NovelToon NovelToon
AUDREY (BUKAN MENANTU BIASA)

AUDREY (BUKAN MENANTU BIASA)

Status: sedang berlangsung
Genre:Konflik etika / Ibu Mertua Kejam / Cinta setelah menikah
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: ratu_halu

AUDREY DIRA ADIWANGSA, terlahir dari keluarga cemara yang memiliki sifat berani dan spontan.

Gadis itu dijodohkan oleh Papanya, Adiwangsa, dengan putra dari seorang Konglomerat yang bernama Wira Aldrian Bimasena. Namun ternyata keluarga calon suami nya itu Toxic, jauh berbeda sekali dengan kehidupan yang dijalani Audrey bersama keluarganya.

Akankah Audrey mampu menghadapi mereka ataukah Audrey akan kalah dan menyerah lalu kembali pada kehidupan nyamannya bersama keluarga besar Adiwangsa ??

Happy Reading...
Enjoy guys 💜

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ratu_halu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps 23

"I-itu...aku cuma, cuma ingin melihat keadaan Audrey. Iya, kak. Aku cuma ingin melihat keadaannya saja. Memang nya kenapa ? Oh, apa dia mengadukan yang tidak-tidak pada kakak ?"

"Dengar Shena, Audrey sama sekali tidak membicarakan keburukan mu meskipun bisa saja dia melakukan itu."

Suara Wira tidak tinggi, tidak juga melengking seperti suara Shena di dalam video yang dikirim oleh orang suruhannya ketika bicara pada Audrey di depan rumah Pak RT.

Tepat saat Shena hendak membela diri lagi, Wira kembali bicara, "Ingat posisimu, Shena. Audrey adalah istriku. Sekalipun dia melakukan kesalahan, di hadapan semua orang aku akan tetap membela nya karena dia membawa seluruh harga diriku!"

Shena meremas pakaian di sisi tubuhnya. Nafas Shena ikut memburu, bahunya naik turun dengan tidak beraturan. Matanya merah menahan tangis ketika menyadari ada intimidasi alami yang keluar dari nada bicara sang Kakak.

Setelah mengatakan itu Wira berlalu melewati Shena tanpa menoleh lagi. Dia lelah, lelah dengan sikap protektif Shena yang berlebihan.

"Jangan tidur terlalu malam." Kata Wira pada Nabila sambil mengacak rambut adik kecilnya. Nabila tertegun sejenak, menatap Wira yang sudah berdiri di depan lift penghubung ke lantai atas.

"Ba-baik, Kak." Jawab Nabila dengan binar bahagia yang terpancar jelas dari matanya. Nabila buru-buru mematikan televisi, dengan girang dia masuk ke dalam kamar.

Di kamar...

Wira langsung mandi, setelah memakai baju santai untuk tidur, Wira naik ke kasur empuknya.

Ketika berbaring Wira mencium aroma rambut Audrey yang tertinggal di bantal miliknya. Campuran antara strawbery yang manis dengan Vanila yang lembut.

Malam itu untuk pertama kali nya Wira tidur dengan sangat nyenyak, menggunakan bantal yang pernah dipakai Audrey.

🏵️

Hari berikutnya,

Pagi tadi Wira bangun dengan keadaan tubuh yang sangat segar. Tidak terpancar sisa kelelahan di wajah tampannya.

"Wira, sarapan dulu, nak. Bunda sudah siapkan Sourdough dari toko roti langganan Almarhumah Mama kamu."

Deg.

Langkah Wira yang hendak keluar rumah terhenti seketika. Tidak ada yang pernah menyinggung nama itu setelah lebih dari dua puluh tahun berlalu.

Wira menoleh, menatap Bunda Santi dengan tatapan dingin yang penuh trauma.

🏵️

POV WIRA.

Dua puluh tahun yang lalu hidupku masih berjalan sebagaimana mestinya. Keluarga Bimasena yang sangat dikagumi oleh semua orang bahkan dari kalangan elit sekalipun.

Ayahku adalah pengusaha hebat sejak muda karena mewarisi sebagian besar harta warisan dari Kakek dan Nenek. Ayah melanjutkan semua bisnis yang ditinggalkan dan karena tangan dinginnya seluruh bisnis yang tadinya hampir kolaps justru mendapat keuntungan besar.

Aku, Wira Aldrian Bimasena, adalah anak paling bahagia diseluruh dunia. Ayah dan Mama merupakan cerminan orang tua sempurna. Ayah pekerja keras tapi selalu menjadi family man jika sudah dirumah. Sementara Mama, seorang Ibu rumah tangga biasa tapi menjadi nyawa bagi kehidupan Wira dan Ayahnya.

Namun di usia Wira yang baru menginjak sembilan tahun, mimpi buruk pun datang. Kesehatan Mamanya menurun drastis, tubuh nya kurus dengan mata cekung.

"Ma, mama jangan sakit. Wira nggak mau mama sakit terus." Rengek Wira kecil sambil menangis di ruang VIP sebuah rumah sakit di pusat kota.

Tertulis di depan brangkar nama sang Mama, Ny, Adriana.

