Zeya diam terpaku ketika melihat suaminya sedang jalan bergandengan tangan dengan wanita yang tak Zeya kenal.
Ryan yang kebetulan juga melihat Zeya melengos tanpa mau menyapa istrinya tersebut, malah Ia bergegas meninggalkan Zeya.
Menikah dengan Ryan keputusan hidup yang Zeya sesali, manis di awal ternyata hanya kedok belaka, agar bisa menikah dengan mantan kekasihnya.
Zeya menerima perceraian itu dan melanjutkan hidupnya dengan pindah ke kota besar.
Akankan Zeya menemukan kebahagiaannya sendiri, atau Zeya terus di bayang bayangi oleh masa lalunya.
Dan bagaimana kehidupan rumah tangga Ryan setelah menikah dengan mantan kekasihnya itu?, Kenapa dia kembali mengejar cinta nya Zeya?
Pergulatan batin Zeya dimulai di saat tuan Gatra ingin menikahinya sedangkan mantan istri Gatra ingin kembali rujuk dengan Gatra, ditambah lagi dengan Ryan yang kembali membayangi hidupnya…
Akankan keputusan Zeya akan merubah semuanya..?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mande Qita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 23 Menyusul Zea dan Arsen
Gatra dan Barra sedang duduk membicarakan pekerjaan dan perkembangan Arsen beberapa minggu belakangan ini.
“Gatra….” sapa Barra dengan wajah isengnya
“Apa..!” Gara nggak melirik sedikitpun ketika Barra menyapanya
“Menurut Lo..” Barra menggantung ucapannya yang nggak jelas ujung pangkalnya.
“Lo mau tanya apa sih?” tegur Gatra
“Nggak usah pura pura bingung” ledek Barra
“Jangan bikin tebakkan nggak jelas, Lo mau tanya apa sama gue?” Gatra jadi geram sendiri dengan sikap Barra yang dari tadi menggoda dirinya.
“Ha ha ha….itu…” Barra masih saja nggak mau bicara dengan jelas.
“Mumet…sudah kayak mak mak kontrakan Lo Bar..” umpat Gatra.
“Penilaian Lo tentang Miss Zea, apa Gatra?” Barra nggak mau membuat Gatra marah, makanya dia sekarang bicara mengenai Zea.
“Miss Zea, gurunya Arsen maksud Lo” Gatra pura pura bingung Miss Zea mana yang Barra maksudkan.
“Memangnya Lo punya kenalan yang bernama Zea berapa orang Gatra” tegur Barra yang mulai jengkel dengan ketidaktahuan Gatra yang di sengaja.
“Untuk saat ini gue ingatnya hanya guru Arsen sih” sahut Gatra santai, dia geli sendiri melihat Barra yang jengkel, Gatra tahu tadinya Barra ingin menggodanya tapi dia balik membuat Barra kesal.
“Nah itu! menurut Lo Zea gimana? selain status nya yang sedang bermasalah dengan mantan suaminya ya” tanya Barra
“Perempuan yang baik, lembut dan sangat perhatian hanya laki laki bodoh yang berani menyia nyiakan istri sebaik itu” tanggapan Gatra keluar dari lubuk hatinya yang dalam.
“Oke….”
“Loh kok Lo yang oke sih!” tegur Gatra heran
“Gue hanya ingin dengar apa yang Lo ucapkan barusan Gatra, itu sudah cukup!” ungkap Barra
“Lo mau ngapain?”
“Nggak mau ngapa-ngapain Gatra, hanya penasaran saja” Barra tersenyum tipis melihat raut wajah yang kebingungan.
“Aneh…apa Lo sudah tahu perkembangan mantan suami Zea, Bar?” tiba tiba Gatra menanyakan perkembangan masalah Zea dengan Ryan.
[Sepertinya Gatra ada ketertarikan pada Zea, buktinya dia menanyakan kelanjutan hubungan Zea dengan mantan suaminya yang bernama Ryan] gumam Barra, sejujurnya Barra memang ingin Gatra membuka hatinya untuk wanita lain dalam hidupnya, mau siapapun Barra nggak masalah yang penting Gatra bisa melupakan Sarah mantan istrinya itu.
“Mantan suaminya masih berusaha mencari dimana keberadaan Miss Zea, sepertinya ada penyesalan dalam dirinya ketika menyadari miss Zea sudah pergi dari hidupnya” jawab Barra.
Dia dan Gatra memang menyuruh orang untuk menyelidiki Zea dan perkembangan masalahnya dengan Ryan.
“Bagus deh kalau dia merasa menyesal” imbuh Gatra
“Apa Lo nggak mau mendengar informasi mengenai mantan istri Lo Gatra?” tanya Barra penasaran.
“Cckk gue malas mendengar namanya, tapi karena dia sudah berani mempermainkan gue, mau nggak mau gue harus tahu informasi tentangnya, apa Lo sudah mulai menjalankan rencana kita barra?”
Tanya Gatra, Ia memang ingin tahu perkembangan balas dendam nya pada Sarah.
