Aku mengalami kecelakaan saat menyelamatkan anak dari kakak laki-lakiku. Aku yang saat itu melihat Keponakanku nyaris ditabrak oleh mobil yang melaju kencang di jalanan, refleks mendorong dia menjauh sehingga aku yang ditabrak mobil. Secara samar-samar aku melihat kakak laki-lakiku datang dan meneriakkan namaku. Akan tetapi, pandanganku sudah gelap. 'Apakah aku akan bertemu Papa dan Mama sekarang?'
Begitu membuka mata, aku berada di sebuah tempat yang hanya ada satu cahaya terang tepat di atas kepalaku tetapi di sekelilingku gelap. Sebuah suara mengatakan bahwa aku bisa kembali, asalkan aku harus bisa melaksanakan misi kehidupan dari diriku yang dulu.
Ini kan tubuh Azalea Lorienfield, teman pemeran utama perempuan dalam novel favoriteku yang mati di ending novel! Apakah maksud suara misterius itu aku harus menyelamatkan diriku agar tidak mati seperti dalam novel?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azalea Rhododendron, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 23 : Cerita Karangan Yang Jujur
...Happy Reading^^...
...💮...
"Jadi, apa hasil dari penglihatan kamu itu?"
Aku terdiam mendengar pertanyaan Asher.
"Aza!" oke nada suaranya mulai meninggi.
Aku menutup mata sambil menghela nafas. Begitu membuka mataku, aku menatap langsung ke mata hijau milik Asher.
"Penglihatanku dimulai dengan dirimu yang sakit,"
Aku bisa melihat Asher terdiam sambil menatap diriku. Entah apa yang dipikirkannya.
"Lanjutkan!" perintahnya dengan lembut.
"Aku melihat kamu terbaring sakit di atas tempat tidur. Itu disebabkan oleh racun yang kamu dapatkan setelah melakukan pemeriksaan pada pelabuhan tepat bulan ini,"
"Tepat beberapa hari lagi?" wajah Asher terlihat sangat penasaran, aku menganggukkan kepalaku.
"Lalu setelah itu, aku melihat diriku sedang memarahi dirimu yang memaksakan diri untuk bekerja padahal kondisimu sedang tidak baik," suaraku nyaris tercekat saat menjelaskan hal ini. Asher hanya diam mendengarkan.
"Kita berdebat dengan kak Asher yang menenangkan diriku, padahal aku mencemaskan dirimu!" karena mengingat kenangan itu membuatku kesal dan tanpa sadar memarahinya. Asher tidak marah, justru kemarahan kecilku tadi membuat dia tersenyum kecil.
"Dan penglihatan selanjutnya adalah kamu yang terbaring kaku di atas tempat tidur. Aku, Papa dan Mama melihat kamu sedang diperiksa oleh Amelia. Kamu pergi saat itu juga..." mataku berkaca-kaca menjelaskannya. Asher merogoh kantong jasnya, untuk mengeluarkan sapu tangan. Ini adalah tata krama laki-laki bangsawan ketika melihat seorang perempuan baik tua ataupun muda jika terlihat ingin menangis.
"Lalu penglihatan berikutnya adalah Mama yang meninggal di atas kasur," air mataku langsung meleleh keluar dari kedua mataku.
Kak Asher memberikan sapu tangannya padaku, lalu menarikku ke dalam pelukannya.
"Habis dirimu yang meninggal, lalu mama menyusul. Hanya tersisa aku sama Papa,"
Kak Asher mengusap punggungku agar aku bisa tenang. Walau mereka bukan keluarga biologisku, tapi mereka tetap orangtua dari tubuh yang aku rasuki ini dan setiap darah, jiwa, hati bahkan naluri tubuh ini berbagi dengan mereka. Itulah mengapa aku juga ikut merasakan sesak menceritakan kematian mereka, ditambah lagi aku juga pernah merasakan kehilangan keluarga.
