Dirga dan Asha..
Keduanya menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih saat duduk di bangku sekolah, Asha adalah cinta pertama Dirga begitu juga Dirga yang cinta pertama Asha.
Keduanya saling mencintai satu sama lain, bahkan mereka bermimpi untuk menikah suatu hari nanti.
Namun takdir berkata lain..
Orangtua Dirga menentang hubungan Asha dengan Dirga, meminta Asha untuk pergi dengan memberikan sejumlah uang kepada asha.
Asha pun pergi meninggalkan Dirga tanpa penjelasan yang jelas..
Lima tahun berlalu..
Asha kembali Ke Jakarta..
Asha berpikir semuanya sudah berubah, termasuk Dirga..
Namun takdir kembali mempertemukan Dirga dan Asha, bukan sepasang kekasih tapi Bos dan juga asisten pribadinya.
apakah mereka akan kembali bersatu ? atau justru sudah ada orang lain yang mengisi hidup mereka ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Caramel_Machiato, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 23
Pagi hari Asha terbangun lebih dulu dibandingkan Dirga
Benteng yang ia buat masih setia menjaga keduanya
Asha keluar dari kamar hotel untuk sekedar mencari angin pagi sendirian
Dirga yang baru bangun tidak melihat keberadaan Asha di kamar
" Kemana anak itu pagi-pagi"
Dirga turun dari ranjangnya, saat ia hendak masuk kedalam toilet ia menemukan dompet milik Asha yang terjatuh di depan pintu kamar hotel
" Dasar ceroboh "
Dirga meletakkan dompet itu diatas meja tanpa curiga apapun dengan isinya
Namun baru saja Dirga hendak masuk kedalam kamar mandi, pintu kamar terbuka dan Asha masuk kedalam kamar dengan wajah panik
" Kenapa ? "
" Dompet aku hilang "
Dirga mengangkat dompet milik Asha yang ia temui itu
" Ko bisa sama kamu ? "
" Tadi jatuh disana "
Asha langsung dengan cepat meraih dompet itu dari tangan Dirga
Dengan wajah panik, Asha menjauh dari Dirga dan memeriksa dompetnya
" Sha saya nggak ngambil uang kamu selembarpun "
" Jaga jaga Pak '
Dirga menggelengkan kepalanya dan ia langsung menuju kamar mandi untuk segera bersiap-siap
Ponsel milik Asha berdering panggilan masuk dari Naufal, melihat kondisi yang aman Asha pergi ke balkon dan mengangkat panggilan Naufal
" Pagi pengantin baru "
" Naufal diem deh "'
" HAHAHA "
" Oleh oleh jangan lupa ya Sha "
" Lo mau oleh-oleh apa sih Fal ? jangan mahal mahal, gue belum gajian "
" Oleh-oleh nya lo balikan aja deh sama Dirga "
" Fal mulai deh "
" Gue serius Sha, ini waktu yang tepat buat lo ceritain semuanya ke Dirga "
" Tapi Fal "
" NGGAK ADA TAPI ASHA "
Asha diam beberapa detik
Dirga yang baru saja kleuar dari kamar mandi, melihat Asha yang sedang berada di balkon
Perlahan Dirga mendekati Balkon dan mendengar percakapan keduanya
" Tadi gue pikir dompet gue hilang Fal "
" Terus ? "
" Ternyata jatuh di kamar "
" Wah gawat itu kalau hilang Sha "
" Yang gue takut juga, cek itu jatuh dari dompet gue Fal.. "
Dirga mengangkat satu alisnya
Ia memasang wajah datar
" Cek, dompet ? " ucap Dirga pelan
Dirga pun memilih bersembunyi di dalam toilet sambil menunggu Asha dan Naufal selesai berbincang
Asha menoleh ke belakang, dan tak ada Dirga disana
" Kalau lo udah jujur sama dia, jangan lupa cerita sama gue ya Sha "
" Pasti Fal,yaudah gue siap-siap dulu yah "
" Iyah, semangat Sha "
" Lo juga semangat "
Setelah panggilan berakhir Asha pun kembali masuk kedalam kamar
Tak lama Dirga keluar dari dalam toilet
" Kamu mau turun untuk sarapan, Sha ? "
" Boleh Pak '
Asha dan Dirga pun keluar bersama untuk mencari sarapan
Dirga sendiri sedang mencari cara bagaimana caranya mendapatkan dompet milik Asha
Mereka turun untuk menyantap sarapan di hotel
Setelah mengambil makanan yang mereka pilih, mereka duduk bersama untuk menyantap sarapan bersama
" Besok kita pulang jam berapa pak ? "
" Siang mungkin "
" Hmm " Asha mengangguk
Dirga memandang Asha dengan penuh harap
Malam ini Dirga ingin mengetahui semuanya
Dirga ingin mendapatkan jawaban dari tujuh tahun yang lalu dari Asha
....
Hari ini lebih padat dibandingkan hari kemarin
Asha menemani Dirga meeting dari siang hingga sore hari
Meeting itu di tutup dengan tanda tangan kontrak kerjasama
Setelah semua selesai, Dirga dan Asha memutuskan untuk kembali ke hotel. Mengingat besok mereka sudah harus pulang ke Jakarta, mereka harus bersiap-siap
Begitu sampai di kamar Asha langsung pergi menuju toilet, dan entah secara kebetulan atau tidak
Dompet milik Asha tergeletak diatas meja bersama dengan ponsel milik Asha
Dengan secepat mungkin Dirga mencari cek itu di dalam dompet Asha, dan benar saja Dirga menemukan selembar cek yang persis milik ibunya
Dirga langsung meletakkan dompet itu seperti semula dan bersikap normal agar Asha tidak curiga
Begitu Asha keluar dari dalam toilet ia langsung mengambil dompet dan dompet miliknya
" Pak Dirga, saya mau keluar sebentar ya "
" Hmm jangan lama, karena ada yang mau bicarakan sama kamu "
" Pak Dirga mau bicara apa ? "
" Nanti saja "
Asha merasa feeling nya tidak enak
" Saya nggak jadi keluar, Pak Dirga mau ngomong apa ?"
Dirga diam untuk beberapa detik
" Tadi ada sesuatu jatuh dari dompet kamu "
" Sesuatu apa ? "
Dirga menunjukkan cek itu
Asha pun terkejut
Tubuhnya membeku seketika
Mulutnya terasa sulit untuk berbicara saat ini
" Bisa kamu jelasin ke aku Sha soal ini ? "
" Bukannya kamu udah denger dari mamah kamu ? "
"Aku mau denger dari kamu Asha, jujur sama aku sekarang "
"Nggak penting Dirga "
" Nggak penting untuk kamu, tapi penting bagi aku Asha " suara Dirga sedikit meninggi
Mata Asha mulai panas..
Bahkan saat ini air mata mulai menetes dari sudut matanya
"Jelasin Sha aku butuh kamu jelasin semuanya ke aku Sha "
" Aku minta maaf Dirga "
" Aku pikir saat itu keputusan aku tepat, ternyata aku salah Dirga.. "
Dirga tidak menyela. Untuk pertama kalinya selama tujuh tahun, ia benar-benar siap mendengar semuanya