NovelToon NovelToon
AMIRA MENANTU TERBUANG

AMIRA MENANTU TERBUANG

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh
Popularitas:28.1k
Nilai: 5
Nama Author: santi damayanti

Dua tahun menikah
berpisah setelah akad bahkan belum pernah malam pertama
amira menunggu dengan sabar
mengabdi kepada keluarga suami
tapi setelah dua tahun berpisah
kata yang pertama dari suaminya adam "Amira aku akan menikah lagi"
bagaimana kelanjutannya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santi damayanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 23 anak mafia?

"Pak, kamu pulang ke rumah saja, Pak!" seru Mirna berusaha membujuk Pak Diki di pelataran kantor polisi.

Pak Diki mengenakan helmnya tanpa berniat menoleh. "Aku tidak mau tinggal satu atap dengan menantu yang tidak aku sukai," jawabnya tegas.

Satu ketukan stang motor terdengar sebelum Pak Diki menyalakan mesinnya dan berlalu membelah kegelapan malam, meninggalkan Mirna, Adam, dan Sonia yang terpaku di tepi jalan.

Mila sudah lebih dulu pergi mengendarai motornya tanpa pamit, sementara Ridwan dan Lusi bergegas pulang menggunakan mobil pribadi mereka.

Adam memegang bahu Alya yang berdiri membisu. "Kamu yang sabar ya... Bapak sebenarnya orang baik, hanya saja beliau belum mengenalmu lebih dekat."

"Iya, Mas," jawab Alya tersenyum tipis. Namun di balik senyuman itu, hatinya mengkal dan bersungut-sungut kesal atas perlakuan dingin pak tua itu.

Akhirnya Adam, Alya, Sonia, dan Mirna masuk ke dalam mobil milik Adam—mobil yang menjadi pemantik keributan awal, memicu amarah Sonia hingga berujung pada tindakan nekat merusak mobil baru Amira.

Sepanjang perjalanan, Sonia terus memeluk ibunya erat-erat seperti anak kecil yang baru saja terancam kehilangan mainannya. Mirna membelai lembut rambut anak bungsunya itu. Walau Sonia nakal dan sering bertindak tanpa berpikir, Sonia tetaplah anak kesayangannya. Ketika Mila dan Ridwan sudah fokus pada rumah tangga masing-masing, harapan besar Mirna tertumpu pada anak bontotnya ini.

Tidak ada pembicaraan di dalam mobil. Suasana membisu, tetapi isi pikiran masing-masing sibuk berkecamuk.

Mirna menyandarkan kepalanya pada kaca jendela. Tanpa sadar, benaknya mulai membanding-bandingkan sosok Amira dan Alya. Amira tadi malam terlihat begitu tegas, anggun, dan rupanya kaya raya. Sungguh tak menyangka jika Amira adalah pemilik sah Restoran AR yang ternama dan sanggup membeli mobil baru secara tunai.

Mirna menghela napas berat, lalu mencoba menenangkan dirinya sendiri. 'Alya kan berpendidikan tinggi dan punya jabatan manajer... Masa depannya pasti jauh lebih cerah daripada Amira,' batin Mirna ragu, berusaha menyugesti pikirannya sendiri.

Di kursi kemudi, Adam sibuk terbayang raut wajah Amira. Mantan istrinya itu terlihat jauh lebih cantik dan bersinar selepas bercerai. 'Apa dia berdandan seanggun itu untuk menarik perhatianku lagi?' pikir Adam percaya diri.

Sementara di sampingnya, Alya meremas tali tasnya. Ia masih kesal dengan teguran Pak Diki dan diam-diam menyimpan cemburu pada Amira. 'Masa depanku jelas jauh lebih cerah daripada janda itu!' seru Alya dalam hati.

Sedangkan Sonia yang duduk di jok belakang masih memendam jengkel pada kakak-kakaknya yang tega mengabaikannya, serta memupuk dendam kesumat yang semakin menghitam kepada Amira.

Tak sampai tiga puluh menit, mereka sampai di rumah. Alya langsung masuk ke kamarnya tanpa banyak bicara, disusul Mirna yang melangkah lemas ke kamarnya sendiri. Pinggang Mirna rasanya mau patah; seharian mengurus pekerjaan rumah tangga ditambah emosi yang terkuras akibat masalah Sonia benar-benar menyiksa fisiknya.

Sonia bergegas mengganti pakaiannya dengan baju tidur, lalu mengurung diri di kamar.

Adam masuk ke dalam kamar utama dan mendudukkan diri di tepi ranjang. Ia merogoh ponselnya, lalu membuka aplikasi pencarian untuk mengetikkan satu nama: AR Restaurant & Catering.

