NovelToon NovelToon
OTAK SUPER SANG DOKTER IDIOT

OTAK SUPER SANG DOKTER IDIOT

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Penyelamat
Popularitas:12.1k
Nilai: 5
Nama Author: Cherlly

Di balik tatapan kosong dan cemoohan sebagai "dokter idiot" yang selalu diremehkan di rumah sakit elit, Arka Prasetya sebenarnya menyimpan kejeniusan otak super serta sertifikasi bedah internasional yang tidak diketahui siapa pun. Ketika hidupnya terus diinjak-injak oleh para dokter senior yang arogan dan terjebak dalam perjodohan tak terduga dengan Clara, seorang pewaris konglomerat yang angkuh, Arka perlahan mulai menunjukkan taringnya lewat operasi-operasi mustahil yang akan memberikan tamparan telak bagi siapa saja yang berani merendahkannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cherlly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 19

Matahari sore mulai bergeser ke barat, memancarkan cahaya jingga keemasan di atas langit kota.

Mobil sedan mewah yang mengantar Clara Wijaya baru saja memasuki area parkir khusus Rumah Sakit Medika Sentosa.

Pintu mobil terbuka dengan perlahan dari dalam.

Arka melangkah keluar mengenakan seragam kerjanya yang sederhana sambil membawa troli pembersih.

Clara menurunkan kaca jendela mobil bagian belakang, menatap ke arah Arka dengan tatapan mata yang masih menyimpan rasa kagum.

"Terima kasih untuk traktirannya hari ini, Arka," ucap Clara dengan suara lembut yang tidak biasanya.

Arka berhenti sejenak lalu menoleh ke arah wanita di dalam mobil itu.

"Sama-sama, Nona. Jangan lupa istirahat yang cukup supaya tidak gampang stres," jawab Arka santai.

Clara mendengus pelan namun senyum manis tetap menghiasi bibirnya.

"Iya, aku tahu. Sana kembali bekerja sebelum aku laporkan ke direktur," canda Clara pelan.

Arka melambaikan tangan sekilas lalu mendorong trolinya masuk ke dalam lobi rumah sakit.

Siska yang sudah menunggu di dekat meja resepsionis langsung menghampiri Arka dengan langkah cepat.

"Dari mana saja kamu, Arka? Lama sekali perginya," tanya Siska dengan nada setengah menggoda.

"Tadi diajak makan siang sama nona konglomerat," jawab Arka tanpa beban.

Siska mengerucutkan bibirnya pura-pura cemberut mendengar jawaban tersebut.

"Wah, rupanya sekarang sudah jadi kesayangan pewaris keluarga Wijaya ya," sindir Siska tersenyum tipis.

"Kalau kamu mau ikut, lain kali aku ajak juga," balas Arka tertawa kecil.

Sebelum Siska sempat membalas ucapan itu, tiba-tiba suasana di lantai dasar rumah sakit mendadak berubah menjadi riuh.

Beberapa staf administrasi tampak berlari kesana-kemari dengan wajah panik memegang ponsel pintar mereka.

"Ada berita apa lagi yang heboh di luar sana?" gumam Siska mengerutkan keningnya bingung.

Arka tidak mengatakan apa-apa, namun manik matanya menatap tajam ke arah layar transparan sistem yang tiba-tiba muncul di hadapannya.

[Sistem Mendeteksi Serangan Finansial Skala Besar Terhadap Grup Wijaya]

[Penyebab: Pemutusan Sepihak Kontrak Kerjasama Oleh Grup Handojo]

[Dampak: Penurunan Likuiditas Keuangan Perusahaan Utama Mencapai 40 Persen]

Suara notifikasi bernada datar berderik pelan di dalam kepala Arka.

Senyum tipis yang sangat misterius terukir di sudut bibir pemuda itu.

"Sepertinya anak manja tadi benar-benar mengadu kepada ayahnya," batin Arka dingin.

Di tempat yang sangat berbeda, suasana di dalam gedung pencakar langit Markas Utama Grup Wijaya tampak jauh lebih mencekam.

Di dalam ruang rapat utama lantai empat puluh, Kakek Wijaya duduk di kursi kebesarannya dengan wajah pucat pasi.

