NovelToon NovelToon
48 Months Agreement With CEO

48 Months Agreement With CEO

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Nikahkontrak / Tamat
Popularitas:6.6M
Nilai: 5
Nama Author: taurus

Jason seorang CEO jatuh cinta dengan Lia, gadis yang selalu berani berargument dengan dirinya. Dengan memanfaatkan keadaan, Jason membuat Lia menandatangani surat perjanjian nikah.

Perjanjian 48 bulan sengaja dia buat agar Lia jatuh cinta dan sepenuhnya menjadi miliknya. Dengan Cinta pula Jason mengangkat martabat Lia, menjadi wanita yang tidak dapat disepelekan dunia.


"Ayo kita menikah. Cukup empat puluh delapan bulan. Setelah itu kau yang memutuskan akan tetap dalam pelukanku atau berlari bebas seperti kucing liar."

"Siapa takut asalkan kau bersedia memberikan uang sebesar empat puluh delapan juta dolar setelah kita bercerai."

"deal."

Mereka bersalaman dan menandatangani surat kesepakatan. Gadis itu tertawa penuh kemenangan tanpa menyadari syarat kedua dari kesepakatan tersebut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon taurus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Nonton bioskop

Sehari setelah kencan pertamanya dengan Lia, Jason disibukan dengan urusan pekerjaan yang tidak dapat dia tunda. Pengiriman dan pengolahan bahan minyak mentah di lepas pantai berlangsung teratur seperti biasa.

Seringkali Jason mengunjung kilang minyak yang terletak di lepas pantai, untuk melihat dan mengawasi proses pengolahan. Dia rela berpanasan dan berkotor ria untuk mengawasi dan mempelajari banyak hal.

Erick yang merupakan assistent sekaligus sahabat dekat, dan selalu mendampingi Jason kemanapun dia melakukan perjalanan keliling dunia, datang mendekati Jason.

"Tuan muda." Sapa Erick ketika masuk

Ke dalam ruangan Jason yang luas dan nyaman.

"Tidak ada siapapun disini. Panggil aku Jason." Ujar Jason tanpa mengalihkan perhatiannya dari laptop.

Erick mengangguk. Erick adalah teman baik SD Jason, ketika ia masih menikamati sekolah dengan normal. Pertemuan mereka kembali adalah ketika Erick sudah lulus kuliah bisnis manajemen dan melamar bekerja di perusahaan Jason.

Erick benar-benar tidak menyangka, jika perusahaan tempatnya melamar pekerjaan adalah milik keluarga Jason. Dan ketika Jason melihat resume miliknya, pria itu langsung memerintahkan kepada bagian HRD untuk mengirim Erick sebagai assistent pribadinya.

Dan saat ini sudah enam tahun Erick bekerja mendampingi Jason. Bukan saja menjadi orang kepercayaan dan sahabat dekat Jason, Erick bahkan di hargai oleh keluarga Jason. Karena Jason menempatkan Erick sangat penting. Setiap kali mereka ingin berbicara dengan Jason, tentunya melalui Erick.

"Baiklah. Jason, besuk kau akan ada jadwal untuk bertemu dengan Irina Alexava. Gadis berdarah America-Rusia. Anak termuda dari pengusaha bahan dasar kimia terbesar di dunia. Jadwal pertemuan akan diadakan di Lounge Kimpton Epic Hotel, pukul tujuh malam." Eric membacakan agenda Jason untuk esok hari.

"Mom, dia masih tidak menyerah menjodohkan ku," desah Jason lesu.

"Beliau mengkhawatirkan posisi mu, Jason."

Ujar Erick sambil menarik kursi dihadapan Jason.

Jika pria dihadapannya sudah membiarkan dirinya memanggil Jason, itu artinya Erick bisa bersikap selayaknya seorang sahabat.

Dan berbicara layaknya sahabat

"Aku tidak berminat dengan mereka semua. Mereka hanya menginginkan kedudukan ku." Ujar Jason dengan kesal.

"Jaman sekarang, susah mencari wanita yang tulus," sahut Erick.

"Pasti ada wanita yang mencintaiku dan bisa aku cintai."