Benar saja, di sana terpampang beberapa dokumentasi kegiatan restoran. Namun, Amira sama sekali tidak memamerkan dirinya sebagai pemilik. Di beberapa unggahan lama, Amira hanya tampak sedang berdiri di depan wastafel mencuci piring, menjaga meja kasir, atau berkutat di dapur dengan celemek sederhana. Tidak ada satu pun postingan yang menonjolkan statusnya sebagai owner kaya raya.

"Kamu lagi mengingat mantanmu, Mas?" suara Alya memecah keheningan. Tonasi suaranya sarat akan sindiran saat ia membaringkan badan di kasur.

Dengan sigap Adam mengunci layar ponselnya. "Enggak kok, sayang."

"Terus kenapa dari tadi memperhatikan foto-foto mantan terus?"

"Aku... aku cuma mau memastikan saja..."

"Memastikan kalau dia ternyata kaya raya?" ketus Alya seraya membalikkan badan membelakangi Adam. "Kamu menyesal menikah denganku, Mas?"

Adam bergeser maju dan berusaha memeluk pinggang Alya dari belakang. "Jangan bicara begitu..."

"Aku gerah, Mas," pangkas Alya menolak sentuhan itu secara halus seraya melepaskan dekapan Adam.

Adam ditarik mundur dengan canggung.

Alya memutarkan badannya kembali menatap Adam lurus-lurus. "Jawab jujur, Mas... Apa kamu menyesal menikah denganku?"

"Bagaimana mungkin aku menyesal, sayang?" tutur Adam mencoba meyakinkan. "Kamu adalah wanita pertama yang membuat hatiku bergetar."

"Lalu bagaimana dengan Amira?" desak Alya.

Adam terdiam. Dulu ia menikahi Amira hanya karena butuh sosok yang mengurus rumah dan ibunya sebelum ia berangkat ke Jepang—sebuah pernikahan murni atas dasar kebutuhan logistik. Namun saat melihat Amira di kantor polisi tadi, ada letupan aneh yang mendadak berdesir di dada Adam. Desiran yang sama persis saat ia pertama kali jatuh cinta pada Alya di Jepang.

"Mas cuma mencintai kamu, sayang," ucap Adam mengelus pelan rambut Alya.

"Kamu lebih cinta aku atau ibumu?" tanya Alya tiba-tiba.

Adam mengerutkan dahi. "Kenapa bertanya seperti itu? Itu dua hal yang sangat berbeda. Aku mencintai Ibu karena beliau yang melahirkan dan membesarkanku, sedangkan kamu adalah wanita yang kupilih untuk mendampingi hidupku."

"Kalau nanti aku bertengkar dengan ibumu... siapa yang akan kamu bela?"

Adam menarik napas panjang. "Mudah-mudahan kalian tidak bertengkar. Tapi kalaupun itu terjadi, tentu aku akan berpihak padamu. Bagaimanapun, kamu dan aku adalah keluarga kecil yang utama."

Raut wajah Alya sedikit mereda mendengar jawaban itu. "Mas... setelah tahu Amira ternyata kaya, apa Mas ada niat untuk balikan sama dia?"

"Enggak akan, Alya. Aku cuma cinta sama kamu."

"Tapi dia jauh lebih kaya dari aku sekarang."

"Percuma kaya kalau Mas tidak cinta," pungkas Adam mantap. "Kamu adalah masa depanku."

"Terima kasih ya, Mas... Kamu selalu melindungiku," bisik Alya menepuk dada Adam pelan—kebiasaan bermanja yang biasa ia lakukan sebelum tidur. Adam membiarkannya, meski pikirannya melayang ke mana-mana.

Entah mengapa, semakin Adam memejamkan mata, bayangan sosok Amira justru semakin jelas berputar di kepalanya. Selama dua tahun ini, Amira yang tulus berkorban untuk keluarganya tanpa pernah menuntut. Sedangkan Alya? Adam menghela napas berat di dalam kegelapan kamar. Ia sudah mengambil keputusan, dan ia menolak untuk terlihat menyesal.

Sementara itu, di sebuah rumah kontrakan bersuasana tenang, Amira sedang duduk di meja kerjanya.

Amira yang menganut gaya hidup minimalis memang tidak menyukai rumah besar dengan barang yang menumpuk. Keputusannya membeli mobil baru pun murni karena desakan Rika yang tak henti-hentinya mengoceh.

'Kalau mau ekspansi bisnis, kamu harus ikuti selera pasar dulu! Pasar zaman sekarang itu melihat tampilan luar dulu baru kualitas. Nanti kalau uangmu sudah menggunung dan kamu mau pura-pura miskin lagi, terserah!'

Amira terkekeh pelan sendirian saat mengingat omelan pedas Rika yang mirip nenek-nenek sedang datang bulan itu.

