NovelToon NovelToon
Dendam Yang Salah (Sang Bos)

Dendam Yang Salah (Sang Bos)

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:311
Nilai: 5
Nama Author: shkira

Sebuah pertemuan yang tidak terduga terjadi pada Mariana purnama, yang akan mengubah hidup nya, akibat salah sasaran kebencian dan juga dendam dari seorang bos mafia, yang di kenal sebagai Hansen Deen.yang punya pengaruh dan kuasa besar di negara A.


pertemuan yang awalnya tidak di sengaja untuk Ana malah menjadi pertemuan yang akan membawa nya dalam masalah besar untuk hidup nya.

SELAMAT MEMBACA ,SEMOGA TERTARIK😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shkira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPS 23

Malam itu Ana duduk di ruang makan menunggu makan malam di hidangkan. sejak pagi ia tidak melihat Hansen di mansion nya dan juga ia tidak mengatakan apapun saat pergi.

Seorang pelayan datang membawa beberpa hidangan untuk di makan.

Ana mencoba bertanya pada pelayan itu tentang keberadaan Hansen. "Apa kamu tau Hansen pergi ke mana?" Tanya nya. Datar.

"Tuan Hansen, pergi ke kantor nya, nyonya!"

Ana mengangguk pelan " Apa biasa nya dia belum kembali jam segini?" Tanya nya lagi, melihat jam dinding yang menunjukan pukul 8 malam.

Pelayan itu kebingungan untuk menjawab, sebab biasa nya Hansen jarang pulang ke mansion jadi ia agak kesulitan untuk menjelaskan nya.

Ana mengernyit bingung menatap pelayan itu, "Ada apa?"

"Emm.. itu nyonya, sebenar nya tuan jarang sekali pulang ke mansion!" Jelas nya,

Ana tertegun kaget, ia meminta pelayan itu menceritakan kegiatan apa saja yang biasa Hansen lakukan di mansion milik nya.

Pelayan itu malah panik ketakutan, sebab ia takut jika mengatakan semua kegiatan tuan nya selama ini pada istri nya. Itu akan menjadi bencana besar untuk nya. Karena ada sebagian kisah yang mungkin belum istri tuan nya ketahui tentang Mendiang kekasih tuan nya dulu. Dan juga ada beberpa wanita yang pernah di bawa ke mansion nya beberpa kali.

"Katakan saja tidak papa, Aku hanya ingin tahu sedikit! " Ucap ana datar.

. Pelayan itu meremas ujung baju nya dengan gugup sampai keringat dingin.

"Sebenar nya.. tuan tidak banyak melakukan apapun ketika berada di mansion. Dia hanya.. ya hanya istirahat!" Ucap nya. Bohong.

Ana bisa melihat pelayan itu menutupi hal-hal buruk tuan nya. "Apa dia pernah membawa seseorang wanita kesini?" Tanya ana. Membuat pelayan itu tersentak mundur Dengan wajah pucat.

Ana mengerti setalah melihat reaksi pelayan itu.

"Baiklah tidak perlu di bahasa lagi, kamu bisa kembali!" Lanjutnya, kasihan.

Pelayan itu bergegas pergi dari hadapan Ana , takut jika ia mendesak nya mengatakan sesuatu yang seharus nya tidak boleh di katakan.

Meski saat ini perasaan marah Ana pada Hansen masih membekas. Namun cinta nya terhadap hansen, tetap tertanam. Perlahan ia bisa menerima kenyataan jika saat ini Ia sudah menjadi istri nya dan akan mulai memaafkan kesalahan Hansen di masa lalu, yang pernah menipu cinta nya.

Selain itu jika ia ingin berontak semua pun akan sia-sia ia tidak akan pernah bisa lari dari sisi Hansen, yang terlalu obsesi pada diri nya, jadi ia lebih memilih mengalah pada ego nya.

