NovelToon NovelToon
Ruang Dan Waktu

Ruang Dan Waktu

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Keluarga & Kasih Sayang
Popularitas:51.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: WK Rowling

Sebuah tembok besar menghalangi kehidupan dua insan yang saling jatuh cinta satu sama lain.

Mereka dihadapkan oleh keadaan yang hampir tidak mungkin bisa dilewati.

Mereka hanya memiliki dua pilihan, terus melangkah maju tapi menghancurkan semua orang, atau bergerak mundur namun mereka sendiri yang akan hancur.

Akankah kebahagiaan dan cinta akan berpihak pada mereka yang berjuang, ataukah perpisahan yang akan mereka dapatkan?

Dan mungkinkan ruang dan waktu dapan mempersatukan mereka?

Terus ikuti kisahnya di novel "Ruang dan Waktu" sebuah novel terusan dari novel "Keluarga Yang Tak Dirindukan" karya author Weka Hatake~

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon WK Rowling, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Flashback

Rintikan hujan dan suara gemuruh petir mengiringi langkah kaki kecil seorang gadis.

Dia berjalan dengan cara mengendap-endap agar tak ada yang mengetahui kedatangannya. Gadis itu terlihat memeriksa keadaan sekitar sebelum memasuki kamarnya.

"Darimana saja kamu?" Gadis itu terperanjat kaget saat tiba-tiba mendapatkan pertanyaan dari seseorang yang ternyata sudah lebih dulu ada di kamarnya, karena dia mengira tidak ada orang lain di kamar tersebut.

Dengan suara yang terbata-bata gadis itu berusaha menjawab, "A-aku, a-aku baru saja bertemu dengan t-teman-temanku."

"Jam segini baru pulang?" Tanya laki-laki itu kembali yang masih duduk di kursi sambil menyilangkan kaki dan tangannya. Suaranya yang dingin terdengar begitu menakutkan bagi Adel.

"M-maaf diluar hujan deras jadi aku pulang terlambat." Adel mencengkeram jemarinya sendiri, entah apa yang akan terjadi selanjutnya dia sudah pasrah.

Satya beranjak dari duduknya dan menghampiri Adel yang masih berdiri di depan pintu. Tangan kanannya mencengkeram pipi Adel dengan sangat keras yang membuat gadis itu meringis kesakitan.

"Setidaknya jika tidak berguna, jangan membuat aku marah!" Seiring Satya berbicara suaranya semakin meninggi.

"S-sakit Pa." Keluh Adel sambil memegangi tangan Satya agar melepaskan cengkeraman di pipinya.

Bukannya melepaskan tangannya, Satya justru mendekatkan telinganya ke wajah Adel, "Coba bilang sekali lagi, aku tidak mendengarnya."

"Sakit Pa, tolong lepaskan." Ucap Adel dengan suara yang terbata-bata.

Saat Satya hendak mengatakan sesuatu, tiba-tiba saja terdengar suara jeritan yang cukup keras dari kamar yang lain, hal itu membuat Satya segera melepaskan tangannya dari wajah Adel dan berlari kecil ke arah sumber suara. Setelah mendapatkan ketenangannya kembali, Adel juga mengikuti Satya dari belakang.

Satya dan Adel memasuki sebuah kamar yang dimana kini sudah dalam keadaan yang berantakan, terlihat selimut dan bantal yang sudah berserakan di lantai. Terlihat juga ada perempuan paruh baya yang sedang menjerit keras di atas ranjang dengan kedua tangan menutupi kedua telinganya.

Satya yang melihat itu segera menghampiri perempuan paruh baya tersebut kemudian berkata, "Rani tenanglah, ada aku disini."

"Hujan, petir." Ucap Rani sambil menunjuk ke arah jendela, raut wajahnya menunjukkan ketakutan yang luar biasa, dan matanya juga memerah.

"Tidak apa-apa, tenanglah ada aku disini." Satya berusaha menenangkan Rani dengan memeluknya.

Rani didiagnosis mengalami gangguan mental yang membuat emosinya tak terkontrol disaat-saat tertentu, seperti sekarang ini, dia menjadi histeris saat mendengar suara hujan dan petir. Dan lebih parahnya lagi, Rani juga akan ketakutan ketika melihat putrinya sendiri, yakni Adel.

Adel melangkah maju ingin menghampiri Rani juga, namun Satya memberinya tatapan tajam yang membuat gadis itu mengurungkan niatnya. Namun sayangnya, Rani terlanjur melihat Adel yang membuatnya kembali menjerit histeris.

"Pergi! Pergi dari sini!" Teriak Rani, tangannya sudah meraih bantal yang ada disisinya dan melemparkannya hingga mengenai kepala gadis tersebut.

Adel hanya bisa menangis, dia menangkap bantal tersebut, "Mama..." Ucapnya lirih.

"Pergi dari sini!" Teriak Rani sekali lagi, sedangkan Satya berusaha menenangkan istrinya itu.

Adel kemudian meninggalkan kamar itu dengan perasaan yang teramat hancur. Lagi dan lagi gadis itu harus menelan kenyataan yang begitu pahit. Mama yang dulu begitu dekat dengannya kini justru sudah tak mengenalnya, bahkan membenci dan tak mau melihatnya lagi.

Adel menyenderkan tubuhnya ke dinding luar kamar tempat Rani dan Satya berada, "Mau sampai kapan Tuhan?" Ratapnya, Adel begitu lelah dengan keadaan ini. Dia memejamkan matanya seakan merenungi sesuatu selama beberapa saat.

"Aku harus pergi dari sini." Ucap Adel, dia menyeka air matanya.