"Kau terlalu puitis sobat. Pilihlah salah satu wanita yang fisiknya kau suka dan berkeriteria bisa membawa mu menjadi penguasa. Kau tidak ingin kan kedudukanmu jatuh ditangan Daniel, bukan?"

Erick berbicara dengan menautkan jari jemari nya dan menatap tajam pada Jason.

Erick tahu, jika Jason tidak menyukai Daniel. Meskipun seringkali Daniel berusaha mendekati Jason, dengan mengirimkan pesan, telphone dan hadiah. Jason selalu mengabaikan anak itu.

"Bagaimana jika aku memilih wanita biasa untuk ku nikahi." Jason berbicara dengan lirih seakan kepada dirinya sendiri.

"Heh! Jangan bilang kau tertarik dengan wanita itu." Erick terkejut dengan perkataan Jason yang tidak dia duga.

"Kenapa tidak? Persyaratan utamanya kan aku harus sudah menikah."

"Tapi wanita itu tidak memiliki latar belakang yang cukup untuk menopang mu." Bantah Erick dengan gusar.

"Menopangku? Bukannya semua wanita itu mendekatiku karena ingin aku yang menopang mereka?" Tanya Jason balik dengan sinis.

"Lagipula jika aku menikahi wanita biasa, maka akan lebih mudah bagiku untuk mengendalikannya. Aku tidak perlu bersusah payah jika harus menceraikannya." Sambung Jason lagi.

Erick menghela nafas. Apa yang dikatakan Jason adalah benar. Kedudukan perusahaan Jason sangat penting. Bahkan orang tua Jason adalah salah satu donatur IMF. Secara Politik dan Bisnis, menikahi Jason berarti akan mendapatkan dukungan dalam segala hal.

"Lalu, apakah wanita itu bersedia menikahi mu?"

Pertanyaan Erick membuat Jason termangu. Bukan hal yang mudah meminta Lia untuk menikahi dirinya, ketika hati gadis itu tengah berlabuh pada pria lain.

Dia harus memutar otaknya agar gadis itu bisa mau mengikuti rencananya.

*

Sementara itu di kantor Andrew, tampak Lia tengah berkutat dengan laptop dihadapan

nya. Dia tampak begitu serius, hingga dari kejauhan setiap orang akan mengira jika Lia benar-benar sibuk.

Raja melirik hal yang dilakukan oleh Lia dan tersenyum geli. Timbul niatan untuk menggoda.

"Kau mau menontop bioskop?"

"Sstttt... jangan berisik. Ini aku lagi melihat box office yang tanyang hari ini." ujar Lia dengan berbisik.

"Mau menonton dengan siapa?" Bisik Raja.

"Dengan Briant lah, masa sama kamu."

"Kenapa tidak? Aku tampan dan menyenangkan kok."

"Iya nanti kapan-kapan nonton sama kamu, sekalian dengan semua sekretaris disini." Sahut Lia cuek.

"Heh, itu namanya tidak ada kesempatan buat aku." Kata Raja dengan lesu.

"Dasar cowok. Pesan sana tiket buat nonton dengan Meta. Tapi jangan yang sama dengan punyaku. Aku ogah bertemu dengan kalian waktu nonton."

"Jutex amat sih," sahut Raja dengan kesal.

Raja menoleh pada Lia dan bertanya, "Memangnya tuan Briant mau menonton dengan dirimu?" uajr Raja dengan nada mengejek.

"Ihhh kamu! Hari ini kan dia gak ada acara lagi sepulang kerja, bukan? Aku sudah mengecek jadwalnya. Awas ya jika kau menambahkan jadwal lagi." Ancam Lia.

"Memangnya kenapa jika ada pertemuan penting mendadak?" Bantah Raja lagi.

"Iiiihhh... Gak aku traktir kamu ya."

"Traktir di kantin, ogah ah. Aku bisa beli sendiri." Tolak Raja dengan angkuh.

"Aku traktir dua tiket nonton VIP buat kamu dan Meta, gimana?" Lia memberikan penawaran yang menarik.

"DEAL!" Seru Raja dengan nyaring. Hingga semua mata menoleh heran padanya.

"Maaf. Maaf. Ini pertemuannya tuan Briant sudah deal," Raja asal mengemukakan alasan ketika semua jejeran mata sekretaris lainnya menoleh padanya.

