Tania Saraswati, berusia 18 tahun dibesarkan di sebuah panti asuhan Kasih Ibu. Tania di tinggalkan ketika masih bayi di depan panti asuhan. Setahun yang lalu Tania lulus sekolah dan ia bertekad untuk mencari pekerjaan di kota dan membantu biaya adik-adik panti. Tapi malang nasib Tania ketika baru beberapa bulan bekerja di kota mendapat musibah. Musibah itu akhirnya dia harus menerima kenyataan dengan usia masih muda harus hamil di luar nikah. Kenyataan pahit yang ia terima diperkosa dan mengandung hasil dari tragedi pemerkosaan tersebut.
Tania tak sengaja bertemu lelaki yang memperkosanya. Akankah Tania meminta pertanggungjawab atas apa yang dilakukan olehnya setelah beberapa tahun Tania menghilang apalagi lelaki tersebut tak mengenal Tania?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anna Maryana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dua Puluh Tiga
“Sebenarnya anak nenek siapa ma? Papa atau mama?” Tanya Tasya membuat Ira tersenyum sambil memandang Sekar yang sudah tersenyum
“Papa kamu sya “ Ucap Sekar dengan tersenyum
“Kadang papa kamu suka cemburu jika nenek selalu menyayangi mama bahkan menyakiti mama.. mama baru ketahui saat hamil kamu Ira .. “ Ucap Sekar
“Itu makanya ma .. aku mau ngerjain seperti itu biar suprise ... aku mau katakan aku udah ada pengganti mama aku di sini .. harus papa nikah sama mama dan nenek mau tak mau harus setuju” Ucap Ira
Ide Ira membuat Sekar hanya menggeleng kepala bahkan Tasya pun hanya bisa menggeleng kepala
“Mbak.. kali ini aku setuju sama ide mbak .. kalau bagusnya di kasih kejutannya sebelum atau di waktu Tasya Wisuda saja biar aku yang undang pa Faldly aja” ucap Tania membuat Ira senang dengan tersenyum
“Mama gak nanggung jawab ya kalau nenek marah “ Ucap Sekar dengan menggeleng kepala
“Gak bakalan ma pasti nenek senang liat mama lagi” Ucap Ira
Hari pun berlalu dan tinggal besok Tasya wisuda, Faldly dan Ayu nenek Ira dan Tasya yang sudah datang atas permintaan Tania yang mengundangnya dengan alasan menjadi orang tua bagi Tasya saat wisuda nanti dan memang kenyataannya seperti itu tapi Faldly dan Ayu tak tau itu yang akan menjadi kejutan bagi mereka. Faldly dan Ayu yang saat ini nginap di apertemen Ira yang sore hari mereka tak kemana - mana dan Ira juga mengatakan ada hal yang ingin dibicarakan sepulang dari kerjanya yang tinggal di kasih ke orang kepercayaan Faldly yang akan memimpin perusahaan cabang nanti. Ketika Ira pulang mendapati nenek Ayu yang sedang duduk menonton dan Faldly yang mengetahui Ira pulang, Faldly langsung keluar dari kamar karena Ira sudah memberitahukan lewat pesan yang dia kirim sebelum pulang. Ira menyalami Ayu dan Faldly yang sudah menunggunya pulang. Ira lalu membicarakan mengenai perusahaan yang akan diserahkan oleh Ira pada Faldly yang nantinya akan mengurus orang kepercayaannya untuk memimpin perusahaan karena setelah Tasya selesai wisuda keesokan hari mereka berangkat karena barang- barang mereka sudah duluan dan Ira sudah menyiapkan apertemen yang lebih baik dari apertemen milik Tania. Ira juga meminta Faldly dan Ayu nantinya akan menemani dia untuk menghadiri adiknya Tania sesuai rencana Ira dulu karena pasti mereka mau hadir karena anak dan cucu mereka yang wisuda.
