Cerita ini merupakan cerita fantasi yang berunsur kisah manusia serigala di dalamnya. Mengisahkan seorang wanita bernama Elleona yang hidupnya selalu menemui masalah, dari pack tempat tinggalnya hancur, keluarganya habis di serang, ia di-reject mate-nya sendiri, hingga masalah-masalah yang selalu saja ia temui seakan kebahagiaan enggan untuk menghampiri.
Lalu, apakah Elleona akan berakhir bahagia?
atau
Elleona tidak akan pernah bahagia hingga akhir hidupnya?
Silahkan baca novel gratis ini dengan perlahan. Akan bosan di awal dan semoga tidak di akhir, selamat membaca :)
Salam kenal,
ptrmyllln
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ptrmyllln, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ELLEONA 23
"Biar aku yang menjadi pasanganmu."
Orang itu mendekat, kemudian berbicara, "maksudku berpasangan dengan Raina."
Raina membulatkan matanya. "Gege?"
"Salam, Alpha Revanio." Elleona sedikit membungkukkan tubuhnya.
Revanio mendekati Raina lalu menepuk pundaknya. "Kau tidak memiliki pasangan, mengapa mendaftar perlombaan ini? Ingin membuat malu dirimu?" tanya Revanio.
"Aku hanya tertarik dengan hadiah itu," kata Raina.
"Tidak ada yang istimewa dari hadiahnya--"
"Kau tidak tau! Semua orang menginginkannya, jika aku tidak mengikuti perlombaan ini bagaimana aku bisa mendapatkannya? Kau sangat pelit denganku." Raina bersungut.
Revanio mengangkat sebuah alisnya.
Oh ayolah, jika di hadapannya ini bukan saudaranya maka dengan senang hati Raina mengacungkan pedang ke leher orang ini.
'Raina, aku mendengarmu.'
"Sial!" umpat Raina.
'Aku akan membuatmu tidak bisa mendapatkan hadiah itu.'
"Gege!" sentak Raina.
Lagi-lagi Revanio mengangkat sebelah alisnya. Balasan yang sangat menyebalkan bagi Raina.
Elleona yang tidak mengerti dengan situasi ini pun hanya terdiam dan memikirkan siapa yang akan menjadi pasangan berpedangnya.
"Elleona, kau akan berpasangan dengan Alpha Revanio biar aku mencari pasanganku sendiri--"
"Tidak, Elleona akan berpasangan denganku."
"Siapa kau?" tanya Raina pada seseorang yang baru saja menyela ucapannya.
"Kau tidak mengenalku? Sayang sekali, baiklah aku akan memperkenalkan diriku terlebih dahulu." katanya. Namun ketika mendapati Revanio sedang menatapnya ia mengurungkan niat untuk memperkenalkan diri itu.
"Oh! Salam Alpha Revanio, maafkan saya yang hampir lupa menyapa Anda."
Revanio menatap datar pria di hadapannya ini. "Tidak apa-apa, Alpha Alexander."
***
"Karena sudah menemukan pasangan masing-masing, silahkan mengikat tubuh kalian dengan benang emas seribu pintal. Dengan posisi wanita berada dalam dekapan sang laki-laki. Hal ini dapat membangun kerja sama dan membangun cinta antara pasangan mate." Suara dari Beta Arnold menginterupsi beberapa peserta yang sudah berkumpul di arena pertarungan.
"Aku yakin kita akan memenangkan perlombaan ini," ujar Alexander.
Ya, pria yang ingin menjadi pasangan dari Elleona adalah Alexander. Elle tidak tau mengapa pria yang sudah me-rejectnya ini tiba-tiba memandangnya dengan mata terbuka. Bukan senang, malah Elle merasa tidak nyaman berdekatan dengan Alpha Grey Moon pack ini. Begitupula dengan Lea yang seakan-akan memuntahkan sesuatu di dalam sana.
