NovelToon NovelToon
Dendam Putri Yang Tertukar

Dendam Putri Yang Tertukar

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: Arjunasatria

Sejak bayi, Lin Yuxin ditukar demi kemewahan anak keluarga Chen... Chen Ruoxi. Bertahun-tahun disiksa di rumah orang asing, dia akhirnya kembali ke keluarga kandungnya, hanya untuk difitnah habis-habisan oleh Chen Ruoxi yang iri pada kecantikan Lin Yuxin, apalagi saat Kaisar menjodohkannya dengan Putra Mahkota Li Chen... Sifat iri nya semkin menjadi. Lin Yuxin dituduh wanita murahan sekaligus dalang percobaan racun, Lin Yuxin yang tak mampu membela diri pun dijatuhi hukuman mati... sementara pelayan setianya, Xiao Yan, dibungkam selamanya oleh Chen Ruoxi.

Namun takdir memberinya kesempatan kedua. Lin Yuxin bangkit kembali tepat di hari dia pertama menginjak rumah keluarga aslinya, membawa ingatan penuh tentang kehidupannya yang lalu. Kali ini, dia bersumpah, setiap fitnah akan dibalas, dan Xiao Yan tak akan mati lagi untuknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arjunasatria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15

Seorang pejabat istana melangkah masuk, diikuti dua pengawal berbaju zirah. Dia membawa gulungan sutra kuning bersegel naga emas, lambang titah kaisar.

Lin Boqing segera turun dari kursinya, berlutut di tanah. "Hamba Lin Boqing menyambut titah Yang Mulia."

Seluruh penghuni rumah, termasuk Nyonya Su, Zhaoyi, Ruoxi, dan Yuxin, ikut berlutut serempak. Hanya suara angin dan gemerisik jubah yang terdengar di halaman yang tadi ramai.

Pejabat istana itu membuka gulungan sutra dengan gerakan khidmat, lalu membacanya dengan suara lantang.

"Titah Kaisar: Diketahui bahwa keluarga Lin, pejabat setia kekaisaran. Demi mempererat hubungan antara keluarga bangsawan dan istana, serta menghormati kesetiaan keluarga Lin selama bertahun-tahun, Yang Mulia berkenan menjodohkan Putra Mahkota Li Chen dengan anak keluarga Lin."

Halaman itu mendadak seperti membeku.

Yuxin merasakan darahnya berdesir. Ini lebih cepat, jauh lebih cepat dari yang dia ingat. Di kehidupan sebelumnya, titah ini baru turun berbulan-bulan setelah pesta penyambutan, tapi sekarang titah itu datang bahkan sebelum pesta penyambutannya digelar.

"Pernikahan akan dilangsungkan setelah masa pertunangan resmi selama enam bulan," lanjut pejabat itu. "Nona keluarga Lin diharapkan hadir ke istana tiga hari lagi untuk upacara penerimaan gelar resmi sebagai calon putri mahkota."

Gulungan itu digulung kembali. Pejabat itu menatap ke arah orang-orang yang masih berlutut. "Tuan Lin, silakan maju menerima titah ini."

Lin Boqing bangkit perlahan, melangkah maju dengan kepala tertunduk sopan. Dia menerima gulungan sutra itu dengan kedua tangan, membungkuk dalam-dalam.

"Hamba menerima titah Yang Mulia dengan penuh hormat."

Setelah utusan istana beranjak pergi bersama pengawalnya, Lin Boqing masih terdiam memandangi gulungan sutra di tangannya. Wajahnya yang biasa tegang kini dipenuhi kebahagiaan yang sulit disembunyikan.

"Ayah," suara Ruoxi memecah keheningan, nadanya penuh keraguan yang dibuat-buat, "titah itu hanya menyebut 'anak keluarga Lin', bukan?"

Lin Boqing menoleh. "Memang begitu bunyinya. Tapi tentu saja yang dimaksud adalah Yuxin, putri asli keluarga Lin."

"Aku hanya khawatir, Ayah," Ruoxi melanjutkan, menunduk seolah tidak tega mengatakannya. "Yuxin baru saja kembali dari pelosok desa. Dia belum tahu etiket istana, belum terbiasa dengan tata krama kalangan atas, bahkan mungkin belum lancar membaca. Ini menyangkut kehormatan keluarga Lin di depan seluruh istana. Kalau sampai dia membuat kesalahan di hadapan Yang Mulia, bukan hanya dia yang akan dipermalukan."

Nyonya Su mengerutkan kening, tampak mempertimbangkan kata-kata itu.

"Karena itu," lanjut Ruoxi, mengangkat wajahnya perlahan, matanya berkaca-kaca seolah baru saja mengambil keputusan yang berat, "biarkan aku saja yang menghadap istana menggantikan Yuxin. Aku sudah bertahun-tahun dibesarkan di sini, aku paham etiket, sastra, dan seni yang biasa dibicarakan kalangan atas. Aku tidak ingin nama keluarga Lin tercoreng hanya karena kita terburu-buru mengirim orang yang belum siap."

Halaman itu hening sejenak. Semua mata kini tertuju pada Yuxin, menunggu bagaimana dia akan menjawab tawaran yang dibungkus rapi sebagai pengorbanan itu.

Yuxin menatap Ruoxi lama sebelum menjawab, wajahnya tenang tanpa sedikit pun rasa terancam.

"Terima kasih atas niat baikmu, Ruoxi," ucapnya akhirnya, suaranya lembut namun mantap. "Tapi titah itu turun tepat setelah kabar kepulanganku sampai ke istana. Rasanya terlalu kebetulan kalau yang dimaksud bukan aku."

