NovelToon NovelToon
Tuan Besar

Tuan Besar

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Action / Romantis / Balas Dendam / Pembunuhan
Popularitas:1.1M
Nilai: 5
Nama Author: jeloveus

Alexander Moralez Arzallane adalah seorang laki - laki berkuasa yang menyeramkan, tinggi besar dengan wajah yang dingin,, tidak pernah tersenyum, ganas dan sangat menakutkan. Psikopat sekaligus pemimpin Mafia yang sangat berbahaya.

Seorang Tuan Besar Arzallane yang berkuasa, hidup dengan banyak konflik dari masa lalunya yang penuh dendam dan pembalasan.

Sampai suatu hari bertemu dengan putri dari orang yang membuat hidupnya hancur.
Akankah ada cinta yang dapat mengubah jalan hidup seorang Tuan Besar Alexander Moralez Arzallane.

Cerita adalah asli hasil pemikiran dan sudut pandang pribadi penulis.

No plagiat

Tanggapi cerita dengan bijak, karena ini hanya sebuah karya imajinasi penulis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon jeloveus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23. Masa Lalu Part 2

Tangan Aljendro Stewartz meraih sebuah ponsel dari celananya. Lalu Aljendro nampak menekan beberapa angka. " Lakukan ! "

" Tidak, Tuan ! Ampun, Tuan ! Lepaskan mereka ! Mereka tidak bersalah. Lepaskan mereka Tuan Aljendro ! " suara John Torez bergetar membayangkan anak dan isterinya mengalami hal yang sama seperti yang dialami Merrzy Arzulla, keponakannya.

" Lakukan ! " teriak Aljendro Stewartz marah.

" No ! Paman, no ! " Merrzy Arzulla ikut berteriak histeris.

John Torez dengan gemetar bercampur marah dan takut. Tidak mungkin John Torez melawan Aljendro Stewartz seorang mafia kelas kakap. Apalagi anak buah Aljendro Stewartz yang masih berjajar rapi di dalam ruangan.

" Tidak Paman ! Jangan lakukan padaku ! Jangan, Paman, please ! " Merrzy Arzulla menepis tangan John Torez yang mencoba meraih tubuhnya.

Di bawah tekanan Aljendro Stewartz, kemudian John Torez terpaksa meraih tubuh keponakannya.

" Maafkan, Paman, Err. Bibi dan adikmu ada ditangan mereka." ucap John Torez.

" Maaf, Err ! " John Torez meraih tubuh Err dengan kasar.

Merrzy Arzulla beringsut menjauh dan terus memberontak melepaskan diri.

Tubuh mulusnya sudah menjadi santapan mata seluruh anak buah Aljendro Stewartz.

Nampak Aljendro Stewartz hanya menghirup nikotinnya sambil sesekali menyesap Vodka dari botolnya langsung.

John Torez dengan marah meraih keponakkannya, Merrzy Arzulla yang terus memberontak. Dengan sekali hentak John Torez mendesakkan miliknya dan menghentak berulang kali di bawah pengawasan Aljendro Stewartz dan anak buah yang juga mengamati dengan penuh keinginan.

Tubuh Merrzy Arzulla bergetar hebat. Sakit pada area miliknya dan perih serta marah dengan kenyataan yang sangat berat bagi hidupnya membuat seorang Merrzy Arzulla menggigit lidahnya.

Tenaga yang sudah habis untuk melawan dan membebaskan diri membuatnya terkulai tak berdaya.

Nampak John Torez terus menghujamkan miliknya ke tubuh Merrzy Arzulla tanpa ampun. Otaknya sudah buntu, daripada melihat istri dan anaknya diperlakukan tidak senonoh lebih baik dirinya melakukan hal itu kepada keponakannya, Merrzy Arzulla.

Beberapa saat kemudian, nampak John Torez mengejang dengan sempurna ketika mencapai puncak. Wajahnya memerah. Tangannya mengepal marah dan nikmat yang melebur menjadi satu. Bagaimanapun ada rasa penyesalan yang dalam karena sudah merusak keponakannya. Apalagi melihat tubuh Merrzy Arzulla yang sudah terkulai tak berdaya.

" Maafkan Paman, Err ! " ucap John Torez lirih.

" Hahahaha... pertunjukan yang bagus, Torez. " puji Aljendro Stewartz sambil tertawa terbahak - bahak dan terus menyesap Vodka langsung dari botolnya.