Jangan tanyakan masalah perasaan Elle, tentu saja hatinya sakit. Tidak semudah itu melupakan apa yang telah ia lewati selama ini. Bahkan sekarang Elle kembali merasakan sakit itu, sakit dimana orang yang kita harapkan untuk membela malah menjadi dalang dari semuanya. Cinta? Elle tidak tau, rasa itu juga tiba-tiba muncul serentak dengan rasa sakit, kecewa, amarah yang menjadi satu.
"Nona Parker, mengapa diam saja? Perlombaan sudah dimulai."
Dengan cepat Elle dan Alex menangkis serangan yang ditujukan pada mereka.
Sial! Karena sibuk memikirkan masa lalunya ia hampir saja tertebas pedang.
"Nona Parker, ah itu rumit aku akan memanggilmu Lona saja bagaimana?" Alex berusaha membuka obrolan mereka.
"Maaf Alpha, nama saya Elleona Zhu Parker. Tidak mengandung kata 'Lona' sedikitpun dari nama itu," jawab Elleona. Dalam posisi yang sangat intim ini membuat Elleona merasa sangat risih. Bagaimana tidak, Alex meletakkan tangan mereka berdua yang bebas di atas perut Elle. Bukan Elleona percaya diri, tapi menurutnya Alpha Alex ini mengambil kesempatan dalam kesempitan.
Alex terkekeh berat mendengar jawaban Elleona. Bukan terdengar merdu malah suara itu membuat Elle muak. Jika dulu Elle berdebar maka sekarang pun sama, tapi dalam artian berdebar ingin mengarahkan pedangnya agar menghunus jantung pria ini.
"Aku baru sadar ternyata kau sangat cantik, maafkan aku yang baru terlambat menyadarinya," ujar Alex. Mereka terus menangkis dan menyerang lawan yang juga mengikuti perlombaan. Sejauh ini mereka unggul, tidak ada yang bisa menjatuhkan pedang yang mereka pegang.
Elleona tidak menjawab ucapan Alex, ia mengabaikannya. Ia harus fokus dengan perlombaan ini, bukan ingin mendapatkan hadiah terapi ingin cepat-cepat lepas dari dekapan pria si4lan ini.
Sedangkan di sisi lain Raina juga bertarung dalam dekapan saudaranya. Ia terkikik geli dalam hati, tanpa menoleh pun ia tau pasti wajah saudaranya sudah masam seperti kaus kakinya yang masih berada dalam sepatu selama satu minggu ini.
"Bukankah Elleona sangat serasi dengan orang itu?" tanyanya.
Revanio hanya diam sambil menangkis pedang yang mengarah padanya.
"Lihatlah, bukankah raut wajah mereka sangat bahagia?-- Akh! Gege! Pelan-pelan, kau akan membunuh mereka dengan pedangmu itu!" kesal Raina. Tadi, dengan gerakan mengejut dan kasar Revanio menyerang lawan.
"Mereka sangat mengesalkan," ujar Revanio.
"Siapa? Elle dan pria itu?" Lagi-lagi Raina terkikik.
"Apa aku harus membunuh mereka berdua agar kau fokus?" tanya Revanio datar.
Raina menelan ludahnya, Revanio tidak pernah bermain-main dengan ucapannya.
Bujang lapuk ini sangat berbeda jika sedang cemburu, pikir Raina.
"Eh, kau mau membawaku ke mana?!" tanya Rain ketika Revanio berjalan dengan mengangkatnya.
"Membunuh mereka."
"Tidak, tidak! Gege, aku hanya bercanda! Ayo kita memenangkan pertarungan ini." Raina kembali menelan ludahnya. Inilah jika berani berurusan dengan pria seperti saudaranya ini.
***
Hari sudah hampir menuju petang, kini tinggal dua pasangan lagi yang tersisa yaitu pasangan Revanio dan Raina dan juga pasangan Alexander dan Elleona.