Sudah mau sebulan Mamanya dirawat dirumah sakit. Sejak awal Wira tidak pernah tau sakit apa yang di derita sang Mama hingga percakapan para pelayan di mansion membuat Wira seketika kehilangan pijakan.

Kanker usus stadium akhir.

Dunia Wira runtuh, dia hancur mendengar kabar menyakitkan itu.

"Doakan Mama terus ya, sayang." Ucap Mama Adriana dengan suara lemah sambil menahan sakit yang teramat di bagian perutnya.

Selang lima hari setelah nya, Mama dibawa pulang kembali ke mansion. Katanya Mama tidak mau dirawat lagi dan hanya ingin mendapatkan perawatan dari rumah serta dengan puas menikmati suasana Mansion bersama suami dan anaknya.

Setiap malam Wira selalu tidur dikamar bersama sang Mama. Bahkan tidak jarang tidur bertiga bersama Ayahnya jika sang Ayah tidak sedang dinas ke luar kota.

Tapi malam itu, setelah dua minggu mendapatkan perawatan dari rumah, Wira harus menerima kenyataan bahwa Mama Adriana tidak bisa bertahan.

"Ma, besok Wira ada lomba cerdas cermat di sekolah." Kata Wira sambil berbaring di samping Mama Adriana.

"Mama senang Wira sudah mandiri. Maafin Mama ya sayang karena tidak lagi bisa menemani kamu ke sekolah."

Wira menatap mamanya, keringat dingin sebesar biji jagung memenuhi dahi sang Mama. Sesekali Mama nya terdengar meringis menahan sakit.

"Ma, kok Mama keringetnya banyak banget ?!" Tangan kecilnya terulur ke kening sang Mama dan mengusap keringat dengan tisu yang dia ambil di atas nakas di samping tempat tidur.

Mama Adriana tersenyum tipis, "Mama gapapa, sayang. Mungkin cuma gerah." Ucap Sang Mama membuat Wira langsung turun dari tempat tidur untuk mengambil remote AC. Wira mengatur suhu AC semakin rendah.

"Sudah, Ma. Mama masih gerah nggak ?" tanya Wira dengan penuh perhatian.

Lagi-lagi Mama Adriana tersenyum, seolah tidak merasakan sakit.

"Ayah sudah pulang belum ?" tanya Mama.

Tadi pagi Ayah memang mengatakan harus pergi ke kota Bandung untuk mengecek bisnisnya yang ada disana. Tapi Ayah langsung menunda karena sejak pagi keadaan Mama sudah drop. Tapi Mama bersikeras menyuruh Ayah tetap pergi dan tidak perlu terlalu mengkhawatirkan dirinya.

Wira ada disana saat Ayah memastikan Mama minum obat terlebih dulu sebelum Ayah pergi bekerja.

"Jaga Mama ya, sayang. Kamu tidak usah sekolah dulu hari ini. Ayah usahakan pulang secepatnya." Ucap Ayah pada Wira sebelum meninggalkan Mansion.

"Belum, Ma. Sebentar, Wira coba hubungi nomor Ayah."

Wira mengambil ponsel sang Mama kemudian mencoba menghubungi nomor nya.

Ayah Bimasena : Halo ?

Wira : Halo, Yah. Ayah dimana ?

Ayah Bimasena : Ayah masih di bandung, sayang. Tolong berikan hapenya ke Mama, Ayah mau bicara sama Mama.

Wira langsung memberikan ponselnya pada sang Mama.

Mama Adriana : Halo ?

Ayah Bimasena : Sayang, maaf sepertinya aku tidak bisa pulang malam ini. Gudang Logistic cabang Bandung kebakaran tadi sore. Sekarang aku masih di kantor polisi untuk memberikan keterangan.

Mama Adriana : Astaga. Yasudah, kamu selesaikan dulu masalah disana. Tidak perlu khawatirkan aku dan Wira.

Ayah Bimasena : Sekali lagi maafkan aku, sayang. Aku janji besok pagi aku sudah sampai di mansion.

Mama Adriana : Iya, sayang. Aku akan tidur dengan sangat nyenyak malam ini sambil menunggumu. I Love you...

Ayah Bimasena : I Love you too.

Panggilan pun berakhir.

"Kita tidur sekarang, ya ?! Mama sudah ngantuk." Ucap Mama setelah meletakkan ponsel di balik bantal.

Wira memeluk Mamanya, menarik selimut tebal sampai sebatas dada karena suhu dikamar terlalu dingin.

"Wira, anak mama. Kamu tau kan betapa Mama sangat menyayangi kamu ?!" Tanya Mama Adriana sambil mengusap-usap kepala Wira dengan lembut.

Wira yang sudah terngantuk-ngantuk berusaha menjawab dengan sisa kesadarannya.

"Iya, Ma."

"Mulai besok kamu harus tidur dikamar kamu sendiri, ya. Kamu harus mandiri, tidak boleh bergantung pada siapapun. Besok Wira tidak boleh menangis, Wira harus kuat. Peluk Ayah, sembunyikan air mata Wira dalam pelukan Ayah. Mama tidak mau melihat Wira menangis besok pagi. Wira bisa janji sama Mama ??"