Semua mata beralih pada Lin Boqing, menunggu keputusannya.

Lin Boqing terdiam cukup lama, jarinya mengetuk pelan di atas gulungan sutra yang masih dipegangnya. Kebahagiaan yang tadi memenuhi wajahnya perlahan bercampur dengan kegelisahan.

"Yuxin memang baru beberapa hari di rumah ini," ucapnya akhirnya, lebih kepada dirinya sendiri. "Ruoxi ada benarnya soal etiket dan tata krama. Ini bukan perkara kecil. Kalau sampai ada kesalahan di hadapan istana, bukan cuma memalukan keluarga, tapi bisa dianggap tidak menghormati Yang Mulia sendiri."

Ruoxi melihat celah itu dan segera bergerak, berbalik pada Nyonya Su, memegang lengannya erat-erat.

"Ibu, tolong bicara pada Ayah," rengeknya, suaranya bergetar penuh harap. "Biarkan aku yang menghadap ke istana. Aku sudah siap sejak lama. Aku tidak ingin Yuxin terbebani, dan aku tidak ingin ada yang salah di depan Yang Mulia."

Nyonya Su menatap putrinya, hatinya jelas goyah melihat wajah memelas itu. "Suamiku, mungkin Ruoxi benar. Dia sudah lebih terbiasa dengan segala macam etiket istana."

Yuxin memperhatikan semua ini dengan tenang, menunggu waktu yang tepat.

"Ruoxi," ucapnya akhirnya, suaranya lembut namun cukup tajam untuk memotong rengekan itu, "bukankah kau sudah punya Tuan Muda Shen Yifan?"

Ruoxi terdiam, tangannya masih mencengkeram lengan Nyonya Su.

"Kalau kau yang menghadap istana dan diterima sebagai calon Putri mahkota," lanjut Yuxin, "bagaimana dengan pertunanganmu dengan Tuan muda Shen? Apa kau berniat memutuskannya begitu saja, demi posisi yang bahkan belum tentu jadi milikmu?"

Pertanyaan itu jatuh telak. Nyonya Su menoleh cepat pada putrinya, dan untuk pertama kalinya, ada keraguan yang jelas terlihat di matanya.

"Ruoxi," ucap Nyonya Su pelan, "benar juga. Kau sudah bertunangan dengan Yifan. Kalau kau maju menggantikan Yuxin, bagaimana nasib pertunangan itu?"

Wajah Ruoxi memucat. Dia tidak menyangka kalimatnya sendiri akan berbalik menyerangnya secepat ini.

"Aku bisa memutuskan pertunangan itu kalau memang untuk kepentingan keluarga, Ibu," jawabnya buru-buru, meski suaranya sendiri terdengar goyah.

"Memutuskan pertunangan bukan perkara kecil, Ruoxi," sela Lin Boqing, alisnya berkerut dalam. "Keluarga Shen bukan keluarga sembarangan. Kalau kau memutuskannya sepihak hanya untuk mengejar posisi yang belum pasti, itu bisa mencoreng nama baik keluarga kita di mata keluarga Shen."

Ruoxi terdiam, tidak punya jawaban lagi.

Lin Boqing menghela napas panjang, seolah baru saja terbebas dari kebingungan yang sempat menyelimutinya. "Yuxin benar. Ruoxi sudah punya ikatan sendiri. Tidak elok kalau kita mengorbankan satu ikatan demi ikatan lain yang belum pasti."

Dia menoleh pada Yuxin. "Kau akan menghadap istana tiga hari lagi. Zhaoyi, ajari adikmu etiket dasar hari ini juga. Panggil juga guru etiket terbaik di kota."

Ruoxi berdiri kaku, wajahnya pucat pasi, menyadari bahwa dia baru saja mengalahkan dirinya sendiri dengan lidahnya.

1
Adi Sudiro
lama" muak ama ni cerita drama yg di ulang ulang ujung " nya matanya pada picek menjijik kan wassalam lah ku kira cerita nya agak lain dari yg lain ternyata sama saja alurnya..
Dessy C: Maaf ya akak kalau tidak sesuai harapan 🙏... terimakasih atas masukannya nanti akan di perbaiki ke depan nya 🙏🥰
total 1 replies
Yeni Astriani
saya kecewa sama Li cen sbg Putra Mahkota yang tidak mampu melindungi Putri Mahkota dr persengkokolan jahat Permaisuri Xuan terlalu mudah kena tipu daya Gu Yueran
kymlove...
selalu diam dan mengamati, sehingga telat untuk membela diri.... entah kenapa yuxin ini mengamati situasi terlalu lama, seakan berhati-hati sekali, tapi dengan selalu lama dalam mengambil tindakan terkesan membiarkan masalah terlalu terlambat untuk di selesaikan!
Dessy C: makasih akak masukan nya 🙏🥰
total 1 replies
Adi Sudiro
perkumpulan wanita culas.... 🤭🤭🤭
Adi Sudiro
lah kan memang bukan putri keluarga lin... lawak nih tuan besar... 🤭🤭
Dessy C: makasih akak komemn nya 🙏🫰
total 1 replies
kymlove...
bagus!! jika ruoxi masih tak tau diri.. dan tetap gak sadar diri...!! emang bener 2 benalu abadi sih ini!!
kymlove...
bilang aja jujur yuxin kalau ruoxi memberi mu hanfu sampah!!!
kymlove...: semangat trz kk🥰
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!