Menceritakan tentang 2 gadis bersaudara dimana dia adalah seorang anak yang di hidupi oleh pengusaha yang sangat kaya raya dan setiap pesaing kalah bisnis dari orang tua nya selalu saja mereka ingin selalu menjatuh kan orang tua Cahya dan Megy....
" Cahya kamu janji ya, akan membalaskan kedua orang tua kita" kata Megy sembari mengelap air mata adik nya yang menetes di pipi.
"Oke, gue janji kak, lu juga janji ya, kak? Ucap Cahya sembari berhenti menangis.
Cahya sekarang usiamu muda, kamu bisa ikut ke medan perang! Di sana kamu bisa mempelajari ahli beladiri apa saja? Kata Megy dengan serius.
Baiklah kak, gue akan pergi dulu! Titip ayah ya? Ucap Cahya.
Apakah orang tua nya akan jatuh atas segala yang dilakukan penjahat..?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ebit S, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
23. Kevin Cs Datang Membantu
"Hahahaha, pede banget sih lu? Jangan anggap remeh kami, bro? Ntar gue Rob*k mulut lu, itu?" Kata Beni dengan mata melotot menatap Kevin dengan wajah Beni yang penuh bekas luka.
Menunjukkan kalau bekas luka itu adalah dia sebagai orang yang sudah lama berkecimpung di jalanan.
"Oh ya benarkah?" Kata Kevin dingin sembari mengerutkan Alisnya.
Beni yang mendengar ucapan Kevin langsung naik Pitam kemudian Beni segera mengeluarkan Rantai. Faisal kemudian memberikan kode tepuk tangan.
"Proook-proook..proook-proook.."
Muncul seluruh pasukan orang-orang yang bertato dan berwaja sangar dan banyak yang menggunakan balok di tangan mereka. Kemudian Reno yang tadi nya santai menjadi terkejut.
Dengan mundur selangkah, Reno berkata."Buset, banyak amat? Mana badannya gede-gede dan sangar lagi?"
"Hahaha, kenapa takut ya?" Kata Beni menyeringai senang melihat Reno yang terkejut.
"Waduuuh, gue bukan bilang kita takut, gue hanya terkejut karena mereka lumayan banyak? Secara gue ini kan cowok yang go internasional kegantengannya! Jadi nggak sepadan jelek gara-gara ketularan mereka nanti?" Kata Reno dengan rewelnya.
"Hahaha cowok ganteng go internasional, hahhaaa! Bro, kalau lu mau keliatan ganteng itu harus di tempat orang yang jelek! Kalau lu kumpul sama yang ganteng, malah berubah jadi jelek internasional hahaha." Kata Faisal menatap Reno yang langsung terdiam.
Kevin dengan dinginnya kemudian, berkata."Apa ini sudah cukup, nggak ada lagi yang lain?"
"Hahaha, bro-bro? Ini aja lu belum tentu bisa melawan mereka, malah lu bil..."
Ucapan Beni segera berhenti disaat Kevin yang tidak ada ditempatnya kemudian langsung mengambil tindakan memukul hidung Beni hingga membuat Beni terdorong mundur hingga terjatuh.
"Buk..buk..duaaaaak..plaaaaak.. aah... "
Jerit Beni yang terdorong kemudian terjatuh.
"Lu terlalu banyak ngomong, nyatanya kosong bro?" Kata Kevin dengan dingin.
"Sialan lu, curang sekali lu! Beruntung lu gue tadi nggak waspada, kalau gue waspada mungkin kepala udah pindah tempat?" Kata Beni sembari berdiri.
Beni yang terjatuh sudah berdiri, lalu Beni segera mengelap d*r*h yang mengalir dari hidungnya.
Kemudian dengan wajah sangarnya Beni segera menatap kearah Kevin.
Lalu sembari mengelap Beni segera mengambil tindakan.
Beni langsung dengan cepat menuju ke arah Kevin yang berdiri santai.
Lalu setelah Beni dekat dengan Kevin. Beni segera melancarkan p*k*lan kearah Kevin.
Sementara Kevin yang sudah siaga dengan sigap menahan p*k*lan dari Beni.
Menangkis, menghindar, dan mengunci tangan Beni. Setelah tangan Beni terkunci oleh Kevin.
Beni mencoba melepaskan tangannya.
"Kenapa, nggak bisa melepaskan, ya?" Kata Kevin dengan dingin menatap ke arah Beni yang berusaha melepaskan tangannya dari kuncian Kevin.
Beni yang mendengar ucapan Kevin kemudian Ia langsung segera dengan cepat menggunakan kakinya untuk men*nd*ng tetapi Kevin dengan santainya menghindari.
Lalu dengan cepat Beni segera menyerang hingga membuat tangan Kevin yang mengunci segera dilepaskan kemudian Beni segera melakukan tendangan putaran hingga menyebabkan Kevin terh*mp*s di sebuah pohon pinggir jalan.
Dengan sangat senang Beni melihat Kevin terhempas langsung membuatnya tertawa penuh kemenangan.
"Keviiiin.." Teriak Reno dan Ridho melihat ke Kevin yang terhemp*s di batang pohon.
