NovelToon NovelToon
Aku Yang Merawat Orang Lain Yang Memiliki

Aku Yang Merawat Orang Lain Yang Memiliki

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Contest
Popularitas:110.8k
Nilai: 5
Nama Author: RATNA SURYA

Hana Permata Sari, adalah gadis yang pintar, ceria dan lembut,

Hana biasa gadis itu di panggil memiliki kehidupan yang bisa di bilang sempurna, tumbuh dalam keluarga kaya, orang tuanya yang sangat menyayanginya, dan kakak angkat yang selalu menjaganya mempunyai
sahabat sahabat yang begitu care padanya.

Namun di balik kesempurnaan hidupnya tak selaras dengan kehidupan percintaannya.
Kegagalan cinta berkali kali membuat Hana takut untuk membuka hatinya kembali, walaupun Robin sudah membujuknya untuk membuka hati kembali namun tak di hiraukan oleh Hana.

Hingga tiba suatu hari kebekuan hati Hana bisa tercairkan oleh seorang cowok.

Siapakah yang berhasil mencairkan kebekuan hati Hana?
Baca ceritanya ya!

Dan jangan lupa
Like
Comment
Saran dan kritiknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RATNA SURYA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertandingan Panjat Tebing (2)

Pertandingan panjat tebing pun telah berlangsung dan sangat seru, mereka menaiki tebing buatan untuk mencapai bel di atas tebing buatan. Dan yang menjadi penilaiannya adalah perolehan waktu peserta.

Sementara Robin saat ini, sedang menuju rumah Jonathan. Mobilnya mulai memasuki halaman rumah Jonathan.

ting tong... ting tong...

Robin memencet bel pintu rumah Jonathan dan pintu terbuka.

"Robin... sama siapa? ayo masuk!" tanya mama wina menyuruh Robin masuk.

"Sendirian aja tan..." melangkah mengikuti mama wina masuk rumah menujunruang tamu.

"Duduk bin...!" mama menyuruh Robin duduk di sofa ruang tamu.

"Barang barangnya mau di ambil sekarang?"

"Iya...tan... nanti kalau di ambil pas acara 7 harian Jonathan takutnya gak keburu, dan lagian selepas acara 7 harian nanti om sama tante mau kembali ke paris?"

"Iya juga... ya dah, ayo tante antar ke kamar Jonathan, kamu ambil aja apa yang di perlukan." mama wina beranjak dari duduknya melangkah ke lantai atas menuju ke kamar Jonathan, dan di ikuti oleh Robin di belakangnya.

"Ini kamar Nathan... masuklah!" mama wina membuka sebuah pintu.

"Ambillah apa yang di perlukan sesuai amanat Jonathan, tante tinggal dulu ke dapur!"

"Baik tante... "

Mama wina pun keluar dari kamar Nathan menuruni tangga dan menuju ke dapur.

Sementara Robin melihat lihat kamar Nathan. Robin melangkah ke meja nakas di kamar Nathan, lalu membuka laci paling atas dan mengambil amplop putih di sana.

Robin meletakkan amplop putih itu di meja depan sofa. Lalu melangkah menuju wardrobe, di sana Robin mencari kotak yang di maksud oleh Jonathan dan Robin menemukan ke dua kotak tersebut dan meletakkannya di meja bersama amplop putih tadi.

Setelah meletakkan ke dua kotak tersebut, Robin melangkah membuka sebuah pintu ruangan, di mana di sana adalah ruang belajar Nathan dan Robin membuka pintu sebuah lemari kaca di sana, untuk mengambil gitar dan membawanya keluar dari ruangan tersebut.

Setelah semua barang yang di amanatkan Nathan sudah terkumpul, Robin membawa turun ke ruang tamu, semua barang barang tersebut.

Mama wina masuk ke ruang tamu membawa minuman dan camilan, lalu meletakkannya di meja.

"Dah... semua Bin...?" tanya mama wina sembari duduk di sofa.

"Kelihatannya sudah tante...!"

"Minum dulu Bin.." pinta mama wina

Saat mama wina dan Robin baru meminum minumannya, masuklah pak Ayub.

"Maaf.. Nyonya memanggil saya?" tanya pak Ayub dengan membungkukkan badannya.

