NovelToon NovelToon
Perfect Husband

Perfect Husband

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / CEO / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:31.9k
Nilai: 5
Nama Author: F.A queen

Ada alasan kenapa banyak orang menyebutnya Perfect Husband.

Leo J memiliki semua yang diimpikan seorang wanita. Ia setia, bertanggung jawab dan mencintai istrinya dengan cara yang membuat siapa pun iri.
Namun, cinta itu tidak pernah sederhana.

Leo J mencintai dengan cara yang berlebihan. Terlalu melindungi, terlalu posesif, terlalu takut kehilangan. Hingga terkadang, cintanya itu terasa menyesakkan.

Di masa lalu, pria yang kini begitu memuja istrinya itu... pernah mencintai wanita lain hingga rela memberikan seluruh dunianya.

Pada suatu hari, mereka dipertemukan dalam satu meja. Keheningan berubah menjadi sesak ketika Leo J menatap wanita yang pernah menjadi alasan hidupnya.

"Sekarang, Leo ada di depanmu, Kiara. Apa yang ingin kau katakan padanya?"

Yuna mengizinkan mereka berbicara.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon F.A queen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jawaban Atas Do'a-doa

Tentang waktu yang telah Tuhan tetapkan.

Hampir enam tahun usia pernikahan Vano dan Neva berlalu. Berbagai ikhtiar, doa, dan program kehamilan yang mereka jalani...

Hari ini, mereka kembali duduk berdampingan di hadapan dokter pribadi mereka. Menunggu kabar yang entah akan menjadi harapan baru atau kembali mengajarkan mereka tentang kesabaran.

“Dari jadwal haid, Nyonya muda Neva. Ini sudah telat dua hari, ya,” ujar dokter setelah melihat rekam medis yang ia pegang.

Neva mengangguk membenarkan. “Iy, Dok,” jawab Neva. Dia harap-harap cemas. Dua hari bukanlah apa-apa. Dia bahkan sempat telat tiga minggu tetapi hasilnya tetap negative.

Vano menggenggam tangan Neva dengan hangat. Genggaman tangan isyarat bahwa kita harus tetap kuat meskipun nanti hasilnya masih sama seperti yang sudah-sudah.

Dokter membuka hasil tes milik Neva dan nampak senyum di bibirnya.

Jantung Vano dan Neva berdegup cepat melihat ekspresi itu. Genggaman tangan mereka semakin erat.

“Dokter, bagaimana hasilnya?” tanya Vano tidak sabar.

Dokter mengangkat wajahnya dan mengangguk dengan senyum. “Positif.”

Dunia ini memancarkan keindahan yang luar biasa. Neva menunduk dan ia menangis seketika. Dadanya terasa sesak oleh rasa bahagia yang memenuhi hati dan dirinya. Tidak ada kata lagi selain syukur yang terus ia gumamkan di bibirnya.

Pun juga dengan Vano. Laki-laki itu nampak meneteskan air mata dan langsung memeluk istrinya. Mencium keningnya dengan penuh kasih dan rasa syukur.

Tuhan maha baik, bukan?

Kemudian dokter meminta Neva untuk naik ke atas ranjang dan melakukan USG untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Neva dengan patuh dan masih berlinang air mata naik ke atas ranjang dengan di temani Vano. Perawat membenarkan letak selimut dan kini dokter mulai menggerakkan alat di atas perut Neva. Layar itu telihat jelas.

“Hmm, kantung janinnya masih belum terlihat.” dokter berkata setelah beliau menggerakkan alat itu kesana kemari dan tidak menemukan ada kantung janin.

Penjelasan dokter membuat hati Neva kembali sedih. Ia mengambil nafasnya dalam dan mengenggam tangan Vano dengan erat.

Kemudian dokter menyarankan untuk melakukan pemeriksaan transvaginal. Untuk benar-benar memastikan.

“Ini masih proses penebalan rahim. Sebenarnya sudah sedikit terlihat ada semacam gelembung-gelembung tetapi ini masih sangat kecil jadi ini masih sangat samar,” jelas dokter lagi. Neva dan Vano mendengarkannya dengan jantung yang memompa dengan cepat. Dengan hati yang entah seperti apa. Baru saja mereka bahagia mendapat kabar tentang test urin yang positif lalu sekarang mereka harus kecewa karena ternyata belum ada kantung janin di sana.

“Kenapa bisa seperti itu dokter? Bukankah hasil tes urine positif?” Vano bertanya saat pemeriksaan transvaginal selesai.

