Bebas promo disini, asal tidak pada chapter prolog, wajib di chapter 100 keatas. ^^
Novel tentang :
Senjata mistis, Roh item, Berburu harta (Item, Sumber daya, dan Manual Teknik berharga), Menjinakkan binatang buas, Pemanggilan (Hewan mistis, Iblis, dan Malaikat), Pembentukan dinasti, dan tak lupa diselingi dengan kisah romantis, Serta komedi-komedi ringan. ^•^
Genre :
Action, Adventure, Comedy, Drama, Fantasy, Martial Arts, Romance, Supernatural, Xuanhuan.
Jadwal Update : Setiap hari (23.00 WIB)
Arc 1 (Rise a Knight) : Bab 1 - Bab 237
Arc 2 (The Legend of The Wild Wolf) : Bab 238 - Bab 479 (Lanjut buku Vol 2)
Sinopsis :
"Namaku Theodoric Alknight. Pada periode pertama kehidupanku, aku mengalami pasang surut kehidupan. Lahir di ketinggian langit, hanya untuk kemudian dibenamkan kedasar dunia berlumpur."
"Namaku Theodoric Alknight. Di dasar dunia, aku bertemu seorang dermawan, seorang panutan, seorang pahlawan, dan seorang master."
"Namaku Theodoric Alknight. Pada periode kedua kehidupanku, bimbingan masterku membuatku terlahir kembali. Menjadi manusia baru, manusia yang merangkak dari dasar berlumpur. Manusia yang akan menaklukan tujuh dosa paling mematikan."
"Namaku Theodoric Alknight. Manusia penuh dosa yang merangkak dari kubangan lumpur. Dengan memikul tujuh dosa paling mematikan di punggungku, aku berkeliling dunia. Tanpa rumah, serigala tersesat yang menghadapi taring-taring dunia yang kacau."
"Namaku Theodoric Alknight. Pada periode ketiga hidupku, aku tak tertandingi. Dengan kepalan tanganku, aku menghancurkan gunung, membelah lautan, meraih langit tertinggi, dan menyelam kedunia terbawah."
"Namaku Theodoric Alknight. Aku menantang surga, dan mengacaukan neraka. Memimpin seluruh umat manusia."
"Namaku Theodoric Alknight. Aku seorang Knight."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Heri Kiswanto, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Gerbang Dosa
(Di dalam Dimensi ruang)
Empat tahun telah berlalu di dunia luar, sementara di dalam dimensi ruang terhitung telah delapan tahun berlalu.
Dalam dimensi ruang ini, hanya ada tanah lapang yang terhampar luas melayang di udara kosong, namun ukurannya tidak terlalu besar, orang dapat melihat sudut-sudut batas tanah lapang disetiap sisinya.
Saat ini ditengah tanah lapang. Terlihat seorang pemuda berambut putih duduk bersila, mematung seperti menyatu dengan segala sesuatu yang ada di sekitarnya. Bila tidak memperhatikan dengan teliti, orang tak akan menyadari keberadaan pemuda tersebut.
Suasana sangat hening, entah sudah berapa lama pemuda tersebut berada dalam posisi duduk bersila, terlihat seperti pohon tua kuno.
Ditengah keheningan, pemuda tersebut tiba-tiba membuka matanya. Cahaya cemerlang menyeruak keluar dari kedua matanya, bersinar dengan terang, disertai dengan desisan suara terbakar di sebelah lengan kirinya.
Peristiwa tersebut bertahan beberapa saat, sampai kemudian mereda dan mulai berhenti. Bersamaan dengan mulai mereda nya cahaya cemerlang yang keluar dari mata pemuda tersebut, asap putih terlihat mengepul di lengan kirinya yang tadi terlihat terbakar.
Ketika asap putih mulai menghilang, sebuah tatto tulisan kuno yang tidak bisa di baca muncul di lengan kiri pemuda tersebut. Tatto tersebut masih terlihat mengeluarkan aura kuat, sebelum mulai sedikit mereda.
