NovelToon NovelToon
Menikahi Sistem Ajaib

Menikahi Sistem Ajaib

Status: tamat
Genre:Mafia / Time Travel / Sistem / Tamat
Popularitas:9.2k
Nilai: 5
Nama Author: Mellisa Gottardo

Caramel Willem, cucu mafia terbesar di dunia mengalami transmigrasi ke dalam buku novel.

Ding!

"Selamat datang di dunia paralel, saya sistem 014 akan menemani perjalanan anda."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mellisa Gottardo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Musuh tidak terduga

Malam hari sekitar pukul 20.25 malam, Arga mengajak Erlangga pergi ke minimarket dekat rumah untuk membeli jajan dan keperluan lain yang stok nya habis.

Keduanya naik motor matic hanya berdua saja, Caramel menunggu di rumah. Semuanya terlihat normal, tapi entah kenapa sejak tadi Arga merasakan firasat buruk.

"Pa." Panggil Erlangga.

"Ya? kenapa?." Kaget Arga karena hilang fokus.

"Papa dari tadi mikirin apa sih, udah 15 menit Papa bengong di depan rak. Jadi beli ngga nih?." Erlangga sudah lelah menunggu.

"Oh maaf kaya ada yang kelupaan, oke udah cukup ini dulu aja." Ucap Arga.

Keduanya pergi menuju kasir untuk membayar belanjaan mereka. Saat sedang menunggu seseorang datang mengantri, dia menyapa Erlangga dengan akrab.

"Hai, lo temen sekelas Kevin kan?." Ucapnya.

"Ya." Jawab Erlangga, cuek tapi sopan.

"Aku Juwita dari kelas 10-D, ini pertama kali kita ngobrol ya. Salam kenal, gue turut sedih setelah denger kabar Kevin masuk lapas remaja." Ucap nya ramah.

"Thanks." Erlangga menjawab singkat.

"Rumah lo di deket sini? ngga nyangka kalo ternyata kita tetangga, dia Abang lo ya? kalian mirip banget." Ucap Juwita.

"Ini bokap gue." Ralat Erlangga.

"Eh... oh.. ya.. haha, sorry." Juwita jadi canggung.

Setelah itu semuanya diam dengan canggung, pembayaran Arga sudah selesai dan dia pergi duluan meninggalkan Juwita. Sampai di parkiran motor, Erlangga menggerutu yang membuat Arga tertawa geli.

"Apa sih, sok kenal banget." Gerutu Erlangga.

"Kenapa? bukan nya seneng di sapa cewe." Ucap Arga.

"Gimana ya, bukan ngga seneng cuma ngerasa ngga nyaman aja. Kevin suka sama dia, jadi rasanya canggung aja kalo dia nyapa aku." Jujur Erlangga, sambil naik ke kursi belakang.

"Asal tau batasan ya gapapa." Ucap Arga.

Setelah itu tidak terjadi apa-apa lagi dan keduanya pulang dengan selamat. Mereka makan jajan bersama Caramel di ruang keluarga sebelum masuk ke kamar masing-masing.

Setelah berada di kamar Arga langsung menatap serius ke arah Caramel. Sepertinya dia memang sudah tau sesuatu sejak tadi, dia hanya menahan karena masih ada Arga di dekatnya.

"Tadi di minimarket aku ketemu sama Juwita, dia nyapa Erlangga. Aku ngga ngerasa ga ada yang aneh sama bocah itu, cuma ga tau kenapa kok minimarket itu keliatan aneh." Ucap Arga.

"Maksud kamu?." Caramel penasaran.

"Bangunan nya emang normal, cuma kasir nya aneh. Perasaan ku ngga enak, tapi dia keliatan banget kaya lagi ngintai seseorang." Ucap Arga.

"Siapa menurut mu?." Tanya Caramel.

"Belum jelas sih, karena bener-bener ngga ada aksi apa-apa. Mungkin perasaan aku aja yang berlebihan, semoga aja ngga akan terjadi apa-apa." Ujar Arga.

"Aku sebenernya punya rencana." Ucap Caramel.

"Rencana?." Arga menoleh tertarik.

