laura sampai pulih.

Tak lama setelah Aksa menghadap orang tua Laura, calon besan Sekar tersebut memberi tahu Sekar tentang keputusan putranya. Hal yang membuat Sekar merasakan serangan pusing secara mendadak. Namun tak bisa berbuat apa pun sebab keputusan Aksa tak bisa diganggu gugat.

Demi melampiaskan kekesalannya, Sekar sengaja memanggil sekretaris putranya. Gara-gara rencana wanita itu, bukannya makin dekat hubungan antara Aksa dan Laura justru langsung putus di acara dinner pertama mereka.

"Maafkan saya, Bu. Saya sudah berusaha semaksimal yang saya bisa, tapi saya tidak kuasa untuk mengatur hati Pak Aksa untuk jatuh cinta pada siapa." Alle menunduk.

"Apa jangan-jangan semua sudah kamu rencanakan. Kamu mengatur semua agar Aksa dan Laura putus hubungan. Begitu, kan?" Sekar benar-benar melampiaskan semua kesalahan pada Alle. Meski sudah dijelaskan apa tujuan Alle, tetap saja Sekar tak mau dengar. Baginya Alle tetap bersalah dan harus bertanggung jawab atas semua.

"Tidak mungkin, Bu. Saya ada di pihak Ibu. Saya menyusun rencana itu kan demi keinginan ibu untuk segera melegalkan status Pak Aksa dan Mbak Laura. Mana mungkin saya berkhianat." Alle kembali berusaha menjelaskan.

"Alah ... itu cuma alasan kamu saja. Buktinya apa? Aksa dan Laura berpisah!"

"Terus, bagaimana dengan gosip itu. Semua orang di kantor membicarakan kamu dan Aksa yang semakin dekat. Bahkan sekarang lebih sering berangkat bersama."

"Bu, tolong Ibu dengarkan saya. Gosip itu tidak benar. Saya dan Pak Aksa tidak semakin dekat. Kami masih memiliki hubungan seperti dulu antara atasan dan bawahan." Lagi-lagi Alle harus menjelaskan berulang-ulang tentang hubungannya dengan Aksa.

"Lalu untuk apa kamu tiap pagi ke apartemen Aksa dan kalau malam pulang dari sana?" Sekar menatap penuh amarah pada Alle. Seakan ingin menelan janda itu saat ini juga.

"Itu hukuman yang harus saya jalani karena telah bekerja sama dengan Ibu membuat rencana kencan waktu itu." Alle berkata jujur. Supaya ibu dari bosnya tahu kalau demi membantunya ia harus menanggung hukuman.

"Hukuman macam apa itu, hukuman kok pergi ke apartemen." Sekar menatap sinis pada Alle. Lebih tepatnya merendahkan.

"Pak Aksa menghukum saya selama seminggu untuk menyiapkan sarapan juga makan malam untuknya."

Sekar tetap menatap Alle tidak percaya. "Pokoknya saya tidak mau tahu, kamu harus membuat Aksa kembali menghubungi Laura dan membuat hubungan mereka kembali membaik!"

Setelah perintah yang mustahil itu Sekar beranjak dari sana. Meninggalkan Alle dalam kebingungan.

"Bu, tunggu, bagaimana saya ...."

Sekar tak peduli, ia terus saja melangkah pergi.

Alle hanya bisa mengembuskan napas kasar. Bagaimana ia akan membuat Aksa kembali pada Laura sementara Alle tahu sejak dulu bosnya tak menaruh rasa pada gadis muda itu.

Sembari memikirkan apa yang harus ia lakukan, Alle kembali ke kantor. Menjalani tugasnya sebagai seorang sekretaris.

Malamnya setelah memasak untuk Aksa di apartemen pria itu, ia langsung pulang. Ia juga ijin besok tidak bisa datang ke apartemen karena esok hari adalah hari minggu. Ia meminta hukumannya di lanjut hari senin saja.

"Assalamualaikum?" ucap Alle begitu sampai di depan rumah.

"Waalaikumsalam," jawab Mbak Imas membuka pintu.

