Ruang posesif...
Velycia amora daneswara adalah seorang mahasiswi cantik di universitas rayaksha yang pindah karena akan menikah dengan seorang mahasiswa bernama kevin Arya alexsa dari universitas ganesha yang terkenal dengan price ice, dia termasuk ketua BEM di universitasnya dan seorang kapten basket. Karena pernikahan mereka disembunyikan banyak dari mahasiswa universitas Ganesha yang menyukai istrinya hal itu membuat kevin frustasi.
episode 26 CSKB
Suasana pagi hari ini sangat cerah seperti biasa rutinitas mereka menjadi kupu yaitu kuliah pulang.
Saat suana kampus yang damai secara tiba tiba ada berita yang mengejutkan dari dua kelas yaitu kelas kevin dan kelas velycia dimana kelas mereka akan disatukan untuk sementara waktu karena salah satu ruangan dipakai.
" wih gak nyangka kita bakalan satu kelas sama prince kampus aaa... "
"Aaaa gak sabarnya"
Banyak para mahasiswi yang menunggu kedatangan kevin sang pangeran kampus yang banyak di idolakan orang.
"Lihat lihat mereka masuk aaaaa my prince " teriakan para mahasiswi yang ada didalam ruang itu saat mereka melihat bagian kevin memasuki ruang.
Velycia yang mendengar itu pun panas telinganya, dirinya merasa sebal melihat para wanita lain.
"Waaaaaa my ganteng, oh my prince, kamu hati ku dilebay, emang setampan itu ya " sewot velycia menirukan pergerakan para fansnya kevin.
Salwa dan nanda yang melihat itu pun merasa bingung.
"Lo napa vel? " tanya nanda.
"Napa, gue gak papa"
"Lo ko kayak orang kepanasan gitu"
"Ya gue sebel aja liat mereka kayak gak pernah liat manusia aja"
"Alah kalo lo ketemu sama bias lo pun lo juga kayak gitu"
"Ya iya juga sih, ya tapi setidaknya jangan dikelas juga ngapa ganggu konsen gue woi"
"Alah lo ngapa rajin rajin amat vel gak baik untuk kesehatan bagusan nih kita nonton para suami kita emang lo gak mau liat noh" salwa menyodorkan headphone nya yang menampilkan para member BTS menari.
Velycia yang melihat itupun matanya langsung berbinar melihat para idolnya menari dan bernyanyi, tanpa pikir panjang dirinya langsung mengambil headphone milik salwa dan langsung memasang earphone di telinganya dirinya berkedip kearah salwa dan berkata.
"Makasih sayang akuh muah" ucap velycia dan lanjut nonton di headphone salwa. Salwa yang melihat itu pun tersenyum dan langsung mencubit pipi velycia gemas.
Dan tingkah itu tidak luput dari pandangan kevin yang terus menatap ke arah velycia.
"Eh ternyata kita sekelas sama mereka" tunjuk dio dan melambaikan tangannya ke arah velycia dan teman-temannya, dan dio pun mendapatkan balasan lambaian dari salwa,
Karena yang memperhatikan mereka masuk hanya salwa sedangkan nanda sibuk dengan headphone nya, begitu pun velycia.
"Iya tak nyangka bisa sekelas sama velycia berarti kita jodoh" ucap radit yang membuat kevin kesal.
Plakk.
Radit dapat sentilan dahi dari dio.
"Auwh sakit ege kebiasaan lo gak pernah berubah ya ringan tangan, nanti kalau lo nikah kasihan binik lo, lo KDRT mulu sama lo, heran gue" kesal radit kepada dio.
"Lo lupa misi kita apa"
"Oh iya sorry" cengir radit. Saat mereka sedang asik mengobrol tiba tiba ada mahasiswi mendekati meja mereka.
"Hai radit, dio, kevin" sapa mahasiswi itu dan mendapat senyuman dari radit dan dio tapi tidak dengan kevin yang fokus pada headphone nya.
"Oh ya hai nara ada apa ya? " tanya dio kepada nara.
"Oh ini kak gue buatin bekal untuk kak kevin mohon diterima" ucap nara malu malu tapi tidak mendapatkan respon dari kevin, dio yang melihat itu pun langsung menoleh ke arah nara.
"Untuk kita kita gak ada ya nar masa untuk kevin doang kamu pilih kasih ni namanya" ucap dio.radit yang melihat itu jijik bukan apa kerena nara berdandan terlalu tebal membuat radit merinding.
"Oh ini maaf ya kak aku cuman buat satu tapi lain kali aku bakal buat lebih kok untuk kak dio dan kak radit" ucap nara.
Dio pun hanya tersenyum "oke nara makasih ya bekalnya tapi Kevin udah makan jadi dia gak butuh bekal jadi maaf ya lebih baik kamu makan sendiri kamu juga belum makan kan! Kalau udah kenapa bawa bekal" tolak dio secara halus.
"Eh i-iya kak kalau kayak gitu nara ke bangku nara dulu" ucap nara lalu meninggalkan mereka.
"Ya ya balik balik sana gak kesini pun juga gak papa" ucap radit. Sambil bleginikan bahunya.
Tidak lama dosen pun masuk kekelas mereka, seketika kelas hening mendengarkan penjelasan dari si dosen tersebut. Namun tidak disadari oleh velycia jika dosen sudah mengajar didalam kelas,
"Oke sampai disini sudah paham atau ada yang ingin ditanyakan? " ucap dosen yang bernama david, dosen muda di universitas itu . Hening tidak ada jawaban.
"Baiklah jika tidak ada pertanyaan saya yang akan bertanya" sambung david.
Glekk para mahasiswa baik mahasiswi menelan ludah masing-masing tapi tidak dengan velycia yang masih sibuk dengan para suami virtualnya,
david melihat sekeliling dan dia melihat velycia duduk dibarisan belakang yang sedang tersenyum senyum sendiri. Tanpa berpikir panjang dirinya pun menunjukkan velycia.
"Kamu yang dibelakang senyum senyum sendiri " tunjuk david kearah salwa dan velycia.
Glekk salwa menelan ludahnya susah payah
"s-saya pak? " tunjuk salwa ke arah dirinya sendiri.
"Bukan sebelah kamu " toleh david, salwa pun menyenggol velycia mengisyaratkan bahwa dirinya dipanggil.
"Vel vel" senggol salwa
"Emmm "velycia pun tidak bergeming
"Ih vel udahan ih lu dipanggil" panik salwa.
"Apaan sih orang gue masih liat suami gue juga kali" ucap velycia yang tidak menyadari bahwasannya ucapnya didengar satu kelas.
Baik kevin maupun radit dan dio pun melotot tidak percaya apa yang baru diucapkan oleh velycia, bahwa velycia sudah memiliki suami, bukan hanya dio dan radit tapi kevin pun sama terkejutnya karena dirinya berpikir dia bukan suami satu-satunya tapi ada suami lain.
Dirinya lupa jika suami yang maksudnya velycia adalah suami yang ada dikamar velycia
Salwa dan nanda yang melihat itu pun malu. hampir seluruh kelas melihat ke arah mereka dan nanda pun memberikan isyarat ke arah salwa untuk mengambil ponselnya dari velycia.
"Lo apa apaan orang belum siap juga " kesal velycia.
"Noh.. dipanggil dosen tuh disuruh jawab" ucap salwa sambil mengantongi headphone nya.
"Ha? "