NovelToon NovelToon
Malam Rahasia Tuan Viktor

Malam Rahasia Tuan Viktor

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Mafia / Romansa
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: Julian_06

Pernikahan Anne Avantie Anderson dan pria yang dicintainya batal secara sepihak setelah keluarga sang kekasih menolak hubungan mereka. Di tengah keputusasaan, Anne mengikuti rencana adik sepupunya untuk membuat Davin datang menjemputnya. Ia sengaja pergi ke sebuah bar dalam keadaan mabuk, berharap pria yang masih dicintainya itu akan membawanya pulang dan kembali melanjutkan pernikahan mereka.

Namun, malam yang seharusnya menjadi jalan untuk menyelamatkan hubungannya justru berubah menjadi awal dari kehancuran hidupnya.

Anne terjebak dalam rencana adik sepupunya sendiri dan mendapati dirinya harus menghabiskan malam bersama seorang pria yang tidak pernah ia kenal sebelumnya. Saat itulah ia menyadari bahwa selama ini dirinya telah menjadi korban dari kejahatan dan tipu daya sang adik sepupu.

Fitnah, kesalahpahaman, dan berbagai masalah yang menimpanya perlahan berubah menjadi aib yang membuat Anne memilih meninggalkan kota dan memutus semua hal yang mengingatkannya pada malam itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Julian_06, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rumah Viktor

Anne mengerjapkan matanya setelah

beberapa saat ia terbaring tak sadarkan diri, begitu kelopak matanya terbuka sepenuhnya ia melihat kamar yang tampak asing, ia melihat tubuhnya terbaring di atas kasur berukuran king size yang sangat empuk begitupun juga kamar yang bernuansa klasik mewah, ia memandang dengan bingung, tidak lama kemudian dia menangkap sebuah jas hitam tak asing tersampir di punggung sofa.

"Itu milik tuan Viktor! Jangan-jangan aku sekarang berada di kamarnya?" gumam Anne.

Gadis itu mencoba mendudukan tubuhnya, ia mengernyitkan wajahnya nyeri dan menyadari ada luka di lengannya, ketika itu ia menoleh ke lengannya dan juga terkejut jika ia telah berganti pakaian, ia tak lagi mengenakan dress kerjanya, melainkan pakaian tidur dan tidak mengenakan dalaman apapun.

'Apa?'

Anne membolakan matanya, secara refleks dia menyilangkan dadanya.

"Apakah tuan Viktor juga yang sudah menggantikan ku pakaian?" batinnya waspada.

"Nona sudah bangun?" tanya seorang wanita berseragam putih yang baru saja

memasuki kamar itu sambil membawa nampan di tangannya.

Anne menoleh ke sana dan kaget.

Melihat kebingungan di wajah Anne wanita itu pun bersuara lagi, "aku adalah dokter pribadi tuan Viktor, namaku Stella, aku di tugaskan olehnya untuk merawatmu selama di sini." jelasnya sambil meletakkan nampan yang dia bawa di tangan.

Anne terkesiap mendengarnya, ia tidak salah menduga jika kini ia benar telah di bawa ke kamarnya, tapi kenapa? Anne makin tercengang.

Ia mencoba untuk menegakkan punggungnya namun luka itu terasa nyeri.

Dokter Stella pun membantunya dan berkata, "tolong jangan banyak bergerak

dahulu, lukamu cukup dalam jadi biarkan

jahitannya menyatu, dan aku sudah membawakanmu obat pereda nyeri. Kamu perlu meminumnya setelah ini." ujar Dokter Stella.

Anne ikut menoleh ke sana dan melihat dengan malas ada cukup banyak tablet obat.

"Lalu di mana Tuan Viktor?" tanya Anne setidaknya ia ingin tahu kemana pria itu.

"Tuan Viktor sudah pergi setelah mengantar nona kemari, setelah selesai kerja baru ia akan kemari." ujar dokter Stella.

"Lalu kapan aku boleh pulang?" tanya Anne cemas, ia tak ingin berlama-lama disini.

