Follow sosmed author
IG:Mia novita23
Tiktok:Miss Mia Novita
Hari yang seharusnya menjadi hari paling bahagia justru menjadi seperti mimpi terburuk yang pernah datang. Di tinggal pergi oleh calon suaminya sendiri tepat di hari pernikahan. Sehingga mau tidak mau Kanaya harus menikah dengan calon kakak iparnya yang terkenal arogan dan juga dingin. Demi menjaga nama baik keluarga, Andreas bersedia menggantikan adiknya yang kabur dan menikahi calon adik iparnya.
Bagaimanakah perjalanan pernikahan mereka? Akan kah pernikahan itu bisa membuat keduanya saling mencintai? Ikuti kisahnya, Ya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Mia Novita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Meninggalkan kota bali
Makan siang itu tak sesuai dengan yang di harapkan oleh keduanya. Bahkan meja itu menjadi hening, hanya terdengar suara alat makan di sana. Namun sesekali Andra melirik pada Adel yang ada di hadapannya.
"Cantik sekali dia siang ini, terlihat sangat anggun" batin Andra sambil terus melirik pada Adel.
Bahkan tak jauh berbeda dengan Andra, kini Adel juga diam-diam melirik pria yang ada di hadapannya. Adel akui jika siang ini Andra terlihat tampan dengan setelan jas berwarna blue sky. Tidak terlihat lagi aura menyebalkan dari wajah pria itu.
"Kalo di perhatikan, si Andra cakep juga. itu bibirnya kenapa seksi sekali" batin Adel. Namun sedetik kemudian gadis itu menggeleng kan kepalanya tatkala mengingat perdebatan yang sering terjadi di antara keduanya.
"Gue mikir apaan sih, sekali menyebalkan dia tetep menyebalkan" batin Della lagi.
Satu jam sudah berlalu. Kini keduanya sudah keluar dari dalam restoran. Biarpun cukup kecewa, namun keduanya masih melakukan makan siang bersama sesuai dengan yang sudah mereka sepakati selama ini. "Terimakasih untuk makan siangnya, Dra."gumam Adel setelah mereka sudah tiba di parkiran.
"Sama-sama. Terimakasih juga atas waktu kamu. Nanti malam hati-hati di jalan ya"
"Iya, kalau gitu gue duluan ya, masih harus packing buat pulang ke jakarta, Emm... Mungkin mulai hari ini gue gak bakal kembali lagi kesini" ujar Adel sebelum naik ke dalam mobilnya.
"Kenapa?"
"Gue harus nerusin perusahaan bokap gue. Terimakasih atas waktu satu tahunnya. Semoga setelah ini hidup lo jauh lebih baik. Maaf atas sikap gue yang kurang baik selama ini" imbuh Adel lagi sebelum akhirnya masuk ke dalam mobilnya.
Entah kenapa mendengar apa yang Adel ucapkan membuat Andra sedih, Ada rasa tidak rela dari dalam hatinya.
"Kenapa gue seperti tidak rela berpisah dengannya," batin Andra sambil memperhatikan mobil Adel yang sudah keluar dari parkiran restoran Amara.
Andra mengambil nafas dalam lalu membuangnya kasar, kemudian dia pun masuk ke dalam mobilnya lalu melajukan mobil itu menuju aparemen.
"Kenapa gue sedih ya saat dengar mak lampir gak bakal balik ke sini lagi." gumam Andra pelan
Dua hari sudah berlalu, seperti yang sudah di katakan sebelumnya, hari ini Andreas akan berangkat ke Kanada untuk menemui sang mama yang sudah menunggu untuk membicarakan perihal penting yang Andreas sendiri tidak tau tentang apa. Karna memang mama Neni belum mengatakan akan membicarakan hal penting apa pada anaknya. .
"Sayang, aku berangkat ya, kamu baik-baik di jakarta. Maaf karna aku tidak bisa mengantar kamu pulang, penerbangan ku sebentar lagi" kata Andreas yang terdengar begitu lembut menerpa indra pendengaran Kanaya.
Wanita itu membuang nafas nya berat. Entah kenapa rasanya berat untuk berpisah walaupun hanya sementara. "Jangan lama-lama di sana ya" Andreas tersenyum mendengar balas dari Kanaya. "Tidak akan lama kok sayang. Nanti kan kita bisa video call, jadi kamu gak bakal kangen sama aku. Atau kamu sedih karna gak bisa-" perkataannya seketika terhenti karna Kanaya sudah menendang kaki kiri pria itu.
