NovelToon NovelToon
Gulungan Dewa Naga 2

Gulungan Dewa Naga 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:12.1k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Season kedua ini akan berfokus pada persiapan Yang Zhen dalam menghadapi ancaman invasi skala penuh dari Sekte Pedang Langit ibu kota yang berniat merebut energi Jiwa Iblis Darah Kuno.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31

Prang.

Sebuah guci antik bernilai ratusan ribu koin emas hancur berkeping-keping menghantam dinding aula Sekte Pedang Langit.

Master Sekte Jian Tian berdiri dengan napas memburu, menatap hancurnya guci itu dengan sisa satu matanya yang menyala penuh kebencian.

"Kalian bilang padaku bahwa jenderal terbaik kita kembali ke sini dengan cara merangkak?!" raung Jian Tian dengan suara menggelegar.

Di bawah tangga singgasana, belasan tetua tingkat Bumi dan Langit awal berlutut gemetar ketakutan menatap lantai.

"B-benar, Master Sekte," lapor seorang tetua tua dengan keringat dingin mengucur deras di keningnya.

"Jenderal Zhao kehilangan kedua tempurung lututnya dan artefak pelindungnya hancur menjadi debu tanpa sisa."

Jian Tian mengusap perban tebal di mata kanannya yang masih berdenyut menyakitkan akibat serangan jarak jauh Yang Zhen semalam.

Rasa sakit fisik di matanya dan hancurnya proyeksi jiwa miliknya membuat kebanggaan sang penguasa ibu kota itu benar-benar terinjak-injak habis.

"Pemuda perbatasan itu telah mempermalukan sekte kita hingga ke akar-akarnya," desis Jian Tian dengan nada sangat mematikan.

"Jika kita tidak meratakan Kota Awan Merah hari ini juga, seluruh benua utara akan menertawakan kita tanpa henti."

Pria paruh baya itu melangkah menuruni tangga pualam dengan jubah peraknya yang berkibar tertiup angin aura kemarahannya.

Srak srak.

"Kumpulkan seluruh murid elit dan tetua tempur sekte ini sekarang juga tanpa terkecuali," perintah Jian Tian dengan keputusan mutlak.

"Kita akan berangkat menuju utara membawa lima puluh ribu pasukan bersenjata lengkap untuk melakukan pembantaian."

Tetua yang melapor tadi langsung mendongakkan kepalanya dengan wajah terkejut setengah mati.

"Lima puluh ribu pasukan? Itu berarti kita meninggalkan ibu kota tanpa penjagaan sama sekali, Master Sekte!" protes tetua tersebut secara refleks.

Jian Tian langsung mencekik leher tetua itu menggunakan energi spiritual dari jarak jauh hanya dengan mengulurkan tangannya.

Krak.

"Aku tidak meminta pendapatmu, Kakek Tua," ancam Jian Tian mengangkat tubuh tetua itu ke udara.

"Lakukan perintahku sekarang, atau kau akan menyusul Jenderal Zhao menjadi sampah cacat."

Pria itu melempar tubuh tetua tersebut ke sudut ruangan seperti melempar boneka rusak.

Bruk.

Jian Tian kemudian menoleh ke arah seorang pria berjubah hitam yang sedari tadi bersembunyi di balik pilar aula.

"Tuan Necromancer, apakah peliharaan istimewa kita sudah siap untuk dibawa berburu?" tanya Jian Tian dengan senyum licik yang mengerikan.

Pria berjubah hitam itu melangkah maju sambil mengelus sebuah tongkat yang terbuat dari tulang manusia asli.

Kriet.

"Naga Tulang Raksasa sudah kelaparan selama seratus tahun di bawah tanah sekte kita, Master," jawab pria itu dengan suara serak.

"Monster ini tidak memiliki organ dalam, tidak memiliki darah, dan tidak terpengaruh oleh tarikan gravitasi fisik secara normal."

Jian Tian tertawa keras membayangkan kehancuran yang akan menimpa lawannya sebentar lagi.

Hahaha.

"Bagus sekali," puji Jian Tian mengepalkan tinjunya dengan sangat erat.

"Pemuda itu sangat sombong dengan sihir gravitasinya, mari kita lihat apakah dia bisa menekan monster yang kebal terhadap hukum fisika."

Di sisi lain benua utara, matahari siang bersinar terik menyinari Istana Penguasa Kota Awan Merah.

Yang Zhen sedang duduk santai di teras aula utama, menikmati sepiring anggur hijau yang disuapkan langsung oleh Su Lin.

Nyam.

"Anggur ini terasa jauh lebih manis setelah kita memenggal kepala beberapa pengkhianat semalam," komentar Yang Zhen dengan senyum arogan.

Su Lin hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan suaminya yang selalu terlihat santai di tengah krisis besar.

"Pasukan mata-mata bayangan kita baru saja mengirimkan laporan darurat dari perbatasan, Yang Zhen," lapor Su Lin meletakkan piring anggur itu.

"Ibu kota telah menggerakkan puluhan ribu pasukan menuju kota kita, dan mereka membawa sesuatu yang sangat besar di barisan belakang."

Mulan dan Wang Hao yang sedang berlatih tanding di pelataran istana langsung menghentikan gerakan mereka.

Sring.

"Sesuatu yang sangat besar? Apakah mereka membawa gajah perang raksasa?" tebak Wang Hao mengusap keringat di kepalanya yang botak.

Mulan menyarungkan pedang kayunya dan menatap rekannya itu dengan raut kesal.

"Gajah perang tidak akan membuat mata-mata kita mengirimkan peringatan tingkat merah, Bodoh," tegur gadis tomboi tersebut.

Yang Zhen berdiri dari tempat duduknya dan berjalan perlahan mendekati tepi teras.

"Gajah perang terlalu berharga dan mahal untuk dikorbankan oleh mereka," ucap Yang Zhen memandang lurus ke arah gerbang yang masih rusak.

"Mereka pasti membawa senjata rahasia yang kebal terhadap tekanan ruang, kemungkinan besar adalah makhluk mayat hidup."

Leluhur Ye dalam wujud golem bajanya berjalan mendekat dengan langkah besi yang sangat berat.

Kriet kriet.

"Tuan Yang Zhen benar, ibu kota memiliki sebuah Naga Tulang peninggalan era kegelapan masa lalu," jelas Leluhur Ye dengan nada sangat khawatir.

"Makhluk itu terbuat dari tulang-belulang binatang iblis tingkat tinggi yang disatukan menggunakan sihir hitam secara paksa."

1
mbono keling
💪👍💪👍💪👍💪💪
Predi Siswanto
agak membosan kan sampai sekarang cuman berkutat disatu kota
DD
kok diulang Thor 😅
iwakali
RoboCop
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Jlebz 🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Clink 🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Waooow jlebz 🔥🌽
Yan Panungkek
lanjutkan karyanya author kami tunggu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!