NovelToon NovelToon
Xiao Nan: Kebangkitan Godfather Sang Raja Dunia Bawah

Xiao Nan: Kebangkitan Godfather Sang Raja Dunia Bawah

Status: sedang berlangsung
Genre:Spiritual / Mafia / Reinkarnasi / Kelahiran kembali menjadi kuat
Popularitas:8.7k
Nilai: 5
Nama Author: King Nan

Xiao Nan pernah menjadi Godfather paling ditakuti di Bumi, membangun kerajaan kriminal sebelum tewas akibat pengkhianatan orang terdekat. Namun kematian bukan akhir. Jiwanya bereinkarnasi ke dunia kultivasi di Pulau Matahari Abadi, bangkit sebagai penguasa bayangan sebelum kembali dikhianati dan dijatuhkan ke Pulau Bulan Surga.

Di sana ia terlahir sebagai tuan muda Keluarga Xiao. Ibunya dibunuh, bakat Akar Naga dirampas ayahnya sendiri, dan ia dibuang ke Reruntuhan Dewa dan Iblis. Di neraka itulah Xiao Nan bangkit. Ia mewarisi Sutra Bayangan Naga dan Tulang Naga Dewa, memadukan insting mafia dengan hukum kultivasi. Bersama entitas misterius Finn, ia membentuk Fraksi Shadow Dragon, menghancurkan Keluarga Xiao dari dalam. Namanya mengguncang dunia dan menyeretnya ke Turnamen Jalan Langit Sepuluh Ribu Ras.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon King Nan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chap 13 - EKSEKUSI SANG RAJA DUNIA BAWAH

Lembah Ratapan Arwah seolah menahan napas. Kabut hijau yang biasanya bergerak liar kini membeku di udara, seakan-akan alam itu sendiri tunduk pada tekanan aura hitam yang memancar dari tubuh Xiao Nan. Berdiri tegak dengan mata hitam pekat yang tak menyisakan ruang bagi cahaya, Xiao Nan tidak lagi tampak seperti pemuda buangan dari Keluarga Xiao. Ia tampak seperti inkarnasi dari Jurang Hitam Tak Berujung.

Penatua Hantu merasakan tenggorokannya kering. Sebagai seorang praktisi di ranah Pemadatan Qi Tahap Atas, ia seharusnya bisa menghancurkan seorang murid Pembentukan Qi hanya dengan satu jentikan jari. Namun, instingnya yang telah diasah selama puluhan tahun di dunia persilatan berteriak bahwa sosok di depannya ini adalah kematian itu sendiri.

"Jangan hanya berdiri di sana, kalian pengecut! Serang dia bersama-sama!" teriak Penatua Hantu, suaranya sedikit melengking karena ketakutan yang coba ia sembunyikan.

Empat murid Sekte Arwah Gelap yang tersisa segera menggerakkan kaki mereka. Mereka membentuk formasi setengah lingkaran, mengalirkan Qi hijau busuk ke senjata mereka masing-masing. Mereka merapal mantra Jurus Pemisah Jiwa (Tingkat 8 Versi Rendah), mencoba mengunci pergerakan Xiao Nan.

Xiao Nan melirik mereka dengan sudut matanya. Di dunianya yang dulu sebagai Lin Ye, ia pernah dikepung oleh belasan pembunuh bersenjata otomatis di sebuah lorong sempit. Di dunia sebagai Qing Zhao, ia pernah menghadapi ribuan prajurit abadi. Situasi ini baginya hanyalah sebuah rutinitas yang membosankan.

"Kalian terlalu banyak membuang gerakan," bisik Xiao Nan.

Syuuuut..

Xiao Nan bergerak. Ia menggunakan Langkah Kekosongan yang kini telah menyatu sempurna dengan energi Sutra Bayangan Naga. Ia tidak hanya bergerak cepat, ia seolah-olah menghilang ke dalam dimensi bayangan dan muncul kembali di titik buta lawan.