Setelah aku merasa tenang, aku kembali melanjutkan cerita yang kubalut kejujuran dan kebohongan itu. Tapi aku masih berada dalam pelukan count muda Lorienfield.
"Lalu setelah itu, aku diperintah Papa untuk menjadi Countess muda menggantikan dirimu. Kak Asher," pelukan kami terlepas dan kak Asher menghapus jejak air mata di kedua pipiku.
"Lalu apa?" tanyanya.
"Aku mengikuti Upacara Kedewasaan Kekaisaran dan di sana bertemu banyak orang. Papa mengenalkanku sebagai Putri keluarga Lorienfield sekaligus Countess muda Lorienfield. Beberapa kurang setuju karena aku perempuan, tapi Papa yang melindungiku selama di Istana. Lalu semuanya berjalan dengan baik setelah aku selesai menerima gelar dari Yang Mulia Kaisar, sampai..." aku terdiam karena berusaha mengingat alur novel yang sangat aku sukai itu.
Selain pelantikan Azalea Lorienfield oleh Yang Mulia Kaisar dan rapat darurat menuju ending novel, tidak ada lagi kontribusi Azalea Lorienfield dalam politik. Hanya kisah cintanya dan Pangeran Feroz yang banyak disorot dalam novelnya.
"Aza! Sampai apa? Lanjutkan ceritamu!" Asher memegang tanganku menyadarkanku dari lamunan.
"...sampai aku menjalin hubungan dengan pangeran mahkota dan itu membuatku terbunuh di ending pertarungan antar takhta karena racun." aku mengakhiri ceritaku.
Asher terkejut kali ini. Padahal sepanjang aku cerita bahkan kematian dirinya sendiri dan Mama tapi dia tidak bergeming dan masih berwajah datar.
"Bagaimana bisa kamu menjalin hubungan dengan dia dan kenapa kamu tidak diobati? Ke mana Bibi Edel dan Biarawati Wilayah Utara"
Oke, Asher sekarang memasang wajah garang yang tidak pernah aku lihat selama ini.
"Perjanjian perjodohan antara Papa dan Pangeran Mahkota Feroz. Wilayah kita saat itu tengah hancur, kak Asher! Sebelum kamu meninggal, kamu juga berjuang bersama Papa dan yang lainnya untuk membuat Wilayah Lorienfield keluar dari krisis, tapi sayangnya kamu telah meninggal. Papa juga terpaksa meminta bantuan pada Pangeran Mahkota, itu semua dia lakukan untuk orang-orang wilayah Lorienfield. Tapi bantuan itu tidak gratis karena Pangeran Mahkota juga tengah mengalami perebutan takhta. Oleh karena itu, dia meminta perjodohan denganku sebagai imbalannya..." aku bisa melihat Asher menutup matanya lalu seperti menekan sesuatu di dirinya. Begitu matanya terbuka, dia langsung menghembus nafas yang sangat berat.
"...tapi jangan khawatir," ucapanku membuat Asher kembali menatapku.
"Pangeran Mahkota Feroz sangat baik padaku, karena dia juga menyukai bahkan mencintaiku sepenuh hatinya!"
Sungguh! Aku merasa diriku terlalu percaya diri, padahal yang aku bicarakan ini adalah Pangeran Mahkota Kekaisaran besar ini! Mana dia juga kandidat paling utama calon Kaisar berikutnya. Jika dia mendengar, apakah dia akan memenggal kepalaku karena telah lancang berbohong tentangnya?
"Terlebih lagi, dia juga memperlakukanku dengan baik!"
"Tapi dia tidak bisa menjagamu sampai akhir hingga kamu meninggal karena diracun!" aku seketika terdiam mendengar jawaban Asher yang menohok.
"Lalu, ke mana perginya Bibi Edel dan para penyembuh Miravale serta Biarawati dari wilayah Utara yang terkenal hebat itu?"