"Makanya jadi cowok itu jangan ember," celetuk Lia sambil tersenyum geli melihat wajah kikuk Raja.

"Apa itu Ember?" tanya Raja tak mengerti.

"Yaelahhh lupa aku kamu keturunan bule. Timba. Tau timba?"

Raja mengangguk.

"Nah mulutmu jangan besar kaya timba, banyak omong."

BUG! Raja dengan kesal menimpuk Lia dengan sebuah buku. Lagi-lagi suara yang ditimbulkan membuat sekretaris lain menoleh pada mereka.

"Ada nyamuk di bahu Lia. Sudah kalian kerja saja, kenapa sibuk memandang diriku." Ujar Raja dengan percaya diri.

Lia menggelengkan kepala nya sambil menatap Meta.

"Apalagi?" Bisik Raja curiga.

"Aku kasihan sama Meta." Jawab Lia dengan lirih.

"Kenapa memangnya?" tanya Raja tidak mengerti.

"Kok bisa ya dia suka dengan pria ember seperti dirimu." Celetuk Lia sambil terkekeh lirih.

Raja melotot.

"Jangan melotot gitu, wajahmu kaya barongsai tau." Goda Lia.

"Biarin." Sahut Raja jutex.

"Yeaaa marah, marah ga dapat tiket yaaa."

Lia melambai-laimbaikan tiket bioskop yang baru saja dia pesan secara online dan sudah di print.

Raja mendengus. Akhirnya dia memaksa sebuah senyuman lebar nan manis di wajahnya.

"Nah gitu dong. Jadi Lebih tampan." Ujar Lia.

"Benarkah?" Raja membusungkan dadanya.

"Iya seperti mr. Bean," celetuk Lia dengan terkekeh sambil buru-buru meninggalkan kursi nya masuk ke ruangan Briant. Sekarang tinggal bagian yang lebih susah. Merayu Briant untuk mau menonton dengan dirinya.

*

Lia berjalan disisi Briant dengan sangat senang. Dia berhasil mengajak Briant untuk menonton. Sekarang pria tampan ini berjalan di sisi nya.

"Kita makan dulu disana." Raja menunjuk pada sebuah restaurant di dalam mall.

"Tentu saja, brother." Sahut Lia dengan manis.

Mereka memasuki restaurant yang menyuguhkan duck pecking. Lia sangat senang karena Briant mengajaknya makan makanan Asia, bukan steak atau burger.

Mereka menikmati makanan tanpa banyak bicara. Hanya sesekali Lia berceloteh, menceritakan makanan khas negara nya yang mirip dengan restaurant ini. Hanya rasa gurih yang sedikit berbeda.

Briant mengangguk dan mendengarkan dengan antusias setiap celotehan dari Lia. Sesekali dirinya menggumam dan terkadang memeriksa pesan yang masuk melalui ponsel nya.

Selesai makan, mereka menuju ke dalam ruang VIP bioskop, dimana terdapat sofa yang bisa dibuat berbaring dan juga ada selimut. Sofa-sofa disusun berjejeran hanya untuk pasangan.

Briant membantu Lia berbaring dan menyelimuti kaki Lia. Dia kemudian merebahkan dirinya disisi Lia. Lia berdebar. Dia sangat senang sekali, suasana hari ini terasa romantis.

Pikrian Lia tiba-tiba melayang pada Jason. Dia membandingkan kencannya dengan Briant kali ini yang begitu tenang dan terkesan romantis, berbanding terbalik dengan Jason kemarin. Kenvam mereka selalu dihiasi dengan keributan, saling mengejek dan... ah pelukan.

Lia baru tersadar, entah seberapa lama Jason memeluk dirinya ketika itu. Bahkan mengecup pipinya. Dua kali malahan! Sekali dengan mulut penuh minyak. Dan sekali lagi kesempatan yang dia ambil saat Lia tidak sadar. Hukuman dia bilang.

"Menyebalkan." Gumam Lia tanpa sadar.

"Heh? Ya? Apa yang menyebalkan?" Tanya Briant tidak mengerti.

"Ah eh.. itu eh... anu tidak ada masakan Indonesia di mall ini," Lia tergagap mencari alasan.