Lalu Kevin dengan santainya Ia segera berdiri dan merasakan bibirnya ada d*r*h yang mengalir keluar sedikit.
Kemudian d*r*h itu Kevin Lap hingga Ia pun berludah karena merasakan asinnya d*r*h yang terteguk.
Kemudian Kevin, berkata."Hehehe, lumayanlah? Senang-senanglah dan tertawalah dengan puas, selagi lu masih bisa tertawa. Setelah ini, lu nggak akan bisa lagi menikmati gimana tertawa?"
Beni lalu, berkata."benarkah."
Beni menatap kearah teman-temanya sekitar ada 10 orang yang berdiri didekat mereka lalu segera berteriak.
"Hei bro, sekarang saatnya kita bersenang-senang dan memberikan mereka bagaimana rasanya ketika tangan kita sudah berbicara?" Kata Beni dengan kencang.
Lalu semua temannya yang berbadan besar dan dilengkapi oleh senj*t*-senj*t* berbagai macam kemudian segera menyerbu kearah Reno, Ridho dan Kevin.
Sementara Reno, Ridho dan Kevin segera siaga hingga membuat mereka di kelilingi oleh sepuluh orang.
Lalu Faisal, berkata."Woii bro, ngapain sih kalian mengelilingi mereka dulu, langsung aja, ser*ng mereka."
Kemudian salah satu dari mereka segera m*ny*r*ng menggunakan balok kearah Reno.
Lalu Reno segera menghindari balok yang kearah kepala nya dan yang lainnya segera menyerang Ridho dan Kevin.
"Bak..buk..bak..duaaaaaak...gedebuk..plaaaaaaak."
Suara perkelahian pun dimana-mana hingga membuat Reno, Kevin dan Ridho menjadi kerepotan.
Sementara disela-sela yang lain Beni serta Faisal segera pergi dari sana untuk melarikan diri hingga Rombongan Ridho, Reno dan Kevin tidak tahu kalau mereka berdua pergi lari dari sana.
"Praaaak... Gubraaaak..bak..buk..bak..buk.. aaaah.."
Terdengar jeritan dan kesakitan dari rombongan sepuluh orang hingga mereka semua sudah tergeletak dan tak berdaya disana kemudian Reno segera celingukan mencari seseorang.
"Loh, Vin, Dho? Mereka berdua tadi kemana? Kok nggak ada?" Kata Reno yang mencari di tempat sekitar.
"Eeh iya, ya? Gue hampir aja lupa sama mereka? Apa jangan-jangan mereka udah lari ke markas mereka?" Kata Ridho sembari berpikir.
Lalu dengan ngos-ngosan mereka bertiga segera beristirahat mengambil nafas karena kelelahan dari perkelahian barusan.
Dan tidak begitu lama kemudian mereka bertiga segera berdiri.
"Aaah.. Udah yuk kita nggak bisa lama-lama istirahat disini? Kita harus bantu Cahya di Markas para berandal itu?" Kata Kevin dengan santai.
Lalu Reno dan Ridho menanggapi ucapan Kevin mengangguk saja.
Kemudian mereka bertiga segera menuju motor yang terjatuh akibat rombongan Beni dan faisal tadi jadi masih tergeletak ditanah.
****
Sementara diatas atap Gedung tua di markas para rombongan tempat menyekap pak Eko Wijaya segera memperlihatkan Cahya yang sedang berdiri di dekat sana melihat tajam kearah anak buah Edwin Kurniawan yang sedang menatap kearahnya sekitar 7orang lagi yang sudah memegang senj*t* masing-masing.
Cahya yang santai menatap Rombongan yang sudah memegang senjata kemudian di dekat kaki Cahya ada kerikil di dekat kaki Cahya.
Lalu Cahya segera menatap kerikil itu dan tidak lama rombongan yang mengelilingi Cahya sedang mengambil sesuatu dilantai.
Dengan tiba-tiba saat Cahya berjongkok mengambil kerikil.
Langsung di serang oleh pria yang bernama Baskoro yang menggunakan balok ditangannya.
Dengan sangat cepat, tepat dan mata yang tajam Cahya segera menjentikkan kerikil yang dipegang oleh nya hingga tepat mengenai pergelangan tangan Baskoro hingga kerikil yang dijentikkan oleh Cahya masuk kedalam pergelangan tanganya.
Sampai-sampai membuat tangan Baskoro yang memegang Balok melepaskan balok yang dipegang olehnya.
"Aaaaah.."
Jerit Baskoro yang kesakitan kemudian melepaskan Balok yang ingin digunakan untuk menyerang Cahya.
Sementara Cahya menatap Baskoro yang sudah terhenti lalu Cahya segera berdiri meny*r*ng menggunakan kakinya hingga tepat mengenai dada Baskoro dan menyebabkan Baskoro terpental hingga terdorong melayang kebelakang.
Dan yang ada dibelakang Baskoro temannya yang bernama Hermanto segera menghindari tubuh Baskoro.
"Aaaaah....Gedebuuuk." Jerit Baskoro.
ini seperti isi teks yang langsung up tapi mungkin lupa di edit lagi tanpa di kroscek
padahal isi ceritanya cukup oke