Satu murid sekte merasakan hawa dingin di tenggorokannya. Sebelum ia sempat mengangkat pedang tulangnya, Belati Jurang Langit milik Xiao Nan telah meluncur dengan presisi bedah, memutus arteri karotisnya tanpa suara. Darah menyembur, namun tidak ada setetes pun yang mengenai jubah Xiao Nan. Ia sudah bergerak menuju target berikutnya.

"Kedua," suara Xiao Nan terdengar seperti bisikan malaikat maut. Ia memutar tubuhnya, menghindari tebasan pedang dari murid kedua, lalu menghantamkan sikunya ke arah ulu hati lawan. Hantaman itu bukan sekadar kekuatan fisik; ia menyuntikkan energi hitam yang menghancurkan organ dalam seketika. Murid itu tersungkur, matanya membelalak sebelum akhirnya kehilangan nyawa.

Yue Niang, yang masih bersandar pada pedangnya di dekat kolam, menatap pemandangan itu dengan napas tertahan. Ia sering melihat pembantaian, namun ia belum pernah melihat seseorang membunuh dengan begitu elegan dan efisien. Tidak ada energi yang terbuang sia-sia. Setiap gerakan Xiao Nan adalah seni tentang bagaimana cara mengakhiri hidup.

"Bocah stan! Beraninya kau!" Penatua Hantu tidak bisa lagi menahan diri. Ia mencabut sebuah spanduk kecil dari pinggangnya Panji Sembilan Neraka (Tingkat 8). Meskipun panji yang ia pegang hanyalah replika tingkat rendah, ia tetap mampu memanggil arwah-arwah penasaran dari bawah tanah. "Bangkitlah! Lembah Ratapan Arwah, berikan aku kekuatanmu! Hancurkan jiwanya!"

Puluhan tangan pucat mulai muncul dari tanah, mencoba mencengkeram kaki Xiao Nan. Roh-roh kelaparan melayang di udara, mengeluarkan jeritan yang bisa menghancurkan mental seorang kultivator biasa.

Xiao Nan berhenti melangkah. Ia menatap roh-roh itu dengan ekspresi datar. "Menggunakan arwah untuk menakutiku? Aku adalah orang yang mengirim ribuan jiwa ke neraka sebelum aku mencapai usia tiga puluh. Arwah-arwah ini tidak membenciku... mereka justru takut padaku."

Xiao Nan menghentakkan kakinya ke tanah. Energi hitam dari Sutra Bayangan Naga meledak keluar secara radial, membentuk gelombang kejut yang berwarna gelap.

BOOM!

Tangan-tangan mayat itu hancur menjadi debu. Roh-roh yang tadinya mengamuk tiba-tiba berteriak ketakutan dan lari kembali ke dalam tanah seolah-olah mereka baru saja melihat raja mereka yang murka. Penatua Hantu jatuh terduduk. Panjinya retak. "Tidak mungkin... teknik apa yang kau gunakan? Itu bukan teknik dari Pulau Bulan Surga!"

Xiao Nan berjalan perlahan mendekati Penatua Hantu. Setiap langkah kakinya terasa seperti detak jantung kematian bagi sang penatua. Dua murid terakhir yang mencoba menghalangi jalan Xiao Nan langsung ditebas dengan gerakan melingkar yang begitu cepat hingga kepala mereka jatuh ke tanah bersamaan. Kini, hanya tersisa Penatua Hantu yang gemetar hebat.

"Taktik Mafia nomor satu, Jika kau ingin mengirim pesan, pastikan tidak ada kurir yang tersisa... kecuali jika kau ingin kurir itu membawa pesan ketakutan," Xiao Nan berdiri di depan Penatua Hantu, ujung belatinya menyentuh dagu pria tua itu.

"Tolong... jangan bunuh aku... aku punya banyak rahasia! Aku punya Pil Es Giok Pengikat Jiwa (Tingkat 6) di markas kami! Aku akan memberikannya padamu!" Penatua Hantu memohon, air mata dan keringat bercampur di wajahnya yang keriput.

