NovelToon NovelToon
Menikah Karena Hutang

Menikah Karena Hutang

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:511.8k
Nilai: 4.8
Nama Author: senja.21

Cerita ini menceritakan tentang. Seorang lelaki yang selalu disuruh agar cepat mencari pendamping di umurnya yang hampir mengajak ke 29tahun.

Bagaimana kah kisah selanjutnya!

apakah dia bisa mencari seorang wanita idaman keluarganya?

Atau justru dia harus menerima perjodohan dari keluarganya?

Semakin aku sering bersamanya.
Maka semakin besar rasa cinta yang ku berikan kepadanya.

Semakin besar cintaku padanya.Maka akan semakin besar pula rasa sakit yang akan kurasakan nantinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon senja.21, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tes kejujuran.

Setelah pertemuannya bersama Suga. Xiodi memutuskan untuk pulang. Di rumah sangat sepi membuat Xiodi heran tak ada siapapun hanya ada pembantu itupun cuma satu. Xiodi bertanya kepada pembantu itu.

"Bi, pada kemana kok sepi enggak ada orang." tanya Xiodi kepada pembantu itu.

"Tuan dan Ny.Clea jalan-jalan, kalau Nona Zila belum pulang kuliah." jawab pembantu itu.

"Aldi dimana Bi." tanya Xiodi.

"Den Aldi ikut Tuan jalan-jalan." ucap pembantu itu.

"Baiklah kalau begitu, saya ke atas dulu ya Bi." ucap Xiodi kepada pembantu itu.

Xiodi pun jalan ke atas untuk ke kamarnya Xiodi membuka pintu itu. Dan alangkah terkejutnya, saat matanya melihat seseorang yang sudah selonjoran di kasur. Xiodi masuk dan menutup pintu itu secara perlahan. Kemudian dia duduk di kursi meja riasnya untuk mencopot sepatu. Dilanjutkan dengan memakai sendal kemudian ke kamar mandi. Setelah beberapa menit di dalam kamar mandi. Xiodi pun keluar dan berjalan ke arah suaminya. Adit setelah melihat Xiodi bertemu dengan seseorang pria di cafe tadi.

Dia memutuskan untuk pulang. Adit masih terdiam dia menunggu apa Xiodi akan bilang kepadanya kalau hari ini dia bertemu seseorang atau tidak.

"Sudah pulang Pak." tanya Xiodi yang sudah duduk di ranjang sambil bersila memijat kaki suaminya tanpa di minta Adit.

"Menurut anda." jawab Adit ketus.

Eh.. Kenapa nih orang. Aku punya salah apa. Bukankah tadi pagi kita tidak ada masalah. Lalu mengapa. Apa gara-gara masalah motor tadi pagi. Batin Xiodi.

Cih.. Kenapa dia tidak bilang, kalau hari ini dia bertemu laki-laki. Dan apa ini! tumben-tumbenan dia mijet tanpa di minta. Batin Adit.

"Sudah makan belum Pak." tanya Xiodi, sambil masih memijat kaki suaminya. Dia ingat perkataan Suga tadi kepada dirinya.Xiodi pun mengikuti apa yang dikatakan Suga kepada dirinya.

"Belum." jawab Adit datar.

"Gimana kalau kita cari makan di luar Pak." ajak Xiodi kepada suaminya.

Aku akan mencoba melakukan seperti apa yang tadi Bang Suga katakan padaku. Batin Xiodi.

Wanita aneh! Kenapa sifatnya berubah hari ini. Mungkin saja dia ingin menutupi kesalahannya. Karena jalan sama pria lain. Padahal setatus nya sekarang sudah jadi istri. Batin Adit.

"Pak, gimana mau enggak." tanya Xiodi lagi karena tak mendapat jawaban dari suaminya.

"Enggak, saya enggak mau." jawab Adit ketus.

"Ayolah Pak, sekali-kali." rengek Xiodi, yang membuat Adit sedikit mengangkat bibirnya membentuk sebuah senyuman. Namun Xiodi tak melihatnya.

