NovelToon NovelToon
Dewi Perang Tidak Pernah Takut

Dewi Perang Tidak Pernah Takut

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Transmigrasi
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: Aida

Iris Quinn hanyalah sekretaris culun yang mudah diinjak-injak. Di rumah ia dijadikan keset oleh keluarganya, di kantor ia jadi samsak perundungan. Bahkan sang CEO, Ethan Cole, memilihnya hanya karena yakin gadis itu tidak akan punya nyali untuk menggodanya.

Tapi mereka tidak tahu, Iris yang asli sudah mati.

Tubuh ringkih itu kini dikuasai oleh jiwa Valerie Crowe, jenderal perang wanita kejam yang tewas diterkam harimau di medan tempur. Bagi Valerie, menghadapi drama kantor dan keluarga picik bukanlah masalah besar. Ini hanyalah medan perang baru yang sangat mudah ditaklukkan.

Dengan kecerdasan otak Iris dan insting membunuh seorang jenderal, Valerie mulai mematahkan satu per satu harga diri orang yang pernah menindasnya. Saat Ethan Cole menyadari sekretaris penurutnya berubah menjadi wanita berdarah dingin yang bisa melumpuhkan lawan dengan tangan kosong, sang CEO justru mulai terobsesi.

Mereka pikir Iris bisa terus ditindas? Selamat datang di neraka. Permainan baru saja dimulai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kedatangan Ibu

Kevin dan Iris hanya diam di tempatnya. Tidak ada satu kata pun yang mereka ucapkan. Namun dalam hatinya, Iris berteriak mengatakan ini drama yang seru.

Ia pernah melihat yang seperti ini. Kala itu di Aurelia, pangeran ketiga dipaksa menikah oleh Raja dan Ratu karena harus memberikan keturunan untuk kerajaan. Namun ia menolak dan mengatakan hal yang hampir sama dengan Ethan.

Bedanya, dia seorang pangeran lemah yang tidak bisa bertarung. Ia ragu untuk melindungi keluarga kecilnya suatu hari nanti makanya memutuskan tidak mau menikah.

Berbeda dengan Ethan yang menolak dengan alasan tidak menyukai wanita. Sangat lucu menurut Iris.

Suasana semakin sengit saat Nyonya Eva ikut bicara. Ia seakan-akan menyayangi Ethan dan ingin Ethan menikah dengan wanita yang terpandang.

"Kalau Ayah sangat ingin Elena jadi keluarga kita, lebih baik Ayah saja yang menikahi dia. Lihatlah ibu tiri itu tidak sabar ingin menjadikan Elena sebagai saudara" kata Ethan dengan senyum kecil.

Mendengar itu, bertambah marah lah Tuan Ares. Apalagi Nyonya Eva yang tadinya menggebu, hanya bisa diam menahan malu. Begitu juga dengan Elena. Ia merasa direndahkan tapi untuk membantah, ia tidak berani.

"Kalau tujuan Kakak menyuruhku datang hanya untuk hal seperti ini, maka jangan ulangi lagi. Berapa kali aku katakan" ujat Ethan sembari berdiri. Ia bosan mengahadapi situasi yang sama berulang kali. Tidak ada keuntungan sama sekali yang ia dapatkan.

Seandainya saja wanita yang dijodohkan dengannya adalah wanita baik-baik dan bisa menjaga dirinya dari pergaulan bebas, mungkin ia bisa pertimbangkan lagi.

Tapi semua wanita yang disodorkan padanya semuanya pecinta dunia malam dan mahir dalam bercinta. Ethan sama sekali tidak tertarik dengan wanita seperti itu.

"Ayo kita kembali" ajak Ethan pada Kevin dan Iris. Teriakan Tuan Michael dan Tuan Ares sama sekali tidak digubris oleh Ethan. Ia melenggang pergi meninggalkan keluarganya yang gila kehormatan.

Di dalam mobil, Ethan memejamkan matanya. Ia kini duduk sendirian di kursi belakang.

Sesekali Iris menoleh ke belakang, karena penasaran dengan apa yang dilakukan oleh bos nya itu.

"Kau sekarang sudah berani menatap ku ya, Nona Quinn. ?" tanya Ethan tanpa membuka matanya.

Kevin hanya diam menahan tawanya saat Iris terkejut mendengar suara Ethan.

'Wah instingnya tajam sekali. Padahal matanya terpejam. Dia benar-benar seperti Alexander '

"Tidak, Bos. Aku tidak seberani itu. Aku hanya memastikan kalau kau masih bernafas" jawab Iris tanpa menoleh lagi. Ia duduk diam memandang ke depan.

Ethan mengerutkan keningnya mendengar jawaban Iris. Selain sudah berani menatap, rupanya sekretarisnya itu sudah berani menjawabnya. Menarik. Gumam Ethan.

Ethan tidak menjawab lagi. Semuanya diam di posisi masing-masing sampai mobil kembali ke kantor.

Sore harinya saat Iris keluar dari Kantor, ia dikejutkan dengan kehadiran ibunya yang sudah menunggu nya di dekat pintu masuk.

"Iris, akhirnya Ibu bisa bertemu dengan mu. Kenapa kau pindah tidak memberitahu Ibu ? Ibu mencarimu kemana -mana" cecar Nyonya Hera. Ia merangkul tangan Iris seolah takut jika Iris akan pergi.

"Ada apa ?" tanya Iris malas. Ia sangat lelah hari ini dan ingin segera sampai di apartemennya. Membayangkan kasurnya yang empuk semakin membuatnya mengantuk.

