NovelToon NovelToon
Berondong Ku Ternyata Seorang Billionaire

Berondong Ku Ternyata Seorang Billionaire

Status: sedang berlangsung
Genre:Berondong / CEO / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:10.7k
Nilai: 5
Nama Author: KGDan

Sepuluh tahun mengejar cinta suaminya, Lara Margaret Buchanan, tidak kunjung dapat meluluhkan hati lelaki yang sejak masa kuliah itu ia sukai.

Hingga usianya menginjak tiga puluh dua tahun, akhirnya ia pun menyerah untuk mengejar cinta David Lorenzo.

Hingga tanpa sengaja, ia bertemu dengan seorang pemuda, yang memiliki usia sepuluh tahun dibawah usianya.

Siapa sangka, pesona Lara Margaret Buchanan sebagai wanita dewasa, membuat pria muda itu tidak ingin melepaskan Lara.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KGDan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 8.

Melihat semua terkejut melihatnya, Cindy seketika mengubah raut wajahnya kembali seperti biasa.

Begitu juga dengan cara ia berbicara.

"Oh, ma.. maaf, ma.. maksud ku, mungkin lebih baik aku yang mati waktu itu, agar perhatian Papa dan David tidak terbagi padaku, sehingga kak Lara tidak semakin benci padaku!" katanya dengan nada yang terdengar begitu sedih, dan sedikit bergetar.

"Dia tidak perlu diberi perhatian! kakak kejam dan pencemburu sepertinya tidak pantas dikasihani!!!" Darius kembali emosi mendengar apa yang dikatakan Cindy, "Dia harus diberi pelajaran! agar kedepannya tidak melakukan hal yang licik lagi padamu!!!"

Lara menghela nafas acuh tak acuh.

Ia tidak merasa pedih hati lagi mendengar nada marah Ayahnya padanya seperti biasanya.

Bertahun-tahun Ayahnya bias padanya, hati dan perasaannya menjadi kebas menghadapi amarah Ayahnya.

Itu ia rasakan seiring David memperlihatkan kemesraannya pada Cindy berulang kali di depannya, dan juga di depan umum.

"Apakah hanya masalah tidak penting ini, sampai Papa memanggil ku?! ck, sungguh membosankan! lebih baik aku pulang, masih banyak pekerjaan yang belum ku selesaikan!"

Lara berbalik melangkah menuju pintu.

Wajah Darius seketika menjadi lebih marah melihat sikap dingin Lara.

Prang!!!

Darius melempar gelas ke arah Lara, dan nyaris saja mengenai kaki Lara.

Serpihan kaca mengenai betis Lara.

Ia merasakan serpihan kaca merobek sedikit kulit betisnya, dan ia berusaha terlihat tenang menahan rasa perihnya.

Hal seperti ini, juga sudah biasa ia alami selama Cindy memprovokasi Ayahnya.

"Darius, sudahlah! dia juga putrimu, jangan terlalu keras padanya!" kata Ibu tiri Lara, Anna, dengan lembut meredakan amarah Darius seperti biasanya.

Ia terlihat seperti Ibu tiri yang perhatian pada Lara, untuk mengingatkan Darius akan status Lara.

Cih! dengus Lara dalam hati, mendengar nada lembut munafik Anna menenangkan amarah Ayahnya.

"Jangan pura-pura perduli padaku, dasar munafik!" kata Lara dingin melirik Anna.

Mata Darius seketika membulat mendengar apa yang dikatakan Lara.

"Lancang kamu! dia itu Ibumu!!!"

"Dia bukan Ibuku!!!" Lara pun seketika meledak menjawab Ayahnya.

Plak!!

Dengan kencang Darius seketika menampar wajah Lara, sampai terhempas dengan kuat ke samping.

"Kamu semakin tidak punya sopan santun! umur sudah dewasa, tapi tata krama masih juga tidak dewasa!!!" teriak Darius dengan wajah yang merah padam.

Lara memejamkan matanya menahan rasa amarah dalam dirinya.

Pipinya terasa begitu panas oleh tamparan Ayahnya tersebut.

