cinta tidak mengenal usia,seperti halnya cerita yang satu ini, menceritakan remaja yang mencintai ayah sahabatnya sendiri tanpa sepengetahuan sahabatnya
bagaimana kah kisah cinta mereka,apakah akan di terima oleh Naura anak dari lelaki matang yang dinikahi oleh Arini?
ikuti terus kisahnya🙏🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zian hafiz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
minta izin
pagi ini Naura telah bersiap menggunakan dress polkadot nya turun kelantai bawah untuk sarapan
Oma menyambut Naura dengan senyuman
" ayo makan sayang" tawar oma
" kapan papi akan mengenalkan calon ibu sambung ku" tanya Naura tanpa basa-basi
" huk...huk..." Bagas terbatuk mendengar ucapan anaknya
" secepat nya,," jawab Bagas
" baiklah aku pergi dulu" ujar Naura menyudahi makannya
" sayang...hati-hati" pesan oma
Naura berdiri menyalami oma dan papi nya lalu keluar menuju garasi di mana mobilnya di parkir
*
*
*
" beb....semoga gue nggak salah ngambil keputusan"ucap Naura pada Arini yang duduk di sebelahnya
mereka akan menuju kampus yang telah mereka pilih,Arini mendapatkan jalur beasiswa disini,dia memilih kuliah tata boga karena masak adalah hobinya,sedangkan Naura memilih kuliah bisnis...
Mereka berbeda jalur tapi dalam fakultas yang sama karena Naura tidak ingin di tinggal oleh Arini..
" keputusan apa?" tanya Arini
" keputusan untuk mengizinkan papi menikah lagi" Naura menghela nafas panjang
" yakin?" ucap Arini tersenyum
" ya...yakin nggak yakin kasihan juga papi"
Arini tersenyum bahagia
" kenapa lo cengar-cengir gitu?" tanya Naura penasaran
" gak cuma lagi happy aja" jawab Arini masih senyum sendiri
" kenapa?"
" ih kepo....."
" Arini......." pekik Naura kesal
*
*
*
malam minggu ini Airin sedang membantu ibunya membuat adonan kue pesanan untu acara hajatan tetangga rumah nya
" bu....." panggil Arini
" opo nduk?"
" ada yang ingin kamu bicarakan?"
" hmmm" jawab Arini
" bu...." panggil nya lagi
" ada sesuatu yang terjadi?" tanya bu Surti
" bu...kalau Arini menikah boleh?" tanya Arini gugup
" opo.....yah,,,yah.....teken kene"teriak buk Surti
" bu....jangan bilang dulu ke ayah" rengek Arini
" kok bisa-bisanya kamu minta nikah,opo kamu hamil nduk?" tanya Bu Surti
" sembarangan ibu kalau bicara,Arini nggak hamil bu,Arini cuma nanya"bantah Arini
" opo buk,teriak-teriak...malu sama tetangga" ucap Pak Bastian yang baru masuk ke dalam dapur
" ini anak mu pak,kebelet nikah"tunjuk bu Surti pada Arini
" bener nduk?" tanya Bastian
Arini menunduk kan kepala tak berani menatap ayahnya
" kenapa tiba-tiba nanya kalau bukan kebelet nikah,baru juga rampung sekolah..mau makan apa nduk kalau kamu nikah sekarang,barang kabeh larang,belum lagi kalau kamu hamil,banyak kebutuhan..nikah itu nggak cukup cuma kata aku tresna sampeyan,perut mau di isi...listrik mau dibayar,semua-semua butuh dhuwit..." omel buk Surti panjang lebar
" kalau punya anak mau masuk sekolah,makanya ibu bilang jangan cinta-cintaan...begini akibatnya belum masuk kuliah udah mau nikah" lanjut Bu Surti mengomel
" bu....Sabar,kasih dulu waktu buat Arini menjelaskan" bujuk Bastian pada Istrinya
" nggak yah...ngono wae ibu nggak setuju,nanti nambah beban ayah...cari kerja dulu yang bener baru minta nikah" jawab Bu surti
Arini yang mendengar ocehan panjang ibunya berlari masuk ke kamar dan mengunci pintu...
" gimana gusti...gimana cara ngomong nya sama papi kalau ibu nggak ngizinin aku buat nikah" gumam Arini menangis
ponsel Arini bergetar menandakan panggilan masuk
Arini :* assalamualaikum pih"
Bagas:" waalaikumsalam,kenapa lama banget ngangkat nya sayang,dari tadi Lo aku hubungi"
Arini : " tadi lagi bantu ibu buat kue pih" Suara arini terdengar parau
Bagas: "kamu sakit sayang,kok suaranya gitu?"
Arini :" nggak pih,aku baik-baik aja kok,papi lagi apa?"
Bagas:" lagi baring di kamar sayang,ada berita bagus Naura sudah mengizinkan aku untuk menikah,lusa aku berangkat ke Bali sayang sepulang dari sana aku lamar kamu"
Arini : iya tadi Naura juga bilang kalau dia sudah izinin kamu buat nikah
Bagas :" yah...nggak supreise lagi donk,sudah di beritahu Naura duluan" nada bicara Bagas kecewa
Arini: "hihihi,,siapa suruh pacaran sama sahabat anak sendiri ya pasti tau lah"
Bagas : " nyesel nih ceritanya"
Arini: "yah...ngambek"
Bagas: " mau dibujuk yank"
Arini: "pake apa?"
Bagas :" cium...."
Arini : " muach"
Bagas: " nggak berasa"
Arini: " muach...muach...muach.."
Bagas: " maunya langsung kena yank"
Arini: " nggak boleh belum halal"
Bagas: " besok aja nikah nya yank"
Arini:" udah ah pih,,,udah malam,selamat tidur papi sayang.. assalamualaikum" ucap Arini
Bagas : "yank....sayang...."
Bagas melihat layar ponsel nya sudah mati
" huf....seperti ABG labil saja aku" gumam Bagas
sukses selalu thor