Amira lalu membuka laptopnya. Lewat akun resmi media sosial bisnis mereka, @AR_Business, Amira mengunggah satu foto detail dari perhiasan peninggalan ibunya: sebuah ukiran liontin berbentuk Naga dan Matahari.

Pada kolom deskripsi, ia mengetikkan kalimat singkat:

Dear followers & network, ada yang tahu makna atau simbol dari ukiran perhiasan ini?

Namun, baru lima menit foto itu diunggah, layar ponsel dan laptop Amira mendadak glitch. Seketika itu juga, akun @AR_Business terpental dan menghilang dari pencarian.

Amira mengerutkan dahi. Ia mencoba log in kembali, tetapi sistem menolak aksesnya dengan pemberitahuan: Akun Telah Dihapus / Ditangguhkan karena Pelanggaran Keamanan.

"Loh? Kenapa ini?" gumam Amira heran.

Ia memandangi liontin fisik yang berada di telapak tangannya. Perhiasan itu terasa dingin. Amira mengamati detail ukiran naga yang melingkari ukiran matahari tersebut dengan kening berkerut.

"Perasaan ini cuma liontin tua... Kenapa baru diunggah sebentar akunnya langsung kena peretas?" bisik Amira pada dirinya sendiri. Rasa merinding mendadak menjalar di tengkuknya. "Apa jangan-jangan... aku ini sebenarnya anak ketua mafia?"

Amira menggelengkan kepala cepat, mencoba menertawakan pemikirannya yang kelewat liar. Namun, hilangnya akun bisnisnya secara instan jelas bukanlah suatu kebetulan biasa. Ada pihak asing berteknologi tinggi yang sengaja memantau dan membungkam jejak keberadaan simbol tersebut.

Amira memegang erat liontin itu, lalu menghela napas dalam. 'Haruskah aku menyimpan saja keinginanku untuk mencari tahu siapa identitasku”

1
sunaryati jarum
Uang hasil hutangan yg nanti menjerat leher kalian.kok.dipsmerkan.Sunhguh penyelamatan aset dan diri yang tapi ,Amira serta terlindungi
sunaryati jarum
Lekas beraksi Yamamoto,itu mungkin awal kehancuran kamu dan ibumu Yuri Kuroda, dengan mengusik Amira.Kamu dan ibumu kali ini akan kena batunya.
sunaryati jarum
Akhirnya emak ikut lega, semua usaha Amira di bawah perusahaan internasional milik Ny Jasmine, Yamamoto dan Ibunya tidak bisa mengganggu, walau permintaan Alya.Ysmada dan Amira sepertinya yang saudara kandung,dari ibu yang sekarang mungkin ini Lisa.
Firasat Bu Mirna tentang kepergian Alya,perlu diberi /Good/
sunaryati jarum
Segera bilang ke Mas Aldi, semoga segera dapat mencari cara mengatasinya.Carilah di Sulawesi ,Ny Yuri
sunaryati jarum
Ternyata kamu cerdik juga Amira, tadinya emak deled novel ini, bilang sama Aldi, bagaimana mengelabuhi Yuri Si Pelakor tamak.Berarti kemungkinan Amira putri wanita yang jadi suami Pak Diki.
sunaryati jarum
Jangan sampai Alya berhasil mengacaukan atau menghancurkan usaha Amira.Jika itu terjadi aah emak malas melanjutkan mengikuti kisah ini
sunaryati jarum
Yamada harus bisa menggagalkan kelicikan Alya untuk menghancurkan Amira.Walau berurusan dengan Yamamoto.Atau Yamamoto malah melindungi Amira, karena ada getaran aneh hatinya
YuWie
merajalela si alya ini..almira aja gak pernah nyenggol kamu. situ yg pelakor ehh situ yg panas..waras buks
YuWie
makanya tho mbak mir..cerita gih sama mas aldhi
YuWie
syukurlah klo kamu pintar mir amir...sdh kau bohongi bang aldi aang intelejen
Suanti
amira segera hancur hp butut 🤭🤣🤣
YuWie
lha kok enakmen kok balik..rugi bandar amira buk buk
sunaryati jarum
O Bu Lisa sepertinya ibu kandung Yamada dan Amira Adik kandung Yamamoto, yang berarti adik tiri Yamada
sunaryati jarum
Yamada semoga kakakmu dan Lisa itu mungkin ibumu dan Yamada ,Bu Sinta
Sri Widiyarti
Adam lihat perempuan pilihanmu ternyata ....🤦🤦🤦
Herdian Arya
sat set gitu lo thor
Suanti
jgn2 ibu lisa ibu kandung yamada dan amira adik tiri nya 🤭🤣
Khajidah Khadijah
itu lah yg d namakan jodoh ada lah cermin.
kelrg ada sama aliya 11/12🤭
YuWie
masakan ibukmu kah yamada
YuWie
pak yama pak yama
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!