Karena sangat ingin tahu semua tentang Hansen, yang tidak pernah ia ketahui Ana bergegas pergi ke kamar. Ia tidak jadi makan malam karena penasaran tentang kehidupan Hansen yang selama ini tidak ia ketahui. Juga ia ingin tahu tentang dendam yang di miliki Hansen. Yang dulu pernah salah sasaran terhadap diri nya.

Ana menggeledah lemari pakaian milik Hansen, mencari sesuatu yang mungkin bisa ia dapat tentang masa lalu Hansen.

Namun setelah menggeledah seluruh kamar ia tidak menemukan apapun.

Ia hanya menemukan gantungan giok kelinci yang pernah Hansen berikan pada nya dulu, ternyata satu tahun lalu. Hansen menyimpan giok kelinci itu.

Ana tersenyum haru, sebab mungkin cinta yang di katakan Hansen pada nya dulu memang nyata. "Aku pikir ini sudah hilang, ternyata dia menyimpan nya," gumam nya, tersenyum kecil, Ia meletakan kembali gantungan giok kelinci di laci lemari. Yang tersimpan rapih di sana.

Perlahan Hati nya mulai kembali terbuka untuk hansen.

Karena tidak menemukan apapun di kamar, ana berhenti mencari. Ia melihat jam sudah menunjukan pukul 09:00 malam. Ia kembali turun menuju ruang tengah. Lalu duduk di sana untuk menunggu Hansen .

Waktu berputar sangat cepat, malam itu Ana menunggu Hansen karena ingin bertanya soal ke salah pahaman satu tahun lalu yang dulu tidak mau ia dengar, karena terlalu kecewa.

Namun saat ini ia ingin dengar langsung penjelasan Hansen, agar ia bisa menghapus rasa kecewa nya yang dalam.

Akan tetapi malam itu Hansen tidak kembali ke mansion nya, sehingga membiarkan ana menunggu sepanjang malam sampai ia tertidur di sofa ruang tengah.

Para pelayan yang melihat Ana tertidur pulas di ruang tengah tidak Bernai membangunkan nya dan hanya memberi nya selimut Agra tubuh nya tetap hangat.

Di sisi lain, Hansen yang masih berada di club malam tidak sadar jika Ana sedang menunggu nya kembali. Rasa bersalah nya terhadap mendiang kekasih nya dulu membuat ia lupa sesaat terhadap ana, yang saat ini mulai membuka hati nya kembali untuk nya.

Ares yang berada di sisi Hansen mencoba untuk menghentikan bos nya, yang sudah minum terlalu banyak alkohol.

"Bos, ini sudah botol ke 10. Jika kamu minum lagi, kamu bisa masuk rumah sakit!" Tahan Ares.

Hansen yang sudah dalam pengaruh alkohol, menarik kasar kerah baju Ares "pergi, jangan halangi aku!" Mendorong kasar.

Ares tidak menyerah menghentikan bos, ia bangkit kembali dan merebut paksa botol bir di tangan Hansen. "Maaf bos, Kamu harus berhenti sekarang!"

Hansen mantap marah pada Ares, mata nya yang tajam membuat Ares takut, namun ia tetap harus menghentikan nya.

Dengan kasar Hansen menarik kerah baju Ares, "bukankah kamu terlalu mengatur ku, Ares!" Ucap nya dingin.

"Bos, aku tidak bermaksud begitu, aku hanya khawatir jika nona Ana melihat mu pulang dengan kondisi seperti ini. Bagiamana kamu menjelaskan pada nya!" Jelas Ares.

Hansen tertegun sadar ketika mendengar nama Ana, perlahan ia melepaskan tangan nya dari Ares. Ia jatuh terduduk di sofa mengusap kasar wajah nya.

Ia lupa jika ana berada di sisi nya saat ini.

Ares bernafas lega ketika melihat bos nya, tersadar kembali. Ia tidak menyangka jika Ana telah menjadi sosok segala nya untuk bos nya, hanya dengan menyebut nama nya saja, sudah membuat Hansen melemah dari ego nya yang besar.

.

.

.

.

Bersambung....

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!