NovelToon NovelToon
Gawat Jendral, Istri Gendutmu Ternyata Badas!

Gawat Jendral, Istri Gendutmu Ternyata Badas!

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Cinta Seiring Waktu / Perjodohan
Popularitas:44.1k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

“Pernikahan ini hanya ikatan di atas kertas. Jangan pernah berharap aku akan menyentuhmu, apalagi mencintaimu.”

Duka membeku di hati Arjuna. Sejak kepergian istri tercintanya, jenderal muda yang disegani itu mengubur rapat hatinya untuk siapa pun. Namun, sebuah wasiat terakhir memaksanya menikahi Arunika, perempuan yang sama sekali tak pernah ia bayangkan menjadi pendamping hidupnya.

Di mata Arjuna, Arunika hanyalah wanita bertubuh gemuk, sederhana dan tak pantas berjalan di sisinya. Ia menerima pernikahan itu semata demi menghormati pesan terakhir mendiang istrinya dan memberikan seorang ibu bagi putra kecil mereka.

Saat Arunika perlahan menaklukkan hati putra kecilnya, sang Jenderal pun mulai goyah.

​Bisakah Arjuna mempertahankan dinding esnya ketika wanita yang ia remehkan justru menjadi satu-satunya alasan jantungnya berdetak kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 24

Arjuna tiba di rumah sakit ketika malam telah merayap larut, menyisakan keheningan pekat di sepanjang lorong lantai VIP. Hanya suara langkah sepatu pantofelnya yang beradu pelan dengan lantai keramik, berpadu dengan dengung samar alat-alat medis di kejauhan.

Pria itu membuka daun pintu ruang rawat Nakula dengan sangat berhati-hati, takut menimbulkan decitan suara yang dapat mengusik tidur sang putra.

Langkah kakinya seketika terhenti total.

Di sisi ranjang pesakitan, Arunika tampak tertidur dalam posisi duduk yang kurang nyaman. Kepalanya terkulai lemas bersandar pada tepi matras pasien, sementara tangan kanannya masih menggenggam erat jemari mungil Nakula di atas selimut. Wajah wanita itu menyisakan guratan kelelahan yang teramat sangat. Terlihat jelas bahwa sejak kemarin malam, ia sama sekali belum beranjak untuk beristirahat dengan layak.

Tanpa sadar, sorot mata tajam sang jenderal militer melunak. Ada kehangatan asing yang mencair di balik dinding es hatinya.

"Perempuan ini," gumam Arjuna lirih nyaris tak bersuara.

Pandangannya kemudian jatuh pada selembar selimut rumah sakit yang telah melorot jatuh ke lantai. Bahu Arunika yang tertutup pakaian tipis tampak sedikit bergetar akibat embusan angin dingin dari pendingin ruangan.

Arjuna mengembuskan napas panjang.

"Kalau terus begini, bukan anakku yang sembuh, malah dia sendiri yang akan ambruk masuk angin."

Dengan gerakan setenang mungkin, ia memungut selimut tersebut, membentang lebar, lalu menyelimutkannya secara telaten hingga menutupi pundak Arunika. Sesaat, jemarinya tertegun menatap wajah lelap sang istri yang masih setia menggenggam tangan Nakula bahkan dalam tidurnya. Seolah-olah wanita itu takut jika ia melepaskannya sedetik saja, bocah kecil itu akan kembali merasa sendirian dan ketakutan.

Dadanya kembali bergemuruh sesak.

"Bahkan saat terlelap sekalipun, kau masih mendedikasikan seluruh dirimu untuk menjaganya?"

Baru saja Arjuna hendak menarik kembali tangannya, Arunika bangun.

"Mas?"

Suara serak penuh kantuk itu mendadak mengudara. Arjuna refleks menarik tangannya secepat kilat, seolah baru saja tertangkap basah berbuat kesalahan besar.

Arunika mengerjap-ngerjapkan matanya perlahan. "Mas Arjuna, kapan datangnya?" tanyanya dengan suara khas orang baru bangun tidur.

Arjuna langsung menegakkan tubuhnya, memasang kembali topeng wajah datar dan sedingin es andalannya.

"Kau jangan salah paham dulu."

Arunika menatap suaminya bingung. "Salah paham soal apa, Mas?"

"Aku tadi hanya takut kalau kau sakit di sini," dalih Arjuna cepat dengan nada kaku. Ia berhenti sejenak sebelum menyambung, "Kalau sampai kau jatuh sakit, lalu siapa lagi yang akan kerepotan menjaga Nakula seharian penuh?"

Kalimat bernada gengsi setengah mati itu sukses membuat Arunika mengembuskan napas panjang jengkel.

"Oh, begitu rupanya."

Arjuna mengangguk singkat. "Iya, benar."

Arunika langsung mengerucutkan bibirnya, memasang ekspresi cemberut.

"Iya... iya, aku paham betul jalan pikiran Yang Mulia Jenderal. Aku kan cuma istri berstatus di atas kertas."

Arjuna terdiam selama beberapa detik. Entah mengapa, mendengar kalimat bernada pasrah itu berdengung di telinganya, ada rasa tidak nyaman yang tiba-tiba menusuk dadanya.

"Bukan itu maksud dari ucapanku barusan, Arunika," ralat Arjuna cepat.

"Lalu apa maksudnya?"

"Kau ini... senang sekali mendebat dan memancing pertanyaan yang tidak penting."

"Huh!" Arunika membuang muka lalu menarik selimut hingga menutupi dagunya rapat-rapat. "Dasar Jenderal kulkas berjalan. Gengsinya setinggi langit."

"Apa katamu barusan?" tanya Arjuna memicingkan mata tajam.