"Chilla udah tidur, Mbak?"

"Udah, kecapekan tadi, jadi habis belajar langsung tidur."

Alle meletakkan tasnya di meja, lalu duduk di sofa. Mengistirahatkan tubuhnya sebentar sebelum mandi.

"Mas Fadil ke sini lagi?"

"Iya, tadi sempat ngajak Chilla jalan-jalan juga ke mall."

Alle yang semula menyandarkan punggungnya ke sofa langsung menegakkan badan. "Mbak Imas ikut, kan?" Terdengar kekhawatiran dari nada bicara Alle.

"Iya, sesuai pesan kamu. Aku ikut ke mana pun Chilla pergi."

Alle langsung terlihat lega.

"All, Fadil kelihatan sayang banget sama Chilla. Tuh, dia beliin Chilla banyak mainan." Mbak Imas menunjuk kantong belanja yang tadi Fadil belikan untuk Chilla.

Alle termenung menatap banyaknya mainan untuk putrinya. Fadil benar-benar berniat mengambil hati Chilla. Di sana lah keresahan mulai muncul . Mantan suaminya itu sudah memulai rencana mengambil hak asuh atas Chilla.

Mungkin belum secara resmi karena tidak ada surat pemanggilan dari pengadilan untuk kasus ini. Tapi Alle berpikir Fadil memang cerdik. Ia pasti berusaha mendekati Chilla lebih dulu agar mudah merayu anak itu untuk bisa ikut dengannya nanti.

"All!" Mbak Imas berseru di depan Alle.

"Eh ... iya, Mbak, kenapa?"

"Aku pamit pulang dulu."

"Oh, iya, Mbak. Makasih ya, Mbak."

"Sama-sama, kalau kamu mau makan aku sudah siapkan lauknya di meja sekalian aku bungkus tadi untuk Mas Dito."

"Iya, Mbak, nggak apa."

Setelah Mbak Imas pulang, Alle segera mengunci pintu lalu ke kamar melihat Chilla yang sudah terlelap. Ia duduk di tepi ranjang menatap wajah polos Chilla.

Ia usap kepala anak itu beberapa kali. Tanpa sadar bulir bening menetes dari sudut matanya. Mengingat kembali bagaimana dulu ia berjuang membesarkan Chilla tanpa mantan suaminya.

Bekerja keras demi bisa bertahan hidup dan memenuhi semua kebutuhan Chilla. Kini saat hidupnya sudah tertata baik, mantan suaminya hadir kembali dan mengusik hak asuh Chilla.

Sungguh Alle tak akan rela mengingat perlakuan Fadil dulu padanya. Ia akan terus mempertahankan Chilla, dan tidak akan menyerahkan Chilla pada pria yang dulu menelantarkannya.

Alle usap air matanya kemudian bergegas mandi dan tidur di samping Chilla. Besok adalah hari Minggu. Saatnya ia menghabiskan waktu untuk Chilla.

Sesuai apa yang ia rencanakan, Alle bangun lebih pagi. Ia mempersiapkan semua keperluan untuk mengajak Chilla berlibur. Dengan senang hati putri semata wayangnya itu menyambut rencana mamanya.

"Beneran ni, Ma, kita bisa liburan?" Chilla seolah tak percaya sebab selama ini mamanya terlalu sibuk bekerja.

"Iya dong, Sayang. Kita liburan. Kita ke kebun binatang seperti apa yang Chilla inginkan," jawab Alle, mencubit pipi Chilla karena gemas.

"Papa ikut juga?"

Seketika raut Alle berubah. Nampaknya Fadil berhasil mencuri hati Chilla. Lama-lama mantan suaminya itu meresahkan juga.

Alle segera berusaha menguasai diri. Ia kembali tersenyum dan menjawab. "Nggak, Sayang, kita berdua saja. Mama pengen jalan-jalan berdua saja dengan Chilla. Chilla mau, kan?"

Chilla yang polos mengangguk setuju. Ia tak lagi mempertanyakan papanya.

"Buruan Chilla mandi, nanti keburu siang, lho."