"Iya pak... tolong masukin barang barang ini ke dalam mobilnya nak Robin!" suruh mama wina.

Pak Ayub pun mengambil barang barang yang di maksud dan mama wina serta Robin melanjutkan perbincangan.

"Gimana kabarnya Hana... Bin..? tante sangat kuatir."

"Alhamdulillah tan... Hana baik baik saja, Hana gadis yang kuat tante, percayalah!"

Mama Wina tersenyum sendu, "Syukurlah, kalau baik baik saja, tante sama om sempet takut kalau terjadi sesuatu sama Hana, karena semua ini, pasti tidaklah mudah untuknya."

"Dia di kelilingi oleh teman teman yang hebat tan, jadi gak perlu kuatir, Nathan dah nyiapin semuanya, agar Hana bisa menghadapi kedukaannya."

Mama Wina menggenggam tangan Robin, "Tante titip Hana ya, nak! kalau Hana baik baik saja tante juga merasa tenang, saar nanti kembali ke paris, ada yang jagain dia!?"

"Tante tenangb aja... kami semua akan menjaga Hana dengan baik seperti amanat terakhir Jonathan kepada kami."

"Tante lega..." bersuara lirih dan menitikkan air mata.

"Tan... ikhlasin semuanya.... karena Nathan juga gak mau kalau kita terlalu bersedih dan meratapi kematiannya."

"Tante mengerti nak..." ucap mama Wina mengusap air matanya.

"Kalau begitu saya pamit dulu tan, soalnya masih ada urusan yang lain setelah ini!"

Mama Wina menepuk bahu Robin dan beranjak dari duduknya, " Baiklah... dan jangan lupa kalian harus datang di acara 7 hariannya Nathan."

"Baik tan..." Robin menyalami mama Wina lalu beranjak keluar rumah menuju mobilnya dan di ikuti mama Wina di belakangnya,

Tin tin...

Robin membunyikan klakson dan melajukan mobilnya keluar halaman rumah Jonathan dan di balas lambaian tangan oleh mama Wina.

Robin melajukan mobilnya menuju rumah Hana, sesampainya di rumah Hana, Robin memasukkan barang barang yang di bawanya tadi ke dalam kamar Hana dan meletakkannya di meja.

...xxxxxxxxxxx...

Sementara di lokasi panjat tebing, pertandingan sudah selesai dan yang menjadi juara pertamanya Widi dan juara ke duanya Steve, serta juara ke tiganya Rangga.

"Gue unggul daripada lo kak..." ucap Rangga meledek Dion.

"Gue ngalah aja sama lo.." jawab Dion

"Mana ada ngalah... yang ikut bukan hanya kita!? bilang aja lo lembek..."

"Bacot lo...ngledek lagi gue sumpal tu mulut pake rumput." kesal Dion.

Rangga tertawa terbahak bahak, lalu Hana memukul lengan Rangga.

"Paan sih... perasaan dari tadi lo mukul gue mlulu, jangan kdrt Han!?" ujar Rangga.

"Siapa juga yang mau kdrt ama lo"

"Udah... udah gak usah berdebat... ! timpal Steve

"Kita cari makan aja dulu sebelum kita pulang, gue yang traktir." ucap Steve

"Okelah kalau begitu... " ucap Rangga dengan berdendang.

Mereka pun keluar menuju tempat parkir dan melajukan mobil mereka, dengan mobil Steve yang di depan menuju Warung Bakso Meteor.

Setelah sampai di Warung Bakso Meteor, Steve mencari tempat duduk lesehan di pinggir kolam, "Ngga... satuin aja mejanya!" pinta Steve.

Rangga pun menyatukan mejanya, dan mereka mulai mengambil tempat duduk.

Sementara Leo setelah menaruh tasnya,

"Han... elo baksonya yang spesial apa biasa aja?" tanya leo

"Special...yo" jawab Hana

"Yang lain seperti biasa?" tanya leo kembali.

"Yo'iii... " jawab yang lainnya.

Leo pun berlalu untuk memesan pesanan mereka.

Widi yang duduk di depan Hana, menatap ke arah Hana yang sedang memainkan ponselnya dengan ke dua tangan menopang dagunya.

Steve yang duduk di samping Widi melirik sekilas ke arah Widi dan menyunggingkan senyum.

