Anindita Chrisna Ferdinand namanya gadis cantik kelahiran Prancis yang dijodohkan oleh kakeknya diumurnya yang masih 20 tahun .Naas saat hari H pengantin prianya tidak datang terpaksa Anindita menikah dengan sahabatnya yang hanya seorang ojol .
Valentino Arga Darendra pria tampan keturunan Darendra yang menyamar menjadi seorang ojol demi mendapatkan seseorang yang tulus mencintainya .Takdir membawanya menikah dengan Anindita Chrisna Ferdinand.
Jalan takdir tidak ada yang tahu,akankah mereka berjodoh?
Follow Ig author @anisa_nurs334
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anis Nursanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 22
🍂Sebelum membaca tolong tinggalkan jejak berupa like komen vote agar author makin semangat untuk membuat novel ini 🍂
...•~•🍁🍁🍁•~•...
Anin masih diruangan Arga dirinya setia menunggu sang suami mengerjakan berkas berkas sedangkan dirinya sendiri memilih untuk menonton drakor yang berjudul Legend of the blue sea .
Ekspresi Anin berubah ubah kadang sedih kadang tersenyum kadang juga marah sungguh lucu ,Anin memilih untuk istirahat dikamar ruangan Arga .
Didalam ruangan Arga ada sebuah kamar yang luas ,kadang kamar itu digunakan Arga untuk istirahat ketika lembur ,kamar itu juga tidak boleh dimasuki orang lain selain Arga kerena ruangan itu sangat privasi dan kali ini kamar itu dimasuki oleh Anin .
Sekarang tepat jam 17.00 sore Anin masih setia dengan tidurnya sedangkan Arga kini sudah selesai mengerjakan semua berkas berkasnya dia berniat membangunkan sang istri .
Pintu kamar terbuka ,Arga melangkahkan kakinya menuju ranjang king size yang mewah nan besar itu , selangkah dua langkah kaki Arga berpijak belum selesai tiga langkah Arga tersenyum mendapati Anin yang masih terlelap dari tidurnya ,Arga pun melanjutkan langkahnya ,dia berniat membangunkan Anin "Sayang bangun ayo kita pulang "Ucap Arga lembut seraya membelai rambut panjang Anin .
Anin mengeliat kecil karena tidurnya diganggu dan matanya terbuka Anin langsung tersenyum pada laki laki didepannya"udah selesai mas "tanya Anin dengan menerbitkan senyuman.
"udah ,ayo kita pulang"Ucap Arga kemudian mereka pulang kerumah ,saat melewati lobi perusahaan Arga Anin selalu menjadi pusat perhatian , maklum lah semua yang bekerja disana belum mengetahui jika Arga atau yang kerap disapa Valentino itu menikah dan satu satunya yang tau adalah Erik asisten Arga .Arga pun berniat untuk mengubah identitas dirinya menjadi menikah dia tidak berniat mempublikasikan Anin karena itu sangat berbahaya kalau musuh musuh Arga tau secara kan Arga seorang Darendra.
Saat didalam mobil Anin meminta Arga menemaninya membeli keperluan membuat brownies disupermarket "Mas nanti mampir ke supermarket ya aku mau beli beberapa keperluan "
Arga menjawab "emangnya kamu mau beli apa sayang ,kalau butuh sesuatu kita suruh pelayan rumah aja yang beli ,untuk apa mereka diangurin "
Anin tahu kalau Arga tidak ingin Anin kecapean tetapi inilah kesenangan Anin "mas plis ya temenin aku beli keperluan "Mohon Anin dia menunjukkan pipi eyesnya .
Arga sangat gemas dengan Anin ,dia pun memberikan kecupan di pipi Anin yang membuat Anin cemberut "cup"Arga mencium pipi kanan Anin.
"Ih dasar pencurian , mengambil ciuman diam diam "gerutu Anin mengerucutkan bibirnya karena Arga mencuri' ciumannya .
Arga tersenyum mau tak mau Arga pun mengikuti permintaan Anin untuk menemaninya belanja"kalau gitu aku mau deh nemenin kamu belanja ,jangan marah ya sayang "sungguh Arga tidak tahan ingin mencubit pipi Anin yang agak cabi itu .
"Yaudah nanti berhenti disupermarket dekat sini "Ucap Anin kegirangan .
Arga menghentikan mobilnya didepan supermarket,dia dan Anin pun turun dan mengambil troli (wadah belanjaan) Arga membawa troli dibelakang Anin sedangkan Anin sendiri jalan didepan Arga dan memilih milih beberapa bahan untuk membuat brownies.
