" Aku siap menikahimu kapanpun kau mau.. " Andrian berteriak kepada gadis yang berjalan menjauhinya.
" Tapi aku yang sekarang tidak mau.. Kakak terlalu dingin untuk gadis sepertiku. "
Indah, gadis ceria yang manja dan cerewet dihadapkan dengan perjodohan oleh ayahnya dengan anak dari salah satu sahabatnya sedari kecil. Pria dingin yang Indah sebut manusia kulkas satu pintu yang menjabat sebagai CEO di perusahaan perdagangan terbesar se-Asia. Bukan hanya kaya, dia juga pria tampan idaman kaum hawa.
Tapi akan seperti apakah kisah cinta mereka berdua ?? Bisakah dua pribadi yang berbeda itu bersatu dalam ikatan suci pernikahan ?? Mampukah Indah bertahan dengan sifat Andrian ??
Akankah masalalu yang membuat Andrian tidak lagi mengencani wanita akan muncul lagi di kehidupannya setelah berumah tangga dengan Indah?
Ikutin terus cerita Andrian dan Indah yang akan semakin seru untuk disimak.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Virgoanz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rasa Tertarik Yang Kuat
Mobil yang membawa Andrian dan Indah baru saja memasuki pintu gerbang rumah besar keluarga Dawson. Tapi Mami Riana sudah berdiri di depan pintu menunggu anak dan menantunya yang baru pulang. Senyum dan binar mata bahagia terpancar dadi wajah wanita paruh baya itu. Sesuatu yang sudah lama ia nantikan akhirnya terwujud. Menyambut menantu perempuan yang akan membawa Andrian-nya keluar dari kungkung kesedihan.
Alex dan Riana berharap dengan hadirnya Indah dalam kehidupan anak mereka bisa membawa kebahagiaan untuk putra mereka yang sudah lama tidak pernah menampakkan senyum di wajahnya.
Meski mereka tahu Andrian belum mencintai Indah, tapi setidaknya anak itu tidak merasa terpaksa dengan pernikahannya. Terbukti dari senyum tulus Andrian saat pernikahan kemarin.
Andrian turun dan membuka pintu untuk istrinya. Indah tersenyum akan perlakuan Andrian. Terlepas hal itu dari hati pria itu atau tidak, Indah tetap bahagia.
"Mamiii..." seru Indah yang langsung memeluk tubuh ibu mertuanya. Cinta seorang ibu yang selalu bisa menenangkan.
Indah dapat merasakan jika kedua mertuanya tulus mencintainya. Merasakan saat pelukan itu memberikan rasa nyaman dan aman. Padahal sepanjang jalan tadi dari rumah orang tuanya ke rumah mertua, mata Indah tidak berhenti mengeluarkan air mata.
Rasa sedih dan takut untuk meninggalkan kedua orang tuanya. Takut apakah ia akan di terima dengan baik di keluarga barunya. Meskipun Indah sudah sering datang dan merasakan sendiri bagaimana kedua mertuanya menyayangi Indah. Tetap saja ada rasa takut. Karena walau bagaimanapun dia adalah orang asing yang tiba - tiba hadir dalam keluarga suaminya. Takut membuat kesalahan yang tidak mertuanya suka.
Tapi prasangka itu patah seketika saat melihat mertuanya dari kejauhan sudah menyambut kedatangannya. Dan memeluknya dengan sayang yang enggan untuk ia lepaskan.
"Kenapa ini menantu mami manja sekali.." Mami Riana menggoyangkan pelukan itu kekiri dan kanan.
"Rian tidak jahatin kamu kan sayang?" imbuhnya. Andrian lebih memilih masuk dan meniggalkan drama antara menantu dan mertua itu.
"Enggak kok mih. Kak Rian memperlakukan Indah dengan baik." Indah melepaskan pelukanya dan masuk bersama menyusul Andrian yang sudah duduk di ruang keluarga.
"Tadi Indah sempet takut pas ninggalin rumah ayah. Takut gak diterima disini dengan baik." ucap Indah dengan senyum malu atas prasangka buruknya.
"Kamu tuh! Mana ada mami sama papi gak nerima kamu dengan baik. Emang selama kamu suka main kesini pernah mami dan papi keberatan atau gak suka?" tanya Mami Riana dengan tatapan yang menyiratkan ketidaksukaannya dengan prasangka menantunya. Yang dijawab dengan gelengan dan senyum yang menampilkan sederet gigi putih Indah.
"Ya sudah. Sekarang lebih baik kalian istirahat. Nanti kalau makan malam sudah siap mami panggil."
Tidak banyak berbicara Andrian berlalu menuju kamarnya di lantai dua. Indah secara otomatis mengikuti kemana suaminya melangkah setelah berpamitan kepada mami mertuanya.
***
Tercium aroma maskulin saat Indah memasuki kamar tidur Andrian. Aroma khas yang sama dengan yang dia cium di apartemen pria tersebut.
Tidak terlalu banyak prabot di kamar itu. Bahkan terkesan kosong dan membosankan. Indah berpikir harus sedikit memberikan sentuhan tangan ajaibnya untuk kamar ini agar terlihat lebih hidup, agar dia tidak mati bosan jika mereka akan tinggal di kamar ini.
