NovelToon NovelToon
Jangan Harap Cintaku Lagi

Jangan Harap Cintaku Lagi

Status: sedang berlangsung
Genre:Slice of Life / Mengubah Takdir
Popularitas:18.2k
Nilai: 5
Nama Author: 𝕯𝖍𝖆𝖓𝖆𝖆𝟕𝟐𝟒

Setelah mengorbankan kuliah, rumah warisan, dan masa mudanya demi membuat Daril sukses, Vira malah dibunuh oleh suami yang dicintainya itu.

Lebih menyakitkan lagi, sepupu yang ia tampung ternyata berselingkuh dengan suaminya. Hatinya makin hancur saat tahu, suami, sepupu dan ibu mertua yang selama ini ia rawat dengan baik, ternyata sudah lama menantikan kematiannya.

Takdir memberinya kesempatan kedua: kembali ke masa lalu. Ia bertekad tidak akan pernah menikahi Daril.

Namun saat ia mengubah satu keputusan untuk selamat, rahasia demi rahasia keluarga terbuka. Rahasia yang mengubah arti cinta dan memaksa Vira memilih antara balas dendam atau memaafkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 𝕯𝖍𝖆𝖓𝖆𝖆𝟕𝟐𝟒, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

28. Rezeki Pertama, Balasan Pertama

Adzan Zuhur telah selesai berkumandang sekitar tiga puluh menit yang lalu ketika suara motor berhenti di halaman rumah Vira.

Brumm...

Arvin mematikan mesin motornya, lalu melepas helm yang menutupi kepalanya. Wajahnya tampak begitu berseri.

Vira yang baru keluar dari rumah langsung tersenyum ketika melihat tak ada lagi satu pun kantong pakaian di atas motor.

"Udah ketitip semua?" tanyanya.

Arvin mengangguk mantap. "Iya, Ra. Habis semua."

"Serius?"

"Iya." Senyum Arvin semakin mengembang. "Bahkan ada beberapa orang yang beli cash. Aku jual sedikit lebih mahal dari harga yang kamu tentuin."

"Wah, bagus!" Mata Vira ikut berbinar. "Ada berapa potong yang laku tunai?"

"Lima potong." Arvin mengeluarkan beberapa lembar uang dari saku jaketnya, lalu menyerahkannya kepada Vira. "Nih uangnya."

Vira menerimanya sambil mengangguk puas. "Ayo masuk dulu. Kita hitung sama-sama di dalam."

"Iya."

Mereka pun masuk ke rumah. Di ruang tengah, Arvin mulai menceritakan satu per satu barang yang berhasil terjual. Ia menjelaskan berapa potong yang dibeli secara kredit, siapa saja yang mengambilnya, serta lima potong yang berhasil dijual tunai.

Vira mencatat semuanya dengan teliti di buku pembukuan, lalu menghitung keuntungan yang menjadi hak Arvin.

"Nih," katanya sambil menyerahkan beberapa lembar uang.

Arvin menerimanya dengan ragu.

"Ini buatku?"

"Iya. Itu bagian keuntunganmu."

Yanti yang hendak ke dapur dan sengaja menguping melihat lembaran uang di tangan Arvin. "Banyak juga," batinnya iri.

Arvin memandangi uang di tangannya cukup lama. Seketika dadanya terasa hangat.

Selama menjadi buruh kasar, ia harus bekerja seharian penuh di bawah terik matahari untuk mendapatkan upah yang bahkan belum tentu sebesar uang yang kini berada di genggamannya.

Sedangkan hari ini...

Baru setengah hari berkeliling menawarkan pakaian, penghasilannya hampir menyamai upah satu hari penuh menjadi buruh.

Tanpa sadar, sudut bibirnya terangkat. "Terima kasih, Ra."

Suara Arvin terdengar bergetar. "Aku jadi makin semangat."

Vira ikut tersenyum. "Itu baru hari pertama. Jangan cepat puas."

Arvin mengangguk mantap. "Aku mau ambil barang lagi. Siapa tahu sore nanti masih ada yang mau nitip."

"Bagus."

Vira kembali membuka buku stoknya, lalu mencatat barang yang akan dibawa Arvin. Setelah selesai, ia menyerahkan dua kantong plastik besar berisi pakaian.