"Tuan Viktor baru akan mengizinkan nona pulang setelah luka di lengan itu benar-benar sembuh." jawabnya.

"Kalau begitu jika ada apa-apa, atau sesuatu yang nona mau silahkan panggil saya saja."

Anne pun menganggukan kepalanya, tidak lama setelah itu ia mendengar derap langkah kaki menggema di depan pintu, tidak lama pintunya pun terbuka, sosok tinggi tegap dengan manik mata hitam pekat dan aura dingin penuh intimidasi muncul di sana.

Anne terkejut, jantungnya berdegup kuat, kini ia merasa ketakutan, entah kenapa ia namun terakhir kali ia bertemu dengannya dan memiliki kesan yang tak baik membuatnya merasa waspada.

Dokter Stella menoleh ke belakang dan menunduk hormat, "tuan Viktor anda kembali?"

Viktor tak menjawab melainkan mengibaskan tangannya ke belakang memberi instruksi kepada Stella untuk pergi dari kamar ini.

Stella paham dengan isyarat itu, ia kemudian menegakkan punggungnya dan berlalu keluar dari kamar itu, ia menutup pintu itu dari luar dan membiarkan tuannya bersama Anne di dalamn sana.

Seketika saja suasana berubah menegangkan, dalam satu waktu Anne merasa cemas, gugup dan waspada ketika pria itu mendekat, tatapan mata itu kian mendekat menggerus jarak di antara mereka.

Anne mengambil guling di sebelahnya dan mengeratkan tangannya meredam rasa khawatir itu.

"Apa... apa yang akan tuan lakukan?" Anne gugup.

"Jadi kamu takut denganku?" Viktor

tersenyum tipis, dia melangkah semakin dekat hingga jarak di antara mereka kurang dari satu meter.

Anne tertegun tentu saja ia takut, melihatnya yang seperti ingin menerkamnya siapa yang tidak akan takut?

Namun setelah hampir tiba di sisi ranjang tempat Anne terbaring, Viktor berbelok dan duduk di sofa.

Anne bernafas lega, meski rasa takut masih mendominasi nya, ia berusaha untuk tetap tenang, "kenapa tuan malah membawa ku kemari?" tanyanya.

"Kamu kecelakaan saat bekerja di perusahaanku jadi aku harus bertanggung jawab," jawabnya dengan suara dingin, dan tatapan mata tertuju pada Anne.

Jawabannya seolah menegaskan tidak ada yang bisa membantah keputusannya, entah dimanapun Anne di obati dia merasa itu adalah urusannya.

"Imelda sudah di tahan di kantor polisi kemungkinan dia akan mendekam hingga sepuluh tahun di penjara." terang Viktor memberi informasi.

Anne tertegun, Viktor baru saja memusnahkan musuh di kantornya, setidaknya kini ia merasa lega setelah ia tak akan bertemu dengan wanita itu dan keselamatannya tak akan lagi terancam oleh keberadaannya.

Pria di seberangnya itu pun membuka penutup botol anggur yang ada di nakas

sebelah sofa itu lalu meneguknya.

"Atas kecelakaan kerja yang kamu alami,

perusahaan akan memberimu kompensasi, jadi kamu mau apa?" tanya Viktor setelah meletakkan lagi botol anggurnya.

"Uang! Ya, aku mau uang." jawabnya penuh keyakinan.

Viktor menatapnya pekat, anggurnya yang telah dia minum ingin dia semburkan lagi rasanya, "kenapa yang a da di dalam otak wanita ini hanya uang? uang dan uang!"batin Viktor.

Anne menyunggingkan senyumnya setelah melihat ekspresi Viktor, "saya masih anak baru di perusahaan tuan, dan saya masih butuh uang untuk membayar sewa rumah saya perbulan, dan bibi serta keponakan saya." ujar Anne mencoba menjual kisah sedih tanpa membeberkan identitas asli anggota keluarganya.

Viktor yang mendengar lantas percaya saja karena jawaban Anne saat ini dengan saat ia menyamar menjadi gigolo itu sama, di mana di rumahnya ada bibinya dan keponakannya.