"Ayo bantu Erlangga supaya bisa ketemu sekutu kuat dan berguna. Kamu pasti tau kan beberapa karakter kuat yang bisa di pertimbangkan? aku pengen dia punya kelompok yang kuat." Ucap Caramel.

"Ide bagus, tapi kebanyakan dari mereka adalah musuh dari Erlangga. Mau ngga mau Erlangga harus berurusan dengan mereka dulu, dan apakah mereka mau berteman atau ngga tergantung keputusan Erlangga sendiri." Ucap Arga.

"Tapi kan alur nya belum mulai, harusnya mereka belum saling benci satu sama lain kan?." Ucap Caramel.

"Laki-laki itu mudah mencari teman dan mudah mencari musuh. Ada beberapa karakter kuat yang emang di buat untuk menjadi musuh Erlangga, tujuan nya ya supaya karakter Erlangga ini berkembang." Ucap Arga.

"Apa ngga bisa kamu bikin Erlangga biar jadi kuat dan tak terkalahkan?." Ujar Caramel.

"Bukan ngga bisa, tapi menurut ku itu bukan pilihan yang tepat. Erlangga harus tau alasan dia bertarung, dia harus punya tujuan supaya bisa menjadi kuat. Kalau tiba-tiba kuat ya dia jadi menggampangkan sesuatu dan ngga punya sikap waspada, karena dia berpikir dia pasti bakalan selalu menang." Ucap Arga, memberikan pendapat.

"Oke, jadi siapa salah satu karakter kuat itu? kita harus pancing orang itu supaya mau mendekati Erlangga." Ucap Caramel.

"Aku ngga tau, semua informasi masih terkunci rapat. Dalam satu bulan ini kita hanya bisa menunggu bagaimana alur akan bergerak, kita sudah menghancurkan beberapa plot dan pasti akan segera muncul Variabel tidak terduga." Ucap Arga.

"Aarrgghhhhhhhh aku kesal karena merasa tidak berdaya." Caramel geram, dia paling tidak suka menunggu.

Caramel merasa kesal karena semua rencana nya memiliki batasan. Dia tidak ingat siapa saja karakter kuat yang bisa dijadikan sekutu untuk Erlangga, apalagi di cerita asli tidak semua karakter di tuliskan karena hanya mementingkan alur kisah romansa dari Kevin dan Juwita.

Arga juga merasa bersalah, bahkan setelah upgrade sistem pun dia masih memiliki keterbatasan. Misi harus segera di selesaikan jika ingin semuanya berjalan lancar, tapi untuk bisa menjalankan misi mereka membutuhkan informasi.

Pagi sudah datang dan rutinitas akan segera di lakukan seperti biasa. Erlangga berangkat sekolah dengan lesu, entah kenapa dia tidak bersemangat sekolah setelah Kevin di penjara.

Di sekolah pun Erlangga hanya diam duduk di kelas, dia hanya ke kantin sebentar lalu kembali ke kelasnya tanpa repot-repot mencari teman. Sampai akhirnya sosok variabel tidak terduga mulai muncul ke permukaan.

Saat dalam perjalanan pulang, Erlangga merasa kesal dan tidak nyaman karena sejak pagi merasa ada yang memperhatikan nya. Meskipun berusaha di cari pun tidak terlihat, tapi sekarang saat sudah keluar dari arena sekolah akhirnya sosok itu mau mendekat.

"Ngapain lo ngikutin gue?." Erlangga bersuara dingin, dia belum menoleh.

"Oh ternyata lo sadar." Itu suara laki-laki.

srattt

Erlangga menoleh ke belakang, dia melihat ada seorang murid yang memakai seragam sama seperti nya, sedang duduk santai diatas motor. Erlangga turun dari motornya dan berjalan menghampiri penguntit itu.

"Ada urusan apa lo sama gue?." Desak Erlangga.

"Santai, gue cuma penasaran sama bocah yang di maksud sama Bos." Ucap nya.

"Bos?." Heran Erlangga.

"Oh, itu lo kan yang ketangkep bareng Kevin di Caffe?." Ucap nya, terlihat sok polos menyebalkan.

