NovelToon NovelToon
Aku Dan Anakku Bisa Hidup Tanpamu

Aku Dan Anakku Bisa Hidup Tanpamu

Status: sedang berlangsung
Genre:Konflik etika / Penyesalan Suami
Popularitas:9.1k
Nilai: 5
Nama Author: Fitria Susanti Harahap

Ketika suaminya berselingkuh hingga menghamili wanita lain, tak ada lagi kata maaf yang tersisa di hati Nadia.

Dengan tekad yang bulat, ia mengajukan gugatan cerai. Tanpa menoleh ke belakang, Nadia memilih meninggalkan rumah megah yang selama ini menjadi tempat tinggalnya, beserta segala kemewahan yang pernah ia nikmati.

Baginya, harga diri dan ketenangan batin jauh lebih berharga daripada hidup bergelimang harta bersama seorang suami yang telah mengkhianati kepercayaan dan cinta yang selama ini ia jaga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria Susanti Harahap, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

19

Karin masih terus berbicara dengan nada tinggi. "Sana, cari Reno saja. Ngapain marahnya ke saya?" Karin menatap mertuanya dengan kesal. Alih-alih membela, wanita paruh baya itu justru menghela napas panjang. "Lagian, bulanan saya saja belum kamu transfer. Jadi jangan kebanyakan protes."

Karin sampai terdiam beberapa detik. Ucapan itu benar-benar di luar dugaannya. Di saat rumah tangganya sedang berada di ujung tanduk, mertuanya justru lebih memikirkan uang bulanan daripada keadaan anaknya sendiri. "Kok Ibu bisa ngomong begitu?"

"Lho, memang salah? Biasanya tiap bulan ada kiriman. Sekarang sudah telat. Ya wajar saya tanya."

Karin menggigit bibirnya kuat-kuat. Untuk pertama kalinya, ia merasa benar-benar sendirian. Reno mengabaikannya, sementara keluarga Reno pun tidak menunjukkan kepedulian terhadap perasaannya..Ia pun berbalik meninggalkan rumah itu dengan langkah cepat. Di dalam hatinya mulai tumbuh penyesalan yang selama ini tak pernah ingin ia akui, kehidupan yang dulu tampak begitu indah bersama Reno ternyata tidak seindah yang pernah dijanjikan.

***

Dengan mata sembab dan langkah lunglai, Karin akhirnya memutuskan pulang ke rumah orang tuanya. Begitu pintu dibuka, seluruh pertahanan yang sejak tadi ia bangun runtuh seketika. Ia langsung memeluk ibunya sambil menangis sejadi-jadinya. Tangis yang selama ini ia tahan akhirnya pecah tanpa bisa dibendung. Ia tak lagi peduli dengan riasan wajah yang luntur atau pandangan orang-orang di sekitarnya. Yang ada di benaknya hanyalah rasa sesak yang terus menghimpit dadanya.

Pernikahannya dengan Reno bahkan belum seumur jagung. Dulu ia membayangkan akan hidup bahagia bersama pria yang dipilihnya. Ia yakin Reno akan menjadi suami yang selalu melindunginya. Namun kenyataan yang dihadapi justru berkebalikan. Sejak kisah mereka menjadi sorotan publik, hari-harinya dipenuhi kecemasan, hujatan, dan pertengkaran. Kini, Reno bahkan terang-terangan mengakui ingin kembali kepada Nadia.

Semua impian yang pernah ia bangun seolah runtuh dalam waktu yang begitu singkat. Di sela-sela tangisnya, sebuah pertanyaan terus berputar di kepalanya.

Apa ini balasan?

Karin memejamkan mata erat. Ia teringat wajah Nadia yang dulu berusaha mempertahankan rumah tangganya. Ia juga teringat bagaimana dirinya tetap memilih bersama Reno meski tahu hubungan itu telah melukai perempuan lain. Perlahan, rasa bersalah yang selama ini ia kubur mulai muncul ke permukaan.

Apa mungkin semua ini adalah akibat dari perbuatanku sendiri?

Ia tidak memiliki jawaban. Yang ia tahu, kini ia merasakan sebagian dari kepedihan yang dulu pernah dialami Nadia, rasa takut ditinggalkan, rasa cemas kehilangan pasangan, dan kenyataan bahwa orang yang dicintai ternyata bisa berubah begitu cepat.

Tangis Karin kembali pecah. Untuk pertama kalinya, ia tidak lagi menangis karena marah kepada Nadia atau kesal kepada warganet. Ia menangis karena mulai mempertanyakan keputusan-keputusan yang telah membawanya sampai ke titik ini.

***

Malam itu, setelah tangisnya mulai mereda, Karin memilih mengurung diri di kamar. Tubuh dan pikirannya benar-benar lelah. Ia berharap dengan tidur sejenak, semua rasa sesak di dadanya akan berkurang. Namun, belum lama berbaring, ia kembali merasakan kram di bagian perut. Sebenarnya, beberapa hari terakhir rasa tidak nyaman itu sudah beberapa kali muncul. Karin mengira penyebabnya hanyalah kelelahan dan tekanan pikiran akibat masalah yang terus berdatangan. Karena itu, ia tidak terlalu memedulikannya.

