Cerita ini mengisahkan tentang dua wanita (GxG, Lesbian ) jangan di baca kalau tidak suka, skip saja... 🥰🥰
Eli Sharafina seorang gadis berusia 18 tahun, dengan sifat rendah hati, ceria dan baik. ia memiliki Sahabat yang sangat baik yaitu Cherly Angeline seusianya dari keluarga orang kaya, Dengan sifat pendiam, baik dan datar.
Saat Eli dengan sahabat baiknya, Cherly. di sekolah yang sama kehidupan mereka berdua terasa baik-baik saja. Tidak ada yang membuat mereka pecah dengan orang ketiga. namun saat kelulusan sekolah sudah selesai. Eli dapat kabar bahwa Cherly akan pergi keluar negeri untuk melanjutkan sekolahnya masuk kuliah universitas kedokteran. setelah dapat kabar itu, kehidupan Eli terasa kosong, hampa dan kesepian, tidak ada ketawa ceria, bercanda dan kebersamaan.
5 tahun kemudian saat Eli usia 23 tahun di kaget kan berita heboh di televisi, ia terkejut melihat sahabatnya, Cherly. bertunangan dengan seorang pria pilihan ayahnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon as2357zzjdj, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 20 Dengarkanlah sayang, hidupku hanya kamu
Viktor berfikir sejenak melihat data Selly di kertas di depan mejanya, ia terdiam sejenak.
Cherly menatap terdiam melihat Viktor hanya menatap data Selly.
"Kamu tahu... Selly ini siapa?? ". Tanya Viktor menoleh menatap wajah Cherly
" Tidak, apa Om mengenalnya?? ".
" Tidak, hanya saja. Om sedikit tahu, anak ini memiliki penyakit Anxiety Disorder (merasa takut, cemas dan panik) "
Cherly terkejut mendengar penjelasan Om Viktor
"Dia...!... dia ini berhasil melewati masa sulitnya, dia ini memiliki masalalu yang rumit, pernah mengalami, depresi, setres dan..... ahhhh... yang tidak habis pikir adalah ko bisa dia jadi dokter, Setahu saya, dia ini direktur perusahaan besar di negara Amerika, entah bagaimana dia bisa jadi dokter hingga mampu operasi pasien dengan singkat waktu". Rasa bingung tercampur heran Viktor, melihat data Selly ada yang aneh
"Maksudnya, bagaimana saya tidak paham, om jujur saya tidak terlalu mengenal dia".
" Saya tahu kamu kenal... tidak mungkin kamu tidak kenal dia... Selly memiliki orang-orang yang dia kenal, seperti kalangan berada seperti kamu, contohnya, Brayen, Janet, Diandra dan lainnya... banyak lagi.. apa kamu mengira saya ini tidak tahu apa-apa, saya tahu dia... ".
Cherly hanya terdiam melihat kearah samping tidak menjawab dari kalimat Omnya ini.
" Saya memperhatikan kamu, waktu itu, kamu tersenyum tipis saat, Selly membantah dan menghina, direktur lain, saya tahu kamu kenal. iyakan? ". Viktor menekankan
Sementara itu, Dari tadi eli terus mencari keberadaan Cherly di mana-mana, namun tidak menemukan apapun. Dengan kedua tangan di pinggang terasa capek terus mencari Cherly.
" Kamu cari siapa?? ". Sahut seseorang di belakangnya, eli berbalik menoleh
" eh. Kamu tahu Cherly ada di mana?? ". Tanya Eli.
Ternyata yang bertanya adalah Selly.
" Ada di ruang metting, lebih baik kamu tunggu saja, beberapa menit ". Ujarnya melangkah jalan pergi begitu saja
Eli pun terdiam setelah di beritahu oleh seorang dokter yang baru ia kenal. Eli pun memutuskan untuk menunggu di tempat lain melangkah jalan pergi.
******
Di ruang dokter Cherly, duduk depan meja. tampak sedang mengobrol dengan seorang dokter wanita di hadapannya, tidak lain adalah Selly.
"Om Viktor mulai curiga dengan mu. dia merasa ada sesuatu tidak beres"
"Apa Om mu, aku ini penjahatnya, aku hanya berperan produser mengamati saja tidak lebih dari itu"..
" Iya... aku tahu itu. Um... Gimana?? apa kamu sudah mengisi hatimu saat ini?? ".
" Belum... walaupun aku memiliki pacar, dengan seorang pria. tetap saja sama kosong... aaahhh jujur ingin sekali seperti kalian semua menemukan kebahagiaan tanpa beban "
"Apa salahnya kamu coba dengan seorang perempuan".
" Sudah aku coba... tapi tidak memiliki keberanian, hanya menyimpan perasaan dan menutup hati".
"Sejujurnya kamu, suka wanita apa pria?? "
"Entah lah... masih bingung".