Xiao Nan tersenyum dingin. "Aku bisa mengambilnya sendiri setelah aku menghapus sektemu dari peta. Tapi sekarang, aku punya pertanyaan untukmu."

Xiao Nan sedikit menekan belatinya hingga darah merembes. "Siapa di keluarga Xiao yang berhubungan dengan Sekte Arwah Gelap? Jangan berbohong, aku bisa mencium aroma kebohongan lebih baik daripada aroma kematian."

Penatua Hantu terengah-engah. "Itu... itu Xiao Han! Dia yang memberikan koordinat tempat tinggalmu dan menjanjikan paviliun ibumu sebagai tempat persembunyian kami jika kami berhasil membunuhmu!"

Mata Xiao Nan berkilat. Xiao Han. Benalu itu ternyata lebih berani dari yang ia kira, bahkan berani bekerja sama dengan sekte iblis demi kekuasaan.

"Terima kasih atas informasinya," ujar Xiao Nan.

"Jadi... kau akan melepaskanku?" tanya Penatua Hantu dengan harapan kecil.

"Aku bilang aku akan menjadikanmu kurir pesan ketakutan. Tapi aku tidak bilang aku akan membiarkanmu tetap utuh."

Xiao Nan menggerakkan tangannya secepat kilat. Ia tidak membunuh Penatua Hantu, melainkan menghancurkan Dantiannya dan memutus semua urat saraf di tangan dan kakinya.

"AAAARRRGGGHHH!"

"Kembalilah ke sektemu. Katakan pada pemimpinmu, bahwa wilayah ini sekarang milik Xiao Nan. Jika mereka berani menginjakkan kaki lagi di sini... aku akan menjemput jiwa mereka sendiri."

Xiao Nan berbalik, mengabaikan teriakan kesakitan Penatua Hantu. Ia berjalan ke arah Yue Niang yang masih terpaku. Xiao Nan mengulurkan tangannya pada wanita itu.

"Bisa berdiri, Nona Investasi?" tanya Xiao Nan dengan nada yang sedikit lebih santai, meski sisa aura membunuhnya masih terasa.

Yue Niang menatap tangan Xiao Nan, lalu menatap wajah pemuda itu. Ia menyadari satu hal, pemuda ini bukan lagi sekadar murid buangan. Dia adalah badai yang akan menyapu bersih seluruh Pulau Bulan Surga. Ia menyambut tangan Xiao Nan, merasakan kehangatan yang kontras dengan aura dingin yang dipancarkannya tadi.

"Kau benar-benar monster, Xiao Nan," bisik Yue Niang sambil berdiri.

"Dunia ini tidak butuh pahlawan, Yue Niang. Dunia ini butuh seorang bos yang tahu cara mengatur kekacauan," jawab Xiao Nan sambil menatap ke langit lembah yang gelap.

Malam itu, di dalam kesunyian Lembah Ratapan Arwah, sebuah legenda baru telah lahir. Dan bagi keluarga Xiao, waktu mereka sudah hampir habis.

1
Pecinta Gratisan
lagi thor updatenya💞
Pecinta Gratisan
no komen thor yg penting gak hiatus thor
Pecinta Gratisan
ok thor semangat updatenya sampai tamat thor⚡🔨
Pecinta Gratisan
mantap💞 thor cerita nya💞
hahaahaha
Luar biasa
Andi Heryadi
jgn cm buat diri sendiri,bikin juga anak buahnya tambah kuat
Andi Heryadi
ganti panggilan bos dgn tuan muda thor
Andi Heryadi
keren....terus bertambah kuat Xiao nan
Andi Heryadi
semoga gak berhenti ditengah jalan Thor, ceritanya lumayan bagus
I'm Alone❄️: insyaallah nggk berhenti ditengah jalan, saya usahain selesai Sampek season 3
total 1 replies
Andi Heryadi
bantai jgn ksh ampun ....
Andi Heryadi
mantap thor
Andi Heryadi
ttp semangat thor
Andi Heryadi
masih menyimak thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!