"Ini buat putaran berikutnya."

"Siap." Arvin mengangkat kedua kantong itu dan melangkah menuju pintu.

Namun, baru saja ia keluar dari rumah, sebuah sepeda motor berhenti di depan halaman. Yang datang adalah Pak RT.

"Assalamu'alaikum."

"Wa'alaikumsalam," jawab Vira sambil menghampiri.

Pak RT mengangguk pelan. "Vira, nanti sore kamu diminta datang ke balai desa."

Vira sedikit mengernyit. "Ada apa ya, Pak?"

"Pak Kades ingin bertemu." Pak RT lalu mengalihkan pandangannya ke arah Yanti yang baru saja keluar dari dalam rumah. "Yanti juga diminta ikut."

Mendengar namanya disebut, tubuh Yanti seketika menegang. Jantungnya berdetak lebih cepat.

"Balai desa...?"

Entah kenapa, firasatnya tiba-tiba berubah tidak enak. "Jangan-jangan... Soal gosip itu?" batinnya panik.

Sementara itu, Vira dan Arvin saling berpandangan. Tak satu pun dari mereka mengucapkan sepatah kata.

Namun keduanya sama-sama mengerti. Kemungkinan besar, pemanggilan itu berkaitan dengan fitnah yang selama ini merusak nama baik Vira.

***

Daril baru saja memarkir motornya di halaman rumah. Dengan wajah kusut, ia melepas helm lalu menggantungkannya di stang motor.

"Sial," gerutunya pelan. "Setengah hari muter-muter, penumpang cuma satu."

Ia masuk ke dalam rumah dengan langkah lesu, lalu menjatuhkan tubuhnya ke sofa usang di ruang tengah.

Tak lama kemudian, Mirna keluar dari dapur sambil membawa segelas air putih. "Nih, minum dulu."

Daril langsung menghabiskan hampir seluruh isi gelas itu dalam sekali teguk.

Mirna mengembuskan napas panjang. "Ril... beras tinggal sedikit."

Daril mengusap wajahnya kasar.

"Kulkas juga hampir kosong," lanjut Mirna. "Besok paling cuma cukup buat sekali masak."

Ucapan itu membuat suasana rumah semakin muram.

"Kalau keadaan terus begini, lama-lama kita jual lagi tanah peninggalan bapakmu," gumam Mirna pelan.

Daril langsung menggeleng. "Jangan. Aset yang tersisa tinggal itu."

Mirna mendecak kesal. "Semua gara-gara Vira."

Daril mengangkat wajah. "Dulu kalau butuh uang tinggal bilang. Sekarang kita harus banting tulang begini."

Mirna ikut menggerutu. "Kalau saja dia masih seperti dulu, kita gak mungkin sesusah ini."

Daril mengepalkan tangan. "Dia berubah sejak kenal sama Arvin." Tatapannya berubah dingin. "Dia lebih memilih mengangkat hidup orang lain daripada membantu orang yang dulu dia cintai."

Belum sempat Mirna menanggapi, terdengar suara ketukan di pintu.

Tok... tok... tok...

Keduanya saling berpandangan.

"Siapa yang datang siang-siang begini?" gumam Mirna. Ia berjalan menuju pintu dan membukanya.

Di depan rumah berdiri Ketua RT bersama seorang perangkat desa.

"Assalamu'alaikum."

"Wa'alaikumsalam," jawab Mirna, meski senyumnya tampak dipaksakan. "Ada perlu apa ya, Pak?"

Ketua RT berdeham pelan.

"Bu Mirna, Pak Kades meminta Ibu dan Daril datang ke balai desa sore nanti."

Senyum di wajah Mirna langsung lenyap. "Ke... ke balai desa?"

"Iya."

"Ada urusan apa, Pak?"

Ketua RT menggeleng. "Saya hanya diminta menyampaikan. Katanya ada beberapa hal yang perlu diklarifikasi."

Jantung Mirna seketika berdegup lebih cepat.

Daril yang mendengar dari dalam rumah segera menghampiri. "Pak... ini soal apa?"

Perangkat desa menatap keduanya bergantian. "Nanti dijelaskan langsung di balai desa."

Setelah menyampaikan pesan itu, Ketua RT dan perangkat desa berpamitan.