"Oh ya, selain itu, apakah biaya kecelakaan ini juga akan di potong dengan gaji kerja saya? tapi kecelakaan ini terjadi di kantor seharusnya saya tidak perlu membayar biaya pengobatannya kan dan telah di tanggung oleh perusahaan." terang Anne.

Viktor terkesiap dia mengangguk lalu meneguk winenya lagi lalu memilih berdiri jengah mendengar ucapannya.

Anne pun tersenyum girang, dia segera bersuara, "terimakasih tuan Viktor."

Viktor berlalu tanpa bersuara, hingga akhirnya ia menghilang dari balik pintu yang kini tertutup itu.

Setelah melihat kepergiannya, Anne pun

merasa lega, dia merasa dapat bernafas bebas lagi saat ini.

Namun ketika itu ia kepikiran berapa lama lagi lukanya dapat sembuh? ia tidak bisa meninggalkan anaknya terlalu lama di rumah bersama bibi Nora.

Mereka pasti akan mengkawatirkannya.

Akhirnya Anne pun memilih menghubungi bibi Nora dari pada membiarkannya dengan perasaan khawatir, apalagi ini telah malam, tidak biasanya ia tak pulang hingga malam.

"Halo nona, di mana nona saat ini?" dan benar saja pertanyaan bernada khawatir itu di lontarkan bibi Nora.

Anne menarik nafasnya dengan dalam sebelum menjelaskannya, "bi aku tidak bisa pulang malam ini, tadi di kantor aku mengalami luka, tapi bibi tidak usah khawatir ini hanya luka ringan dan bosku sudah membawanya ke rumah sakit."

Bibi Nora langsung khawatir begitu mendengarkan, "bagaimana itu bisa terjadi nona?"

"Ini keteledoranku saja, kalau begitu

tolong jangan beritahu anak-anak tentang kondisiku ya bi, dan untuk beberapa hari ini aku tidak bisa pulang." ujar Anne.

Dia mendapat jawaban dari bibi Nora jika wanita itu bersedia, akhirnya Anne menghela nafasnya dengan lega dan menutup sambungan itu.

Setelah itu Anne mencoba memejamkan matanya, namun ia tak dapat tidur sama

sekali, tau dimana kini ia berada membuat ia tak dapat tidur dengan tenang, ia menoleh ke samping melihat makanan yang baru saja di bawa dokter Amber dan ia tak bernafsu sama sekali untuk makan.

Akhirnya ia memutuskan untuk mengambil ponselnya lagi dan menghubungi pria itu.

"Halo,' sapa Anne pada gigolonya.

"Ya, ada apa?"

"Kenapa kamu belum mengirim uang untukku?" tanya Anne.

Ketika Anne berbicara pada pria itu maka ia bebas dan leluasa untuk mengaturnya, tapi ketika ia di depan Viktor maka ia yang harus patuh padanya, hingga ketika di hadapan gigolonya ka tak ingin menyiakan kesempatan itu untuk bersikap selayaknya bos.

Sementara di ruangan lain di rumah ini

Viktor yang tengah berendam di dalam bathtub itu pun menatap dingin, "belum ada pelanggan."

"Lalu apa saja yang kamu lakukan jika tidak mencari pelanggan?"

"Aku sedang menemani wanita bodoh

yang tidak punya otak!" singgung Viktor,

sambil menyandarkan punggungnya pada sandaran bathtub dan menikmati kesegaran yang tengah meresap ke dalam pori-pori tubuhnya.

"Siapa wanita itu? Dia calon pelangganmu?" tanya Anne penasaran.

Viktor mengulas senyuman tipis,"ya," balasnya dingin.

Tidak lama Viktor membangkitkan tubuhnya dari dalam genangan air itu dan hingga bunyi air akibat gerakannya itu pun terdengar.

"Kamu sedang mandi?"

"Ya," jawab Viktor dingin.

"Kenapa mau mengangkat panggilan ku

jika sedang mandi?" tanya Anne.

Sial kini otak liar Anne malah membayangkan bagaimana pria itu ketika tengah bertelanjang, tubuhnya yang liat terbasahi oleh air hingga ototnya nya yang memenuhi dada dan perut mengkilap saat terkena oleh cahaya lampu.