Sayangnya, kali ini rasa nyeri itu datang jauh lebih hebat. Karin mulai meringkuk di atas tempat tidur sambil memegangi perutnya. Napasnya menjadi pendek-pendek. Keringat dingin membasahi dahinya. Semakin lama, rasa sakit itu semakin kuat hingga membuatnya sulit berdiri. Ia mencoba memanggil ibunya, tetapi suaranya nyaris tak keluar.

Beberapa menit kemudian, nyeri itu berubah menjadi kontraksi yang datang berulang kali dengan jeda yang semakin singkat.

"Tolong...!" Teriakan Karin membuat seisi rumah panik.

Asisten rumah tangga yang pertama kali mendengar suara itu segera berlari ke kamar. Melihat wajah Karin yang pucat dan tubuhnya yang gemetar menahan sakit, ia langsung meminta bantuan anggota keluarga lain. Tanpa membuang waktu, mereka membawa Karin ke rumah sakit terdekat.

Di ruang gawat darurat, dokter dan perawat segera melakukan pemeriksaan. Setelah melihat kondisi Karin dan hasil evaluasi awal, tim medis bergerak cepat. Kontraksi yang dialaminya semakin kuat, sementara tekanan darahnya juga meningkat hingga memerlukan penanganan segera. Demi keselamatan ibu dan bayinya, dokter memutuskan persalinan harus dilakukan malam itu juga melalui operasi sesar.

Lampu ruang operasi pun menyala. Di luar ruangan, keluarga Karin hanya bisa menunggu dengan cemas sambil terus memanjatkan doa. Beberapa waktu kemudian, suara tangis bayi akhirnya memecah keheningan.

Bayi itu berhasil dilahirkan dengan selamat, meski lebih cepat dari perkiraan karena persalinan harus dipercepat akibat kondisi medis yang dialami Karin. Tim medis kemudian melanjutkan penanganan untuk memastikan kondisi Karin tetap stabil setelah operasi. Malam yang seharusnya menjadi malam penuh kebahagiaan berubah menjadi malam yang dipenuhi kecemasan.

Di balik pintu ruang operasi, seorang bayi memulai kehidupannya di dunia, sementara di luar ruangan, keluarga Karin hanya berharap ibu dan anak itu dapat melewati malam yang menegangkan tersebut dengan selamat.

***

Menjelang tengah malam, kondisi Karin mulai menunjukkan perbaikan. Tekanan darahnya perlahan menurun setelah mendapat penanganan dari tim medis, meski dokter masih menyatakan keadaannya belum benar-benar stabil dan tetap memerlukan pemantauan intensif. Setelah beberapa jam berada di ruang pemulihan, Karin akhirnya dipindahkan ke ruang rawat inap.

Suasana kamar begitu sunyi. Sesekali terdengar langkah perawat yang memeriksa infus dan alat pemantau kondisi tubuhnya. Di balik jendela, langit malam tampak gelap, sama gelapnya dengan perasaan Karin saat itu.

Matanya menatap langit-langit kamar tanpa berkedip. Ia sama sekali tidak bisa memejamkan mata. Air mata kembali mengalir membasahi pipinya. Tak pernah sedikit pun ia membayangkan hidupnya akan sampai di titik seperti ini. Dulu ia membayangkan saat melahirkan akan menjadi hari paling membahagiakan dalam hidupnya. Suaminya akan menggenggam tangannya, menemaninya berjuang di ruang bersalin, lalu menjadi orang pertama yang menggendong buah hati mereka.

Namun kenyataan yang terjadi justru sebaliknya. Ia melahirkan tanpa Reno berada di sisinya. Pria yang dulu berjanji akan membahagiakannya kini bahkan tidak diketahui keberadaannya. Karin tersenyum kecil di sela-sela tangisnya. Senyum yang begitu pahit.

"Lucu ya..." gumamnya lirih. "Dulu aku mengambil kebahagiaan perempuan lain... sekarang aku justru menangis sendirian saat melahirkan." Kalimat itu membuat ibunya yang duduk di samping ranjang ikut menitikkan air mata.

Keluarga terus berusaha menenangkan Karin, tetapi setiap kali matanya terpejam, ia kembali terbangun sambil menangis. Emosinya masih sangat labil setelah operasi dan persalinan, ditambah tekanan batin yang bertubi-tubi dalam beberapa hari terakhir.

1
falea sezi
knp jd bertele tele thor😒 kayak ikan terbang🤣
falea sezi
kenapa Fachri jd goblokk🤣🤣 niat bantuin. g sih
Iffanaya 😽
kk aku ikutan mewek...pls Thor bikin kian balik ke ibunya trs bongkar kebusukan karin Thor gk tega liat kian tertekan 😭😭
Muji Lestari
lanjutt thorrr
falea sezi
lanjut
falea sezi
makanya jd istri jangan bego wkt jd istri nabung yg banyak kuras harta sembunyikan klo suami selingkuh qm cerai g susah 😒
Iffanaya 😽
ditunggu lanjutannya kk 🫶
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!