NovelToon NovelToon
Cegil Berhenti Terobsesi

Cegil Berhenti Terobsesi

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Ketos / Balas Dendam
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Rofiwan

"Gue capek jadi badut. Mulai hari ini, lo bebas dari gue."

Selama tiga tahun di SMA Nusantara, semua orang tahu kalau Elsa Nur Cahyani adalah cegil (cewek gila) garis keras yang bucin mati-matian ke Muhammad Firdaus, Ketua OSIS sempurna yang sedingin es. Elsa rela dipermalukan, jadi seksi sibuk OSIS tanpa dibayar, sampai dihukum lari keliling lapangan demi cari perhatian Firdaus. Hasilnya? Nol besar. Firdaus tetap menganggap Elsa gangguan yang tidak punya harga diri.

Titik balik itu datang di hari ulang tahun Firdaus. Setelah kuenya dihancurkan dan cintanya ditolak mentah-mentah di depan satu sekolah, Elsa sadar: dia sudah selesai. Elsa memutuskan pensiun jadi budak cinta. Dia berubah total—menjadi cuek, fokus pada ujian, dan benar-benar menganggap Firdaus tidak ada.

Tapi anehnya, saat Elsa melangkah pergi, justru Firdaus yang mulai kehilangan arah. Cowok yang tadinya antipati itu mendadak sadar kalau dunia tanpa gangguan Elsa ternyata terasa sangat sepi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rofiwan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Stalking Berujung Panik 23.

Kamar berukuran empat kali empat meter itu mendadak terasa sesak, seolah seluruh oksigen di dalamnya telah dihisap habis oleh keheningan malam minggu.

Firdaus telentang di atas kasur king size-nya. Seragam OSIS yang biasanya licin disetrika kini sudah berganti kaus oblong hitam polos.

Di atas langit-langit kamar, bayangan lampu belajar memantulkan temaram yang suram.

Di genggaman tangan kanannya, layar ponsel pintar menyala, menampilkan transisi warna-warni dari satu cerita Instagram ke cerita lainnya.

Tiga jam yang lalu, Firdaus berbohong pada ibunya bahwa dia harus menuntaskan laporan evaluasi tengah semester.

Namun, tiga jam ini pula, jemarinya hanya melakukan satu aktivitas repetitif yang menyedihkan— membuka tutup profil akun yang sebenarnya tidak ingin dia lihat, namun otaknya menolak berhenti.

Akun itu milik Sherly. Sahabat karib Elsa.

Firdaus tahu ini adalah tindakan patetis.

Dia, seorang Muhammad Firdaus yang biasanya dikejar oleh waktu karena agenda-agenda penting, kini justru membiarkan waktunya disita oleh rasa penasaran yang meracuni diri.

Tring.

Satu lingkaran merah muda baru muncul di sekitar foto profil Sherly. Indikator sebuah cerita baru saja diunggah.

Jantung Firdaus memberi reaksi lebih cepat dari logikanya. Dia mengetuk layar.

Detik pertama, sebuah video pendek tanpa suara muncul.

Latar belakangnya redup dengan pendar cahaya neon biru-ungu khas lobi bioskop XXI di pusat kota. Di depan kamera, Sherly tampak melakukan mirror selfie bersama pacarnya, menunjukkan dua pasang tiket film horor yang sedang naik daun malam ini.

Namun, bukan itu yang membuat napas Firdaus tercekat di tenggorokan.

Melainkan dua siluet manusia yang tertangkap kamera di pantulan kaca bagian belakang.

Di sudut dekat konter berondong jagung, Elsa berdiri mengenakan oversized hoodie berwarna sage— warna yang Firdaus tahu adalah warna favorit cewek itu.

Di sampingnya, Aris berdiri tegap dengan jaket levis hitam andalannya. Rambut Aris yang biasanya berantakan malam ini tampak sedikit lebih rapi, seolah cowok berandal itu sengaja meluangkan waktu untuk berkaca sebelum pergi.

"Double date.?"

Otak Firdaus langsung menyimpulkan dengan kejam.

Ketukan berikutnya membawa Firdaus ke unggahan Sherly selanjutnya.

Kali ini bukan video, melainkan sebuah foto dengan caption non-formal khas anak muda: "Malam minggu tim gabungan kelas unggulan + penguasa jalanan. Yang satu sibuk belajar matematika, yang satu sibuk modus."

Di foto itu, mereka berempat sudah duduk di dalam studio bioskop yang mulai menggelap.

Elsa menoleh ke arah kamera Sherly sambil membuat tanda peace dengan jarinya.

Wajahnya polos tanpa riasan berlebih, namun senyumnya... senyum itu begitu lepas.

Jenis senyuman yang belum pernah Firdaus lihat selama setahun terakhir saat Elsa terus-menerus mengejarnya di koridor sekolah.

Sekarang, di samping Aris, senyum itu tampak begitu aman.

Aris sendiri duduk di sebelah Elsa, satu tangannya merangkul sandaran kursi Elsa dengan santai, sementara tangan lainnya memegang sekotak besar popcorn yang diarahkan ke depan dada Elsa, memastikan cewek itu bisa meraihnya dengan mudah kapan saja.

Tatapan Aris tidak ke arah kamera Sherly. Cowok itu memiringkan kepalanya, menatap profil samping wajah Elsa dengan binar yang sama seperti yang Firdaus lihat di kafe kemarin.

