NovelToon NovelToon
Kampung Angker

Kampung Angker

Status: tamat
Genre:Rumahhantu / Horor / Tamat
Popularitas:194.4k
Nilai: 4.8
Nama Author: UNI NANNI

Sejak kami kedatangan tetangga baru, kampung yang begitu tenang kini berubah menjadi mengerikan. Semua orang takut keluar rumah ketika malam. Makhluk tak kasat mata tidak pernah berhenti datang siang maupun malam. Bahkan mereka mengambil nyawa orang-orang satu per satu.

Kami bahkan tidak tau apa penyebabnya. Tiba-tiba sakit dan langsung di kabarkan sudah meninggal. Bahkan di tubuh mayat mempunyai bekas telapat tangan yang berwarna keunguan.

Pertanda apa semua ini, aku yang mempunyai kemampuan mengobati, tidak bisa berbuat apapun. Meski aku sering melihat makhluk tak kasat mata, tetapi aku begitu takut. Karena energi mereka begitu besar.

Apa yang harus aku lakukan?
Apa yang harus dilakukan warga di kampungku?
Kami merasa takut ketika setiap bulan, berjatuhan korban yang meninggal. Kepanikanku bertambah ketika adikku sakit, aku khawatir adikku akan seperti korban lain yang hanya mengalami sakit demam dan langsung meninggal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon UNI NANNI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rian Yang Datang

Aku perlahan membuka mataku. Rian ternyata memanggkuku. Dia tersenyum, ketika melihatku.

"Ri..an..." kataku terbata-bata dan lemah.

"Luis, syukurlah, kau sudah sadar. Aku sangat mengkhawatirkanmu" kata rian yang membantuku berdiri.

Tidak lama, dion, rahmat, dan ana datang. Dia langsung berlari ke arahku.

"Luis, kau tidak apa-apa?" tanya dion sambil memegang tanganku.

Dengan cepat, rian menangkisnya. Dia seperti tidak terima, dion membantuku.

"Kau kenapa bisa ada di sini?" tanya dion yang menatap tajam rian.

"Aku melihat luis ke sini, makanya mengikutinya," jawab rian dengan santai.

"Kau penguntit ya, suka ikutin luis. Kau bisa menganggu nanti," kata dion dengan kesal.

Aku sendiri bingung, mereka berdua berdebat dengan hal yang tidak penting seperti ini.

"Luis, maaf, kami terlambat datang ke sini. Gara-gara dion nih, dia terlambat memberitahu kami," kata ana yang anggukan oleh rahmat.

Semua mata tertuju pada dion, dia hanya tersenyum.

"Aku benar lupa luis, lain kali tidak akan lagi," kata dion sambil menunjukan tangannya membentuk V.

"Luis, kau tidak perlu meminta bantuan orang pelupa. Beritahu saja aku," kata rian yang masih berada di dekatku.

Aku hanya tersenyum, enggan menanggapi. Dia tidak tahu saja, bantuan apa yang aku maksud.

"Jangan sok jago kamu, ini bukan bantuan manusiawi. Kau tidak akan sanggup," kata dion yang meremehkan rian.

"Sudah, aku lagi sakit. Bukannya di tolonggi, malah berdebat. Bantu aku untuk pulang," kataku melerai perdebatan mereka.

Ana membantuku berjalan, di susul rian, dion, dan rahmat di belakang. Di tengah perjalanan, mereka mulai bertanya padaku.

"Luis, apa yang terjadi. Kau terlihat lemah?" tanya rahmat.

"Luis, kau tidak terluka bukan?, jika terluka, katakan padaku. Aku akan mengantarmu ke puskesmas," kata dion dengan wajah khawatir.

"Kau tidak perlu melakukannya. Aku ini tetanggannya, sudah kewajibanku untuk menolongnya," sahut rian.

"Jika kalian berdua terus bertengkar, kapan luis mau jawab pertanyaanku?" kata rahmat yang terlihat kesal, dengan tingkah dion dan rian.

"Jadi begini, aku memberitahu dion agar kalian datang kepemakaman. Aku ingin mencari roh fani yang hilang," kataku memulai pembicaraan.

Mereka semua menatapku dengan penasaran. Aku kemudian menceritakan semuannya. Wajah rian di penuh rasa takut, dia bahkan memegang kedua tangannya.

"Oh, jadi seperti itu. Untung kau bisa tertolong." kata rahmat.

"Aku tidak habis pikir, mereka sepertinya mengincar kita semua." kata ana yang bicara, sedari tadi dia hanya diam mendengar.

"Tapi ana, aku penasaran. Siapa yang menyuruh mereka, mereka tidak mungkin melakukannya tanpa ada suruhan dari manusia dan imbalan," kataku yang membuat kami semua berpikir.

"Benar luis, itu berarti, sebelumnya sudah ada orang yang mengincar kita. Hanya saja, kita tidak sadar diri," jawab dion.

Rian terlihat gugup, entah dia merasa takut atau bagaimana. Matanya terlihat sendu, seperti menyimpan sebuah rahasia besar.

"Rian, kau kenapa?" tanyaku seketika, rian sangat terkejut. Dia tidak tahu harus bicara apa.

"Ti..tidak, aku tidak apa-apa," kata rian tanpa melihat mataku.

"Dia mungkin takut, tapi tidak mau mengakuinya. kan malu, laki-laki tetapi pengecut," ejek dion.

"Biar pengecut, yang penting setia kawan. Kan lebih baik?" balas Ana.

Aku dan rahmat hanya tertawa, sementara dion malah menatap ana. Dia mungkin tidak percaya, ana mengembalikan perkataannya.

"Sudah sampai ana, aku bisa masuk sendiri. Kalian sebaiknya, cek kondisi fani. Aku tidak melihat dia, ketika keluar dari sana," kataku sambil berjalan perlahan masuk ke rumah.

Mereka semua sudah pergi, aku melihat dari balik jendela. Tetapi, tatapanku tidak lepas dari rian. Dia masih terdiam dan bengong di depan rumahku. Ada yang aneh dengan anak itu, dia bisa tahu jika aku ada di pemakaman tadi. rian bahkan, tepat waktu datang menolongku.

Padahal, ketika pergi, aku tidak merasa ada yang mengikuti.

"Siapa sebenarnya dirimu rian?" gumanku dalam hati.

1
S
Susah kalo peran utamanya b3g0 kebangetan 😒
Yudi Christian
semamgat thor
Yudi Christian
pada lelet kasian idar
Yudi Christian
candaan nya kurang natural kesan nya thor
Yudi Christian
gas thor
Yudi Christian
gass lgi thor
Yudi Christian
si rain itu yng di pohon
Yudi Christian
rain ngaku..tapi blum tentu Msalah selesai
Yudi Christian
/Facepalm//Facepalm//Facepalm/ asli lucu si idar
Yudi Christian
biar berkurang musuh satu
Yudi Christian
kejam itu mama rian
Yudi Christian
hebat author
Yudi Christian
semedi dulu luis
Yudi Christian
pake wa luis
Yudi Christian
kabur luis
Yudi Christian
seru
Yudi Christian
waduh..apa lgi ini
Yudi Christian
apa kira² bisikan ana sih
Yudi Christian
episode ini paling seru
Yudi Christian
gass thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!