"Ah itu. Iya tidak ada. Kita harus ke downtown untuk mendapatkan masakah khas indonesia." Briant menjelaskan.

"Benarkah. Aku ingin kesana. Mau kah brother mengantarku?" tanya Lia dengan antusias.

Dia bersyukur karena berhasil mendapatkan alasan yang masuk akal. Jangan sampai Briant tahu jika dirinya sedang memikirkan Jason. Tapi, kenapa pria ini tidak bertanya, kenapa Jason menjemputnya dengan helikopter kemari dan apa yang dia lakukan dengan pria itu.

Apakah Briant tidak cemburu? Apakah Briant benar- benar tidak menyukaiku? Kenapa dia begitu santai saja dan tidak penasaran? Apakah benar dihatinya hanya ada Grisella?

Berbagai pertanyaan berkecamuk dalam pikiran Lia.

"Tentu saja jika ada waktu aku akan mengantarmu. Atau jika kau menginginkan segera kesana, ajaklah Grisella atau mungkin Raja menemanimu."

Lia hanya mengangguk-anggukan kepalanya mendengar perkataan Briant. Dalam hatinya dia merasa sebal sekali, karena Briant tidak mengerti maksud hatinya. Jika dia menginginkan pergi dengan orang lain, bagaimana mungkin Lia akan mengajak Briant dengan anthusias.

Dasar manusia lempeng. Apa harus diketok dulu biar mengerti? Atau sesungguhnya Briant memahami hanya berusaha menghindar? Lia menghabiskan waktunya hanya dengan menduga-duga tanpa memperhatikan jalan cerita film dihadapannya.

Film telah usai ditanyangkan. Briant langsung mengajak Lia untuk pulang. Pria itu mengantarkan Lia di mansion Andrew dan langsung pergi setelah melihat Lia masuk kedalam rumah.

Di dalam rumah, Lia disambut oleh Diana.

"Bagaimana kencanmu dengan Briant?" tanya Diana sambil mengikuti Lia masuk kedalam kamarnya.

"Menyenangkan. Kami makan duck pecking dan menonton bioskop. Dia membantuku merebahkan diri di sofa dan menyelimutiku." cerita Lia.

"Kau bahagia?" tanya Diana.

"Tentu saja." sahut Lia mantap.

"Tapi kenapa kau tidak kelihatan bersemangat?" tanya Diana dengan heran.

"Ah, siapa bilang. Aku bersemangat sekali. Romantis loh kakak. Kakak belum pernah kan nonton bioskop dengan brother Andrew?" ujar Lia mengolok.

"Pernah," jawab Diana.

"Benarkah, asyik bukan? Kalian masih sering menonton?" tanya Lia dengan athusias.

"Sekali saja sudah cukup. Aku sudah tidak mau kesana lagi."

"Memangnya kenapa?" tanya Lia penasaran.

"Di rumah kan sudah ada hometheater. Nonton saja di rumah. Sama Saja." ujar Diana memberikan alasan.

Meskipun sebernarnya bukan itu alasan Diana enggan menonton bioskop di tempat umum dengan Andrew. Pria itu tidak membiarkan dirinya menikmati alur film, karena Andrew justru sibuk menciumi dirinya. Hingga sesudah film usai, Diana merasa jika dirinya telah dijadikan tontonan oleh pasangan lainnya.

"Ya enggak sama lah," sahut Lia.

"Sudah sana bersihkan diri terus tidur. Mimpi yang indah. Mimpi Jason atau Briant ya?" ujar Diana dengan tertawa menggoda.

"Ah kakak nyebelin."

Diana tertawa dan meninggalkan Lia sendiri, yang masih merebahkan dirinya dengan menatap langit-langit kamar. Disana ada bayangan wajah Jason berganti dengan Briant. Kemudian berganti lagi dengan Jason.

Kedua bayangan wajah pria itu bergantian tampil di atas langit-langit kamar, hingga dering ponsel menggugah lamunannya.

"Ya?" sahut Lia tanpa melihat nama orang yang menghubunginya.

"Apa yang kau kerjakan kucing kecil?"

"Jason?" Lia terkejut dan memastikan nama yang tertera di ponselnya.

"Memangnya selaian diriku, siapa yang akan menelphone mu?" ejek Jason dengan terkekeh.

