NovelToon NovelToon
Pernikahan Paksa Dengan Pembullyku Di Masa Lalu

Pernikahan Paksa Dengan Pembullyku Di Masa Lalu

Status: sedang berlangsung
Genre:Trauma masa lalu / Dijodohkan Orang Tua / Cinta Seiring Waktu / Cinta Murni
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Putri Sabina

Rania Wiratama seorang gadis yang dipaksa menikahi pembully-nya di Masa lalu atas keinginan terakhir Eyang Kartika, Rania bekerja sebagai Photography dan penjual foto lewat website.
Arga Prananda seorang pria yang bekerja di anjungan laut lepas, nampak menyesali perbuatannya pada Rania. Rasa bersalah selama bertahun-tahun mengubahnya menjadi obsesi sekaligus cinta. Rania yang sudah memendam rasa benci dan trauma tak mampu menatap apalagi bersama Arga. Tapi Arga selaku suami dan Imam bagi Rania berjanji untuk membimbing dan menuntun istrinya ke jalan agama, sekaligus mencintai Rania. Bagaimana akhir pernikahan ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Sabina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17

Di sekolah SMA Pancasila Emas

Lorong sekolah siang ini nampak lenggang, sesekali mendengar suara langkah kaku yang dari kejauhan.

Rania di depan loker menaruh barang-barangnya, karena dirinya baru saja menyelesaikan kelas.

Gadis berambut ikal sampai bahu mengembang, dengan mengenakan atasan putih dan rok abu-abu.

"Eh rambut mie!" bentak suara cowok di belakangnya.

Rania menoleh, dan melihat Arga datang bersama gengnya---dan Arga dengan mesra merangkul Karin anak kepala sekolah.

Geng populer di sekolah, di tengah mereka Arga merangkul mesra Karin.

"Kalian ada apa?" tanya Rania dengan heran.

Karin wajahnya menempel erat dengan mata sembab, seolah baru saka menangis. Melihat karin seperti ini hati Rania langsung berdecih.

"Pasti Karin mau drama lagi," batin Rania menelan salivanya.

Jantung Rania berdegup kencang, gadis berambut ikal ini mau berjalan melewati sekumpulan geng populer ini---Tapi tangannya di tahan oleh Arga.

Rania memejamkan matanya, dirinya berusaha melepaskan dari cengkraman tangan Arga.

"Lepasin gua!" ucap Rania yang kesakitan.

Arga langsung menarik Rania ke hadapannya, tanpa sadar Arga menatap wajah Rania---hal yang tanpa sadar membuat Arga terpikat oleh gadis yang suka di bullynya.

"Kok gua ngeliat alam di matanya," batin Arga saat menatap wajah Rania.

Pemuda itu melamun sesaat sampai Karin dengan manja, menegurnya.

"Sayang!" ujar Karin menatap sang kekasih memegang tangan Rania.

"Eh iyaa," sahut Arga.

Karin langsung mendekati Rania dan menamparnya membuat gadis berambut ikal itu memalingkan wajahnya, hati Rania sangat sakit saat Karin melakukan ini padanya.

"Dasar cewek gatel, berani lo deketin cowok gua!" maki Karin.

Rania merasa heran, padahal yang memegang lengannya adalah si Arga.

Dan kenapa dirinya yang di salahkan---dengan kasar Karin mendorong tubuh Rania sampai tersungkur ke lantai.

Rania terjatuh ke lantai menatap Arga dan Karin, juga tawa mengejek dari geng populer di sekolah. Yang lain mau membantu tapi takut dengan kekuasaan ayahnya Karin---dan kekuasaan Arga.

Arga melihat bagaimana Karin memperlakukan Rania, dan bukannya malah membantu Arga malah menginjak kaki Rania.

"Argh! Arga sakit!" jerit Rania.

Tak puas teman-teman Karin memukul Rania, sambil menjambak rambut ikal gadis malang ini---Rania sudah memohon ampun tapi tetap saja di bully.

Lalu Rania berusaha berdiri, dan Arga menatapnya sinis dan memarahinya.

"Lo apain Karin?!" bentak Arga menunjuk Rania.

Suara menggema di lorong melihat bagaimana Rania di perlakukan buruk oleh Arga, Rania mengerutkan keningnya dengan bingung.

Salah apa Rania dengan Karin, kenapa Karin sampai merasa paling tersakit.

"Gua nggak ngapa-ngapain Karin," ujar Rania dengan isak tangis, rambut ikalnya berantakan wajahnya kacau karena di pukuli oleh gengnya Karin.

Karin berusaha memainkan sandiwara seperti yang tersakiti, "dia sengaja sayang dorong aku dari tangga," adu Karin memainkan peran selayaknya yang tersakiti.

"Apa! itu bohong! Karin lu 'kan yang minta contekan PR tapi nggak gua kasih," kata Rania membela diri dari tuduhan Karin.