"Sejak kapan anda berani, menantang keputusan saya." tanya Adit.

"Emmm." Xiodi tak bisa menjawab pertanyaan yang Adit lontarkan.

"Ayo jawab, kalau anda bisa menjawabnya saya akan nurutin permintaan anda." ucap Adit.

Bagaimana ini aku enggak tahu harus jawab apa."Batin Xiodi.

"Bukannya saya berani sama Bapa, tapi saya ingin keluar mencari makan di luar "

Adit masih terdiam membuat Xiodi bertanya lagi.

"Gimana Pak! Bukankah saya sudah menjawab, jadi." ucap Xiodi yang di potong Adit.

"Jadi apa." tanya Adit kepada Xiodi.

"Yang Bapa tadi bilang." jawab Xiodi.

"Emangnya tadi saya bilang apa kepada anda." tanya Adit.

Damn ini duda. Ngerjain aku.

"Kan tadi Bapa bilang, kalau saya bisa jawab, Bapa akan nurutin permintaan saya." jawab Xiodi yang mengingat-ingat ucapan suaminya.

"Enggak tuh." jawab Adit, yang membuat Xiodi kesal di buatnya.

Dengan tidak sadar Xiodi mengeraskan pijatannya ke kaki suaminya, membuat Adit kesakitan dan sedikit berteriak.

"Awww." teriak Adit.

"Ya sudah ayo, saya akan menepati janji saya, saya bukanlah pria pengecut." ucap Adit, membuat Xiodi langsung berdiri di kasur, dan melompat ke lantai.

" Saya rasa anda seperti anak kecil, atau anda sangat bahagia karena anda akan jalan bersama lelaki tampan seperti saya." ucap Adit bangkit dari ranjang dan berjalan menuju ruang ganti.

Xiodi hanya diam dan memakai senekers nya tadi yang dia pakai.

Ya Tuhan kenapa dia begitu percaya diri, apa aku ini sangat jelek di mata duda sengklek itu."

Setelah semuanya siap mereka pun memutuskan untuk ke bawah. Setelah sampai bawah mereka ke garasi mobil, di sana ada dua mobil satu milik Adit dan satu milik Tuan Wiratama dan motor Xiodi.

Sebenarnya itu adalah mobil Xiodi yang di kasih Ayahnya kepadanya.

Namun Xiodi jarang memakainya.

"Kita naik apa Pak." tanya Xiodi.

"Naik motor saja." jawab Adit yang mau mengeluarkan motor Xiodi dari garasi.

Si duda sengklek ini sudah seenak jidatnya saja, selalu memakai motorku, aku yang pemiliknya kalah, dan harus ngalah sama dia. Batin Xiodi.

Xiodi yang bengong tak menyadari jika Adit sudah naik motornya.

"Heh.. Hoodie, kenapa bengong, ayo naik." ucap Adit.

Xiodi yang melamun dia tersadar saat Adit memanggilnya.

"Ayolah cepat." ajak Adit.

Xiodi pun menuruti perintah suaminya untuk naik motor.

"Sudah." tanya Adit kepada istrinya.

"Hemmm." jawab Xiodi.

Adit pun menjalankan motor yang ia naikin dengan kecepatan sedang. Namun di perjalanan Adit menambah kecepatan motor itu, membuat Xiodi pegangan perutnya.

"Heh.. Hoodie, tadi siang anda dari mana." tanya Adit kepada Xiodi yang di belakang.

"Apa Pak, saya tidak dengar, coba lebih keras." ucap Xiodi yang tak mendengar suara Adit, karena suara kendaraan di jalan di tambah Xiodi memakai helem.

"Tadi siang anda kemana?." tanya Adit sedikit keras.

" Tadi saya ke salon saya, Pak."jawab Xiodi karena sebelum menemui Suga dia ke salonnya dahulu.

Kenapa dia bohong, bukankah tadi dia di cafe."

"Apa cuma ke salon saja." tanya Adit lagi yang ingin tahu.