Beberapa direktur perusahaan berdiri mengelilingi meja rapat dengan napas memburu dan keringat dingin bercucuran.

"Apa maksud semua ini?!" bentak Kakek Wijaya dengan suara bergetar keras meninju meja kayu jati.

"Tuan besar... kami baru saja mendapat surat pemberitahuan resmi dari Grup Handojo," lapor kepala divisi keuangan dengan suara terbata-bata.

"Mereka membatalkan seluruh kerja sama proyek pembangunan secara sepihak tanpa alasan yang jelas!"

Kakek Wijaya melotot lebar mendengar kabar buruk yang menghantam perusahaannya bagaikan petir di siang bolong.

"Membatalkan sepihak?! Bukankah proyek itu sudah berjalan separuh jalan?!" murka Kakek Wijaya.

"Bukan cuma itu, Tuan Besar," tambah direktur pemasaran dengan wajah ketakutan.

"Seluruh bank mitra utama tiba-tiba menolak pencairan pinjaman modal kita atas perintah langsung dari Tuan Handojo."

Kakek Wijaya merasakan dadanya kembali berdegup kencang luar biasa.

Napas pria tua itu mendadak menjadi sesak hingga ia harus memegang tepi meja rapat untuk menopang tubuhnya.

"Tuan Besar! Ambil obatnya cepat!" seru salah satu direktur panik melihat kondisi atasan mereka.

Seorang sekretaris bergegas memberikan botol obat kepada Kakek Wijaya.

Setelah meminum beberapa butir pil penenang, napas Kakek Wijaya perlahan-lahan mulai kembali teratur.

Namun, ekspresi wajahnya masih tampak sangat terpukul dan putus asa.

"Keluarga Handojo benar-benar ingin menghancurkan kita sampai ke akar-akarnya..." bisik Kakek Wijaya dengan suara parau.

"Apa ada jalan keluar lain untuk menyelamatkan perusahaan kita dari kebangkrutan ini?" tanya Kakek Wijaya kepada para bawahannya.

Seluruh direktur di dalam ruangan itu hanya bisa menundukkan kepala dalam-dalam tanpa ada yang berani bersuara.

Tidak ada satu pun dari mereka yang memiliki solusi untuk melawan kekuatan finansial raksasa Grup Handojo.

Di tengah kesunyian yang mencekam itu, Kakek Wijaya tiba-tiba teringat pada satu nama.

Nama seorang pemuda misterius yang baru saja menyelamatkan nyawanya dari ambang kematian kemarin.

"Dokter Arka..." gumam Kakek Wijaya pelan.

Pria tua itu langsung meraih ponsel mahalnya di atas meja dengan tangan yang masih sedikit bergetar.

Ia mencari nomor kontak Clara lalu menekan tombol panggilan dengan cepat.

Tut... tut...

Di dalam mobil mewahnya yang sedang dalam perjalanan pulang ke rumah utama, Clara Wijaya mengangkat telepon dari kakeknya.

"Halo, kakek? Ada apa meneleponku?" tanya Clara langsung tanpa basa-basi.

Suara Kakek Wijaya terdengar sangat berat dan mendesak di ujung sambungan telepon.

"Clara! Dengar baik-baik apa kata kakek!" perintah Kakek Wijaya dengan nada serius.

"Ada masalah besar apa, Kek? Kenapa suara kakek terdengar panik begitu?" cemas Clara.

"Grup Handojo baru saja memutus seluruh kerja sama kita! Perusahaan kita di ambang kebangkrutan total!" lapor Kakek Wijaya jujur.

Clara terperanjat kaget setengah mati mendengar berita buruk tersebut di dalam mobil.

"Kebangkrutan?! Bagaimana bisa?!" seru Clara histeris.

"Ini pasti karena masalah di restoran siang tadi antara Roy Handojo dan Arka!" sadar Clara dengan cepat.

"Cepat dengar, Clara!" potong Kakek Wijaya dengan suara tegas.

"Segera cari Dokter Arka sekarang juga! Hanya dia satu-satunya orang yang bisa menyelamatkan keluarga kita dari kehancuran ini!"

Clara tertegun membisu mendengar perintah mutlak dari sang kakek.

"Tapi... tapi apa hubungannya Arka dengan masalah keuangan perusahaan?" tanya Clara kebingungan.