Dada Firdaus mendadak dihantam rasa ngilu yang teramat hebat. Rasanya seperti ada tangan tak kasat mata yang meremas jantungnya hingga berdarah.

Kenapa bukan gue di sana?

Sebuah pertanyaan itu muncul begitu egois di kepalanya.

Padahal logikanya berteriak keras mengingatkan: "Lu yang buang dia, Fir. Lu yang menganggap keberadaan dia mengganggu fokus lu. Sekarang setelah dia pergi, kenapa lu bertingkah seolah lu adalah pihak yang tersakiti?"

Dulu, Firdaus selalu menganggap Elsa adalah cewek yang merepotkan. Gadis yang selalu membawakannya bekal yang berakhir dia bagikan ke anak-anak anak buahnya di ruang OSIS.

Gadis yang selalu mengirimkan pesan pengingat makan yang hanya dia baca lewat bar notifikasi tanpa berniat membalas.

Firdaus terlalu silau dengan predikat "cowok sempurna" hingga lupa bahwa kesempurnaan sejati adalah ketika seseorang menerima celah kita dengan tulus. Dan Elsa pernah melakukan itu, sebelum akhirnya waras gadis itu habis dibakar oleh sikap dinginnya.

Layar ponselnya mulai meredup karena tidak ada interaksi selama beberapa detik.

Firdaus buru-buru menggerakkan ibu jarinya untuk menggulir layar, berniat keluar dari siksaan visual tersebut.

Namun, nasib buruk nampaknya sedang senang bercanda dengan ego sang Ketua OSIS malam ini.

Karena posisinya yang telentang dan jemarinya yang mendadak gemetar samar, ujung ibu jarinya tidak sengaja mengetuk dua kali dengan cepat di bagian tengah layar.

Sebuah ikon hati kecil berwarna putih sempat muncul sepersekian detik di tengah foto instastory Sherly sebelum menghilang, digantikan oleh perubahan warna pada ikon like di sudut kanan bawah.

Firdaus membelalak. Sistem motoriknya mendadak lumpuh.

"Brengsek!," umpatnya lirih, sebuah kata kasar yang sangat jarang keluar dari mulut seorang murid teladan.

Dengan panik, Firdaus mengetuk kembali ikon hati tersebut untuk membatalkannya (unlike).

Proses itu terjadi dalam waktu kurang dari dua detik. Layar kembali bersih. Ikon hati kembali kosong.

Namun, di era teknologi digital yang serba instan ini, dua detik sudah lebih dari cukup untuk mengirimkan sebuah push notification ke ponsel orang lain.

Firdaus langsung duduk tegak di kasurnya, napasnya memburu pendek-pendek.

Keringat dingin mulai keluar di pelipisnya. Otaknya yang biasa dipakai untuk memecahkan rumus kalkulus rumit kini mendadak buntu menghadapi situasi horor ini.

Apakah Sherly sedang memegang HP-nya sekarang di dalam bioskop?

Filmnya mungkin sudah mulai, atau mungkin mereka sedang menonton iklan pembuka. Jika Sherly melihat notifikasi;

“mohammad.firdaus_ liked your story”—maka dalam hitungan menit, Elsa juga akan tahu.

Elsa akan tahu bahwa Firdaus, mantan cowok idamannya yang sok jual mahal itu, sedang mendekam di kamar malam minggu ini, memata-matai hidup barunya seperti seorang pecundang yang kesepian.

Topeng wibawa dan harga diri yang dia bangun dengan susah payah di depan Elsa selama ini, runtuh total hanya karena satu ketukan salah sasaran.

Ponsel di tangan Firdaus terasa seberat bongkahan batu. Dia menatap layar yang kini menampilkan beranda Instagram-nya kembali, menunggu dengan cemas apakah akan ada pesan masuk dari Sherly yang mengejeknya, atau lebih buruk lagi: sebuah pemblokiran akun langsung dari Elsa.

......................

...****************...

Tbc,

1
Clara
Damn kata”nya elsa nyelekit mampus lu daus
falea sezi
🤣🤣 lagii kurang q kirim sebanyak-banyaknya bunga🤭 buat Elsa gk menye
falea sezi
kurang kejam thor buat donk cegil di sukai cogan lain🤣
Queen Aisyah
/Drool//Drool/
falea sezi
🤣🤣 kasian di cuekin
Rofiwan: cegil ini lebih kejam dari pada Livy
total 1 replies
falea sezi
lanjut q krim hadiah
falea sezi
lanjut q kirim hadiah
falea sezi
btw author nya cwek apa cowok🤭
falea sezi
🤣 suka deh jangan jd cegil ngenes ya move on🤣
falea sezi
jangan ngemis ke cowok ya girl jd cwek mahal👍
Luna
US,,,US sadar woy , jangan dipaksa nanti malah kabur 🤣🤣🤣🤣🤣
Luna
jujur penasaran dengan author nya umur berapa yh? tema cerita novel nya semua kebanyakan sekolah,,,GK apa apa sih malah lebih enak gitu GK terlalu berbobot lebih ceritanya ( mafia, pelakor,drama warisan,) ,jadi bisa mengenang masa putih abu-abu dulu,🤭🤭🤭🤭
Luna: jujur yh semua novel mu yg aku baca keren keren,GK terlalu ribet dan drama anak sekolah itu keren,,,sudah sering baca novel sejenis ini tapi yg bener bener sesuai dengan kehidupan anak sekolah yh novel mu ini,,, semangat Thor ,,,saya tunggu kelanjutannya💪
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!