NovelToon NovelToon
My Ex Brother In Law

My Ex Brother In Law

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Terlarang / Beda Usia
Popularitas:890
Nilai: 5
Nama Author: MeNickname

Rasa yang tidak seharusnya ada itu kian tumbuh pada Carol, dari sebuah kekaguman berubah menjadi cinta. Carol mengubur semua itu dalam-dalam karena cinta itu tidak akan pernah bisa dia gapai. Sampai suatu hari dimana ternyata semesta seperti memberinya sebuah kesempatan. Dan Carol tidak mau menyia-nyiakannya, dia berjuang mendapatkan sesuatu yang sebelumnya terasa sangat mustahil itu. Dia mengambilnya meski harus menghadapi banyaknya sudut pandang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MeNickname, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22

Sementara itu dari dalam lift terlihat Helena dan Calie berjalan bergandengan. Ini adalah kunjungan pertama mereka setelah Carol memutuskan untuk bekerja bersama mantan kakak iparnya.

Senyum di wajah mereka merekah karena bahagia. Mereka sengaja datang ke kantor untuk memberi kejutan sekalian mengantar makanan kesukaan Carol untuk makan siang.

"Kita ke ruangan Andrew saja, ya." saran Helena.

"Baik, Mam."

Karena takut mengganggu sebelum masuk Calie mengetuk pintu terlebih dahulu, sampai akhirnya pintu itu dibuka dari dalam oleh Sean.

Carol menatap pintu sambil menetralkan ekspresi, dia berpura-pura terkejut saat melihat ibu dan kakaknya datang menemuinya.

"Mami? Kakak?" matanya melotot seolah tidak percaya, sebelum akhirnya dia berlari memeluk keduanya.

"Aku sangat merindukan kalian."

Helena dan Calie tersenyum senang, ketiga wanita itu berpelukan. Berbeda dengan Andrew dan Sean yang saling melempar tatapan yang entahlah.

Carol melepaskan pelukannya dan kemudian memprotes.

"Kalian datang kesini kenapa gak bilang dulu? Padahal kan aku bisa jemput."

"Sengaja, biar kejutan." balas Helena. Wanita tua itu kemudian menatap mantan menantunya yang sedang berdiri menatap mereka.

"Andrew, apa kabarmu?" tanyanya lembut, seperti biasa.

"Aku baik, Nyonya." Andrew mengulurkan tangannya dan mencium tangan mantan mertuanya yang mungkin juga akan segera menjadi mertuanya lagi.

Helena tersenyum senang, dari dulu Andrew ini memang tidak pernah berubah, dia begitu hormat padanya. Wanita tua itu kemudian menatap Sean yang sedari tadi berdiri menonton interaksi mereka.

"Dia Sean, sepertinya Nyonya sedikit melupakannya." ucap Andrew yang berusaha membaca raut wajah mantan mertuanya.

"Sean? Ya, aku baru ingat. Dia sepupumu bukan?" Helena tertawa. Tentu mentertawai dirinya sendiri yang sudah mulai pelupa ini.

Sama seperti Andrew, Sean juga mencium tangan wanita tua itu sebagai tanda hormat.

"Betul sekali. Apa kabar Nyonya?"

"Cukup baik, sudah lama sekali ya sejak terakhir kali kita bertemu."

"Cukup lama, Nyonya." Sean terkekeh, kemudian dia mengalihkan tatapannya pada salah satu wanita yang pernah mengisi kehidupan sepupunya, siapa lagi kalau bukan Calie.

"Calie, apa kabar?" sapanya sembari mengulurkan tangan.

Calie tersenyum tipis, dia menerima jabatan tangan Sean, "Aku baik, ku pikir kau sudah tidak bekerja disini."

"Mana mungkin, Andrew sangat membutuhkanku disini."

"Ya, kau benar." lagi-lagi Calie tersenyum, dia menatap Andrew yang sedang berdiri tidak nyaman.

"Bagaimana adikku? Apa dia sangat menyusahkan?"

"Ah.. itu, tentu saja tidak. Dia bekerja sangat baik disini."

"Benarkah?"

"Ya, tentu. Bahkan sekarang dia sudah aku angkat menjadi sekertaris pribadiku."

"Oh, waw. Kau serius? Ya ampun selamat ya, Carl."

Carol tersenyum kaku, "Terima kasih, Kak!"

"Kau hebat, Carl. Tidak sia-sia Mami menginjinkanmu ikut kerja bersama Andrew."

Helena dan Calie nampak tersenyum bangga.

"Kurasa lebih baik kita duduk ya. Tidak baik kan Nyonya Helena berdiri lama-lama. " ucap Sean mencairkan suasana.

"Oh tentu, iya iya silahkan duduk." Andrew mempersilahkan.

Yang akhirnya ketiga wanita itu duduk bersama di atas sofa, sementara Sean malah berpamitan untuk kembali ke ruangannya.

Disana Helena mulai asyik mengeluarkan beberapa menu kesukaan Carol dari restorannya, dia menyodorkan semuanya pada Carol untuk memilih. Tak lupa dia juga membawakan makanan lain untuk Andrew.

Namun tiba-tiba atensi mereka teralihkan saat Calie bersuara.

"Andrew, ada apa dengan bajumu? Terlihat berantakan sekali, apa kau datang ke kantor dengan terburu-buru? Setahuku kau ini orang yang sangat perfeksionis mengenai penampilan."

deg.

1
MamDeyh
Duda gk zelaaas
MamDeyh
Ribet bgt sih.. Tinggalin aja. Ngapain jg jd merendahkan diri buat cowok.😒
Ruwi Yah
menarik alur ceritanya semangat updatenya kak
Ruwi Yah
sebagai atasan kamu harus tegas ndrew jangan sampai sikapmu disalah artikan oleh sekretaris seksimu
Ruwi Yah
sekali kali jual mahal dikit Carl
MamDeyh
Km jd kelihatan murahan dg begitu.. Kalo mau membuktikan dia apakah ada perasaan dg pergi menjauh. Bukan kek wanita ...😒
Ruwi Yah
masih nyimak alur ceritanya
Ruwi Yah
lanjut
Ruwi Yah
Terima kasih upnya kak
MamDeyh
Lanjuut
Ruwi Yah
mampir kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!