" Lakukan ! " desis Aljendro Stewartz lagi saat tangannya menggenggam ponsel.

Kepala John Torez bergerak kesamping ketika mendengar suara jeritan dua orang wanita yang sangat dikenalnya.

" Apa yang Anda lakukan, Tuan ? " tanya John Torez mempertanyakan suara anak dan isterinya yang menjerit kesakitan dan ketakutan.

Layar Led besar di dinding samping menyala memperlihatkan peristiwa yang sangat mengiris hati.

Mata John Torez membulat sempurna, kemarahan terlihat jelas diwajahnya. Buku - buku pada tangannya mengepal dengan sempurna

" Tidak ! Aljendro Kau benar - benar biadab. Lepaskan mereka ! " teriak John Torez sambil meloncat ke arah Aljendro Stewartz hendak memukul.

Tetapi beberapa anak buah Aljendro sudah bisa membaca pergerakan John Torez sehingga dengan mudah John Torez dilumpuhkan.

" Kurang ajar. Tidak tahu diri, Kau Torez, " Aljendro Stewartz mencengkeram dagu John Torez yang dicekal dua orang anak buahnya yang besar - besar. Kemudian Aljendro Stewartz menghempaskan dengan kasar wajah John Torez ke samping. Terdengar bunyi krek yang menandakan ada bagian tulang yang patah. Lalu sebuah tendangan diarahkan ke tulang rusuk John Torez sampai John Torez terlempar kebelakang menghempas ke dinding.

" Bersihkan kekacauan ini dan buang mereka ke kandang buaya ! Buaya - buayaku pasti senang menyantap hidangan malam ini. Hahahaha... . " ucap Aljendro Stewartz.

Dokter Merrzy Arzulla berdiri kaku dengan keringat dingin yang membasahi seluruh tubuhnya.

Ingatan sepuluh tahun lalu membuatnya merasakan perih dan dendam yang semakin membara dalam hatinya. Seperti api yang disiram bensin terus menerus. Api akan terus berkobar, demikian juga dendam Dokter Merrzy Arulla.

Wajah Dokter Merrzy Arzulla nampak dingin.

" Dokter Merrzy, " panggil seorang maid ketika melihat Dokter Merrzy Arzulla hanya diam mematung dengan wajah yang pucat pasi.

Dokter Merrzy Arzulla tersentak dari lamunannya. Mengerjap perlahan, mengusir air mata yang hampir jatuh di sudut matanya.

Sebuah tarikan nafas berat terdengar.

" Ingat, Dokter Merrzy Arzulla ! Anda bebas melakukan apa saja, hanya sayangkan nyawannya ! " ujar Han Liu dari arah pintu sebelum kakinya berlalu dari ruangan Aliana Stewartz.

Dokter Merrzy Arzulla terduduk di atas sofa. Memijit keningnya yang mulai terasa pening. Masa lalunya yang kelam benar benar menghancurkan tubuh dan hatinya. Sebenarnya Dokter Merrzy Arzulla sudah lelah dengan hidup yang dijalani, dengan rasa sakit yang masih membayanginya, dengan trauma masa lalu yang begitu berat dipikulnya. Hingga Dokter Merrzy Arzulla bertemu dengan Alexander Moralez dan Han Liu yang menolongnya waktu itu.

Profesi Dokter Bedah yang dia sandang hanya sebuah kedok untuk melakukan kesenanan dan pelampiasan atas dendam yang sering membakar dalam hatinya dengan melakukan pembedahan atau operasi ilegal.

Semua berawal dengan tragedi Pamannya, John Torez yang menukarkan dirinya sebagai pelunas hutang ayah dan ibunya.

Sampai hari terakhir setelah Pamannya melakukan atas tubuhnya, malam itu juga Merrzy Arzulla digilir anak buah Aljendro Stewartz sebelum tubuhnya di lempar ke sungai dengan belasan buaya lapar. beruntung nyawanya tertolong karena ada seorang yang menarik tubuh Dokter Merrzy Arzulla sebelum menjadi santapan para buaya lapar.

Dokter Merrzy Arzulla masih sibuk dengan pikiran masa lalunya. Dendam yang dipupuk mungkin sudah setinggi gunung yang siap memuntahkan lahar. Dokter Merrzy Arzulla menarik nafas perlahan menenangkan hatinya.