Meski bingung dan sulit mencerna kata-kata yang Mama nya ucapkan, tapi Wira tetap berjanji.

"Iya, Ma. Wira janji." Ucap anak usia sembilan tahun yang bahkan belum benar-benar mengerti.

Cupp!

"Mama sayang sekali sama Wira."

Mama Adriana mencium pucuk kepala Wira lama sekali seolah sedang menikmati setiap momentnya.

Wira terbangun pukul 2 dini hari saat pintu kamar terbuka.

"Maaf, Ayah membangunkan kamu ya ?" tanya Ayah yang baru saja sampai dengan wajah letihnya.

Wira menggeleng sambil mengucek matanya.

"AC nya terlalu dingin. Nanti kamu dan Mama masuk angin, Ayah atur ulang ya."

Wira mengangguk, setelah itu samar-samar Wira mendengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi.

Ketika Wira kembali berbaring untuk melanjutkan tidur sambil memeluk sang Mama, Wira merasa ada yang janggal. Dia diam sejenak untuk memastikan. Tidak ada hembusan nafas halus yang keluar dari hidung Mama Adriana.

Wira mengangkat kepalanya, untuk kembali memastikan ketakutan nya tak mungkin terjadi hari itu.

"Ma, Mama....bangun Ma.." Wira mengguncang tubuh sang Mama.

Hening...

Mama Adriana tak membuka mata.

"MA! MAMA BANGUN! JANGAN TINGGALIN WIRA, MA!" Guncangan yang dilakukan Wira semakin kencang seiring dengan suara jeritannya.

Ayah Adiwangsa yang mendengar suara teriakan Wira bergegas kekuar dari kamar mandi hanya dengan balutan handuk.

"Ayah, Mama, Yah...Mama.."

Di detik itu Ayah dan Wira kehilangan pijakannya. Mereka menangis berdua di dalam kamar sampai dokter keluarga mereka datang.

Wira menepati janjinya. Dia tidak menangis di depan orang-orang bahkan sampai selesai pemakaman. Hanya mata sembab dan tatapannya yang kosong lah yang menjadi saksi betapa dia kehilangan cinta pertamanya.

Bertahun-tahun kemudian, Ayah Adiwangsa datang membawa seorang wanita yang diperkenalkan sebagai calon Ibu Tirinya.

Bunda Santi.

1
Sri Rahayu
itu si Shena dan Nabila anak ayah Adiwangsa atau anak bawaan bunda Sinta 😇😇😇....lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
marahin aja itu si Shena....kurang ajar sama.kakak iparnya 😡😡😡....lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
jgn bilang ga mungkin jatuh cinta ma kanebo kering Drey....bisa2 BUCIN ntar.lo ya....🤪🤪🤪...lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
Bang kanebo kering ternyata baik hati.... membawakan makanan utk teman2 Audrey....lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
Shena jauh2 dtng dari kota utk mengitimidasi Audrey....tp salah lawan dia 🤪🤪🤪...lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
Audrey....mulai memikirkan Wira...apa uda ada rasa😇😇😇...semoga kalian berdua sama2 ada rasa...lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
Good Wira....kamu hrs tegas pd adik dan mama....kl kamu uda menikah dan hrs mempertahankan nya 😍😍😍.. lanjut Thorr 😘😘😘
Sri Rahayu
ditunggu lanjutan nya Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
nah gitu donk berduan jalan2 walau didesa, jalin komunikasi biar jadi deket tdk kaku lg....dan timbul rasa saling cinta😍😍😍....lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
hahaha...si kanebo kering ternyata.nyusul Audrey ke tmpt KKN....kangen apa cemburu tu 🤪🤪🤪...lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
yaelah masa engga tau kl Dean menyukai mu Audrey....kasihan tu patah hati si Dean 🤩🤩🤩....lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
baik sekali ayah mertua Audrey...ga seperti suaminya si kanebo kering...palagi ipar dan ibu mertuanya. . lanjut Thorr 😘😘😘
Sri Rahayu
bukan lo yg bermasalah ma Dean...tp suami lo itu Audrey 🤩🤩🤩...lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
hahaha....apakah Wira juga cemburu pd pak Andreas ayah nya😇😇😇...lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
makanya Wira jgn sembarang ngomong ma Audrey....jgn anggap Audrey anak kecil lanjut Thorr 😘😘😘
Sri Rahayu
ditunggu lanjutan nya Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
kamu kelamaan mandi jd Wira keluar kamar Audrey 🤩🤩🤩...lanjut.Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
uda tinggal tidur aja si Wira....kl dia cuek ya cuekin balik aja....Audrey....lanjur Thorr 😘😘😘
Sri Rahayu
semoga Wira akan mencintai Audrey setelah mengenal nya lbh dekat...lanjut Thorr 😘😘😘
Sri Rahayu
mama Audrey blm kenal suara calon menantu....jgn khawatir mama Audrey bersama Wira...amab 😍😍😍...lanjut Thorr😘😘😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!