"Tidak ada apa-apa," jawab Arunika ketus.

Arjuna mengembuskan napas pasrah. Entah bagaimana caranya, wanita bertubuh berisi itu selalu saja memiliki bakat ajaib untuk membuatnya kehilangan kata-kata. Ia lantas memutuskan mengalihkan topik pembicaraan demi menyelamatkan harga dirinya.

"Bagaimana laporan hasil pemeriksaan dokter hari ini?"

Arunika langsung melupakan kekesalannya, kembali memasang wajah serius.

"Tadi dokter spesialis anak sudah memeriksa. Kondisi fisik Nakula dilaporkan sudah jauh lebih stabil dari kemarin."

Mendengar berita itu, bahu Arjuna yang sejak kemarin malam menegang kaku akhirnya sedikit mengendur longgar. "Syukurlah kalau begitu."

"Kata dokter, kalau malam ini grafik demamnya tidak naik lagi sampai pagi, besok lusa dia sudah diizinkan pulang ke rumah."

"Baguslah," gumam Arjuna. Sepasang matanya kembali beralih menatap putra semata wayangnya yang masih terlelap tenang. "Kalau begitu, aku akan tetap tinggal di sini menemanimu berjaga malam ini."

Arunika menoleh kaget. "Menginap di rumah sakit?"

"Iya."

"Padahal fasilitas sofa di ruang rawat ini kan kecil dan sempit, Mas. Tidak akan nyaman untuk postur tubuhmu."

"Tidak masalah bagiku. Aku terbiasa tidur di medan yang lebih buruk dari ini."

"Kalau begitu, nanti kita bisa bergantian jam jaga untuk istirahat."

"Tidak usah repot-repot bergantian."

"Kenapa memangnya?"

"Kau tidurlah saja di sofa."

"Lalu?"

"Biar aku saja yang berjaga semalaman penuh menjaga Nakula."

Arunika menatap wajah suaminya lekat-lekat selama beberapa saat, menangkap keraguan di balik sorot mata keras itu.

"Ternyata, seorang Jenderal yang terkenal kejam di militer juga bisa memiliki sisi perhatian seperti ini, ya."

Arjuna langsung salah tingkah, berdeham keras-keras menutupi rasa malunya. "Ehem! Jangan mulai salah paham lagi, Arunika."

"Lalu apa namanya kalau bukan perhatian?"

"Aku berjaga semalaman ini murni karena dia adalah anak kandungku sendiri. Titik."

"Oh, jadi karena dia anakmu. Lalu bagaimana dengan aku?" tanya Arunika iseng menggoda.

Arjuna sempat terdiam sejenak, menelan ludahnya yang mendadak kering. "Kau? Ya tentu saja kau juga harus menjaga kesehatanmu sendiri," jawabnya terbata kaku.

Setelah melontarkan kalimat pembelaan diri itu, Arjuna buru-buru memutar langkah, mengambil kursi, lalu duduk di sisi ranjang Nakula sambil berpura-pura super sibuk mengamati tetesan cairan infus pada selang transparan.

Sementara itu, Arunika menatap punggung kokoh pria itu sambil menyembunyikan senyuman lebarnya.

"Jenderal ini, dinginnya minta ampun. Tapi jelas-jelas separuh hati sedang memendam rasa peduli," batinnya.

Tanpa disadari oleh Arunika, tepat di balik punggungnya, sudut bibir Arjuna ikut terangkat membentuk senyuman tipis nyaris tak terlihat saat mendengar kekesalan tertahan dari sang istri.

1
Muft Smoker
duuuh gx expect ma ekspresi ny trio gx tau diri ,,
udh pindah aj ke dapur itung2 latihan nanti kalo makan di penjara ,, 🤭🤭🤣🤣🤣 ,, biar gx kaget
nining cahyaningrum
/Drool//Drool/
Ita rahmawati
denger GK tuh kalian
Ita rahmawati
iya iya percaya,,hanya karena kasian aja kan 🤣
🇦 🇵 🇷 🇾👎
😫😫😅😅😅😅😅😅🤣🤣🤣🤣🤣giod
🇦 🇵 🇷 🇾👎
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣😅😅😅😀😀😌😌😫😫😫😫
🇦 🇵 🇷 🇾👎
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
🇦 🇵 🇷 🇾👎
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Bunda SalVa
dari kasihan lama2 jadi bucin ya Jun 🤭🤭
Sri Rahayu
hahaha. bu Ratna....senjata makan tuan.... bukan Arunika yg hrs makan didapur...tp Ratna Wina dan Damar 🤩🤩🤩🤪🤪🤪... lanjut Thorr😘😘😘
Bunda SalVa
empuk banget kayak donat ya Nakula 😄😄
dyah EkaPratiwi
🤣🤣🤣🤣 arunika😍
Endang Sulistiyowati
senjata makan tuan, rasain tuh. Arunika di lawan
Mundri Astuti
ampun dah si arunika jangan keluarin bar"nya klo di kamar arun😂😂😂
Maria Lina
bagus juna jgn ngalah lgi ok..lanju lgi thor ya ya
dyah EkaPratiwi
gengsinya gede amat jendral
Mundri Astuti
😂😂😂
Sri Rahayu
walah Jendral ga usah malu2 gengsi ngakuin mulai tertarik dgn Arunika... pura2 hanya merasa kasihan 🤪🤪🤪🤩🤩🤩... lanjut Thorf😘😘😘
Endang Sulistiyowati
Rasa kasian yang di tumbuhi bunga2 cinta 🤭
Maria Lina
dsr sunderu li arjuna tar jatuh cintro lo wkwk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!