NovelToon NovelToon
Rahasia Di Balik Menantu Benalu

Rahasia Di Balik Menantu Benalu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Crazy Rich/Konglomerat / Mafia
Popularitas:9.6k
Nilai: 5
Nama Author: Fery Oktavian

Di mata dunia, Theodore hanyalah "menantu benalu" yang bisanya mencuci piring, mengepel lantai, dan menelan setiap hinaan dari keluarga istrinya tanpa perlawanan. Namun, tidak ada yang tahu bahwa di balik celemek kusamnya, ia adalah Dewa Perang yang ditakuti, Raja Mafia terkuat, dan miliarder pemilik perusahaan raksasa yang sengaja memalsukan kematiannya. Ia menahan semua caci maki hanya demi Yevone, satu-satunya wanita yang setia membelanya di tengah keluarga yang kejam. Namun, ketika keserakahan keluarga mertuanya dan Keluarga Z melewati batas hingga mengancam keselamatan Yevone, Theodore memutuskan sudah waktunya melepas penyamarannya. Dengan sebuah cincin naga hitam usang di jarinya, Theodore bersiap menunjukkan kepada mereka bahwa kemiskinan yang absolut adalah hukuman yang jauh lebih mengerikan daripada kematian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fery Oktavian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

RDBMB 12

Penerbangan rahasia Exel dan armada tempur elit Aegis terus membelah awan menuju kota kecil itu. Sementara itu, di bawah langit kota yang sama, pagi yang seharusnya membawa napas lega bagi Yevone justru berubah menjadi medan perang baru yang menyesakkan.

Yevone baru saja duduk di ruang kerjanya, siap mengatur alokasi dana lima puluh miliar yang masuk secara ajaib kemarin. Namun, pintu ruangannya tiba-tiba didorong kasar dari luar tanpa ketukan.

"Rapat darurat direksi, sekarang!" bentak Rendi, kakak ipar Yevone yang juga menjabat sebagai Direktur Keuangan di perusahaan induk Keluarga Mahendra. Wajahnya ditekuk galak, seolah siap menerkam.

"Ada apa ini, Mas Rendi? Rapat apa tiba-tiba begini?" tanya Yevone kebingungan sambil berdiri dari kursinya.

"Nggak usah banyak tanya. Bawa dirimu ke ruang rapat utama. Kakek dan pemegang saham lain udah nunggu," Rendi mendengus meremehkan, lalu berbalik pergi tanpa menutup pintu.

Di saat yang bersamaan, Theodore baru saja turun dari angkutan umum di depan gedung kantor Yevone. Ia datang membawa kotak bekal makan siang, karena tadi pagi Yevone buru-buru pergi dan melupakannya di meja makan. Seperti biasa, Theodore berpakaian kemeja lusuh dan celana kain murah. Resepsionis yang sudah hafal dengan wajah "suami benalu" Bu Yevone itu hanya melirik sinis dan membiarkannya masuk naik ke lantai atas.

Sesampainya di lorong lantai tiga, Theodore mengernyitkan dahi. Suasana kantor terasa tegang. Karyawan saling berbisik panik di kubikel mereka. Dari arah ruang rapat utama yang berdinding kaca buram, terdengar suara gebrakan meja yang sangat keras.

"Kamu pikir kami semua bodoh, Yevone?!" teriak suara Rendi menggelegar hingga ke lorong.

Theodore menghentikan langkahnya. Ia berdiri diam di balik pilar dekat ruang rapat, menajamkan pendengarannya yang sangat terlatih.

Di dalam ruang rapat, Yevone berdiri terpojok di ujung meja. Kakek Surya duduk di kursi kebesaran dengan wajah merah padam. Tumpukan map dilempar berserakan di atas meja oleh Rendi.

"Ini buktinya! Laporan audit internal bulan ini menunjukkan ada kebocoran dana dari perusahaan pusat sebesar sepuluh miliar," Rendi menunjuk-nunjuk kertas di atas meja dengan penuh kemenangan. "Dan tebak ke mana larinya aliran dana itu? Ke rekening bayangan yang terhubung langsung dengan anak perusahaanmu, Yevone!"

"Itu fitnah, Mas! Aku nggak pernah nyentuh sepeser pun uang dari perusahaan pusat! Lagian buat apa aku menggelapkan dana, sementara kemarin perusahaanku baru aja dapet suntikan dana hibah bersih?" bantah Yevone dengan napas memburu, matanya memanas menahan amarah yang meluap.

"Halah, alasan! Justru suntikan dana lima puluh miliar itu yang bikin kami curiga," Kevin yang ikut hadir di rapat itu menyela dengan senyum sinis. "Mana ada investor gila yang ngasih duit segitu banyak cuma-cuma? Jangan-jangan dana hibah itu cuma kedok. Kamu nyolong uang pusat, terus kamu cuci uangnya seolah-olah itu dana investasi dari luar!"

"Kamu bener-bener keterlaluan, Yev! Kakek nggak nyangka kamu sebusuk ini demi nutupin kegagalan perusahaanmu," Kakek Surya menggelengkan kepalanya dengan tatapan jijik. "Malu-maluin keluarga!"

"Kek, sumpah demi Tuhan, aku nggak ngelakuin itu!" Yevone memohon, menatap kakeknya dengan air mata yang mulai menetes di sudut matanya. "Kalian bisa cek mutasi rekening pribadiku. Tolong panggil auditor independen, jangan cuma percaya laporan sepihak dari Mas Rendi!"