Tepat diatas tatto baru tersebut, terdapat dua tatto lain yang juga berbentuk tulisan kuno, terlihat sudah ada disana sebelum tatto baru terbentuk.
"Bagus, kau berhasil mencapai keadaan Anata pada gerbang nafsu tepat pada waktunya. Sedikit saja terlambat, aku sudah mulai berfikir untuk meninggalkanmu dan melenyapkan dimensi ini." Sesosok putih melayang mendekat kearah pemuda tersebut.
"Haha, master kau pasti bercanda bukan?" Jawab pemuda tersebut.
Meskipun berkata seperti tidak peduli, sosok putih yang berkata diawal terus memperhatikan pemuda dihadapannya. Ia memiliki tatapan bangga yang terlihat jelas dari matanya ketika menatap pemuda tersebut.
Pemuda berambut putih berparas tampan yang baru saja membuka matanya memancarkan ketajaman yang membuat orang ketika menatapnya tak akan bertahan lama sampai menundukkan kepala. Tak tahan menatapnya untuk terlalu lama. Ketajaman yang seharunya tak dimiliki oleh anak muda seusianya.
Setelah menarik ketajamannya, pemuda tersebut mulai berdiri.
"Kau telah berada pada puncak Knight kelas D, dan telah mencapai kondisi Anata pada tiga gerbang yang ada dalam gerbang dosa. Latihan dasarmu telah selesai, sudah saatnya kita keluar dari sini." kata sosok putih yang masih menatap pemuda di hadapannya.
"Murid akan mengikuti intruksi master!" jawab pemuda tersebut.
"Bagus!" Sosok putih mengannguk puas melihat sikap pemuda di hadapannya.
'Ayah, ibu, kedua kakak, kuharap kalian baik-baik saja dalam beberapa tahun terakhir.' gumam pemuda tersebut.
***
(Empat tahun yang lalu waktu dimensi ruang, dua tahun waktu dunia luar)
Theo kini berusia 14 tahun bila dihitung menggunakan waktu dunia luar, dengan menggunakan tumpukan sumber daya mutiara mana yang ada di dalam gelang ruang-waktu, kini dia telah berhasil menerobos menjadi Knight kelas D tahap 3. Secara resmi menjadi Knight kelas D tahap bumi.
Selain melakukan pelatihan peningkatan budidaya, selama empat tahun terakhir di dalam dimensi ruang, Theo juga mendapat berbagai ajaran dari masternya. Mulai dari latihan dasar-dasar Alchemy, skill penempaan, dan juga berbagai latihan dasar penggunaan beberapa senjata.
"Master, kenapa aku harus khusus melatih gerakan dasar dari tujuh macam senjata ini?"
Theo yang tengah berlatih senjata tongkat bertanya kepada Masternya.
"Aku punya rencana untuk jenis latihanmu kedepan. Jangan banyak bertanya, lakukan saja apa yang kuintruksikan!" Jawab Tiankong singkat.
Dalam beberapa tahun terakhir, di sela-sela proses budidaya, masternya mengintruksikan selain belajar Alchemy dan penempaan menggunakan buku-buku yang ada di perpustakaan kastil gelang ruang-waktu, Theo juga harus mempelajari gerakan dasar dari tujuh jenis senjata.
Tujuh senjata tersebut antara lain, Pedang, Tongkat, Pedang kembar, Pisau lempar, Cambuk, Palu besar, dan juga tombak berujung golok yang masternya sebut sebagai Qiang, merupakan salah satu senjata tradisional di tempat masternya berasal. Jarang di temukan di North Region.
*
Beberapa hari berlalu, Theo yang tengah membaca buku tentang Alchemy merasakan suatu aura kuat yang berusaha keluar dari dalam gelang ruang-waktu.
Ketika Theo ingin memeriksa apa yang terjadi di dalam gelang ruang-waktu, cahaya hitam keluar dari dalam gelang, memancarkan aura yang sangat kuat. Bersamaan dengan keluarnya cahaya hitam, gerbang raksasa muncul di hadapan Theo.