"Tadi saya ke cafe Pak, ketemu seseorang." jawab Xiodi, yang mendekatkan kepalanya dengan kepala suaminya, agar suaminya bisa mendengar jawabannya.

"Pria atau perempuan." tanya Adit lagi. Dia ingin mengetes apa istrinya jujur pada dirinya atau tidak.

"Pria Pak." jawab Xiodi.

Apa? Kenapa dia jujur! bukankah dia bisa berbohong, ah sudahlah.

"Pak kita makan di sana aja ya." ajak Xiodi sambil nunjuk cafe yang ada di kiri jalan.

Setelah sampai mereka pun turun dari motor dan masuk ke cafe itu.

Setelah menemukan tempat duduk mereka pun memesan makanan.

"Pak, mau pesan apa." tanya Xiodi sambil melihat buku yang ada beberapa menu makanan.

"Samain seperti anda saja." ucap Adit.

"Janganlah Pak." jawab Xiodi yang masih liat buku itu.

"Emangnya kenapa?." tanya Adit yang tak tahu maksud istrinya.

"Nanti kalau makanannya sama, kita enggak bisa mencicipi satu sama lain." ucap Xiodi memandang Adit sambil tersenyum.

Wanita ini benar-benar aneh, bukankah waktu di kantor saja dia enggak mau makan bekas saya. Batin Adit.

Mungkin aku harus melakukan apa yang Bang Suga katakan padaku, semoga saja ini berpengaruh untuk kedepannya. Batin Xiodi.

"Ya sudah, anda saja yang milih." ucap Adit, Xiodi memilih beberapa makan untuknya dan suaminya setelah tiga menit memilih Xiodi memanggil Waitress.

"Saya mau Menemen satu, Kanafeh satu dan minumannya boza dua sudah." ucap Xiodi kepada waitress itu.

"Baiklah Nona." ucap waitress.

Setelah kepergian waitress itu Adit bertanya kepada istrinya.

"Kenapa cuma segitu." tanya Adit yang duduk di depan istrinya.

"Nanti kalau kebanyakan takut enggak habis." jawab Xiodi.

"Halo Aditya Jackson! Apa kau masih mengingat ku." ucap pria itu yang berjalan kearah Adit. Xiodi melihat mata Adit yang memancarkan kebencian di matanya.

"Halo Nona." ucap pria itu kepada Xiodi. Xiodi tak menjawabnya.

"Wah Adit apa dia kekasihmu, aku tahu jika dia tahu kalau kau sudah punya anak dia akan meninggalkanmu." ucap pria itu sambil duduk di tengah-tengah Adit dan Xiodi. Adit masih diam tak mengeluarkan sepatah katapun.

"Tapi saya sudah tahu hal itu Tuan." celetuk Xiodi.

"Benarkah itu Nona, lalu mengapa Nona tidak meninggalkannya saja, jika sudah tahu hal itu, mungkin Nona mau jadi kekasih saya." ucap pria itu.

"Saya lebih menyukainya! Daripada pria yang tak punya malu seperti anda, Tuan." ucap Xiodi sambil tersenyum miring.

"Jaga mulut anda Nona." ucap pria itu yang tersinggung dengan ucapan Xiodi.

"Sama seperti anda, yang harus menjaga sikap anda." ucap Xiodi dengan santainya.

Membuat Adit tersenyum di hatinya, karena istrinya sangat berani kepada musuhnya itu.

Pria itu sudah mengangkat tangannya kepada Xiodi. Namun suara Adit membuat orang itu mengalihkan pandangannya.

"Yohanes Atmajaya! jika anda seorang pria, saya rasa anda tidak akan ringan tangan sama seorang wanita." ucap Adit yang meletakkan tangan di dadanya.

"Wow Aditya Jackson! apa kau sudah bisa bicara." tanya Yohanes.

"Saya bukan seperti anda yang banyak bicara." ucap Adit.

Di tengah-tengah pembicaraan panas itu seorang waitress membawa makanan yang Xiodi pesan tadi.

"Selamat menikmati Nona dan Tuan." ucap waitress yang sudah menaruh makanan di meja.