Memang dalam setiap pertarungan maka yang bertahan adalah yang paling kuat. Sampai detik ini mereka adalah pasangan yang sama-sama memiliki kemahiran dalam berpedang.
Sring
Sring
Sring
"Wow Alpha, permainan pedangmu sangat hebat!" seru Alex ketika pedang Revanio hampir mengenainya.
"Hei, kau ini serigala yang berasal dari mana? Mengapa kau bodoh sekali tidak mengetahui kemampuan kakakku?" ujar Raina sinis.
"Kakak? Anda Nona Raina yang terkenal akan kemampuannya dalam berpedang dan bahkan sempat mengalahkan Alpha Revanio itu sendiri?" tebak Alex. Alex belum pernah bertemu dengan Raina sebelumya makanya ia tidak mengenali adik dari Alpha Revanio itu.
"Ya itu aku, ternyata aku sangat terkenal hingga serigala yang entah berantah ini pun mengenalku," ejek Raina.
"Tidak hanya cantik dan mahir bermain pedang, ternyata kau sangat pandai dalam berbicara, aku salut padamu."
"Sial! Laki-laki ini bermulut sangat manis!"
Sring!
"Akh!"
"Elleona!"
Sring
Srettt!
Semuanya terjadi begitu cepat. Pedang Raina mengenai Elleona, lalu Revanio menangkis pedang Alex kemudian memotong ikatan yang mengikat tubuh Elleona dan juga tali yang mengikat tubuhnya. Tanpa Revanio sadari, ia telah memenangkan pertandingan tersebut.
"Bodoh! Mengapa kau tidak mengelak? Apa teknik yang diajarkan Raina tidak kau serapi?" tanya Revanio yang langsung mengikat lengan Elleona dengan kain agar darahnya tidak merembes banyak.
"Saya ... saya tidak apa-apa, Alpha."
"Raina!"
"Y-ya?"
"Poster-poster laki-laki menari dari dunia manusia itu sudah musnah. Aku tidak sengaja."
Seketika itu kepala Raina rasanya terpenuhi oleh kabut asap. "Revanio!"
"Aku Alpha di sini, kenapa kau tidak memiliki sopan santun?"
"Jika kau lupa, aku yang menendangmu agar kau lahir duluan dan menjadi kakakku. Mengapa sekarang kau tidak tau berterima kasih?! Jika tidak ada aku maka kau tidak akan bisa semena-mena kepadaku!" kesal Raina.
"Masih ada Revania yang akan menendangku keluar."
"Gege!"
"Selamat Alpha Revanio dan Nona Raina. Kalian berhak mendapatkan sutra laut. Hadiah akan dikirimkan secara istimewa nanti malam," ujar Beta Arnold.
"Akhirnya!" sorak Raina.
"Berikan pada Elleona, karena mereka pemenangnya. Kami adalah tuan rumah, tidak mungkin mengambil hadiah yang ku sediakan sendiri."
"Tapi, tapi aku juga sedikit menginginkannya." Raina mendesah kecewa.
"Kau bisa membunuh 10 lawan dalam sekali ayunan pedang, sedangkan dia? Wanita bodoh itu sangat membutuhkan itu." Revanio berdiri, ia menepuk pelan jubah kebesaran agar bersih dari debu.
"Pergilah ke dokter, lukamu lumayan besar." Setelah mengucapkan kalimat itu Revanio berlalu meninggalkan Elleona yang masih membisu dan mencerna apa yang tejadi padanya beberapa menit yang lalu.
Elleona merasakan sakit di tubuhnya. Bukan, bukan area lengan yang terluka tetapi pada bagian dadanya. Ia menyentuh area tersebut. Sial! Rasanya seperti tersengat oleh aliran listrik tetapi sangat menyenangkan.
***
Maaf ...
Hrs'a ada keterangan dlm kurung apa itu pack, mate, alpa, rougu dll,,, bikin bingung di awal bc..
Cb lanjut lg..