Sesaat setelah munculnya gerbang raksasa tersebut, cahaya putih keluar dari dalam gelang.
"Yang ada di hadapanmu adalah gerbang dosa yang pernah kau lihat sebelumnya." Tiankong yang baru saja keluar dari dalam gelang segera menjelaskan.
Theo masih mengamati gerbang yang ada di hadapannya, gerbang tersebut terlihat lebih besar dari pertama kali dia melihatnya. Memancarkan aura kuno yang mengerikan, membuat bulu kuduk Theo segera berdiri.
"Aku pernah menyebut tentang Six Ancient Thing padamu sebelumnya, apa kau masih ingat?" Tanya tiankong.
Theo menatap gurunya kemudian menganggukkan kepalanya.
"Six Ancient Thing adalah enam jenis benda yang berasal dari era kekosongan, keenam jenis benda ini memiliki kekuatan yang tidak bisa dijelaskan dengan akal sehat."
"Kemampuanku untuk mengendalikan ruang dan waktu adalah salah satu nya, kekuatan ini berasal dari Six Ancient Thing jenis kelima, yakni buah setan. Buah setan terdiri dari lima jenis buah yang berbeda, aku memakan dua diantaranya, Time Fruit dan Space Fruit."
"Dihadapanmu sekarang adalah Ancient Thing jenis pertama, Gerbang Dosa!" Tiankong berhenti sesaat untuk memastikan Theo memahami penjelasannya.
Setelah memastikan bahwa Theo memahami, dia kemudian melanjutkan "Gerbang dosa adalah Ancient Thing jenis pertama, di dalamnya ada seperangkat senjata yang merupakan satu kesatuan. Jadi bila kau memiliki gerbang dosa, kau mempunyai kesempatan untuk menaklukan ketujuh senjata tersebut."
"Ketujuh senjata tersebut memiliki roh item didalamnya, ketujuh roh item ini merupakan perwujudan dari tujuh dosa paling mematikan. Yakni, Kebanggan, Kemarahan, Keserakahan, Kerakusan, Nafsu, Kemalasan, dan Iri hati. Oleh karena itu, gerbang ini di sebut sebagai gerbang dosa."
"Semua roh item yang ada di dalam senjata-senjata tersebut memiliki wujud anak kecil, hal ini membuat ketujuh senjata ini disebut sebagai Seven Deadly Child."
Theo yang tertarik, mendengarkan semua penjelasan masternya dengan sungguh-sungguh, tanpa berani memotong nya dengan pertanyaan.
"Orang terakhir yang menaklukan seluruh senjata yang ada didalam gerbang dosa ini adalah diriku. Dan sebelum aku melepaskan rohku untuk kembali ke masa lalu, aku menyegel gerbang dosa ini di dalam gelang ruang-waktu. Membawanya bersamaku." Tiankong berhenti sejenak terlihat seperti sedang bernostalgia dalan pikirannya.
"Kau bisa melihat ada tujuh gerbang yang lebih kecil pada bagian bawah gerbang raksasa tersebut, di dalam masing-masing ketujuh gerbang kecil tersebut bersemayam ketujuh roh senjata yang kujelaskan padamu tadi."
"Untuk latihanmu kedepan, kau harus masuk kedalam gerbang kecil dan menaklukan roh item yang ada di dalamnya. Dalam prosesnya, kau harus melakukan semuanya sendiri, aku tak bisa membantu sama sekali." Tiankong menutup penjelasan dan menatap Theo tajam.
"Master, apa kau serius?" Theo bertanya sambil menatap gerbang raksasa di hadapannya yang terus menerus mengeluarkan aura kuno mengerikan.
"Ini adalah cara tercepat agar kau bisa mencapai puncak Knight kelas D dalam empat tahun, waktu kita tidak banyak sebelum efek buah kehidupan yang kau makan berakhir."
"Setiap kau menaklukan satu gerbang, energi dari roh senjata akan masuk kedalam Element Seed mu, dan membuatmu mampu menerobos kedalam beberapa tingkatan sekaligus. Setidaknya dua tingkatan pada satu gerbang."