"Jangan banyak bertanya! Lakukan apa yang kakek bilang atau seluruh harta keluarga kita akan disita besok pagi!" bentak Kakek Wijaya putus asa.

Sambungan telepon langsung terputus dari seberang sana.

Clara memegang ponselnya dengan tangan gemetar hebat, air mata kecemasan mulai menggenang di pelupuk matanya.

Ia tidak menyangka balas dendam keluarga Handojo akan bergerak secepat dan sekejam ini.

"Pak Joko! Cepat putar balik mobilnya!" perintah Clara histeris kepada sopirnya.

"Kembali ke Rumah Sakit Medika Sentosa sekarang juga!"

Pak Joko langsung membanting setir mobil dengan panik melihat perubahan drastis pada wajah nona mudanya.

Sedangkan di lantai dasar rumah sakit, Arka sedang berdiri di dekat jendela koridor sambil memandang langit sore.

[Sistem Mendeteksi Puncak Krisis Keuangan Keluarga Wijaya]

[Peluang Membuka Jalur Misi Utama Tahap Kedua: 100 Persen]

[Peringatan: Tokoh Clara Wijaya Akan Segera Datang Meminta Bantuan Darurat]

Suara notifikasi bernada datar berderik pelan di dalam kepala Arka.

Arka tersenyum tipis sangat misterius, seolah-olah ia sudah menunggu momen ini terjadi sejak lama.

"Grup Handojo... kalian benar-benar tidak sabar ingin kubuat bangkrut lebih cepat," gumam Arka dingin.

Tidak lama kemudian, suara decitan ban mobil mewah terdengar nyaring di halaman lobi rumah sakit.

Clara Wijaya melompat keluar dari mobil bahkan sebelum pintu terbuka sempurna.

Ia berlari kencang menerobos masuk ke dalam lobi rumah sakit dengan napas memburu dan air mata yang mulai menetes.

Semua perawat dan pengunjung menatap kearah Clara dengan keheranan.

Clara tidak peduli pada tatapan orang lain, ia terus berlari mencari keberadaan Arka di setiap sudut koridor.

Hingga akhirnya, pandangan matanya menangkap sosok pemuda berseragam sederhana yang berdiri tenang di dekat taman rumah sakit.

"Arka...!" panggil Clara dengan suara melengking penuh keputusasaan.

Arka menoleh perlahan ke arah sumber suara, menyambut kedatangan Clara dengan tatapan mata yang sangat tenang.

1
nadymaddy
hebat🥰
Cherlly: makasih kaka😍
total 1 replies
Shinta geol
karya yang bagus dan masuk ke dalam alur
Cherlly: makasih kaka/Kiss/
total 1 replies
Shinta geol
salut sama sikap thor yang tenang menguasai keadaan,saya kasih vote lah biar rame😍
Cherlly: trimakasih kaka😊
total 1 replies
Shinta geol
kasihan si arka selalu dekerjain para dokter lain nya😭
setiawan
motivasi hidup,saya kasih bintang 5
Cherlly: trimakasih kaka ku🙏
total 1 replies
Jangkar pion
🥰😍🤩
Anton barly
saya suka karakter Thor🤗
gofur
karya yg menarik
Cherlly: makasih kaka😊
total 1 replies
yani
😶‍🌫️
fitri
motivasi untuk org normal biar tambah wawasan
fitri
hebat nya orang idiot tpi otak melebihi orang normal👍
Angel
sangat berkesan untuk orang nornal biar tambah semangat dalam bekerja💪
Angel
walaupun banyak yang hina tpi dia tidak runtuh sama sekali👍👍👍
Anton barly
orang idiot aja masih punya musuh,apalagi dia normal
Cherlly: motivasi hidup sesungguh nya kak
total 1 replies
Anton barly
orang pintar walaupun udiot masih aja punya musuh
fitri
sikap thor yang tenang menghadapi masalah👍
pricilia
jangan meremehkan orang yang memiliki kekurangan,belum tentu orang kekurangan itu di bawah batas kita,saya sadar orang normal belum tentu baik😒
clara
sangat bagus
Cherlly: trimakasih kaka🙏
total 1 replies
clara
saya suka alur crita nya saya kasih vote 1 deh biar bisa lanjut baca nya😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!