NovelToon NovelToon
Langgur: Peti Emas Di Bawah Pohon Keramat Revan

Langgur: Peti Emas Di Bawah Pohon Keramat Revan

Status: tamat
Genre:Horor / Penyelamat / Reinkarnasi / Tamat
Popularitas:152
Nilai: 5
Nama Author: Una Lam

Desa Langgur gempar. Tanah yang sudah basah, sumur berubah air merah, dan galian di bawah pohon mangga menemukan sesuatu yang seharusnya tidak ditemukan.

Ara tidak tahu, di bawah rumahnya ada tambang, di bawah pohon keramat Revan ada peti emas berdarah yang dijaga arwah leluhur.

Sejak peti itu dibuka, teror datang. Rumah Ara dibakar, sidang adat di kota, dan Langgur harus merdeka dari kutukan.

Pohon Revan yang tidak mau mati itu menuntut tumbal.

Apa isi peti emas di bawah akar itu? Dan kenapa bayi Revani bisa melihat Revan?

Kisah horor thriller tanah Maluku yang bikin merinding dari Bab 1 sampai Bab 35 Tamat!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Una Lam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32 Ara Di Lamar

Dua tahun kemudian, Langgur 2031.

Ara sekarang sudah 26 tahun, sudah 2 tahun jadi Kepala Desa Langgur, Langgur sekarang sudah punya 40 rumah batu bata, sudah ada listrik 24 jam dari PLTS bantuan pemerintah, tidak pakai genset lagi, Pohon Revan Baru tingginya sudah 10 meter, besar sekali, jadi ikon desa Langgur, banyak turis dari Tual dan Ambon datang foto di bawah Pohon Revan Baru dan Tugu Revan dan museum peti emas.

Bayi Revani sekarang sudah bukan bayi lagi, sudah umur 2 tahun 7 bulan, sudah bisa lari-lari, sudah bisa ngomong lancar, tapi anehnya, sejak umur 2 tahun, Revani sudah tidak bisa lihat Revan lagi, sudah tidak pernah bilang "Van Van" lagi, sudah tidak pernah dapat bunga mangga putih lagi. Seperti kata Ara dulu, kalau sudah besar, hati tidak sebersih bayi lagi, jadi tidak bisa lihat hantu baik lagi.

Ara masih menjomblo, belum menikah, fokus jadi Kepala Desa. Banyak pemuda Langgur dan Tual yang suka sama Ara karena Ara cantik, pintar, dan Kepala Desa perempuan pertama, tapi Ara tolak semua, karena dia masih simpan kalung batu R dan A di lehernya dan jaket hitam Revan di rumah dinasnya.

Sampai suatu hari, datang guru baru dari Ambon untuk ngajar di SMP Langgur yang sekarang sudah jadi 4 kelas.

Namanya Kak Firman, umur 28 tahun, tinggi, kulit sawo matang, pintar, lulusan Universitas Pattimura Ambon jurusan Sejarah, hobinya baca sejarah Maluku.

Firman pertama kali datang ke Langgur dan lihat Tugu Revan dan museum peti emas dan Pohon Revan Baru 10 meter, dia langsung jatuh cinta sama sejarah Langgur, bukan jatuh cinta sama Ara dulu, tapi jatuh cinta sama cerita Revan.

Dia setiap hari tanya Ara tentang Revan, tentang peti emas Belanda, tentang Pohon Revan, tentang 80 tahun kutukan, dia catat semua di buku tulisnya untuk dibikin skripsi S2.

Ara yang awalnya risih ditanya-tanya terus tentang Revan, lama-lama jadi senang karena ada orang yang mau dengar cerita Revan sampai detail, bukan cuma warga Langgur yang sudah tahu.

Enam bulan Firman ngajar di SMP Langgur, dia jadi dekat sama Ara, sering bantu Ara urus desa, sering bantu siram Pohon Revan Baru, sering bersihkan Tugu Revan.

Dion dan Siti dan warga Langgur sudah pada godain, "Bu Kades, kapan nikah sama Pak Guru Sejarah? Cocok tuh, Bu Kades dan Pak Guru!"

Ara cuma senyum malu, tapi kalung R dan A di lehernya kadang-kadang terasa berat kalau digodain begitu.

Sampai suatu sore, tepat di hari ulang tahun Pohon Revan Baru yang ke-7 tahun, tanggal 10 Oktober 2031, Firman minta izin ke Pak RT Unus yang sudah tua tapi masih sehat umur 67 tahun, untuk bikin acara kecil di bawah Pohon Revan Baru.