“Kondisi setiap Ibu hamil berbeda-beda, Tuan muda. Ada yang baru telat dua minggu langsung terlihat, ada juga yang harus menunggu tujuh minggu baru terlihat,” jawab dokter. “Pada kondisi Nona Neva sendiri, ini karena rahimnya yang lemah jadi pada usia ini belum bisa terlihat kantung janinnya. Tapi yang pasti, selamat untuk Tuan muda dan Nyonya.”

“Jadi saya sungguh hamil, Dok?” Neva bertanya segera dengan suara yang tercekat. Air mata mengenang di pelupuk matanya.

Dokter mengangguk. “Iya,” jawab dokter pasti. Dan air mata luruh kembali di pipi Neva. Tangannya secara otomatis bergerak untuk menyentuh perutnya. Vano memeluknya, mencium keningnya. Mereka sama-sama mengucap syukur dalam hati.

“Nanti akan saya berikan beberapa vitamin dan obat penguat. Sementara ini, Nyonya muda beristirahatlah dengan sangat baik dan yang pasti harus selalu bahagia,” ujar dokter yang turut bahagia.

Neva mengangguk pasti. Ia menyeka air matanya.

“Hmm, untuk suaminya... Ini pesan untuk anda, mohon tidak meminta jatah selama dua belas minggu lamanya. Harus kuat menahannya,” dokter berkata dengan senyum. Penyampaian agar Neva dan Vano kembali tersenyum dan tidak menangis dalam rasa haru.

Benar saja, mereka berdua langsung bertukar pandangan dan tersenyum. Dua belas minggu?? Lamanyaaaaa.

"Siap, dokter," jawab Vano.

🍃🍃

Setelah dari dokter, Vano dan Neva langsung kembali pulang ke rumah utama keluarga Nugraha, keluarga Neva.

Mereka mengira jika hanya akan ada Mama dan Papa saat mereka kembali tetapi ternyata mereka salah. Ada semua keluarga di sana. Duduk di ruang keluarga, tengah menunggu mereka.

Papa, Mama Nugraha. Papa, Mama Mahaeswara. Dimas, Nora, Leo dan Yuna. Semua keluarga ada di sana. Mereka berkumpul bukan untuk menuntut sebuah kabar bahagia, mereka berkumpul lebih kepada untuk tetap memberikan semangat pada Neva dan Vano. Untuk tetap mengingatkan mereka berdua jika, mereka tidak sendirian. Mereka memiliki keluarga yang begitu mencintai dan mendukung mereka.

Vano dan Neva berdiri berdampingan dan memberi salam pada mereka semua. Mata Neva yang sembab membuat semuanya terdiam. Mereka berfikir jika hasilnya seperti yang sudah-sudah.

“Kemari,” ujar Mama Nugraha memecah keheningan. Mereka tidak menanyakan hasilnya, kerena takut akan membuat Neva sedih. “Kemarilah, Sayang,” pinta Mama lagi. Melihat mata sembab putrinya Mama ingin segera memeluknya.

Neva mengangguk dan tersenyum pada Mama. Kemudian Vano dan Neva duduk di sofa. Pelan, Vano mengeluarkan amplop dari saku dalam jas yang ia kenakan. Kemudian ia membukanya dan menunjuk tulisan positif di lembar kertas itu.

Semua mata tertuju pada satu kata itu.

POSITIF

Dan rasa haru merayap pada hati masing-masing. Air mata luruh begitu saja saat nerta menangkap tulisan positif pada kertas itu.

Mama Mahaeswara bahkan begitu histeris dan memeluk suaminya dengan tangis bahagia. Begitu juga dengan Mama Nugraha, beliau mengucap syukur dan memeluk Tuan besar Nugraha. Pun juga dengan Leo, Yuna. Dimas dan Nora.

“Selamat, Sayang,” ucap Mama dengan masih bercucuran air mata. Beliau mencoba menyeka air matanya dan berdiri menghampiri Neva kemudian memeluk putrinya dengan penuh kasih dan bahagia luar biasa. Sebelah tangannya, mengulur untuk menggengam tangan Vano.

“Selamat untuk kalian berdua, Nak,” ujar Mama penuh keharuan. Neva menangis dalam pelukan Mamanya.

“Terima kasih untuk do’a-do’a Mama,” ucap Neva. Mama Nugraha mengangguk dan melepaskan tangannya dari Vano, kemudian membawa tangan itu pada perut Neva lalu mengusapnya dengan lembut. Terlantun do’a dalam hati beliau. Mama kemudian mencium kening putrinya.