Aku menundukkan sedikit kepalaku ke bawah, hatiku rasanya sedikit sakit mengingatnya walau kejadian itu belum terjadi dan Bibi Edel justru berada di sini.
"Mereka mengalami kecelakaan kereta di Wilayah Utara saat berusaha mendatangi pasien di daerah lain. Tidak ada yang tahu pasti kenapa dan bagaimana kecelakaan itu terjadi. Bibi Edel, beberapa kerabat kita dari keluarga Miravale bahkan beberapa Biarawati yang memiliki kekuatan penyembuh yang sangat kuat juga ikut menjadi korban. Mereka kecelakaan sebelum kamu sakit kak," jelasku sambil menatap Asher yang menyimak ceritaku dengan wajah datar.
"Jadi itu yang membuat diriku, Mama dan kamu tidak bisa disembuhkan? Karena penyembuh banyak terbunuh di waktu itu?" aku menganggukkan kepalaku sebagai jawaban.
"Iya kak,"
"Tapi Bibi Edel sekarang ada di sini?"
"Iya, itu karena diriku kecelakaan kereta. Makanya Bibi Edel bisa ada di sini, padahal aku tidak pernah mengalami kecelakaan kereta. Sama seperti perampok kapal keluarga kita ini,"
"Apa lagi maksudnya itu?"
Wajah Asher berubah sangat serius, membuatku sedikit takut.
"Kecelakaan kereta yang aku alami ini membuat Bibi Edel sekarang berada di sini, kemungkinan besar dia tidak akan menjadi korban kecelakaan di wilayah Utara tersebut. Sama persis dengan perampokan ini, mungkin saja nyawa kamu bisa selamat. Kak!"
Matanya berubah semakin tajam.
"Bagaimana bisa perampokan ini, yang membuat keluarga kita rugi bisa menjadi dasar pengorbanan agar aku selamat?" aku menegak ludahku susah payah, aku sangat takut berhadapan dengan Asher yang sekarang tampaknya berada dalam mode Count muda Lorienfield yang sangat serius.
"Belum lagi kita kehilangan para prajurit yang melindungi kapal! Mereka melindungi kapal kita sehingga nyawa mereka melayang, Aza!"
"Para prajurit itu sebenarnya adalah orang yang akan meninggal tidak lama dari waktu ini! Kamu ingat tidak penglihatanku tadi di mana kamu yang sedang sakit, memaksakan diri untuk bekerja! Kamu tetap bekerja agar bisa membawa wilayah kita dari krisis pangan!" tampaknya Asher terkejut sekali, sepertinya aku belum menceritakan secara rinci.
"Selang beberapa waktu dari kamu terserang sakit, wilayah kita dan beberapa wilayah di Kekaisaran terserah sihir hitam yang mengakibatkan ternak banyak mati, panen gagal bahkan beberapa perkebunan rusak parah. Wilayah kita waktu itu nyaris hancur! Oleh karena itu, Papa meminta bantuan Pangeran Mahkota Feroz walau jaminan aku harus menikah dengannya!"
"Dan prajurit-prajurit yang meninggal dalam perampokan itu adalah prajurit-prajurit kita yang menjaga perbatasan saat sihir hitam itu menyerang, di situlah mereka semua gugur."
Aku kembali meneteskan air mata karena rasa bersalah.
"Kita harus bekerja sama untuk menyelamatkan yang tersisa kak, Aza butuh kekuatan kakak sebagai Count Muda Lorienfield!"
"Kakak perlu waktu untuk mencerna semuanya!" ucap Asher lalu mengusap pucuk kepalaku sebelum pergi.
"Bukankah kakak berjanji akan percaya kata-kataku!" seruku saat Asher berjalan keluar kamarku dan menutup pintunya.
Meninggalkanku dalam kesedihan dan rasa bersalah pada prajurit-prajurit tersebut.
...💮...
...Bersambung....
...Thanks For Reading My Story^^...
...Dipublikasikan pada tanggal 4 Febuari 2026....