"Udah belum yang ,kok dari tadi belum selesai "ucap Arga dia hanya melihat istrinya yang fokus membeli beberapa keperluan yang Arga sendiri tidak tahu manfaatnya.
Anin hanya diam dia tidak memperdulikan Arga yang sedari tadi mengoceh , sangking fokusnya Anin berbelanja dia tidak menyadari kalau ada orang didepannya .
"dan bruk"Bunyi Anin menabrak seseorang ,Anin kaget sekaligus terkejut mendapati bahwa Casandra lah yang ia tabrak .
"maaf ,saya tidak sengaja "Anin meminta maaf tetapi Casandra tidak menggubris perkataannya , Casandra malah mengucapkan kata kata yang menusuk hati Anin .
"cih dasar anak tidak tau diri ,ohh bersama suaminya ya ,hahaha tumben baju suaminya bagus ,kerja jadi supir ya , kalian bisa bahagia sementara kami menderita untung saja Arsen tidak mengetahui tentangmu dan sekarang dia sudah tidak ada lagi didunia ini"Perkataan Casandra membuat Anin terkejut bukan tentang perkataan menghinanya tetapi perkataan soal pappynya dalam benaknya bertanya tanya kenapa dengan sang pappy.
"apa maksud anda sebenarnya"Arga tidak suka sesuatu yang bertele-tele ,dia pun bermaksud mencari tahu tentang perkataan Casandra.
"kau sudah puaskan ha , pappy mu itu sudah meninggal ohh maaf maksudnya bukan lagi pappy tetapi mantan pappy "Ucap Casandra matanya entah kenapa berkaca kaca membahas orang yang menghianatinya sudah meninggal.
Ya Arsen dinyatakan meninggal karena ruangan tempat Arsen dirawat mengalami kebakaran dan jenasah Arsen tidak ditemukan , menurut polisi jasad Arsen sudah menjadi abu akibat lebatnya si jago merah (api)
"Tidak tidak kamu pasti berbohong pappyku baik baik saja ,kau hanya ingin aku terluka kan mendengar berita ini"ucap Anin tidak percaya perkataan Casandra .
"itu semuanya benar "suaranya itu muncul dari belakang Casandra ,dia adalah Aulia yang baru saja memilih keperluannya.
Anin tidak kuat lagi mengangkat tubuhnya dia jatuh seketika,untung saja Arga menangkap Anin tepat waktu , tatapan Arga sudah seperti elang yang siap membunuh kepada Casandra dan Aulia"tunggu saja semuanya"ucap Arga pada Casandra dan Aulia dia langsung berlalu menuju mobil setelah membayar belanjaan Anin.
"Sayang kamu nggak papa ,bangun yang"Ucap Arga takut terjadi sesuatu pada Anin di mengguncang guncangkan tubuh Anin pelan .
Sesampainya dirumah Arga langsung membawa Anin kekamar "bangun yang aku nggak mau terjadi sesuatu sama kamu "Ucap Arga kawatir.
"Hallo Bram cepetan Lo kerumah gua 10 menit harus sampe"Ucap Arga pada Dokter Bram selaku dokter pribadi keluarga Darendra .
Sedangkan Bram kesal dan dibuat kebingungan karena Arga menyuruhnya semena mena mau tak mau dia harus sampai di rumah Arga dengan waktu 10 menit.
Kini Bram telah memeriksa keadaan Anin"dia tidak apa apa ,hanya saja syok sebenarnya apa yang terjadi dengannya"tanya Bram.
"dia baru saja mendengar kabar kematian deddynya"jawab Arga
"kalau begitu kau jaga dia sebaik mungkin ,istrimu syok mendengar kabar itu"Ucap Dokter Bram lalu meninggalkan kamar Arga .
1 jam kemudian Anin terbangun dari pingsannya"Arga "kata pertama yang Anin keluarkan adalah Arga suaminya.
Arga tersenyum dan mendekati Anin "kamu udah sadar "Arga langsung memeluk Anin seolah tidak mau melepaskannya.
Anin teringat dengan pappy ,air mata menetes tanpa permisi membasahi pipi Anin "Ga pappy ku dia pergi secepat itu hiks hiks "tangis Arga pecah menumpahi jas Arga .
Arga pun semakin mempererat pelukannya seolah menyalurkan kekuatan kepada Anin "sayang kamu yang kuat,nanti pappy sedih melihat kamu menangis"Ucap Arga lembut.
~happy readi~
Follow Ig author ya@anisa_nurs334