"Lo bagian dari mereka?." Erlangga mengeram kesal.

"Gue ngga akan basa-basi, sebenarnya gue cukup berkesan sama anak ingusan kaya lo yang berani ngelawan. Cuma tindakan lo itu goblok banget, lo sadar ngga sih tindakan lo di Caffe itu bikin lo jadi buronan?." Ucap nya ceplas-ceplos.

"Terus menurut lo gue harus diem aja gitu? di saat mereka nyerang gue pake senjata lo berpikir gue harus diem aja? yang goblok itu pemikiran lo." Kesal Erlangga.

"Oke, anggep aja lo bener. Tapi lo bakal mulai di buru sekarang, termasuk gue yang dateng buat hancurin kepala lo." Ucap nya tersenyum smirk.

syuttt

whohh

BUGHH

ohkk...

Duaghh

BRAAKKKKK

Siswa itu melayangkan tinju dengan cepat, Erlangga berhasil menghindar dan memperlebar jarak. Namun siswa itu melakukan tendangan yang mengenai tepat di ulu hati Erlangga, Erlangga terbatuk dan terlempar hingga menabrak motornya yang terparkir hingga ambruk.

"Liat? lo tuh cuma bocah ingusan." Ucapnya mendekat pada Erlangga.

"Haha.. hahahahah, jadi gini rasanya bertarung sama ahli atau pro? sakit juga ya. Selama ini gue cuma jadi petarung jalanan, lawan gue juga cuma sekelas preman." Ucap Erlangga, bangkit berdiri merasa tertantang.

Siswa itu cukup terkejut, menatap dingin ke arah Erlangga. Ini pertama kalinya masih ada orang yang bisa berdiri setelah menerima tendangan nya, selain sesama pro biasanya sekelas preman dan berandalan tidak akan bisa menahan tendangan nya.

"Sialan, dia bukan bocah biasa." Batin nya.

1
zhuyan 🙊🙊
lanjut season 2
Mellisa Gottardo: udah di buku baru, gas baca
total 1 replies
zhuyan 🙊🙊
semangat erlan
Mellisa Gottardo: 🤟🏻🤟🏻🔥🔥🔥🔥
total 1 replies
Dewiendahsetiowati
gas sesi 2 thor
Mellisa Gottardo: udah up, gas mampir di buku baru
total 1 replies
zhuyan 🙊🙊
hahahah emang keluarga gila
Mellisa Gottardo: hahahha
total 1 replies
Evi Marena
wkwkwkwwkwk mereke emang keluarga gila super,yohan😂
Mellisa Gottardo: 😭😭😭😭😭😭😭
total 1 replies
Evi Marena
kirain othorrrr Budiman GK bakal up lagi....thanks thorrr sudah lanjut up😘😘 lanjut y thorrr....moga othornya sehat selalu😘
Mellisa Gottardo: haiiii makasih yaaaa🥰
total 1 replies
vianty
terima kasih KK sdh up LG...
Mellisa Gottardo: hehehe makasih udah sty🥹
total 1 replies
falea sezi
lanjutt
falea sezi
bner q punya anak cowok SMP umur 14 tahun neehh gengsi. nya setinggi langit/Drowsy/
falea sezi
q kira mirip YOLA sky gk sih hehehehe
Ridwani
👍👍👍👍
aria
lanjut
Evi Marena
hmmmm berarti masih banyak kejutan kedepannya ya thorrr...ok lanjut thorrr😘
vianty
sukses selalu kk
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
prihatin sih kalo gini, kirain ibu nya belain gak tau nya malah laporin ke polisi
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
lahh, dikira anak nya robot kali ya
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
terkadang apa yang kita lihat di luar belum tentu sesuai dengan kenyataan
zhuyan 🙊🙊
loh jadi ibunya yg laporin kevin
aneh ga sih 🤔🤔🤔
JasmineA
gue heran sm emaknya si kevin2 itu...udah dipukulin udah diselingkuhin tetap aja bego...malah laporin anaknya sendri....gila kocak emaknya...apa dia ngak pernah kasian apa sm si kevin itu?
aria
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!