Warga dikumpulkan semua, ada 40 rumah, ada 150 orang, duduk melingkar di bawah Pohon Revan Baru 10 meter yang buahnya lagi banyak, 150 buah mangga besar.

Firman berdiri di depan Tugu Revan batu hitam, dengan baju batik rapi, bawa kotak kecil beludru merah.

Ara dipanggil ke depan, Ara kaget karena tidak tahu ada acara apa, dia pakai baju dinas Kepala Desa sederhana.

Firman berlutut di depan Ara, di depan Tugu Revan, di depan museum peti emas, di depan Pohon Revan Baru, di depan 150 warga Langgur!

"Ara," kata Firman dengan suara gemetar tapi jelas, "Aku datang ke Langgur setahun lalu karena sejarah peti emas. Tapi aku tinggal di Langgur karena kamu. Kamu yang jaga sejarah itu, kamu yang jaga pohon ini, kamu yang jaga tugu ini. Aku sudah baca semua buku harian Revan yang kamu tulis, aku tahu kamu masih simpan jaket hitam dan kalung R dan A. Aku tidak akan minta kamu lupakan Revan, karena Revan adalah pahlawan Langgur. Tapi bolehkah aku jadi penjaga baru yang jaga kamu, seperti Revan jaga Langgur?"

Firman buka kotak beludru merah kecil itu, di dalamnya ada cincin perak sederhana dengan batu biru kecil, bukan batu emas.

"Maukah kamu menikah denganku, Bu Kades Ara?"

Semua warga langsung terdiam! Hening! Bahkan angin pun berhenti! Daun Pohon Revan Baru tidak bergoyang!

Ara kaget, matanya berkaca-kaca, tangannya memegang kalung R dan A di lehernya.

Dia menatap Tugu Revan batu hitam, menatap museum peti emas, menatap Pohon Revan Baru 10 meter yang rindang.

Dia ingat janji Revan di mimpi terakhir 7 tahun lalu, "Jaga Langgur ya, Ra."

Kalau dia menikah, apa dia masih bisa jaga Langgur?

Tiba-tiba, dari atas Pohon Revan Baru 10 meter itu, jatuh satu buah mangga besar, matang, kuning, jatuh tepat di depan kaki Ara dan Firman! Buah itu pecah dan harum!

Dan dari dalam buah mangga yang pecah itu, keluar satu bunga mangga putih kecil! Bunga yang sudah tidak muncul 2 tahun sejak Revani tidak bisa lihat Revan lagi!

Bunga putih kecil itu terbang pelan ditiup angin dan jatuh tepat di atas kotak cincin perak yang dipegang Firman!

Semua warga melihat itu dan bersorak, "ITU RESTU! ITU RESTU DARI REVAN!"

Dion yang gendong Revani yang sekarang umur 2 tahun 7 bulan, teriak, "Itu bunga dari Paman Revan! Paman Revan setuju Bu Kades menikah!"

Ara yang melihat bunga putih kecil di atas kotak cincin itu, menangis bahagia dan mengangguk.

"Iya, Firman, aku mau menikah sama kamu."

Firman langsung berdiri dan pasang cincin perak itu di jari Ara, pas!

Semua warga bersorak keras, "HIDUP BU KADES! HIDUP PAK GURU! SAH! SAH!"

Malam itu pesta besar lagi di bawah Pohon Revan Baru, pesta lamaran, ada 150 buah mangga dibagi, ada papeda besar, ada ikan bakar 100 ekor, ada musik gitar.

Ara duduk di batang Pohon Revan lama yang masih jadi bangku panjang setelah 7 tahun, dengan cincin perak di jari dan kalung R dan A di leher dan bunga mangga putih kecil di tangan.

Dia berbisik ke arah Tugu Revan, "Terima kasih ya, Van, sudah kasih restu lewat bunga. Aku janji, walaupun sudah menikah, aku tetap jaga Langgur. Dan kalung R dan A ini tetap aku pakai, karena ini kenangan kamu."

Angin malam Langgur bertiup pelan dan daun Pohon Revan Baru 10 meter bergoyang pelan, seperti tepuk tangan.

Bayi Revani yang sekarang sudah 2 tahun 7 bulan, yang sudah tidak bisa lihat Revan lagi, tiba-tiba malam itu, untuk pertama kalinya setelah 7 bulan tidak bisa lihat, dia menunjuk lagi ke atas Pohon Revan Baru dan bilang, "Van! Van tepuk tangan!"

Semua warga merinding lagi! Revan datang lagi untuk kasih restu lamaran!

Langgur malam itu terang oleh lampu PLTS 24 jam, terang oleh 150 buah mangga, terang oleh cincin perak baru, dan terang oleh restu dari penjaga yang sudah tenang.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!