"Banyak alasan! Bukti transfernya udah jelas mengarah ke server anak perusahaanmu. Besok pagi aku bakal laporin kamu ke polisi atas tuduhan penggelapan dana keluarga!" ancam Rendi lantang.

Di luar ruangan, Theodore menyipitkan matanya. Hawa dingin dan aura membunuh mulai menguar tipis dari tubuhnya. Ia tahu betul reputasi Rendi. Pria itu adalah tipe penjudi kelas kakap yang diam-diam sering menghabiskan uang di kasino bawah tanah. Tuduhan murahan ini sudah pasti akal-akalan Rendi untuk menutupi jejak korupsinya sendiri dan menjadikan istrinya sebagai kambing hitam yang sempurna.

Theodore tidak langsung mendobrak masuk. Bertindak gegabah sekarang hanya akan membuat Yevone semakin disudutkan. Ia butuh bukti telak yang bisa membungkam mulut kotor mereka semua sekaligus tanpa sisa.

Dengan langkah tanpa suara bak hantu, Theodore menjauh dari ruang rapat. Ia berjalan cepat menuju ruang server dan keamanan IT di ujung lorong lantai itu. Beruntung, teknisi IT sedang keluar istirahat merokok. Pintunya terkunci rapat, tapi bagi Sang Dewa Perang, kunci elektronik murahan seperti itu tak ada bedanya dengan mainan anak TK. Ia hanya perlu menyelipkan pelat logam tipis dari sakunya, dan pintu berbunyi klik terbuka.

Theodore masuk dan mengunci pintu dari dalam. Ia duduk di depan komputer utama, mengeluarkan ponsel hitam terenkripsinya, lalu menyambungkannya ke *port* server kantor menggunakan kabel khusus.

"Leo, masuk ke jaringan gue sekarang," Theodore berucap pelan ke arah ponselnya.

"Siap, Tuan Besar! Suatu kehormatan bisa *back-up* Anda lagi dari udara," suara Leo terdengar antusias dari seberang sana, mengudara dari atas jet pribadi yang sedang melaju kencang melintasi benua.

"Tembus *firewall* perusahaan utama Keluarga Mahendra. Cari mutasi rekening rahasia atas nama Rendi atau nama samaran yang dia pakai buat main di kasino luar negeri. Cocokkan IP *address* pembuat laporan audit palsu hari ini. Waktumu lima menit," perintah Theodore dengan nada sedingin es.

"Nggak butuh lima menit, Bos. Kasih gue dua menit aja," balas Leo pongah.

Terdengar suara ketikan keyboard bertubi-tubi dari seberang telepon. Layar komputer di depan Theodore mulai menampilkan baris kode yang bergerak dengan kecepatan gila. Data-data rahasia milik perusahaan induk Keluarga Mahendra yang dikira aman, kini dibongkar habis-habisan layaknya mengupas kulit kacang.

Benar saja. Dalam waktu kurang dari dua menit, layar komputer menampilkan riwayat transaksi gelap yang disembunyikan dengan sangat rapi oleh Rendi.

"Kena, Bos!" lapor Leo dengan tawa kemenangan. "Si Rendi ini nyolong uang perusahaan pusat sedikit demi sedikit selama setahun terakhir buat nutupin utang judinya di Makau. Totalnya nyaris dua belas miliar. Nah, semalem dia sengaja meretas server lokal buat mindahin jejak transfer terakhirnya ke log server perusahaan Bu Yevone. Dia pakai akun admin palsu buat bikin laporan audit bodong."

"Bisa kau ambil alih sistem proyektor di ruang rapat utama mereka?" Theodore bertanya tenang, matanya menatap tajam bukti kejahatan Rendi di layar.

"Gampang banget, Bos. Gue udah tanam *malware* di sistem presentasi mereka. Tinggal tunggu aba-aba dari Bos, gue bakal tayangin semua mutasi rekening kasino si Rendi sama rekaman CCTV pas dia lagi asyik bikin laporan palsu semalem," jawab Leo semangat.

"Bagus. *Standby*," balas Theodore singkat.

Ia mencabut ponselnya, membereskan jejaknya di ruang IT dengan sangat rapi, lalu berjalan santai keluar membawa kotak bekal Yevone di tangannya. Senyum tipis yang mematikan tersungging di bibirnya. Rendi pikir ia bisa menumbalkan Yevone dengan mudah siang ini. Ia tidak tahu bahwa ia baru saja menyerahkan lehernya sendiri ke dalam rahang Sang Naga.

Theodore berjalan kembali menuju ruang rapat utama dengan langkah pelan namun pasti. Kini saatnya membalikkan keadaan dan memberikan sedikit kejutan mematikan untuk para tikus arogan itu.

1
Florist
sebenernya penulisanya bagus banget, kata2 mudah dipahami, kosa kata bagus, tanda baca juga bagus. tapi jujur alur cerita terlalu lambat, ada banyak hal yg sering di ulang, dewa perang, aura dingin, penguasa, trilyunan, intinya semua itu hanya untuk menekankan sosok MC yg over power. padahal cukup di selipkan sedikit kata penekanan saja, karna dr awal juga sudah dijelaskan kalau MC ini memang penguasa yg menyamar, dan kami belum lupa tentang siapa MC ini walau sudah 30 bab, kami masih sangat ingan MC ini orang hebat. jadi gak perlu dijelaskan lagi tiap bab.
Purnama
lucu
Glastor Roy
update
Fery Oktavian: update tiap hari 5 bab
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!