Realitanya,kita tidak pernah tahu bagaimana jalan menuju takdir itu sendiri
yang membuat kita menerka-nerka dimana kaki ini akan menapak esok hari.
'Tuhan tidak pernah salah dan tidak pula terlambat dalam menetapkan suatu takdir kepada hamba-Nya'
'Kamu tahu sayang?aku bertaruh dengan diriku sendiri bahwa suatu saat hatimu yang sempit itu akan menjadikanku tempat pulang yang paling nyaman untuk kamu singgahi'.~ Elvita
'pernikahan ini hanya sementara,Sampai Kakak pertamaku melahirkan anak pertamanya mari mengurus surat perceraian'~Bian
Pernikahan yang awal nya berdasarkan kesepakatan itu akhirnya mengungkap tabir lama kedua keluarga yang hampir diambang kehancuran.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Twdyaaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
anggap tidak terjadi apapun
flashback*
setelah Bian membawa Elvita yang pingsan pergi dari gedung itu, Anthony menarik paksa tangan gadis itu agar menjauhi ruangan yang masih dilalui beberapa orang.
ketika mendapatkan sentuhan dari laki-laki yang tidak dia kenal ini,Gaby merasa dia menjadi lebih bergairah.
entah kenapa sentuhan nya membuat kulit Gaby meremang seakan meminta sentuhan yang lebih dari ini.
"tuan..." suara Gaby menjadi serak akibat menahan hasrat nya.
dia ingin melepaskan tangannya yang masih dibawa laki-laki ini menjauh.
tapi otak nya meminta dia lari kedalam pelukannya.
ketika keduanya sudah berada ditempat yang sangat sepi, Anthony melepaskan genggaman tangannya.
"aku rasa seseorang berusaha mengejar mu,pergilah dari sini melalui jalan ini" Anthony meminta gadis yang memiliki wajah cantik itu untuk keluar dari jalan tersembunyi di gedung miliknya.
saat Anthony ingin pergi menjauhi tiba-tiba saja gadis dihadapannya ini memeluknya erat.
'what!'
"tuan...bantu aku" Gaby merasa dia sudah kehilangan urat malunya.
Dia seperti meminum minuman dengan kadar alkohol yang begitu tinggi.
"kamu mabuk..?" tanya Anthony masih berusaha menekankan kesadarannya saat gadis ini mulai menggerayangi tubuh kekarnya.
"tidak tahu tuan,tapi aku rasa butuh kehangatan sekarang!"
oh SH*t
Anthony bisa menebak jika gadis ini pasti sudah dijebak seseorang dengan obat perangsang.
"kamu harus pergi kepada suami atau pacarmu nona!"
bisa-bisa Anthony kehilangan akal sehat nya jika disuguhi gadis cantik yang bahkan menggodanya lebih dulu.
siapa yang tidak tergoda?
tanpa mengindahkan ucapan Anthony,Gaby dengan berani mencium bibir laki-laki itu dengan gerakan yang begitu kaku.
pertahanan Anthony pun seketika runtuh,dia membalas ciuman Gaby dengan begitu buas dan menggebu-gebu.
"kamu yang memulainya jadi jangan menyesal!" ucap Anthony di sela-sela ciumannya.
Gaby tidak menggubris peringatan dari Anthony dia hanya ingin memuaskan hasrat nya yang sudah membuat dirinya panas dingin.
ketika ciuman itu turun ke leher Gaby,Anthony menyudahi ciumannya yang membuat gadis itu kecewa dan memaksa ingin melakukannya lagi.
"kita akan melakukannya dirumah"
Anthony menggendong Gaby yang masih menggeliat-geliat seolah tidak ingin menghentikan kegiatan yang membuatnya merasakan kenikmatan.
saat sebuah mobil mewah sudah terparkir di depan lorong gelap yang tidak seorangpun tahu, Anthony membawa tubuh Gaby untuk masuk kedalam mobil tersebut.
melihat tuannya membawa seorang gadis untuk kali pertama tentu saja Hendrik asisten kepercayaannya tersenyum senang.
dia berharap gadis itu membawa kebahagiaan untuk Anthony.
ketika Hendrik fokus menyetir,dia sedikit mengintip melalui kaca depan mobil dan berpikir gadis itu terlalu agresif untuk ukuran tuannya yang baru saja mengenal seorang gadis.
dimasa lalu Anthony memang pernah mengenal seorang gadis tapi dia sebenarnya hanya merasa nyaman untuk bercerita bukan jatuh cinta.
'ohh tuan akan kewalahan menghadapinya!'batin Hendrik.
Baru ini dia melihat ada seorang gadis yang begitu berani menyentuh Anthony dan laki-laki itu hanya diam membiarkannya bahkan yang dia lihat Anthony berusaha menahan hasratnya.
tapi dia akui gadis itu memang memiliki wajah yang sangat cantik.
"jangan mengintip hend,fokuslah menyetir" tegur Anthony saat melihat Hendrik yang sesekali melihat keduanya dari kaca depan mobil.
dia tahu suara dari gadis ini tentu saja membuat orang lain penasaran dengan apa yang sedang mereka lakukan.