"Setiap senjata yang kau dapat setelah menaklukan gerbang juga akan menambah kekuatan tempurmu!"
"Perjalanan budidaya seorang Knight selalu penuh resiko, bila kau tak berani mengambil resiko, perkembanganmu hanya akan jalan di tempat. Untuk mencapai puncak tertinggi, kau harus berani mengambil resiko dan menyambar semua kesempatan."
"Aku tak berharap muridku, yang kulatih secara pribadi, hanya berakhir menjadi Knight biasa-biasa saja. Seorang murid harus melampaui Masternya! kau harus mencapai ketinggian tertinggi yang belum pernah di capai oleh siapapun, ini adalah resiko yang layak diambil." Tiankong menatap tajam Theo setelah memberi nasehatnya.
Setelah mendengar kata-kata dari masternya, Theo tertegun sejenak, kemudian matanya mulai memancarkan tekad yang kuat.
Dari awal ketika sudah berhasil menumbuhkan cabang Element seednya, dia sudah berjanji kepada dirinya sendiri untuk tidak akan pernah mengecewakan masternya. Dia berhutang budi terlalu banyak.
Saat ini, untuk pertama kali, dia mendengar harapan masternya. Dia segera membulatkan tekad. 'mencapai puncak tertinggi' gumamnya.
Sekarang dia memiliki tujuan hidup, dan berjanji akan memenuhi harapan dari masternya, matanya segera menyala dengan tekad yang kuat.
"Murid bersedia mengambil resiko!" Jawab Theo penuh tekad.
"Ekspresi yang bagus!" Tiankong mengangguk puas setelah melihat tekad kuat pada mata Theo.
"Sekarang akan kujelaskan beberapa kondisi yang harus kau penuhi untuk bisa menaklukan gerbang-gerbang tersebut, dengarkan baik-baik!"
Theo segera mengangguk.
"Untuk menaklukan bocah-bocah yang ada di dalam sana, tingkat budidaya sama sekali tak mempunyai pengaruh. Untuk menaklukan mereka, kau harus berhasil mencapai kondisi Anata pada setiap dosa yang ingin kau taklukan."
"Kondisi Anata adalah kondisi dimana kau tidak terlarut dalam dosa-dosa tersebut, berakhir dikendalikan. Namun juga tidak melepaskan atau menolak dosa-dosa tersebut yang berakhir kau tak memiliki koneksi dari dosa-dosa tersebut. Kau harus bisa menyeimbangkan keduanya."
'Tidak larut, namun juga tidak melepaskan.' Theo bergumam bingung dalam pikirannya.
"Aku cuma bisa menjelaskan sampai disini, kau harus mampu memahaminya dengan pemahamanmu sendiri." Tiankong yang melihat Theo masih kebingungan memberi penjelasan.
"Dengan sisa mana yang ada didalam tubuhku sekarang, aku cuma akan bisa membuka tiga gerbang untukmu. Kau harus membuka sisa gerbang lainnya dengan kekuatamu sendiri di masa depan."
"Sekarang, dari ketujuh dosa yang kusebutkan, pilih tiga diantaranya yang sekiranya paling mampu untuk kau hadapi Namun aku menyarankan untuk memilih kebanggan dan kemarahan paling akhir, kedua bocah ini tak akan bisa kau taklukan untuk saat ini, terlalu berbahaya."
Theo sekarang memiliki lima opsi dosa yang bisa dia pilih, dan harus menentukan tiga. Setelah menimbang beberapa saat, Theo akhirnya memutuskan untuk memilih gerbang Kerakusan, Keserakahan, dan Nafsu. Theo merasa tiga ini yang paling bisa dia atasi
Sementara kemalasan dan iri hati, Theo paling memahami dirinya pada dasarnya orang yang sangat malas, penyembah tiduran di kasur seharian. Masalah iri hati tak usah di tanya lagi, dalam dua tahun terakhir dia selalu dipenuhi dengan perasaan iri ketika melihat teman sebayanya mampu berlatih menjadi calon Knight. Sementara dia harus menerima kelainan yang terjadi pada Element Seed nya.