Mirna menutup pintu dengan tangan sedikit gemetar. Ia menelan ludah berkali-kali.

"Ril..."

Daril menatap ibunya.

"Kamu ingat 'kan? Waktu itu... Ibu pernah cerita ke kamu, Ibu gak sengaja dengar Pak Kades nyuruh semua Ketua RT nyari siapa yang pertama kali nyebarin gosip tentang Vira."

Daril tidak menjawab. Wajahnya perlahan menegang.

"Kamu pikir..." suara Mirna mulai bergetar, "...apa mereka sudah tahu?"

Daril mengepalkan tangan. Entah mengapa, firasat buruk tiba-tiba memenuhi dadanya. Kalau benar penyelidikan itu sudah menemukan pelakunya...

Berarti keadaan mereka sebentar lagi akan berubah menjadi jauh lebih buruk.

 

...✨"Orang yang sibuk membangun masa depan akan selangkah lebih maju daripada mereka yang sibuk menjatuhkan orang lain."...

..."Kepercayaan melahirkan kesempatan, sedangkan iri hati hanya melahirkan kehancuran."...

..."Kerja keras menghadirkan harapan, sementara kebencian hanya mewariskan penyesalan."✨...

.

To be continued

1
asih
aku penasaran jodoh vira Arvin pa hartato anak pak kades
Wirad Nyani
nah bener kan yang nolong Vira adalah arvin
Wardi's
waduh pd gk kapok ya.. gk ckp sidang desa.. kyk nya pengen sidang d kantor polisi..
Anitha
Ga kapok rupanya kalian masih ingin menghancurkan Vira...

silahkan saja kalo bisa,nanti kalianlah yang akan menyesal...
buat mereka jera Vira
Uthie
Emang dasar manusia yg culas, jahat!! susah di ubahnya dan di sadarkan!! walau kesalahannya telah ditelanjangi publik begitu!!😡😡
Uthie
Pak Kades nya Bijaksana 👍👍👍
Uthie
cecar terus pak Kades 😡👍
Uthie
makin tegang dehh tuhh kalian 😏
abimasta
daril Mirna Yanti sudah salah tidak mau mengakui,bahkan masih punya rencana jahat
Wirad Nyani
Vira hati² ya, soalnya ketiga orang itu akan beraksi
Ari Peny
setan aja gk saling menyakiti tp manusia bisa🤣🤣🤣🤣
kymlove...
gak tau mau komen aja..... sebelum 3 manusia dajjal ini binasa, konflik bakalan terus berkembang, tinggal lihat aja gimana vira menyingkapi dan melawan ke gilaan mereka.
^ã^😉
jauhilahhh orang² yang tak pernah menghargai kebaikan Kita ,
orang yg di beri kesempatan bukan ya berbuat Baik tapi malah semakin jahat ..

keluarga bisa Jadi musuh terbesar dalam ujian hidupmu vira , kamu usir Salah g kamu usir kamu sendiri yg di buat menderita oleh mereka

keep strong vira
semangat buat kak Nana juga
𝕯𝖍𝖆𝖓𝖆𝖆𝟕𝟐𝟒: Terima kasih KK 🤗🤗🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
^ã^😉
bukan ya kapok malah membuat rencana yang lain lagi huhh Sadar iblis kalian itu
asih
kalian ber 3 the real setan wujud manusia ..minta maaf di mulut saja ..berharap rencana mereka berbalik menyerang mereka sendiri ..

ra vira usir aja tuh yanti sudah cukop kamu kasih dia kesempatan Dan tempat tinggal ,, jauhilah orang² yang tak pernah menghargai kebaikanmu
LibraGirls
Si vira masih mau nampung di yanti???? usir lah ngapain lagi di tampung 😡😡😡😡😡
Dew666
Kalo Yanti gak diusir betapa bodohnya vira
LibraGirls
Kira² di terima gk ya lamaran hartot sama vira 😂😂😂
LibraGirls
weeehhhhh pak kades dah kayak hakim lebih keren pak kades dr hakim yg lagi viral 😂😂😂😂😂
LibraGirls
Laaahh dia ada duit buat bayar pereman dari pada buat ngisi perutnya sama ibu ny BEGPOOOOOO emosi jiwa baca si benalu gk tau diri 😡😡😡😡😡 pengen tak jambak² rasanya 😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!