"baik tuan" jawab Hendrik kikuk.
dia begitu malu ketika kedapatan mengintip Anthony dan gadis dibelakangnya.
Setelah sampai di kediamannya, Anthony dengan segera membawa Gaby yang sudah menggerayangi tubuhnya menuju kamar utamanya.
"kamu akan menyesali nya ketika sadar besok" ucap Anthony masih berusaha menekankan kesadarannya.
Gaby masih tidak menggubris ucapan Anthony,dia mendorong kasar tubuh Anthony ke atas kasur.
"sentuh aku sekarang please" desah Gaby
dia menciumi bagian atas tubuh Anthony dengan menggebu-gebu.
Anthony yang terpancing pun langsung membalikkan tubuh Gaby mengukung gadis itu untuk berada tepat dibawah nya.
keduanya saling membalas ciuman dengan penuh gairah seakan saling menuntut untuk melakukan hal yang lebih
dia membiarkan gadis itu melakukan pelepasannya menggunakan tangannya secara perlahan.
ketika Anthony sudah yakin ingin melakukan penyatuan pada milik Gaby,dia mengerutkan keningnya.
dibawah sana begitu sempit' seolah-olah masih tersegel rapi tidak pernah dijamah oleh orang lain.
"kamu masih perawan?" tanya Anthony terkejut
Gaby hanya mengangguk menahan perih ketika dibawah sana berusaha memaksa masuk.
"lakukan secara perlahan" ucap Gaby
dia terlihat kelelahan setelah beberapa kali pelepasan.
mendengar itu Anthony jelas saja mengurungkan niat nya.
dia pikir gadis itu sudah pernah melakukan hubungan intim dengan orang lain sebelumnya,mengetahui ini adalah kali pertama nya tentu saja dia tidak ingin menghancurkan masa depan seorang gadis.
'shi*!'
bisa dia pastikan jika gadis ini sadar besok,dia akan menangis meraung sudah tidur bersama laki-laki yang tidak dia kenal.
dia menjauhi gadis yang sudah tidak berdaya di atas kasurnya,menuntaskan hasrat nya di kamar mandi adalah pilihan yang tepat untuk saat ini.
Gaby pikir sudah selesaikah?
dia tidak tahu,dia hanya ingin memejamkan matanya sekarang!.
flashback off*
"anggap tidak terjadi apapun diantara kita!"
Gaby memilih untuk tidak memperpanjang masalah yang terjadi.
dia dijebak dan seorang laki-laki yang tidak dia kenal menjadi teman tidur nya dalam semalam.
entah dia telah kehilangan kesuciannya atau tidak,dia hanya ingin fokus memperbaiki nama keluarga nya yang sudah hina.
dia tahu,gadis yang lahir dari keluarga miskin seperti dirinya tentu saja biasa menanggung derita hidup yang menimpa.
Anthony hanya melirik Gaby dengan tatapan yang hanya dia sendiri ketahui.
dia pikir disaat gadis lain meraung-raung meminta pertanggungjawaban,gadis dihadapannya ini justru memintanya bersikap seolah-olah tidak pernah terjadi apapun?
"baiklah!lupakan semua ini dan jangan pernah bertemu lagi" ucap Anthony.
dia pikir hubungan yang terjadi diantara keduanya hanya lah kesalahpaham belakang.
"asistenku akan memberikan kamu beberapa uang dan pergilah dari kediamanku!"
mendengar itu Gaby berusaha menahan tangisnya.
serendah itukah dirinya?
meskipun dia tidak meminta pertanggungjawaban setidaknya laki-laki yang merenggut kesuciannya ini bersikap lebih baik lagi pada dirinya.
seolah-olah dia barang yang harus dibuang setelah bosan dipakai.
'ahhh kamu berharap apa Gaby?' batin nya sesak.
"tidak perlu tuan,ini kesalahanku!anda tidak perlu memberikan apapun kepadaku,aku akan pergi sekarang!"
dia memilih keluar dari rumah mewah yang semalam dia tempati,tampak seorang laki-laki muda menuntun jalan menuju pintu luar.
"tuan menyiapkan supir untuk mengantar anda pulang" ucap Hendrik pada Gaby.
dia pikir kenapa gadis ini keluar dari kamar tuannya dengan wajah yang suram dan terlihat begitu sedih?
bukankah semalam hubungan keduanya sangat panas?
Dia jadi sedikit iba pada gadis cantik dihadapannya saat ini.
Gaby hanya menganggukan kepala dan tersenyum pada Hendrik,dia lantas memasuki mobil itu tanpa penolakan sebab dia begitu lelah dan ingin segera menjauh dari rumah ini.
ketika sudah berada sedikit jauh dari rumah itu,tangis Gaby seketika pecah.
'kenapa dia harus menanggung semua ini?'
keluarga yang dulunya hidup dengan tenang dan berkecukupan tiba-tiba diusik oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab!
bahkan sekarang?kesuciannya yang dia jaga dengan baik pun harus hilang dengan alasan yang begitu konyol.
Gaby menatap jalanan dengan tatapan benci.
'tidak sudih kah dunia membiarkannya bahagia satu hari saja?'
*maaf jika ada typo atau kesalahan dalam penulisan kata