Ia mengepalkan tangannya dengan erat, yang ingin sekali membalas apa yang Ayahnya lakukan padanya.

Ia menelan ludah dengan kelu, "Aku ingin memutuskan hubungan Ayah dan putri denganmu!aku tidak ingin lagi menjadi putrimu! Ayah bias seperti mu, aku tidak mau lagi! aku sudah dewasa, bukan anak remaja seperti dulu lagi, seenaknya saja terus kamu tindas!!"

Mata Darius yang membulat semakin membulat memandang dengan tajam Lara, begitu mendengar apa yang dikatakan Lara.

"Apa katamu?!!"

Anna dan Cindy, diam-diam menyunggingkan senyuman senang mendengar apa yang dikatakan Lara.

Sementara David acuh tak acuh saja melihat Darius menampar Lara, dan juga acuh tak acuh mendengar apa yang dikatakan Lara.

Ia merasa senang melihat Lara menderita, karena mengingat pernikahannya selama sepuluh tahun disebabkan jebakan yang dibuat Lara.

"Aku bilang, aku ingin memutuskan hubungan anak dan Ayah denganmu!!!" jawab Lara dengan kencang.

Plak!!!

Kembali satu tamparan yang cukup kencang mengenai pipi Lara, sampai Lara merasakan perih bagian dalam pipinya.

Lara memejamkan matanya merasakan betapa panasnya pipinya oleh tamparan Ayahnya itu.

Ia harus keluar segera dari hubungan kekeluargaan dengan Ayahnya, kalau tidak! ia akan terus mengalami penindasan seperti ini dalam keluarga Ayahnya.

Ia kemudian menyunggingkan senyuman dingin, "Aku sudah mengurus surat pemutus hubungan dengan mu!!"

Lara mengeluarkan sebuah berkas dari dalam tas tangannya, lalu memperlihatkannya ke depan wajah Ayahnya.

"Silahkan tanda tangani, Tuan Buchanan!!" katanya dingin.

"Dasar anak durhaka! sungguh punya keberanian kamu sekarang! apa kamu tahu apa yang kamu lakukan ini?!!" bentak Darius melotot dengan tajam memandang Lara.

"Tuan Buchanan, tolong segera tandatangani! aku tidak ingin lagi menjadi putrimu!!!" balas Lara dengan nada kencang.

Tubuh Darius tersentak mendengar suara kencang Lara, yang belum pernah sekali pun, selama ini Lara dengan berani membentaknya.

"Baik! ini keputusan mu! jangan menyesali keputusan mu ini! dan jangan pernah datang mencari ku di masa depan, kalau kamu mengalami sesuatu!!"

Dengan kasar Darius mengambil berkas itu dari tangan Lara, lalu menandatangani berkas pemutus hubungan Ayah dan anak itu, dengan gerakan tangan yang cepat.

Kemudian, setelah selesai ia tanda tangani, dengan kasar ia lemparkan surat itu ke wajah Lara.

"Pergi! mulai hari ini kamu harus ingat, kita tidak memiliki hubungan apa pun lagi sampai aku mati!!!"

"Baik! kamu harus ingat Tuan Buchanan, jangan sekali-kali anda memanggilku dengan urusan yang tidak penting seperti ini!!"

Lara kemudian berbalik, dan melangkah dengan tenang meninggalkan vila Buchanan.

"Putri kurang ajar! baguslah dia tidak lagi membuat kepalaku sakit mulai hari ini, setiap kali berhadapan dengannya!!" kata Darius dengan ketus.

Lalu menghempaskan tubuhnya duduk ke sofa.

"Suamiku, ingat kesehatanmu, jangan terlalu emosi! nah, minum dulu!" Anna menyodorkan secangkir teh kepada Darius.

"Terimakasih, untung ada kamu yang mengerti dengan keadaan ku!"

Darius menerima cangkir teh yang disodorkan Anna padanya, lalu menyesap teh dengan perlahan.

Anna mengelus punggung Darius dengan lembut, seperti biasanya untuk memenangkan hati Darius.

Ia harus memperlihatkan rasa peduli pada Darius, agar Darius semakin percaya padanya, kalau ia Ibu pengganti yang baik bagi Lara.