Anak kecil itu berlari patuh ke kamar mandi. Selesai bersiap, Alle segera memesan taksi online. Ia sengaja meliburkan Mbak Imas karena ingin berdua saja dengan Chilla.

"Sayang, kamu udah siap?" teriak Alle dari ruang tamu.

"Chilla nggak bisa sisiran, Ma."

Alle menepuk jidatnya sendiri. Bagaimana mungkin ia membiarkan anaknya bersiap seorang diri tanpa bantuannya.

"Maafin Mama, Sayang. Sini Mama bantu." Alle membantu Chilla menata rambutnya. Rambut hitam panjang Chilla ia kepang dua dengan menambahkan jepitan rambut untuk menambah kesan manis.

"Siap!" seru Alle ketika putrinya sudah terlihat sangat cantik.

Bertepatan dengan itu terdengar suara mobil datang. "Nah, itu mobilnya sudah datang. Ayo!" ajak Alle.

Ia menggandeng putrinya keluar. Senyum mereka berdua terus terkembang karena kebahagiaan yang sangat sederhana ini.

Begitu melihat siapa yang turun dari mobil, raut Alle berubah seketika. Senyum yang sedari tadi menghiasi bibirnya mendadak musnah tak bersisa.

1
Yani Kustiti
Luar biasa
Muna Junaidi
💪🏻💪🏻💪🏻
scarlet
good 👍
annin: Tengkyu Kak, udah pindah ke sini. Masih ada 6 lagi lho novel tamatku, hehehehe
total 1 replies
mawar0509
Luar biasa
annin: Terima kasih Kak Mawar0509 atas supportnya. Sehat selalu untuk kakak dan keluarga.❤️

Lanjut baca karya baruku, Kak. judulnya DIABAIKAN SETELAH MALAM PERTAMA. Klik profil aku biar lebih mudah. Tengkyu, Kak mawar.
total 1 replies
Nur Fajrina Qisthina
love
Ran Aulia
Luar biasa
nyit nyit
bagus cerita nya
nyit nyit: aamiinn ya Rabb,,semangat berkarya thorrrr ...q yakin u bisa membuat karya yg buanyakkkk n bagus2
total 2 replies
Rat Miyati
Luar biasa
annin: Terima kasih supportnya kak Rat Miyati, sehat selalu buat kaka dan keluarga❤️❤️❤️🥰
total 1 replies
Uba Muhammad Al-varo
padahal harta dan jabatan nggak selamanya digenggam an tangan.
harta juga nggak jadi penolong Fadil diakhir hidup nya.
Olive Ova Ambitan
keren jg ceritanya, tapi lbh keren kalau si fadil dibuat menderita dan mnyesal bgt
annin: Aku sengaja nggak memberi cerita lanjutan untuk kisahnya Fadil, takut dibilang kek sinetron Azab. Hehehe ....
total 1 replies
Uba Muhammad Al-varo
awal ceritanya menyesakkan dada 🤧 tentang kisah hidupnya seorang istri yang dikhianati suami.
Herna Hidayat
Luar biasa
Mom's Smile
keren 👍👍👍
Sastri Dalila
👍👍👍
annin: Terima kasih kak Sastri Dalila atas supportnya, sehat selalu buat kaka dan keluarga❤️❤️❤️🥰
total 1 replies
Ymir
Fadil oh Fadil
annin: xixixi🤭
total 1 replies
Meita Margaretha
Luar biasa
annin: Terima kasih Kak Meita Margaretha untuk supportnya, sehat selalu buat kaka dan keluarga❤️❤️❤️🥰
total 1 replies
Meita Margaretha
Lumayan
Noorjamilah Sulaiman
not bad
annin: Terima kasih Kak Noorjamilah Sulaiman atas supportnya. Sehat selalu buat kaka dan keluarga❤️❤️❤️🥰
total 1 replies
Elsye Nurhayati
Luar biasa
annin: Terima kasih Kak Elsye Nurhayati atas supportnya, sehat selalu buat kaka dan keluarga❤️❤️❤️🥰
total 1 replies
made astiti
lanjut dong ceritanya 👍👍🙏🙇
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!