“Sudah, sepertinya sebentar lagi wanita jahat itu akan sadar, kalau dirinya salah memilih lawan!” sahut Barra
“Gue terlalu baik sama dia selama ini Barra, karena gue masih memandang dia ibu kandung dari Arsen, tapi setelah gue tahu kalau dia sangat merendahkan harga diri gue di depan orang banyak, gue nggak ada maaf lagi”
Gatra terlihat geram, Ia benar benar tak menyangka kalau Sarah akan melakukan hal itu, untung ada Barra yang masih bisa menjaga kewarasannya, kalau tidak pasti Gatra masih berusaha meminta Sarah kembali padanya dan Arsen.
“Yang penting Lo sudah sadar dengan kesalahan yang Lo lakukan selama ini Gatra, bagi gue itu sudah cukup!’’ imbuh Barra.
“Oke Barra, terima kasih untuk semuanya, besok libur akhir pekan gue mau ajak Arsen main, Lo kalau nggak sibuk pacaran boleh temani gue”
sindir Gatra ketika mengetahui beberapa saat belakangan ini Barra lagi kencan dengan wanita yang ditemuinya saat acara perusahaan.
“Ha ha ha Lo tahu juga gue lagi punya teman wanita?” seloroh Barra
“Cckk ada saja yang kasih informasi pada gue” sahut Gatra sambil menahan tawanya.
“Oke, gue akan ikut sama Lo, temani Arsen main” tanpa pikir panjang Barra ikut pergi dengan Gatra.
“Terus teman wanita Lo gimana?” tanya Gatra
“Gampang kalau hal itu, kan bisa malam harinya gue kencan sama dia ha ha ha” sahut Barra
“Dasar buaya Lo” sindir Gatra
“Sama sama buaya jangan protes..” balas Barra
Tiba tiba ponsel Gatra berbunyi, ada pesan masuk dari Edo, setelah membaca pesan dari Edo terlihat Gatra tersenyum tipis.
“Siapa…” tanya Barra
“Edo..”
“Ngapain..?” tanya Barra penasaran karena tadi dia melihat Gatra tersenyum tipis, biasanya kalau Gatra tersenyum pasti ada hubungannya dengan Arsen, apalagi Edo yang mengirim pesan padanya.
“Arsen sedang pergi main ke pusat perbelanjaan dengan Miss Zea, katanya mau pergi makan siang” sahut Gatra
“Wah Lo ketinggalan sama Arsen!” imbuh Barra
“Maksud Lo apa Barra?” Gatra jadi penasaran dengan kata kata Barra
“Ha ha ha Arsen pergi kencan dengan gurunya…” seloroh Barra sambil tertawa, membuat Gatra tersenyum lebar.
“Dasar buaya, anak gue Lo bilang kencan sama gurunya” umpat Gatra
“Gue mau kesana!”
“Mau ke sana, kemana Barra?, kerjaan Lo masih banyak” Gatra mengingatkan Barra dengan beberapa dokumen yang harus diselesaikan nya.
“Itu gampang Gatra, malam ini kita lembur, sekarang kita temui Arsen dan Zea, mereka berdua kencan kemana” sahut Barra antusias.
“Mereka berempat Barra, ada Edo dan Lia pengasuhnya Arsen” imbuh Gatra.
“Ayo kita jalan…” ajak Barra, Ia pun beranjak dari duduknya sambil menoleh pada Gatra.
“Kok Lo yang lebih semangat Bar..!” tegur Gatra
“Kalau gue nggak semangat Lo nggak akan mau ikut, ayo! kelamaan” jawab Barra.
Setelah itu merekapun pergi menyusul Arsen dan Zea, sebelum pergi Gatra sudah meminta lokasi mereka berempat, dan memberi tahu Edo kalau dia dan barra akan menyusul Arsen.
Edo cukup heran dengan sikap Gatra belakangan ini, Ia memperhatikan kalau ada hal yang berhutang dengan Arsen dan Zea, bosnya itu pasti akan antusias, Edo cukup lama ikut dengan Gatra jadi dia tahu seperti apa sifat bosnya tersebut.
“Sepertinya tuan Gatra ada ketertarikan pada Miss Zea, baguslah kalau tuan Gatra merasakan hal itu, jadi beliau bisa melupakan nyonya Sarah mantan istrinya yang tidak tahu terima kasih itu”
Gumam Edo, dia tahu semua cerita mengenai Gatra dan Sarah, karena Edo adalah orang kepercayaan Gatra juga.
***
“Miss Zea…” panggil Arsen yang saat ini sedang berjalan memasuki pusat perbelanjaan sambil bergandengan tangan bagaikan ibu dan anak yang sedang belanja dan bermain di mall.
“Iya sayang, ada apa?” tanya Zea dengan lembut.
“Nanti kita main dulu ya..” usul Arsen
“Nggak mau makan dulu, setelah itu baru pergi main, mandi bola kan?” sahut Zea
“Asen maunya main dulu Miss..” balas Arsen dengan manja
“Oke anak tampan, nanti kalau lapar kasih tahu Miss ya, agar kita langsung cari makan, oke..” Zea nggak mau berdebat dengan Arsen, menyetujui keinginan Arsen dengan syarat yang Zea katakan tadi.
“Siapa miss Zea…telima kasih..” teriak Arsen kegirangan, membuat Zea dan yang lainnya tertawa kecil melihat tingkah Arsen.