"Ngga..." panggil Hana tetap fokus pada ponselnya.

"Paan..." jawab Rangga yang duduk berselonjor menyandar pada Hana.

"lo... bawa gitar gak?" tanya Hana melirik Rangga.

"Bawa... emang mo ngapain?" tanya Rangga.

"Ambil gih ngga... gue pengen nyanyi sama lo!?"

"Gue capeeek... Haaan... males mau nyanyinya!" ucap Rangga .

"Ya udah... kalau lo capek..." ucap Hana pelan.

"Iya... iya... gue ambil gitarnya gak tega gue liat muka lo kayak barbie klelep di kolam." beranjak dari duduknya.

"Ka...." belum sempat Hana mengucapkan kata, mulutnya dah di bekap Rangga.

"Kicep... kalau lo diem cantik beib, gak usah bawel gue ambilin gitarnya sekarang." melepas bekapannya dan berlari keluar sebelum Hana ngomel ngomel.

Hana melongo dan kesal dengan ulah Rangga.

"Kalian ini selalu ada aja ulahnya!" ucap Steve.

"Iya gue liat dari tadi kayak tom dan jerry." ujar Widi

"Itulah mereka berdua dari SMP, selalu berdebat tapi gak mau di pisahin! hampir 4 tahun mereka bukan hanya satu sekolah, tapi juga satu kelas." timpal Steve

"Sahabat sejati..." ucap Widi tersenyum.

Happy Reading

Semoga suka dengan karya perdanaku 🙏🙏🙏😍😍😍🤗🤗🤗

1
Kangee
🗿
Kangee
dari baab pertama ini.. alurnya cukup lumayan.. Hanya penataan kata, huruf kecil & kapital dan tanda bacanya yg harus lebih di perhatikan lg.. tapi krn ini adalah karya pertama, jadi wajar2 aja.. hehehe . . sebab aq pun dulu sama aja/Facepalm/
Kangee
emmm . . rada aneh menurutku dengan kata perintah😴
Kangee
alasan orang yang mencintai dan tidak ingin melihat orang yg dicintainya khawatir, meski kondisi sebenarnya begitu mengkhawatirkan /Proud/
Kangee
hihihi.. tanda petike keliru😁🙏🏼
ℛᵉˣaŅέşкĦά
mungkin q ga bisa sekuat itu kalau mendampingi org tersayang meregang nyawa 🥺🥺
ℛᵉˣaŅέşкĦά
turunkan standard obsesi mu lah cin.. tak baik buat kesehatan itu
ℛᵉˣaŅέşкĦά
nyesek weh... lolipopnya rasa sambel.. bikin nangis ngower" 😭😭😭😭😭
Akhirnya pulang juga dari rumah sakit
nanya gitu karna Lo yang suka kan😅
Hayoloh masuk rumah sakit
𝓐𝔂⃝❥Nona M ѕ⍣⃝✰
kejujuran...walau pun bikin sakit tapi itu yang terbaik....
𝓐𝔂⃝❥Nona M ѕ⍣⃝✰
penyesalan memang selalu datang belakangan.....
𝓐𝔂⃝❥Nona M ѕ⍣⃝✰
Robin.....kamu the best...cintamu begitu suci...
𝑵𝑰𝑻𝑨𝑴𝒀 🦢🍭
uhh romantis nya, Semoga saja Jho gak sakit2 lagi ya, sehat terus lah
𝑵𝑰𝑻𝑨𝑴𝒀 🦢🍭
bener tuh, biar Robin mah steve gak jomblo lagi hahaha
𝑵𝑰𝑻𝑨𝑴𝒀 🦢🍭
widihh ganteng nih si Robin cuy, Jho kek tua malah🤭
𝑵𝑰𝑻𝑨𝑴𝒀 🦢🍭
apa stive ini ada hati sama Hana?? jadi curiga nih🤭
zhA_ yUy𝓪∆𝚛z
ada apakah gerangan? kenapa tidak bisa memiliki? tapi cinta itu tak selamanya harus saling memiliki 🙂🙂
zhA_ yUy𝓪∆𝚛z
uluh uluh co cweet cekali kelean ini😅😅
bikin iri tau nggak. jangan gitu lah🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!