Anne meneguk ludahnya saat terbayang

momen di malam itu.

"Kenapa? Mau lihat?"

"Bajingan!" Anne menatap masam mendengar pria itu menggodanya.

"Lalu wanita bajingan mana yang

menciumku dahulu malam itu, saat aku ingin berhenti dia malah menarik tanganku untuk tetap melanjutkannya, sekarang setelah menyadari baru menyesal dan meminta ku bertanggung jawab." ujar Viktor mengingatkan adegan demi adegan di malam pertama mereka bertemu.

Anne tertegun mendengar ucapan Viktor, ia yang mabuk di malam itu benar-benar tak ingat apapun.

1
Mia Camelia
Selina belom kapok juga gangguin Anne mulu🤣
Mia Camelia
lanjut thor plis🤭🙏
Iffanaya 😽
pasti dijebak lagi sama Selina 😏
Mita Paramita
davin cowok plin plan udah ngebuang Anne dimasa lalu 🤣 sekarang baru nyesel kan 🫡
Lian_06: Iya, menyebalkan banget 🤭😅
total 1 replies
Resume
thor ini emng alur nya slow burn ya?
Lian_06: Iya kak 😄
total 1 replies
Resume
jangan terlalu lama ya thor, ga sabar liat reaksi viktor
Lian_06: Okey Ditunggu saja ya Updatenya😄
total 1 replies
Resume
baguss
Lian_06: Thanks ya ,rating dan komentar nya😃, nantikan update cerita ini ya, jangan lupa tinggalkan jejak disetiap babnya agar semakin semangat Authornya😉😄
total 1 replies
𝓮𝓵𝓯𝓪𝓷𝓪𝔂𝓪 ₳ⱤⱤ₣₳₳ 🕸🌪
dimana² uang lebih berkuasa 🤭 sebaiknya kamu jujur ke Viktor kalo ada 3 buntut krn kejadian itu biar anak²mu ada yg melindungi nya
𝐀⃝🥀Weny
heem.. the power isi money /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
𝐀⃝🥀Weny
issshhh... licik banget si Victor 😏🤣🤣
𝐀⃝🥀Weny
🤣🤣🤣si Victor moduuuus... bilang aja kangen🤣🤣🤣🤣
𝐀⃝🥀Weny: iya, mau ketemu aja cari² kesalahan Anne 😅🤣🤣🤣
total 2 replies
Mita Paramita
rasain tuh Anne dikerjain Viktor 🤣🤣🤣
Mita Paramita
salah paham lagi nih Viktor ke anne🤣🤣🤣 kapan ketahuan ny sih Anne dan kapan Viktor ketemu anaknya
Mita Paramita
anne polos banget ketemu Viktor ga pernah liat wajah ny 🤣🤣🤣 Viktor pake topeng
𝓮𝓵𝓯𝓪𝓷𝓪𝔂𝓪 ₳ⱤⱤ₣₳₳ 🕸🌪
kamu itu jgn polos² amat jd orang 🤦‍♀️ jgn mudah percaya orang lain meski itu rekan kerja mu sendiri
Mita Paramita
anne terlalu polos gampang gak enakan di pergaulan teman teman ny🤣🤣🤣 untuk ada Viktor nih 🫡
Lian_06: Kadang terlalu baik malah dimanfaatin 😭
total 1 replies
𝓮𝓵𝓯𝓪𝓷𝓪𝔂𝓪 ₳ⱤⱤ₣₳₳ 🕸🌪
emang triples anaknya viktor 🤭 ajak triples ke kantor biar ketemu daddy nya
Lian_06: Thanks ya udah mampir baca🤗😄. Ajak triplets nya nanti biar makin suprise buat Daddy Viktor 🤭
total 1 replies
Mita Paramita
rasain tuh Imelda makanya jangan senioritas🤣🤣🤣kalo udah ketauan rugi sendiri kn 🫡
Lian_06: Bener banget tuh, aku jujur kesel juga🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!