Indah menyusuri setiap sudut yang ada. Andrian sudah menyuruh orang untuk membawa baju serta barang - barang Indah dari kediaman Renjana yang sekarang sudah tertata rapi bersebelahan dengan barang - barang Andrian.
Senyum mengembang di wajah Indah. Sekarang semua ada pasangannya. Bukan hanya dirinya yang sekarang punya pasangan yang bahkan tidur pun ada yang menemani. Bahkan sekarang deodorantnya ada pasangannya. Indah terkikik geli sendiri melihat barang - barang yang sudah berpasangan.
Apa menikah semembahagiakan ini. Atau dirinya saja yang terlalu gila. Hanya melihat deodorant dan sikat gigi berpasangan saja dia sudah girang. Sepertinya memang dirinya yang sudah mulai gila. Begitu pikirnya.
Terbiasa hidup sendiri tanpa adik atau kakak hanya dengan ditemani orang tua, membuat situasi sekarang terasa aneh bagi Indah. Rasa aneh yang menyenangkan.
Setelah berganti baju dengan celana pendek diatas lutut dan kaos yang sedikit longgar, gaya khas Indah jika sedang dirumahnya dulu, gadis itu memutuskan untuk keluar dari walkin closet dan kamar mandi sebelum dirinya benar - benar gila dengan perasaan yang dia rasakan saat ini.
Ketika keluar dia berdecak saat mendapati suaminya yang duduk di sofa sedang melakukan meeting online.
"Pengantin baru lainnya mah cuti buat bulan madu. Annoying soulmateku mah cuti tetep ajaaa kerja." gerutu Indah sembari membaringkan dirinya di atas kasur yang nyaman.
Andrian melirik istrinya yang sudah mulai terpejam saat gurutuan itu ia dengar. Hari ini memang ada meeting penting yang tidak dapat dia tinggalkan. Karena ini berurusan dengan pihak asing yang bekerja sama dengan perusahaan keluarganya.
Andrian merenggangkan ototnya setelah hampir dua jam meeting baru bisa selesai, karena ada beberapa poin penting yang membuat pihak klien tidak menyetujuinya dan membutuhkan revisi di beberapa bagian.
Ditatapnya tubuh Indah yang masih tidur dengan lelap. Satu hal yang dirinya tahu setelah semalam mereka tidur bersama adalah istrinya itu jika sudah tertidur pulas akan seperti mayat yang tidak terganggu. Padahal semalam Andrian cukup keras menyalakan musik karena tidak bisa tidur saat pertama kalinya dia harus berbagi tempat tidur dengan seorang wanita. Jika bukan perut Indah yang terlihat kembang kempis, mungkin Andrian akan mengira bahwa Indah benar - benar mati.
Entah semalam hanya karen gadis itu sedang lelah atau memang seperti itu kebiasaan Indah ketika tidur. Andrian jadi berpikiran ingin mengetesnya.
Mendekatkan tubuhnya ke arah ranjang dan mengecup dahi sang istri. Indah masih terdiam seperti tidak terjadi apapun. Kini kecupan beralih ke pipi dan reaksi Indah masih sama. Andrian tidak tahan saat melihat bibir ranum yang pernah berciuman dengannya kemarin. Rasanya ia ingin memagut dan menikmati lagi rasa manis dari bibir istrinya. Dan yang Andrian lakukan adalah...
Cup. Kecupan singkat mendarat dibibir Indah, takut-takut jika istrinya itu bangun yang ternyata tidak. Akhirnya Andrian tersenyum senang lalu menempelkan bibirnya tepat diatas bibir Indah. Diam beberapa saat untuk menunggu lagi reaksi istrinya yang ternyata masih sama. Kemudian dengan berani Andrian mulai memagut bibir yang terasa manis baginya.
Bibir Indah sebenarnya tidak terlalu tipis tapi tidak juga tebal. Dan entah kenapa seakan menjadi candu untuk Andrian. Andrian tidak pernah merasakan perasaan tertarik yang begitu kuat seperti rasa tertariknya untuk kembali mencium bibir istrinya.
Sekalipun dengan Olivia, gadis yang amat dia cintai. Apa karena dulu dia masih terlalu muda untuk tertarik dengan hubungan fisik antara laki-laki dan perempuan. Ah tapi rasanya tidak. Buktinya banyak diluar sana yang masih remaja sudah melakukan hubungan seksual.
Lalu kenapa dia begitu mendamba bibir istrinya ini. Andrian menolak mentah-mentah pikirannya yang berkata jika dia sudah mulai menaruh rasa dengan wanita yang sedang ia cium ini.
Pasti karena mereka sudah sah melakukannya makanya bisa membuat ia candu. Ya. Dia lebih percaya dengan pernyataan kedua yang otaknya katakan.
*
*
*
pertama baca ini dulu lanjut ke novel mamanya
sudah ta vote thor
trus ke demi dia
n terdampar di sini karena suka karakter indah di demi dia
usul bagaimana kalau Authornya kasih tahu urutan produksi novelnya... supaya fansnya bisa runut ngikutinnya.... heheheh just usul