"Iris, apa kau lupa. Sekarang sudah tanggal gajian. Kenapa kau masih belum mengirim uangnya pada Ibu" kata Nyonya Hera melembutkan suaranya. Sudah Iris duga. Pasti semua ini karena uang.

"Tidak ada. Uang gajiku sudah habis" jawab Iris sembari melangkah pergi.

"Apa ? Tapi untuk apa ? kenapa secepat itu habis ?" wajah marah Nyonya Hera tidak bisa disembunyikan lagi. Tapi ia berusaha keras secepatnya mengubah ekspresi wajahnya. Melihat itu Iris hanya tertawa dalam hati.

"Ya Ibu tidak perlu tau uangku habis untuk apa. Bukankah itu uangku jadi aku bebas menggunakan nya" ujar Iris tanpa beban.

"Iris, ku katakan padamu kau jangan berulah. Aku membiarkan mu mengamuk kemarin bukan karena aku takut. Jadi sekarang sebelum aku benar-benar marah, cepat kirim uang itu dan tambahkan jumlahnya dari biasanya. Ibu harus membelikan Clara gelang seperti teman-teman nya" kata Nyonya Hera penuh penekanan. Matanya sudah melotot dan ia berbisik di telinga Iris.

"Kenapa kau memaksa sekali, Ibu. Apa Ibu pernah memikirkan aku. Apa kira-kira aku sudah makan atau belum dengan uang yang tersisa itu ? Apa aku pernah mengalami kesulitan ? Kurasa kau hanya mementingkan Clara dan si brengsek Brian itu" balas Iris menohok. Tapi seperti yang ia duga, tidak ada raut bersalah dari wajah Nyonya Hera.

"Apa maksudmu ? Kau pandai menjaga diri. Sudahlah Iris turuti saja mauku atau kau akan menanggung malu karena ini"

Melihat sikap keras kepala Nyonya Hera, membuat Iris semakin muak. Percuma meladeninya tidak akan pernah selesai. Jadi ia memutuskan untuk pergi.

"Iris.. Iris, kau mau kemana ?" teriak Nyonya Hera memancing orang-orang disekitar mereka untuk melihat.

"Aku memang seorang Ibu yang tidak berguna. Aku tau itu, Iris. Tapi kau tidak boleh bersikap kurang ajar begitu. Kau tidak berani pada Ibumu ini hanya karena kau sudah memiliki banyak uang" teriak Nyonya Hera dengan keras. Ia juga mengeluarkan air mata palsunya agar semakin menyita perhatian orang. Ia berfikir, dengan cara ini nantinya Iris akan malu lalu memberikan uang padanya.

"Kalau mau berpura-pura kurang banyak air matanya" kata Iris tertawa lalu benar-benar pergi. Malas rasanya meladeni orang yang keras kepala.

Meskipun sudah berakting meyakinkan, dan banyak orang yang melihat, tapi rupanya tindakan Nyonya Hera tersebut tidak membuahkan hasil.

Orang-orang hanya melihat sekilas saja. Tidak ada yang benar-benar peduli padanya. Itulah sebabnya Iris menertawainya.

Melihat kepergian Iris yang tidak akan kembali lagi, jadi Nyonya Hera memutuskan untuk mengikuti kemana Iris pergi. Ia menghapus air mata buaya nya lalu berjalan sedikit jauh agar Iris tidak melihat nya.

Tapi Iris tau jika ada seseorang yang mengikutinya. Instingnya sangat tajam. Jadi ia memut untuk naik taksi saja agar Nyonya Hera kehilangan jejaknya. Ia tidak mau siapapun tau apartemen barunya, ya kecuali Chloe yang membantu nya mencari.

"Iris sialan. Kenapa tiba-tiba naik taksi ? Sejak kapan ? Sejak kapan di jadi boros seperti itu ? Bukannya setiap hari dia selalu berjalan kaki ke kantornya. Oh dia sudah mulai tidak menurut ya" geram Nyonya Hera mengepalkan tangannya.

Akhirnya ia pulang dengan membawa kekecewaan. Uang tidak di dapat, tapi kepalanya yang pusing karena terlalu banyak berteriak.

"Marco bangun. Jangan tidur saja. Cepat pergi bekerja. Kau ajak si Brian itu sekalian. Kalian pria benar-benar tidak berguna. Cepat sana cari kerja !" teriak Nyonya Hera saat masuk rumah. Amarahnya bertambah saat melihat Tuan Marco yang tidur di sofa ruang tamu dan tidak bangun juga.

"Ah nanti malam aku pergi. Sudahlah jangan berisik. Aku mengantuk " bentak Tuan Marco.

Nyonya Hera hanya bis menahan kekesalan nya sendiri. Ia pun pergi ke kamarnya untuk mengistirahatkan tubuh nya.

...

Happy reading 🥰

1
Noey Aprilia
Hhhmmm.....
abs pnya apartmen baru,abs tu blnju baju yg bgus...trs k salon,kl prlu ptong rmbut biar buang sial.....
kl kluarganya mnta uang,jgn d ksih...lbh baik pke buat dri sndri aja...ok jendral....
Noey Aprilia
Hai kk...
Aku udh mmpir lg....crtanya seru,sm ky crtamu yg lain....😁😁😁...
ska bgt kl cwek tngguh ky gni,ga menye2 trs kl ada yg ngusik lngsng d bls....d tnggu up'ny y....smngttt....😘😘😘
Noey Aprilia: sama2...😁😁😁
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!