NovelToon NovelToon
SANG PENGUKIR JIWA

SANG PENGUKIR JIWA

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:474
Nilai: 5
Nama Author: Bajing33

Ji Ming, murid luar Sekte Puncak Elang Hitam yang dianggap sampah karena "Meridian Kosong" — kondisi langka yang membuatnya tak bisa merasakan qi seperti kultivator normal — ditugaskan menjaga Makam Terlarang di pinggiran sekte: tempat relik-relik Perang Boneka Jiwa, bencana ratusan tahun lalu yang nyaris menghancurkan seluruh dunia kultivasi, disegel selamanya.
Saat Hari Peringatan Perang Boneka, segel melemah. Ji Ming menemukan ruang tersembunyi berisi fragmen kesadaran terakhir seorang Grandmaster Pengukir Jiwa — bukan reinkarnasi, hanya sisa tekad yang nyaris punah, cukup untuk mewariskan Manual Sang Pengukir Pertama sebelum lenyap selamanya. Meridian Kosong yang selama ini dihina ternyata justru syarat paling langka untuk jalur ini: kekuatan dari jiwa, bukan qi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bajing33, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23: Nyonya Rui

Pertemuan diam-diam itu berlangsung di sebuah gudang kayu tua milik guild pengukir, jauh dari pandangan umum, hanya diterangi beberapa lentera minyak yang menciptakan bayangan panjang di antara tumpukan kayu belum jadi.

Nyonya Rui ternyata jauh lebih muda dari yang Ji Ming bayangkan—wanita berusia sekitar empat puluhan dengan rambut diikat rapi dan tangan penuh bekas luka kecil khas seorang pengrajin berpengalaman, matanya tajam menilai setiap orang di ruangan itu satu per satu sebelum akhirnya berhenti pada Xiao Mu yang duduk di pangkuan Ji Ming.

"Old Bo tidak pernah membawa masalah sebesar ini ke depan pintuku sebelumnya," katanya, suaranya tegas namun tidak bermusuhan. "Jadi aku akan mendengarkan. Tapi aku memperingatkan kalian semua—Perhimpunan Pengrajin punya banyak mata dan telinga, tidak semuanya bisa dipercaya sepenuhnya."

Tetua Feng telah membekali mereka dengan salinan penting dari arsip lembah sebelum mereka berpisah, dan kini Su Mei mengeluarkannya dengan hati-hati, meletakkannya di atas meja kayu kasar di antara mereka.

"Ini bukti tertulis tentang sejarah sebenarnya Perang Boneka Jiwa," Su Mei menjelaskan, "termasuk catatan tentang siapa yang benar-benar bersalah, dan siapa yang menjadi korban salah tuduh. Dan ini—" ia menunjuk sebuah dokumen lain, "—catatan tentang ekspedisi tiga puluh tahun lalu, ditandatangani oleh beberapa anggota tim yang selamat sebagian, sebelum akhirnya semua tewas kecuali satu orang."

Nyonya Rui membaca dokumen-dokumen itu dengan saksama, wajahnya semakin serius seiring setiap halaman yang ia balik. Ketika akhirnya ia mendongak, tatapannya tertuju langsung pada Tetua Kang yang duduk diam di sudut ruangan, wajahnya tertunduk menahan malu yang jelas.

"Dan kau," katanya, "adalah 'satu orang' yang dimaksud dalam dokumen ini."

"Ya," Tetua Kang menjawab pelan, tak mencoba membela diri sedikit pun. "Aku telah menyembunyikan kebenaran ini selama tiga puluh tahun, dan memburu pemuda tak bersalah ini karena takut kebenaran itu terbongkar. Aku datang sekarang bukan untuk meminta pengampunan, tapi untuk memperbaiki apa yang bisa kuperbaiki."

Ruangan itu hening cukup lama, hanya suara lentera berdesis pelan yang mengisi kesunyian.

"Kenapa aku harus percaya ini bukan sekadar cerita yang dibuat untuk menyelamatkan reputasi sekte kalian?" Nyonya Rui akhirnya bertanya, matanya tajam menilai.

"Karena boneka ini nyata," Ji Ming berkata, mengangkat Xiao Mu sedikit lebih tinggi agar cahaya lentera menerangi mata kayu kecil itu yang berpendar hijau lembut. "Dan aku bisa menunjukkan padamu bagaimana seni ini bekerja, kalau kau bersedia melihatnya sendiri—bukan sekadar cerita, tapi kenyataan yang bisa kau saksikan langsung."

Nyonya Rui menatap Xiao Mu lama, dan sesuatu di wajahnya yang tegas mulai melunak sedikit—rasa ingin tahu seorang pengrajin sejati yang jarang mendapat kesempatan menyaksikan keahlian selangka ini.

"Baiklah," katanya akhirnya. "Aku akan membantu mengatur pertemuan dengan beberapa perwakilan guild lain yang kupercaya, dan mungkin, kalau bukti ini cukup meyakinkan, kita bisa mengirimkan surat resmi kepada Dewan Aliansi Sekte yang meminta investigasi ulang secara independen—sesuatu yang jauh lebih sulit diabaikan dibanding pengakuan sepihak seorang tetua sekte saja."

"Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengatur itu?" Yun Xia bertanya.

"Tiga hari, mungkin empat, untuk mengumpulkan perwakilan yang tepat tanpa menimbulkan kecurigaan berlebihan." Nyonya Rui menatap mereka satu per satu lagi. "Tapi aku harus memperingatkan kalian—begitu kabar ini mulai menyebar di kalangan guild, tidak ada jaminan itu akan tetap rahasia lama. Kalian harus tetap waspada selama beberapa hari ke depan."

Saat mereka akhirnya meninggalkan gudang tua itu menuju penginapan mereka melalui jalan-jalan kota yang mulai sepi oleh malam, Ji Ming merasakan campuran harapan dan ketegangan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya—untuk pertama kalinya, ada jalan yang jelas menuju pemulihan namanya, tapi jalan itu masih dipenuhi bahaya yang belum sepenuhnya mereka pahami.

Di kejauhan, tak terlihat oleh siapa pun dalam rombongan kecil itu, sepasang mata mengawasi dari balik jendela gelap sebuah bangunan tinggi.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!