"Terima kasih, tapi apa cafe disini sangat memperhatikan kenyamanan pengunjung." tanya Xiodi kepada waitress itu.

"Tentu saja Nona." ucap waitress itu.

"Tapi saya merasa tidak nyaman." ucap Xiodi.

"Apa yang membuat Nona tidak nyaman." Tanya waitress itu.

"Saya tidak nyaman dengan kedatangan pria ini." jawab Xiodi sambil menunjuk kearah Yohanes.

"Saya harap anda bisa mengusir pria ini." ucap Xiodi lagi.

"Baiklah Nona, saya akan memanggil security." ucap waitress itu.

"Security." panggil waitress itu.

"Tolong, karena pria ini pengunjung merasa tidak nyaman, security tahu kan apa yang harus security lakukan." ucap waitress itu.

"Mari Tuan, anda telah membuat pengunjung cafe ini tidak nyaman." ucap security itu yang sudah memegang tangan Yohanes.

"Lepaskan tangan anda, saya bisa keluar sendiri, dan kalian berdua, awas saja kalian." ucap Yohanes sambil berjalan keluar.

Setelah kepergian Yohanes mereka pun makan dengan tenang.

"Apa Bapa mau mencoba menemen punya saya." tanya Xiodi yang sudah mau menyuapi Adit.

"Baiklah." ucap Adit yang tak bisa menolak.

"Apa saya boleh meminta kanafeh anda." tanya Xiodi.

"Makanlah." ucap Adit menyuapi Xiodi.

"Terima kasih ini sangat manis, di tambah keju dan siraman madu yang membuat tambah manis." ucap Xiodi yang mulutnya penuh dengan makanan.

Setelah makan mereka memutuskan untuk pulang.

"Baiklah kita balik sudah malam." ucap Adit.

"Baiklah." jawab Xiodi.

1
Yati Yati
si Adit aneh utang mo di byr lunas gk mau mlh ngehina odi alat penebus hutang dasar kutukupret
Suari Suari
istri sendiri panggil tuan
Jeankoeh Tuuk
puji Tuhan
ceritanya bagus
walau tidak selurus jalan raya
terima kasih untuk author
yang sudah buat cerita nya bagus
dan agak dikit lain.
🙏🙏
sukses selalu buat authornya
Tuhan memberkati selalu🙏
Firman Riski
bagus
Meiske Akay
Seru banget ceritanya.
Elvin: Kak mampir di pena baru yuk. Pena Senja 21 tidak bisa masuk.
total 1 replies
Putri Auren
ga suka sifat nya Adit... ga ada menghargai odi
Putri Auren
mampir thooorrr.
salam kenal 🙏
Citra Ayu
suka critanya tidak terlalu melebar dalam menyampaikan crita, apalagi diakhir cerita...happy ending... good job ....
Elyana Elyana
awal baca udh keliatan nih bakalan seru😍
Elyana Elyana
Aku mampir nih ya thor🤗
Kartika Sari
2 tahun tp ngmongnya lncr bgitu ya ci al..
Kartika Sari
msh penasaran aja sbenernya,adit cerai sm isteri sblmnya knpa ya
Kartika Sari
kirain td belah duren na uttk spasang kekasih gt
Elvin: Kak mampir di pena baru yuk. Pena Senja 21 tidak bisa masuk.
total 1 replies
Kas Gpl
semangat terus kak..
Sephiamu Sephiamu
sukses trus
Hujan: Thanks Kaka
total 1 replies
alvalest
ok nanti mampir thor aq
Hujan: Sehat terus Ka
total 1 replies
nobita
aduh aq nd muak baca sikapnya Adit.. yg galak dan berkata kasar.. huff
Hujan: Hehehe sabar disayang Tuhan plus Bunda
total 1 replies
nobita
awal yg menarik.
Wulan cueexx...😉😉
Thor udah jauh kok aq belum tau ya ibunya al tu siapa...!?!?😅😅😅
Wulan cueexx...😉😉
Adit jngan galak"nanti kalo udah bucin malu maluin looo.....😂😂😂😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!