NovelToon NovelToon
Gadis Barbar Kesayangan Ketos Dingin

Gadis Barbar Kesayangan Ketos Dingin

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Romansa Fantasi / Ketos / Tamat
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Desty Haris Wahyuni

kalau adaa yang salah atau enggk nyambung ceritanyaa maapp yaaaahhh soalnya baru pertama bikin cerita kayak ginii (⁠◠⁠‿⁠◕⁠)


Siapa sangka gadis yang berisik, ceroboh, dan selalu bikin keributan itu justru jadi satu-satunya yang bisa meluluhkan hati ketua osis paling dingin, cuek, dan ditakuti seantero sekolah?


Dari yang saling tak suka, jadi tak bisa terpisahkan. Ini kisah gadis barbar yang mencuri hati ketos dingin yang tak pernah tersenyum pada siapa pun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desty Haris Wahyuni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

HARI YANG LEBIH CERAH.

Hari-hari setelah itu terasa beda banget. Udara yang dulu berat, sekarang terasa ringan. Arka kembali senyum — bukan senyum paksa, tapi senyum yang matanya ikut menyala. Pagi itu dia bangun duluan, bikin sarapan, sampai nyapa gue sambil ketawa pelan.

"Bangun tidur kayak keong ya?" godanya sambil tarik kursi buat gue. "Mata merem-merem jalan."

Gue duduk cemberut, usap muka. "Tadi mimpi enak tau! Lo ganggu aja!" 😤

Arka ketawa lepas, tarik piring gue. "Iya deh, maaf. Mimpi apa sih sampai nggak mau bangun?"

"Mimpi kita jalan-jalan naik motor… lo yang nyetir, gue yang pegang pinggang lo erat banget… terus kita beli es krim!" ceritanya gue bersemangat.

"Terus?" tanyanya sambil senyum.

"Terus es krimnya jatuh!"

Arka tertawa sampai pundaknya bergoyang. "Itu alasannya lo marah?!"

Gue tepuk lengannya pelan. "Iya! Lucu ya mimpinya jahat banget!"

Siangnya di sekolah, suasana kantin udah nggak tegang lagi. Raka sama Dito langsung nyamperin meja kita, mukanya cerah banget.

"Wih akhirnya balik normal!" seru Raka sambil tepuk tangan. "Kami sampai bingung lho, takut kalian berantem terus!"

Dito nyambung sambil senyum lebar. "Beneran udah baikan? Nggak ada rahasia lagi?"

Arka natap gue, pegang tangan gue di atas meja. "Beneran. Semua udah selesai."

Tiba-tiba ada langkah kaki pelan mendekat. Kirana berdiri di samping meja, tangannya meremas ujung rok, mukanya malu.

"Boleh… ikut duduk?" tanyanya pelan.

Suasana hening sebentar. Gue geser kursi, senyum tulus.

"Duduk sini! Kosong kok."

Kirana duduk pelan, natap kami bergantian. "Makasih ya… gue nggak nyangka kalian mau ngomong sama gue lagi."

"Kenapa nggak mau?" gue kasih senyum. "Kita mulai lagi dari awal kan?"

Dia mengangguk, matanya berkaca-kaca. "Makasih, Luna. Makasih, Arka."

Sasa sama Bela datang,mereka langsung duduk juga. Awalnya cuma ngobrol pelan, lama-lama rame banget! Kita ketawa, cerita soal hal-hal lucu — sampai Raka cerita soal Arka yang dulu kaku banget, nggak pernah senyum, dan bikin semua orang takut!

"Serius?" tanya Kirana kaget. "Dulu Arka sedingin itu?"

"Jauh lebih dingin!" seru Dito. "Kalau lewat, suhu ruangan turun!"

Arka geleng-geleng kepala, pipinya merah. "Kalian berlebihan."

"Fakta!" seru kami serentak, sampai semua orang ketawa ngakak! ?

Sore itu, saat pulang berdua, langit warnanya keemasan, indah banget. Kita jalan pelan, tangan saling genggam.

"Lo tahu nggak?" kata Arka tiba-tiba. "Dulu gue pikir maafin orang itu bikin gue kalah. Ternyata bukan. Maafin itu bikin gue bebas."

Gue sandarkan kepala ke bahunya pelan. "Bebas buat apa?"

"Bebas buat bahagia. Bebas buat sayang sama lo tanpa beban masa lalu." Dia berhenti sejenak, natap gue lekat-lekat. "Makasih ya, Luna. Lo yang ajarin gue itu."

Gue senyum, jari gue usap punggung tangannya. "Sama-sama. Kita belajar bareng kan?"

"Iya. Bareng."

Malamnya, Arka narik gue ke pelukannya sebelum tidur.

"Besok gue mau ketemu orang," katanya pelan. "Orang yang terlibat di kecelakaan itu. Gue mau bicara, bukan buat marah — tapi buat selesai."

Gue genggam tangannya erat. "Gue ikut ya?"

Dia kecup kening gue lembut. "Iya. besok kita pergi Bareng."

Gue tidur tenang malam itu. Bukan karena semua masalah hilang — tapi karena kita hadapinnya bareng. Dulu gue takut masalah besar, sekarang gue tahu: selama kita saling pegang tangan, nggak ada yang terlalu berat buat dihadapi.

 

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!