"Ihhh... memang nya cuma kamu yang bisa menephone ku?" ujar Lia dengan sebal.

"Coba siapa lagi?" tanya Jason dengan mengejek.

"Banyak, Briant salah satunya." sahut Lia percaya diri. Meskipun akhirnya dia menyadari, jika Briant tidak pernah menghubunginya terlebih dahulu.

"Oh ya, tapi justru diriku kan yang kau pikirkan setiap saat." ujar Jason dengan percaya diri.

"Yeaahhhh ge-er," ujar Lia dengan kesal.

"Jujur saja aku tidak akan menolaknya."

"Ihhhh... dasar ge-er. Mau apa kau menelphone ku malam-malam begini?" tanya Lia dengan sebal.

"Tentu saja untuk mengobati rindumu."

"Halahhhh bilang saja kau yang merindukan diriku. Ayo ngakuuu.. ngakuuuu," uajr Lia dengan senang menggoda Jason.

"Iya aku rindu dirimu." sahut Jason membenarkan.

"Hahahaha... jujur juga dirimu." Lia terkekeh mendengar pengakuan terpakasa Jason.

"Besuk, kosongkan jadwalmu! Aku akan menjemputmu di kantor Andrew sore hari."

"Ih, ngajak apa beri perintah sih." sahut Lia dengan jengkel mendengar nada perintah dari kalimat Jason.

"Menagih hutang!" seru Jason.

"Hu uh. Iya.Iya. Dasar rentenir." sahut Lia kesal.

"Apa katamu?"

"Renternir!" seru Lia dengan lantang.

"Mau kutambahkan bunga pada hutangmu?" Ancam Jason dengan nada suara serius.

"Enggak mau! Awas ya kalau berbunga, aku gak mau menuruti permintaanmu." Ancam Lia balik.

"Eh, berani-berani nya mengingakari janji."

"Biarin."

"Kalau kau melanggar janji mu, aku akan masuk ke kantor Andrew, aku gendong dirimu dari dalam kantor sampai di luar dan akan aku cium dirimu dihadapan semua karyawan!" Ancam Jason dengan tertawa mengejek.

Dia tahu, Lia paling sebal jika dia ancam akan di cium.

"Iya iyaaa.. Besuk sore dijemput di kantor, aku tunggu di lobby," sahut Lia kesal karena kalah dalam hal mengancam.

"Begitu dong kucing manis. Sekarang tidurlah dan mimpikan diriku." ujar Jason sambil terkekeh dan menutup sambungan telphone mereka.

"Ogahhh!" ujar Lia kesal.

Malam harinya, dalam tidur Lia bermimpi.

Dia menonton bioskop dengan di apit oleh dua orang pria. Jason dan Briant. Tapi ada yang aneh. Kenapa hanya tangan Jason yang menggenggam tangannya.

💗💗💗💗💗💗💗💗💗

1
zhoedjie liem
apa istri simpanan ya...
zhoedjie liem
yes pencuri bibir
Gojong Rajagukguk
👍
Ardupi Labdhiworo Woro
Luar biasa
Irra Ajahh
aku nyari ko, gx ada jerat cinta tuan muda
Irra Ajahh
uluh2 aku udh bca bbrpa kali
Netti
mau donk di bawa terbang ceo tampan😊
Sendu Senja
cepet amat anak Diana besarnya.perasaan waktunya selisih 2thn dari kepergian lia
Miss c
kereen
Sastri Dalila
👍👍👍
Teguh wira admaja
thor aku gak ketemu novel Daniel
emang terbit dimana thor 🙄🙄🙄
Angelina Karin
jd nya si jason yg g pamtas buat diana
mknya g jodoh Hehehehe
Nayyira
lAnjut
🌾lvye🌾
ketemu si Jason pasti 😁
🌾lvye🌾
😂😂😂😂 ketiduran
tp gpp Jason kamu berhasil menjadi pencuri 😁😁😁
Mawar Hully
sangat suka
_nana_🐰
mampir di novel karyamu thor..kisahnya menarik sukses selalu thor
baidar baidar
bagus
Desti riya sari
lia lucu bgt dah 😃😃
ZQ
bagus banget ceritanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!