"Diem! Lo pikir gua percaya sama lo?!" potong Arga dengan keras.

Beberapa siswa lain mulai melambatkan langkah mereka dan berbisik-bisik, menatap Rania dengan kasihan.

"Rania lagian nyari masalah ama Karin."

"Kasian sih Rania."

Arga tertawa sinis menatap Rania, dirinya melihat Rania dengan amarah karena kena hasut oleh Karin.

"Arga...Sumpah gua nggak ngapa-ngapain Karin," bela Rania sekali lagi.

Arga tertawa sinis, lalu melotot mendekati Rania----langkah Rania mendur. Tangan Arga mencengkram kerah baju Rania.

"Lo cewek sih, kalo bukan cewek abis lu ama gua!" maki Arga.

"Selalu aja pura-pura polos," lanjutnya.

Arga melihat leher dan bibir Rania nampak menggoda, tatapannya tampak menusuk.

"Lo iri ya?" tuduh Arga.

"Uhuk...uhuk."

Rania terbatuk-batuk, kerah bajunya di cekik oleh Arga. Lalu tangan Arga melepas cengkraman kerahnya.

"Mesti di kasih pelajaran nih si kribo!" sinis Arga.

"Guys, hajar!" ungkap Arga pada gengnya.

Lalu Arga merangkul Karin dan pergi dari tempat loker, yang lain hanya bisa melihat bagaimana Rania di perlakukan semena-mena.

Rania menjerit di tengah malam, dirinya terbangun sambil terduduk.

"Kyaaa, Arga Ampun...Gua nggak ngapa-ngapain Karin!" jerit Rania yang terduduk.

Arga yang tertidur di sampingnya juga ikut terbangun---Arga langsung menyalakan lampu di sebelahnya melihat sang istri yang ketakutan.

"Arga...Arga Ampun...Gua nggak ngapa-ngapain Karin," kata Rania dengan lirih sekujur tubuhnya sudah di penuhi peluh.

"Sayang...Sayang tenang...," ujar Arga memeluk Rania.

"Kamu tenang ya," pinta Arga memeluk Rania yang masih bersimbah peluh.

Rania menaruh kepalanya di pelukan sang suami, wajah Rania sudah penuh keringat. Sementara Arga masih menenangkan gadis ini.

Setelah Rania tenang Arga melepaskan pelukannya, lalu kedua tangannya di wajah sang isti membelai lembut rambut ikal Rania.

"Kamu kenapa? Mimpi buruk?" tanya Arga menatap wajah Rania, kali ini Rania menggeleng ketakutan.

"Cerita ada apa jangan di pendam," lanjut Arga yang kedua tangannya di pipi Rania.

Rania memejamkan matanya, Arga melepaskan cengkraman lembut di wajah Rania---Lalu dirinya ke nakas menuangkan air untuk di minum Rania.

"Ini minum dulu," ujar Arga.

Rania mengambilnya dan meminumnya---Selesai minum, Rania menarik napas naik dan turun.

"Istigfar sayang," kata Arga.

Rania menarik napas kembang kempis, lalu mengucapkan istigfar.

"Astagfirullah hal azim," ucap Rania beberapa kali, hingga tenang.

"Sudah tenang?" tanya Arga.

Rania tak bersuara hanya menganggukkan kepala, Arga membelai lembut pipi Rania dan berusaha mengajukan kembali pertanyaan.

"Ayo cerita sama, Mas...," ujar Arga dengan lembut.

"A-aku mimpi Mas," kata Rania, antara ragu sambil menelan salivanya.

"Mimpi apa coba ceritakan ama Mas?" pinta Arga.

Rania menarik napasnya kembali, lalu menceritakan mimpi soal ingatannya saat dirinya di bully.

Arga memeluk Rania kembali dan menenangkan istrinya, selayaknya anak kecil.

"Kamu tadi tidur nggak baca doa ya," kata Arga dengan lembut memeluk istrinya.

"I-iya," jawab Rania.

Arga masih setia memeluk Rania.

"Saya nggak akan lakukan itu, karena sekarang saya suami kamu dan akan selalu lindungi kamu Rania," kata Arga lalu mencium rambut ikal sang istri.

"Kamu tidur lagi yaa," pinta Arga.

Dan Rania hanya mengatakan 'iya'-----Arga dengan lembut kembali menidurkan sang istri di sampingnya sambil memeluknya.

Rania memejamkan matanya, waktu menunjukan pukul dua malam.

Pria itu memeluk istrinya, dirinya sangat mencintai Rania---Setelah lulus pun Arga terus mencari sang istri entah rasa bersalah atau rasa cinta yang terlambat.

*

*

*

1
DewiKar72501823
kak putri cerita mu bagus sekali..the best 👍🏻🥰
Putri Sabina: makasih kakak udah mampir🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!