“Sehat selalu untuk calon bayi dan kamu, Sayang,” ujar Mama.

Kemudian Papa yang menghampiri mereka. Memeluk putrinya dengan penuh kasih dan do’a yang beliau panjatkan. Sementara Mama Mahaeswara masih menangis dan belum mampu berucap apapun. Dadanya terasa sesak oleh perasaan bahagia yang memenuhi hatinya. Akhirnya, harapan dan do’a-do’a mereka selama ini telah terkabul.

Setelah Papa Nugraha, kemudian Dimas, Nora, Leo dan Yuna.

“Terima kasih sudah menularkan kebahagian,” ujar Neva dengan senyum lebar. Dia ingat, dia pernah meminta Yuna untuk menginjak kakinya. Mitos yang mereka berdua percayai. Namun, yakinlah ini bukan karena mitos itu tetapi karena memang sudah waktunya kabar bahagia itu mereka dapatkan.

Tangan Yuna mengusap perut Neva halus.

“Selamat, Sayang,” ucapnya dan kemudian ia menatap Vano. “Selamat, Vano,” lanjutnya.

Setelah Yuna, kini Papa Mahaeswara yang memeluk menantu dan putranya. Mengucapkan selamat dan do’a untuk mereka.

Setelah itu, Sekarang, giliran Mama Mahaeswara. Beliau masih saja menangis dan beliau langsung mencium kedua pipi Neva lalu keningnya. Mengulaginya lagi dan lagi. Tidak ada kata yang keluar dari bibir beliau, perasaan bahagia yang membuncah membanjiri hatinya hingga membuat beliau terus menangis.

Dengan tangan yang bergetar, beliau menyentuh perut Neva dan tangisnya kembali luruh. Vano memeluk mamanya. Pun juga dengan Neva.

Sungguh Mama Mahaeswara tidak mampu mengatakan apapun saat ini. Perasaan indah yang luar biasa memenuhi hatinya. Beliau kemudian mencium kedua pipi putranya lalu keningnya sebagai ungkapan selamat atas kabar bahagia ini.

“Jaga selalu calon buah hati dan istrimu, Vano. Mama tidak akan memafkanmu jika mereka sampai kenapa-napa,” ujar Mama Mahaeswara dengan suaranya yang tersendat karena Isak tangis.

Vano mengangguk. “Pasti, Ma. Aku akan menjaga mereka dengan sangat baik,” jawab Vano dengan kesungguhan.

Mama Mahaeswara menyeka air matanya dan kembali mengusap perut Neva.

Pada hari ini. Dua keluarga konglomerat itu membagikan amal yang tak tanggung-tanggung. Ini yang selalu mereka lakukan saat kebahagiaan menghampiri mereka. Ini juga seperti saat kehamilan Nora dan Yuna. Begitu juga saat kelahiran putra dan putri mereka. Keluarga Nugraha tidak pernah lupa untuk membagikan amal.

Hingga malam hari, rasanya Mama Mahaeswara enggan untuk pulang. Beliau ingin disini saja menemani Neva dan ikut menjaganya. Namun pada akhirnya beliau pamit pulang dan berjanji akan datang lagi besok.

Kemudian semuanya pamit agar Neva segera beristirahat.

“Kau mau hadiah apa?” tanya Leo pada Neva saat ia pamit. Saat ini, di ruangan hanya ada Vano, Neva dan Leo. Yuna tengah berbincang dengan Mama di ruang sebelah bersama si kecil.

Neva tersenyum lebar. “Hadiah dalam rangka apa?” tanya Neva.

“Karena kalian akan memberikan teman bermain untuk Arai,” jawab Leo.

“Apa keinginanku akan Kakak penuhi?” tanyanya lagi.

Leo mengangguk. “Iya,” jawabnya.

Sementara Vano memperhatikan Neva dan Leo dengan senyum. Seperti halnya Yuna, dia sangat suka saat melihat interaksi kakak beradik ini. Begitu manis.

Kini Neva menoleh ke arah Vano. “Sayang, menurutmu hadiah apa yang harus ku minta dari Kak Lee?”

“Kak Lee pengusaha muda yang terkenal saat ini. Seharusnya sesuatu yang sangat mahal, Sayang,” jawab Vano dengan senyum lebar. Dan kemudian mereka berdua tertawa.