Setelah menerima keputusan Theo, Tiankong kembali mulai menjelaskan.
"Baik, penjelasan terakhir dan paling penting, ini berkaitan dengan waktu yang kau miliki."
"Ketika kau memasuki gerbang, kau akan terlahir kembali, dan menjalani kehidupan baru, menjadi orang yang sama sekali berbeda tergantung gerbang yang kau masuki. Bila kau masuk kedalam gerbang kerakusan, kau akan terlahir sebagai seorang ahli yang sangat rakus, hal yang sama berlaku pada gerbang-gerbang yang lain."
"Hal baiknya adalah setiap kelahiran, kau akan dilahirkan menjadi seorang ahli yang berbakat menggunakan salah satu jenis senjata sesuai dengan senjata yang ada di dalam setiap gerbang."
"Oleh karena itu sebelumnya aku selalu menyuruhmu berlatih tujuh macam jenis senjata, karena senjata-senjata tersebutlah yang ada di dalam sana."
"Ahhhh sekarang aku mengerti!" Theo mendapat pencerahan alasan kenapa masternya menyuruh berlatih dasar-dasar dari tujuh senjata tersebut selama ini.
"Karena sudah mempunyai dasar, kau bisa memperdalamnya ketika terlahir kembali dan menjalani kehidupanmu di dunia sana. Seratus tahun disana, sama dengan satu tahun di dunia ini."
"Namun yang paling penting adalah, mencapai keadaan Anata bukanlah perkara mudah. Karena di sana kau akan terlahir sebagai orang yang dipenuhi dengan keinginan dosa sesuai dengan gerbang yang kau pilih, itu akan menyulitkanmu mencapai kondisi Anata."
"Bila kau jatuh terlarut dalam jeratan dosa tersebut, dan tak mampu mencapai keadaan Anata, kau akan selamanya terjebak dalam dunia ilusi tersebut."
"Dan dengan waktu empat tahun yang kau miliki, kau harus menyelesaikan setiap satu gerbang tidak melebihi batas 130 tahun dalam dunia ilusi, 390 tahun total untuk ketiga gerbang. Bila melebihi itu, dan kau masih tak keluar dari dunia ilusi, tubuhmu akan kehabisan energi, mulai kelaparan dan mati."
"Ini adalah resiko yang harus kau ambil, apa kau berani?" Tanya Tiankong menutup penjelasannya.
"Murid akan mengambil resiko dan tak akan mengecewakan Master." Jawab Theo tanpa ragu.
"Bagus!!!" Tiankong bersemangat melihat tidak ada keraguan di mata muridnya.
Dia segera mengendalikan mana di dalam tubuhnya, kemudian aliran mana besar segera menyeruak keluar, mengarah kearah gerbang raksasa. Aliran mana besar segera mengalir kedalam gerbang raksasa.
Bersamaan dengan keluarnya aliran mana besar dari dalam tubuhnya, Roh tiankong terlihat semakin memudar.
Dentangggg…!!!!
Suara nyaring mekanis yang aneh segera terdengar.
Membuat Theo yang tengah mengamati perubahan roh masternya menatap kearah gerbang.
Diikuti suara gemuruh dan bergetar, tiga gerbang kecil terbuka secara perlahan.
Setelah tiga gerbang terbuka sepenuhnya, aura kuat segera mengalir keluar, aura kuat kuno yang mengerikan.
"Segera masuk dan berjuang dengan baik, jangan kecewakan aku!" Tiankong berkata sambil menatap Theo setelah tiga gerbang sepenuhnya terbuka.
Theo mengangguk dan segera melangkah maju untuk memasuki salah satu gerbang. Namun satu langkah sebelum dia memasuki gerbang, terlihat keraguan di matanya.
"Master, sebelum masuk, aku mempunyai pertanyaan yang selama ini mengganggu pikiranku." Theo tiba-tiba bertanya.