“Nek.. pa .. aku ingin bicara lebih serius sama nenek dan papa “ Ucap Ira
“Ada apa yang kamu mau bicarakan pada Nenek dan Papa ?” Tanya Ayu
Ira yang duduk di samping Ayu memegang tangan Ayu sedangkan Faldly hanya memandang dengan serius
“Aku mau nenek setuju kalau papa nikah lagi sama pilihan aku” Ucap Ira
“Meyra..” panggil Faldly dengan marah karena melihat ayu memandang dengan amarah
“Mama jangan liatin aku kaya gitu.. aku gak tau apa – apa” Ucap Faldly kesal
“Nek ini murni dari aku .. aku mau papa nikah lagi ..tapi dengan calon pilihan aku” Ucap Ira
“Tuh cucu mama yang pingin aku nikah bukan aku” Ucap Faldly
“Kalian berdua kerjasama ya mau gantiin mantu mama “ Ucap Ayu
Faldly semakin kesal sama Ayu karena mengira bekerjasama dengan Ira anaknya
“Nek .. aku yang minta karena gak mungkin papa sendiri terus .. ada yang ngurus papa...” Ucap Ira
“Jadi kamu gak mau ngurus papa sama nenek lagi?”Tanya Faldly
“Bukan gitu pa.. aku kan tidak dua puluh empat jam sama papa jadi aku mau ada yang ngurus papa .. aku juga udah janjian sama mama baru aku nanti makan malam bersama papa dan Nenek di restoran .. Kalau papa dan Nenek gak setuju ke sana aku nanti minta mama baru aku ke sini menemui nenek dan papa“ Ucap Ira membuat Ayu diam dan mulai sadar akan hal itu
“Tetap papa gak setuju” Ucap Faldly tegas
“Nenek setuju “ Ucap Ayu
Ucapan Ayu membuat Ira dan Faldly kaget dengan memandang Ayu, Ira memandang dengan tersenyum bahagia sedangkan Faldly memandang dengan kesal.
“Ma.. “ Panggil Faldly dengan kesal
“Makasih nek” Ucap Ira bahagia sambil memeluk Ayu
“Kalian yang pergi saja papa gak pergi” Ucap Faldly
“Kalau papa gak pergi aku gak akan ngurus perusahaan dan pergi jauh dari papa” Ancam Ira membuat Faldly kaget memandang dengan amarah
“Memangnya di bayar berapa kamu sama dia hingga maksa papa nikah sama dia?” Tanya Faldly dengan marah
“Gak di bayar apa – apa pa karena aku yakin kalau papa sama nenek liat mama baru aku pasti senang “ Ucap Ira dengan senyum bahagia
Ayu yang melihat Ira yang bahagia menceritakan calon mamanya menjadi tersentuh karena selama ini Ira tak pernah merasakan kasih sayang seorang mama dan Ayu akan menyetujui keinginan Ira
“Jam berapa kesana?” Tanya Ayu
“Ma ... “ panggil Faldly
“Gak usah dengar papa kamu pasti papa kamu ikut.. kalau gak ikut kita berdua pergi jauh dari papa kamu “ Ucap Ayu membuat Faldly hanya mendengus kesal pasrah dengan Ayu dan Ira
“Jam tujuh Nek... di restoran xxx” Ucap Ira
Ayu yang melihat jam langsung kaget karena sekarang sudah jam enam lewat membuat Ayu menggeleng kepala
“Janjian tuh liat waktu Ira “ Ucap Ayu
Ayu hanya bisa menggeleng kepala melihat Ira yang tersenyum lalu beranjak untuk siap – siap pergi bersama Ira begitupun Ira beranjak dari tempat duduknya. Ayu yang melihat Faldly yang tak beranjak langsung menggeleng kepala
“Berani gak pergi jangan anggap mama lagi dan mama sama Ira akan pergi jauh “ ancam Ayu membuat Faldly beranjak dengan gontai karena Faldly tak mau menyakiti mama dan Ira.
Ketika di kamar Ira menelpon untuk memberitahu ia berhasil membujuk Nenek dan papa untuk ketemuan dan Sekar hanya menggeleng kepala dengan kelakuan Ira.
Ketika Ira, Ayu dan Faldly sampai di restoran dan memilih ruang VVIP, Sekar dan lainnya belum datang membuat mereka menunggu tapi tidak dengan Faldly yang kesal.
“Mana Ira calon mama kamu?” Ucap Ayu
“Mama Sekar Masih dalam perjalanan Nek” Ucap Ira yang sudah tau jika Sekar dan lainnya sudah ada di depan pintu karena memang Ira sengaja dan memanggil nama Sekar bukan Sara.
“Ma dia belum tentu jadi pengganti istri aku.. “ Ucap Faldly yang tak bisa melanjutkan ucapannya karena pintu di buka dan mendengar suara yang selama ini ia rindukan
“Memang mas gak mau lagi aku jadi istri mas..