“Kak Lee sehatlah selalu, itu hadiah yang luar biasa untukku,” jawab Neva pada akhirnya. Dia menginginkan apa? Semua sudah ia miliki.

Leo mengangguk. Kemudian menatap Vano.

“Ajari istrimu untuk meminta sesuatu,” ujar Leo.

“Aku sudah mengajarinya untuk meminta sesuatu yang mahal pada Kak Lee tadi,” jawab Vano dengan senyum kecil. Sekarang mereka sering bergurau.

“Kalian berdua membuang-buang waktuku,” ucap Leo. “Pikirkan dengan baik apa hadiah yang kau minta,” ucapnya pada Neva. Kemudian ia mencium kening adiknya dan pamit untuk kembali.

“Hati-hati, Kak,” ucap Neva. Ia mencium tangan Kakaknya. Leo mengusap rambutnya penuh kasih. Kemudian keluar ruangan dengan di antar Vano.

“Kau disini saja, tidak perlu mengantarku,” cegah Leo. Bukan bermaksud menolak niat baik Vano. “Jaga dengan baik adikku dan calon bayi kalian,” pesan Leo pada Vano.

Vano mengangguk pasti. “Iya,” jawabnya.

Dan mereka berdua berpelukan.

“Selamat, Vano,” ucap Leo tulus.

Vano mengangguk. “Terima kasih, Kak,” jawabnya.

🍃🍃

1
istri sahnya minho❤️"naylee"❤️
benar dan itu nyata realita nya aku ngalamin dari keluarga ibuku
Nurul Hikmah
bagus banget
Astri Siska
tolong dong kasih visual tokoh tokohnya lebih keren saya sudah baca dari sebenarnya cinta karya pertama kudua dan yg sekarang tapi pelit ngasih visual tokoh tokohnya
istri sahnya minho❤️"naylee"❤️: jangan liat takut jatuh cinta soalnya Daddy punyaku, tapi kalau penasaran ja, liat foto profil ku ja😁
total 2 replies
Mmh dew
💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖
Mmh dew
p💖💖💖💖💖💖💖💖💖
Bongkorjaya sakti
beruntung sekali yuna punya suami Leo 😍
Istri Leo J
tidak pernah se iri ini sebagian pembaca ya Allah 😭😭 kenapa rasanya aku ingin memiliki Leo🤣🤣
Ky2 SSC 💖
ya begitulah wanita sungguh rumit, aku sendiri juga ga ngerti kenapa bisa gitu 🤣🤣
Nabila Syakib
wanita memang sulit d tebak....🤣
Ky2 SSC 💖
salah nyonya justru kalau daddy tidak mencintaimu si kecil ga akan pernah ada 😂😂
Istri Leo J
ingat satu lagi Leo,wanita suka cari ribut kalo sedang gabut 🤣🤣
nah gitu aja,kalo Yuna lagi ngambek jawabnya i love you,i love you,i love you terus aja leo🤣🤣,ya Allah aku ngakak
☀IKA APRIL SSC🌷
PD x laah si Kiara niiiii klo aja kau tau betapa bucin parah si Leo ma Yuna

yaelaaaah aq d bawa k alam mimpi pas ngetik komen🤣🤣🤣🤣
istri sahnya minho❤️"naylee"❤️
Leo nahan tawanya aku yang ngakak🤣 Yuna²🤣🤣
JiDHan Bolu Bakar
pokoknya ga pernah bosan baca kisah Leo Yuna
Istri Leo J
habis di cubit pipinya sampe rumah nanti ginjalmu Leo yang dicubit Yuna🤣🤣🤣
Ky2 SSC 💖
hayo loh siapkan rayuan maut terbaikmu dad 🤣🤣
Ky2 SSC 💖
astaga gemes banget daddy, jadi pengen nyubit juga 😂😂
istri sahnya minho❤️"naylee"❤️
wkwkwk nah kan kena ucapan sendiri, ras terkuat di lawan😂😂
💕Miuccia💓
loohh kok ad ibu dan viona? belum ada cerita sebulamnya.. bukannnya ayahnya yuna membesarkan yuna seorang diri?
istri sahnya minho❤️"naylee"❤️: coba deh baca di cinta sebenarnya season pertama kamu bakalan tau cerita awalnya.
total 3 replies
Nurul Hikmah
sekalinya hadir novelnya bikinorang baper bgt,,,termehek mehek aku😭😭😭,,,ga sia2 nungguin sampe 5tahun kelanjutan cerita Leo J
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!