" Um... "
"Tadi aku bertemu dengan belahan jiwa kamu"
"Hah". Cherly sontak bingung
" Aku tidak tahu siapa namanya, tapi dari tadi berjam-jam cari kamu tanpa henti, aku merasa kasian padanya, aku beritahu padanya kalau kamu lagi metting aku suruh dia menunggu saja".
Cherly terdiam mendengar penjelasan Selly, tampaknya yang di maksud Selly adalah Eli siapa lagi yang suka menganggu dan suka mengejar selain Eli. Dengan nafas panjang Cherly pun menyenderkan dengan duduk santai.
Tampak Eli duduk sendirian di tempat makan dengan beberapa orang sedang makan siang bersama, ia hanya terdiam bete menunggu Cherly datang.
"Kenapa kamu bisa kesinii". Sahut Cherly tiba-tiba saja ada di depannya
Eli terkejut namun tersenyum senang. " Kamu dari mana saja, aku lelah tahu mencari keberadaan kamu". Ujarnya kesal
Cherly duduk depan Eli, "Kenapa tidak telepon ku lebih dulu". Ucapnya meletakkan ponsel di atas meja
" Eh... iya juga iya... hehehe lupa aku... " Jawab Eli senyum kekeh dengan polos
"Sudah pesan makanan?? ".
" Sudah tinggal tunggu makanannya datang, aku kesinii kangen sama kamu".
"Huffttt... harusnya kamu kerja ke kantor, bukan bolos "
"Iya tahu.. tapi percuma sudah telat banget"
Saat dengan mengobrol seorang karyawan pria datang membawa makanan untuk Eli dan Cherly meletakkan di atas meja depan mereka.
Cherly terdiam memperhatikan pria yang sedang sajikan makanan di depannya. Setelah meletakkan makanan dia pergi
Cherly dan Eli pun mengambil makanan di piring, sudah keroncongan perut mereka dari tadi pagi belum sempat sarapan, malah melakukan adegan panas hingga tubuh mereka berkeringat dingin lemas.
******
******
******
Sunyinya malam akan membuat hasrat Eli dan Cherly bergejolak, berhalaan mendekat. Mereka sudah memakai baju tidur polos, sebelum ingin tidur ingin melakukan adegan panas. Hawanya berubah hangat keheningan terdengar detak jantung mereka berdua saling gemetar canggung.
Menatap mata saling membaca pikiran seakan tersalurkan, Dua tangan Eli meraih dengan berlahan menyentuh pergelangan tangan Cherly meraba menyusuri hingga pundak. Berlahan wajah Eli miring kan mendekat untuk mencium bibir lembutnya Cherly, Dengan perasaan gemetar merinding mencoba memberanikan dirinya
Cherly hanya terdiam kaku tidak bergerak
Cup...
Eli pun mencium bibir Cherly dengan lembut bergerak berlahan, suara kecup beradu mulut saling mencium terdengar dari keheningan malam yang sunyi ini.
"Egh.... ehmm...! " Suara Cherly rintihan erangan berdesah membuat tubuh merinding gemetar hebat begitu nikmat
Eli melepaskan ciuman di bibir Cherly, ia kebawah leher kecup dengan lembut tidak lama mencium bawah dada dengan gairah.
"Aaahh.... ehmmmm". Dengan penjamkan mata merasakan geli tercampur enak, tubuhnya mulai hangat
Tampak Eli terus mencium bagian leher Cherly cukup lama jelajahi setiap inci demi inci, tangan kanan yang awalnya di pundak kini sudah berada di punggung Cherly.
Eli sejenak berhenti menoleh melihat wajah Cherly sambil tersenyum manis, Wajah Eli mendekat bibirnya begitu dekat di telinga Cherly lalu berbisik\_\_\_\_\_
"Bagaimana...?? hemmm?? mau lebih dari ini?? " bisik lembut Eli menawarkan
Cherly hanya terdiam kaku dengan tenggorokan berusahaan menelan air liur,
Eli menjilat telinga Cherly
"Aaarrghhhh!! ". Merasakan sensitif begitu geli membuat Cherly mengeluh desah.
Eli terus menjilat telinga Cherly hingga gigit dengan lembut, lalu kecup wajah pipi Cherly. Eli ingin sekali memiliki Cherly seutuhnya rasa bergejolak hasrat semakin kuat untuk terus jelajahi tubuh Cherly yang ramping sexy, Eli tidak bisa menahan diri, dengan nafas berat berlahan mencium bibir Cherly, bermain dengan gairah, lidah beradu nikmat tanpa henti dari keheningan malam
Kini Cherly terbaring di atas kasur sambil bercumbu, Eli di atasnya dengan gairah, Eli melepaskan ciuman bergegas mencium leher kiri dengan lembut.
Jari-jari kaki bergerak menggeliat ngeluh seakan-akan gemetar, Cherly terus berdesah nikmat dengan rintihan getar. Tangan kiri meremas seprei kasur dengan kuat. Eli terus mencium tanpa henti setiap inci demi inci tangan kanan berada di pergelangan tangan kanan menahan rintihan hebat nikmat
hai kak, mampir juga di novelku ya,😊