"Tanyakan segera! kau harus siap secara mental sepenuhnya sebelum memasuki gerbang." Jawab Tiankong menatap Theo dengan penasaran.
"Setiap kali master membantu latihanku, aku melihat tubuh roh mu semakin memudar, tolong jujur padaku apa yang sebenarnya terjadi?"
Theo pada dasarnya adalah anak yang cerdas, meskipun masternya menolak menjawab pertanyaan ini sebelumnya, dia bisa tahu ada sesuatu yang tak beres disembunyikan darinya. Hal ini selalu mengganggu pikirannya, membuatnya khawatir.
"Hal itu..."
Tiankong terlihat sedikit terkejut, tak menyangka Theo akan menanyakan masalah ini. Dia terlihat berfikir sejenak, kemudian mulai menjelaskan.
"Karena kau akan masuk kedalam gerbang dosa, dan tidak boleh mempunyai keraguan, aku akan jujur padamu."
"Aku adalah roh, roh tidak memiliki tubuh fisik. Oleh karena itu, aku tak bisa menyerap mana di sekitar. Jadi, selama ini aku hanya mengandalkan sisa mana yang tersimpan pada Element Seedku sebelum aku melepaskan tubuh fisik untuk mempertahankan wujud rohku."
Mendengar hal tersebut, raut muka Theo segera menjadi buruk, dia mulai memahami apa yang terjadi.
"Selama ini ketika aku membantu proses latihanmu, aku selalu menggunakan simpanan sisa manaku."
"Apa yang terjadi bila simpanan sisa manamu habis?" Theo berbalik dan menatap masternya.
Tiankong segera tersenyum. "Tentu saja rohku akan menghilang."
Mendengarnya, raut muka Theo semakin menjadi buruk.
Namun sebelum Theo sempat berbicara lagi Masternya tiba-tiba tertawa lantang.
"Hahahhahhahahhaha…!!!"
"Semuanya sudah diatur oleh takdir, jangan memikirkan hal tersebut sekarang. Fokus saja pada latihanmu! jangan kecewakan aku! semuanya akan sebanding bila aku bisa melihatmu mencapai puncak dunia."
"Buat aku bangga!" Tiankong menutup kata-katanya dengan penekanan kuat sambil menatap Theo tajam.
Mendengar hal itu, hati Theo segera merasa hangat. Tanpa dia sadari, masternya ini ternyata telah berkorban banyak untuknya. Hal ini membuatnya sangat tersentuh dan semakin menghormati sang master. Hutangnya terlalu banyak.
Dia kemudian menatap masternya, keraguannya segera lenyap seketika. Di gantikan oleh tekad, tekad yang kuat untuk tidak mengecewakan masternya. Memenuhi harapannya.
Gedebuk....
Theo berlutut di hadapan masternya.
"Apa yang kau lakukan? cepat berdiri! sudah kubilang ada gunung emas di bawah lutut seorang pria, bila bukan benar-benar orang yang….."
"Kau layak..!! kau adalah orang yang paling layak mendapatkan sujudku…!!!"
Sebelum masternya menyelesaikan kata-katanya, Theo segera memotong dengan suara keras.
"Aku tak akan pernah mengecewakanmu! aku akan mencapai puncak tertinggi dunia! aku akan membuatmu bangga!!"
Tiankong tidak bisa untuk tidak tersentuh dengan sikap muridnya ini.
"Hahahhahahhahahha….hahahhahahhaha…!!" dia kemudian tertawa lantang.
"Bagus! bagus! bagus! aku percaya kau tak akan mengecewakanku! sekarang segera berdiri dan buktikan padaku!!" Tiankong mengulang kata bagus tiga kali, menandakan sangat bangga memiliki murid seperti Theo.
Mendengarnya, Theo segera berdiri penuh keyakinan, ia menatap masternya sejenak, kemudian melangkah dengan langkah kaki tak tergoyahkan. Memasuki salah satu gerbang.
Setelah Theo memasuki gerbang, gerbang raksasa segera menghilang. Menyisahkan Theo yang tengah duduk bersila sangat tenang, seperti pohon tua kuno.