Walau di dasar hatinya, ia sangat tidak suka melakukan drama Ibu pengganti penyayang, yang sama sekali sangat memuakkan baginya.

Ia hanya Ibu baik bagi Cindy, putri kandungnya satu-satunya.

"Aku menyesal waktu itu mengikuti apa yang dikatakan orang tuamu, untuk menikah dengan anak tidak tahu diri itu!!" kata Darius kepada David.

Sementara David terlihat mengetatkan gerahamnya, mengingat bagaimana beraninya tadi Lara menjawab Darius dengan suara yang kencang.

Ia masih menyimpan rasa kesal yang dalam, mengingat pernikahannya dengan Lara sekian tahun, dengan wajah biasa saja Lara akhirnya mau bercerai dengannya.

Dalam hatinya, ia akan membuat Lara memohon maaf padanya sambil berlutut, karena sudah membuang masa mudanya bersama dengan Cindy.

"Paman, tenang saja! aku akan membuat ia membayar hilangnya masa-masa kebersamaan ku dengan Cindy! aku pastikan dia akan mengakui kesalahannya telah menjebak ku!!"

Selama ini Lara selalu mengatakan, kalau ia tidak pernah menjebak David tidur dengannya.

"Sudahlah, jangan diungkit lagi! sekarang kamu sudah terbebas darinya, dan kita sudah mendaftarkan akta nikah kita di catatan sipil! sekarang kita sudah sah sebagai suami istri!" kata Cindy dengan nada lembut seperti biasanya.

Tapi sudut bibirnya diam-diam menyunggingkan senyuman senang, karena Lara sudah tidak lagi berada disekitarnya menjadi penghalang baginya.

Penghalang baginya sebagai ahli waris aset bisnis Buchanan.

Bersambung.........

1
Lia siti marlia
ya ampun tuh bocah berasa di per...os oleh padal dia yang meped terus
Endang Sulistiyowati
Ya ampun Lara, Stefan minta tanggung jawab tuh karna udah 2x bobo bareng. Modus banget Stefan,
nuraeinieni
dasar modus,,,bilang aja kamu keenakan di peluk lara
nuraeinieni
aduh cindy kamu salah orang,ingin mencelakai lara malah steven yg kena,untung lara dan steven cepat menghindar.
nuraeinieni
curiga nih lara,dgn orang2 nya steven
Cindy
lanjut
Dian Rahmawati
stefan 🤣
mars
iya tuh udh 2x ditiduri,tanggung jawab lo udh ga suci lagi🤣🤣🤣🤣🤣 koplak
Lia siti marlia
mulai mulai terkuak sedikit demi sedikit
Ariany Sudjana
kak penulis, tolong jangan sampai Lara dirusak Stefan, gara-gara minuman itu
Ariany Sudjana
aduh kenapa air itu diminum sama Stefan? jangan sampai Lara jadi pelampiasan karena minuman laknat itu. kenapa sih bukannya David saja yang minum? kan sudah ada pelampiasannya? ga rela kalau Lara dirusak duluan sama Stefan
Ariany Sudjana
hahaha benar kata Stefan, kalau David sudah dibutakan sama jalang peliharaannya dan juga Mak Lampir Anna itu
Maria Mariati
kejebak sama permainan sendiri 🤣🤣🤣💪💪💪😍😍
nuraeinieni
cindy dan mama anna,sandiwara kalian tdk mempan,lara sdh muak dgn kebusukan kalian.
nuraeinieni
aduh sepertinya minuman itu sdh di kasi masuk obat perangsang
nuraeinieni
enak ya david dapat hadiah bogemam dari berondong
Lia siti marlia
hadeh bisa bisa stefan nyoblos lara lagi gara gara minuman yang di berikan cindy
Ariany Sudjana: iya, ga rela kalau Lara dirusak duluan sama Stefan. gimana sih kak penulis?
total 1 replies
Cindy
lanjutt
Cindy
lanjut
Endang Sulistiyowati
Bener tuh kata Lara, 2 pria bodoh yang dengan mudah dikendalikan 2 wanita licik.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!