"Punya otak jangan mesum saja isinya. Kebiasaan banget" Kanaya menatap pada Andreas dengan sebelah sudut bibir yang sudah terangkat..
"Hayo siapa yang isi otaknya mesum? Aku loy belum selesai bicara. Memangnya tadi apa yang mau aku katakan." Wajah Kanaya memerah mendengar jawaban Andreas. Memang benar, Andreas saja belum menyelesaikan perkataannya, tapi bagaimana bisa Kanaya menyimpulkan jika kalimat itu akan aneh.
"Otak kamu yang sedikit mesum sayang. Tapi aku suka" bisik Andreas seraya mengulum bibirnya
Setelah itu keduanya sama-sama bersiap. Kanaya akan pulang ke jakarta sedangkan Andres akan pergi ke Kanada.
Keduanya saling berpelukan sebelum akhirnya masuk ke kapal masing-masing."Jaga diri baik-baik ya sayang. Aku akan segera kembali" Pria itu mencium kening Kanaya dengan penuh rasa sayang. Bahkan Kanaya sendiri merasakan kasih sayang tulus yang Andreas miliki untuknya.
Setelah hampir satu bulan usia pernikahan mereka, kasih sayang di antara keduanya semakin terjalin. Apalagi setelah Kanaya bersedia menjadi istri Andreas yang sesungguhnya.
"Kamu juga hati-hati ya, kalau sudah sampai hubungi aku"
"Pasti, sayang. Aku mencintaimu" kata cinta yang sudah sekian kali Andreas ucapkan pada Kanaya.
"Aku juga mencintaimu, Dre"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di tengah perjalanan menuju ke jakarta Kanaya hanya banyak diam, dia kehilangan mood sejak perpisahannya dengan Andreas lima belas menit yang lalu. Entah kenapa wanita itu merasa perasaannya tidak karuan.
"Ada apa denganku" gumamnya sambil membuang nafas panjang.
Perjalanan menuju Jakarta tidak terlalu memakan waktu yang lama. peswat itu landing tepat saat jam sudah menunjukkan pukul sepuluh pagi.
"Kak, kamu serius sendirian?" tanya adik Kanaya yang sudah menunggu di bandara sejak tiga puluh menit yang lalu.
"Iya, Dek. suami kakak ada urusan ke Kanada. makanya gak bisa ikut pulang ke jakarta. tapi nanti setelah dari Kanada dia langsung ke jakarta buat jemput kakak" balas Kanaya sambil melirik pada adik satu-satunya yang dia miliki.
"Yah sayang sekali, padahal aku kan pengen tau sama suami kakak. maaf ya kak waktu pernikahan kalian aku tidak bisa pulang,"
Waktu pernikahan Kanaya, Adel memang tidak pulang dari Bali dan menghadiri pernikahan itu. karna sudah janjian dengan Kevin untuk tidak merestui pernikahan Kanaya dengan Aditya. namun dua hari yang lalu Adel bertemu dengan Kevin lalu mengatakan jika Kanaya gagal menikah dengan Aditya. namun menikah dengan pria lain.
"Tidak masalah, kakak paham kenapa kamu tidak mau hadir waktu itu. oh ya, gimana hubungan kamu sama pacar online yang sering kamu ceritakan sama kakak?"
Adel terdiam, dia kembali teringat akan pertemuannya dengan Andra dua hari yang lalu. ",Entahlah kak, ternyata dia adalah orang yang selama ini sering membuatmu kesel."
"Oh ya, memangnya selama ini kalian tidak pernah bertemu?"
Adel menggeleng"Belum, Kak. bahkan hubungan kita yang sudah terjalin satu tahun, baru dua hari yang lalu kita bertemu. dan begitu deh, orangnya malah dia yang menyebalkan"
Adelly puspita Aditama. Putri kedua dari tuan Adhitama. adik satu-satunya yang Kanaya miliki.
"Lalu bagaimana hubungan kalian setelah pertemuan itu?" tanya Kanaya yang mulai penasaran..
"Entahlah, Kak. Dia tidak ada lagi menghubungi Adel. ya Adel sebagai perempuan malu dong buat ngabarin dia duluan. gengsi kak"
"Kamu ini, dari dulu terlalu tinggi gengsinya. awas nanti menyesal loh dek"
Di Tempat Lain
Andra menatap layar ponselnya yang sejak dua hari lalu senyap tanpa ada satupun notifikasi. biasanya jam segini dia berbalas pesan dengan Delly, tapi tidak setelah kejadian dua hari yang lalu.
"Kenapa Adel gak ada hubungin gue ya" gumam Andra sambil terus menatap layar ponselnya