Adel melirik ke arah kamar Rani kemudian berkata, "Maaf Ma, Adel harus melakukan ini karena Adel sayang sama Mama." Ucap gadis tersebut kemudian melangkah pergi ke luar rumah. Adel pergi tanpa sepengetahuan orang yang ada di rumah tersebut.

Adel terus berjalan menyusuri jalanan tanpa memperdulikan tubuhnya yang sudah basah kuyup akibat hujan. Gadis itu memeriksa sekitar untuk mencari kendaraan umum.

"Taksi" Adel langsung menghentikan taksi yang melaju di depannya, setelah taksi itu berhenti Adel segera masuk ke dalamnya.

"Kemana mbak?" Tanya sopir taksi tersebut.

"Jalan aja dulu pak." Jawab Adel, tubuhnya sudah menggigil kedinginan.

Disepanjang jalan Adel hanya diam, matanya tak henti menatap ke arah jendela pintu mobil.

"Apakah ini yang terbaik?"

"Iya, ini pasti yang terbaik untuk semua orang, aku harus melakukannya demi Mama." Adel berdebat dengan pikirannya sendiri.

Adel melihat sebuah gedung yang dirasa adalah tempat yang tepat untuk melakukan sesuatu, kemudian ia menghentikan sopir taksi, "Berhenti disini pak!"

"Terima kasih pak." Ucap Adel setelah membayar dan langsung keluar dari dalam mobil taksi.

Adel berdiam diri sejenak di atas gedung tinggi itu, kepalanya mendongak ke atas melihat bagian teratas dari gedung tersebut seolah-olah tengah memperhitungkan sesuatu.

"Maafkan aku Tuhan, aku tidak mau melakukan ini, tapi aku harus." Ucapnya pada diri sendiri lalu masuk ke dalam gedung dan langsung menuju ke roofop.

Saat sudah berada di atap tertinggi itu, Adel pelan-pelan berjalan ke arah pinggir rooftop, hujan yang sudah reda tak menghentikan niatnya.

"Ma, pa, Adel sayang kalian. Maafkan Adel yang hanya bisa menjadi beban, dan hanya ini yang bisa Adel lakukan untuk membantu kalian."

Adel kemudian memejamkan matanya, "Selamat tinggal Mama, selamat tinggal Papa, dan selamat tinggal dunia." Ucap Adel, gadis itu mempersembahkan senyum terakhirnya sebelum melakukan niatnya.

Hingga pada akhirnya, niatnya tersebut digagalkan oleh seorang pemuda yang tak asing baginya. Pemuda yang selalu bertengkar dengannya ketika bertemu, namun kini dimalam ini, Adel mendapatkan teman pertamanya yang akan menjadi teman ceritanya.

***

Hallo kakak readers! Jangan lupa terus dukung karya "Ruang dan Waktu" dengan cara rate, vote, like, dan komen yaa. Terimakasih banyak-banyak 🤗 Jangan lupa juga follow author 🥰

1
Herni
aku dr awal gak setuju kaisar sama adel
srietya
cinta kadang2 bikin org hilang logika y..
mbuh
cinta buta emang si kaisar
ƜƘ ƦƠƜԼƖƝƓ
kak sriiii you'r the best readers, thanks for support 🥺🙏
srietya
Semangat berkarya thor.. d tunggu kelanjutan y...
srietya
foto Rendra, Rani dan Adel sewaktu blm pisah.. mungkin😆😬
srietya
yah koq gantunggg ?!?!?!?
lanjut thor..
srietya
syukur deh, ternyata Nara cukup berbesar hati.. kirain masih blm move on
srietya
ya ampun berasa kurang aja, padahal udah crazy up loh...
thank ya thor 😁 😁
ƜƘ ƦƠƜԼƖƝƓ : thank you kak😘
total 1 replies
srietya
dasar satya si gedebong pisang... punya jantung tapi gk punya hati
srietya
isshhhh... jangan marah2 dong Satya, nikmatin aja peranmu sebagai sopir dadakan 😋 😂
srietya
Rani ilang ingatan?!?!...
srietya
beda zaman beda generasi,, kalo sy dulu anak gadis batas y jam 9, lewat dari jam y d interogasi syukur2 gk ilang uang jajan... 😂😂
ƜƘ ƦƠƜԼƖƝƓ
pantengin terus ya kak kelanjutannya, terima kasih sudah membaca karya saya☺️🙏
mbuh
bau baunya ini next kaisar melawan emaknya krna emaknya g ngrestuin kaisar ama adel
perang dunia anak dan emak
ƜƘ ƦƠƜԼƖƝƓ : jangan lupa rate dan vote ya kak terimakasih 🙏
total 1 replies
Herni
satya disini msih baik sm si adel anaknya, knp jd berubah jahat satya ke si adel ya???
ƜƘ ƦƠƜԼƖƝƓ : dibutakan cinta☹️
total 1 replies
ƜƘ ƦƠƜԼƖƝƓ
bisa aja kak
srietya
jangan mudah berjanji, krn manusia cenderung berkhianat,,, buat Adel jgn gampang baper sama janjinya cowok (kaisar), ntar kalo lagi marah pasti lupa sama semua janji2 y... gombal 😂 😂
ƜƘ ƦƠƜԼƖƝƓ : bener🤣🤣🤣🤭
total 1 replies
srietya
sikap Satya yg keras sama Adel sebenarnya karena ingin melindung Adeli...

dasar Rani, waktu sehat nyakitin perasaan Anika dan nipu Rendra... sekarang sakit pun nyusahin Satya dan Adel... 😡
srietya
psycho...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!