Dokter Merrzy Arzulla berdiri dan melangkah ke arah ranjang dimana Aliana Stewartz terlelap tidur akibat suntikannya tadi.

" Kalian keluarlah ! " ucap Dokter Merrzy Arzulla kepada beberapa maid yang masih berjaga menunggu instruksi.

" Kami permisi, Dokter. Jika membutuhkan bantuan kami, Anda bisa menghubungi kami melalui interkom. " Beberapa maid pamit dan keluar dari ruangan.

Dokter Merrzy Arzulla menatap tubuh Aliana Stewartz lagi. Ketika menatap wajah Aliana Stewartz, Dokter Merzzy Arzulla menjadi teringat wajah orang yang sudah menghancurkan hidupnya.

Dengan tanpa pikir panjang, Dokter Merrzy Arzulla menarik sebuah garpu yang tergeletak di atas nakas dan kemudian menusuk bahu kiri wanita yang sedang dalam pengaruh obat itu.

Darah segar mengalir perlahan menembus gaun yang dikenakn Aliana.

Senyum tipis tercetak di bibir Dokter Merrzy Arzulla.

" Kau pantas mendapatkannya putri Stewartz. " Dokter Merrzy menekan suaranya menahan amarah. Rasanya ingin segera dibantainya tubuh wanita dihadapannya.

Tetapi perintah Sekretaris Han Liu adalah seperti mandat yang harus dipatuhi. Sama seperti perkataan Tuan Besar Alexander Moralez Arzallane, untuk menyayangkan nyawanya.

Dengan rasa marah yang coba Dokter Merrzy Arzulla tekan sekali lagi Dokter itu menekan garpu yang tadi sudah dicabutnya dan menusuk lagi bahu kirinya dengan tusukan lebih dalam dan menggerakan garpu dengan penuh penekanan. Darah kembali merembes dari luka robekan.

Senyum tipis kembali muncul disudut bibirnya.

Dokter Merrzy Arzulla memejamkan mata merasakan rasa sakit dan perih sepuluh tahun silam. Tubuh dan jiwanya sudah rusak. Dendamnya membara.

Aliana Stewartz tetap tergolek tertidur tanpa merasakan sakit akibat tusukan garpu pada bahu kirinya. Dokter Merrzy Arzulla memberikan dosis yang lebih untuk membuatnya tenang dan tertidur tanpa terganggu dan merasakan apapun.

👉 bersambung.

👉 Tolong tetap dukung author dengan rate, like, coment positif dan votenya ya. Jika suka bisa gift dengan poin atau koin.

1
Taryumi 2003
kasian banget dude .terlalu kejam Alexander..
Bunny🥨: “Ketika tubuh jadi taruhan untuk keadilan. Mampir juga yu di ceritaku berjudul "kesepakatan di Atas Ranjang.” ditunggu kehadirannya ❣️
total 1 replies
Taryumi 2003
merasa punya penyakit gituan, ga ush pakai pakai wanita lah...
Taryumi 2003
Lo kira baju,..
Taryumi 2003
och pake gaun , berangkt kerja.. kirain kabur dari pesta .
Tin Wulan
kapan up date nya Thor,lama banget
Nazimah Mamat
lamanya na
Muhammad Arya Hadinata
thor udah lama nunggin kok nggak update padahal udah lama loh
Muhammad Arya Hadinata
bagus sekali
Yuni Herwani
bagus ceritanya buat penasaran
Har Zega
Luar biasa
Ijonjanbi
g up kah kk
Devi Handayani
kenapa ga lanjut thor😭😭😭😭
✿︎ Cﺃꪀꪻꪖ white 💦 ❥︎⏤͟͟͞͞R ᥫᩣ
blm up lagi kah
Muhammad Arya Hadinata
hehehe kayaknya ada yg lagi suka suka gitu deh,belom sadar aja kali ya semangat Thor jangan mudah menyerah menyelesaikan up selanjutnya
Tati Cahya
jangan bilang kalo hati nya tuan besar Hello Kitty 🤣
Devi Handayani
lanjut tuan besar😁😁😁
✧͢⃟ᤢ🌹⁹
next kak...
✧͢⃟ᤢ🌹⁹
penasaran
cepat up donk
Muhammad Arya Hadinata
lanjut
Devi Handayani
hadehhh kebanyakan musuh pusing pala ainggg😵😵😵😵😵😓😓😓😓
Tati Cahya: bukan lagi..🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!