NovelToon NovelToon
TEROR DI ALAS PURWO

TEROR DI ALAS PURWO

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Iblis / Kutukan / Hari Kiamat / Evolusi dan Mutasi / Pusaka Ajaib
Popularitas:22.7k
Nilai: 5
Nama Author: Siti H

Kisah sepuluh orang pecinta alam yang sedang melakukan wisata alam disebuah hutan untuk mengunjungi situs peninggalan purbakala di Goa Istana Alas Purwo yang dianggap sangat menantang.

Hutan Alas Purwo adalah salah satu hutan terangker di Indonesia, dimana dinyatakan sebagai salah satu gerbang menuju alam ghaib.

Akan tetapi, petualangan itu membawa mereka pada sebuah masalah, dimana tanpa sengaja, salah satu diantaranya mengambil sebuah benda purbakala dan kitab kuno yang membuat mereka harus mengalami hal mengerikan. Hal itu membuat mereka mengalami mutasi dan menjadi petaka yang mencekam.

Apakah mereka dapat terbebas dari semua itu? ikuti kisah selanjutnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti H, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pintu Masuk

Amara berjalan menerobos kabut yang membentuk seperti lubang kecil dan berputar-putar.

Wuuuuuussssh

Ia masuk ke dalamnya, dan lubang kecil itu tertutup, lalu menghilang.

"Hah!" ia terkejut saat melihat suasana yang tadinya sepi berubah menjadi hiruk pikuk yang sangat begitu sibuk.

"Apa yang terjadi? Tempat apa ini?" ucapnya dengan suara yang lirih.

Ia mengamati sekitarnya, terlihat orang yang dipekerjakan dengan paksa, dibawah tekanan para makhluk mirip manusia setengah hewan.

"Dunia apa ini? Mengapa ada makluk-makhluk seperti ini?" gumamnya dengan lirih. Ia berjalan dengan perlahan, mengamati setiap pergerakan para makhluk aneh tersebut.

Hingga seseorang berdiri didepannya. Tubuhnya setengah kerbau, dan kepalanya manusia, rambutnya pa jang, tetapi kedua matanya merah menyala.

"Hello, Tante Amara?" sapanya dengan suara yang begitu dingin.

Deeeegh

Jantung Amara seilah berhenti berdetak. Ia diam termangu sembari mengamati gadis muda yang berdiri dihadapannya. Sesaat ia merasakan tubuhnya gemetar ketika mengenali siapa yang asa dihadapannya.

"M-Manda?" suaranya gugup, sembari memindai kondisi sang gadis.

"Iya, Tante," jawabnya santai, sembari tersenyum dengan seringai, memperlihatkan barisan giginya yang berukuran sebesar ibu jari orang dewasa.

"D-Dimana Sena?"

"Tante mau bergabung dengannya? Dia sedang menikmati percintaannya dengan Raja Kala Gemet dia sudah menjadi Pelacur!" Manda mendekatkan bibirnya le telinga Amara.

"Hah! Jangan mencoba menipuku! puteriku bukan pelacur!" sanggahnya dengan cepat.

"Tante, Tante. Masa kamu gak tau kalau puterimu yang kamu anggap lugu dan suci, ternyata sukanya sama pria dewasa, uppps!" Manda menutup mulutnya, sembari memasang wajah mengejek

Nafas Amara terasa tersentak, dadanya terasa berat ia masih tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Manda barusan.

"Aku tidak percaya!"

"Terserah! Tapi yang jelas, Tante akan menangis saat melihatnya. Ia hanya gundik yang murahan, dan pastinya hanya menjadi seorang pemuas Raja yang memiliki karakter hyper," Manda mengulas senyum remeh.

Amara semakin merasa tertekan, tetapi melihat tubuh Manda yang berubah setengah manusia dan hewan, ia yakin, jika ada yang tidak beres.

"Apa yang terjadi? Mengapa tubuhmu seperti ini?"

Manda menatap dengan sinis. "Aku menyukainya, sebab aku dapat memiliki kekuatan yang cukup besar,"

Amara membayangkan bagaiamana kondisi fisik puterinya saat ini, apakah sama seperti Manda.

Sementara itu, Gita tiba-tiba datang didekat keduanya. Ia berubah me jadi sosok yang sama, setengah kerbau.

"Eh, kedatangan tamu rupanya kita. Tidak susah-susah untuk mencari manusia, dia datang sendiri!" Gita menjambak rambut Amara, lalu menyeretnya dengan menarik rambut wanita itu.

"Ayo! Saya bawa ke dapur umum, atau mau jadi gundik juga buat Raja? Sebab ia menyukai wanita yang modis seperti Tante!"

Amara meringis kesakitan, rasa perih dikulit kepalanya membuat ia harus menahan cengkraman tangan Gita yang sangat kasar.

"Hei, jangan kasar, dia orang tua, nanti kamu tidak diberi main lagi ke rumahnya!" Manda mencoba mengingatkan Gita yang terlihat bersemangat.

"Diam, Kau! Lagian kenapa cuma dia saja yang mencari, kenapa orangtua kita tidak ikut?!" ucapnya dengan kesal.

Aku melihat mereka sedang mencari dan mengerahkan Tim SAR juga, tetapi mereka terhalang oleh kabut yang tebal!" Manda mengingatkan, sembari menyeimbangkan langkahnya agar sejajar dengan Gita.

"Hah! Mereka sibuk bekerja, tak akan ada waktu untuk peduli!"

"Mereka dikota lain, mana tahu kalau kuta berangkat kesini!"

"Bisa diam, gak?!" Gita terlihat emosi saat mendengar Manda yang terus saja nyerocos.

Baginya pernyataan rekannya itu hanya sebuah kata yang berusaha menghibur diri, meski pada kenyataannya tidak sesuai ekspektasi.

Gita semakin kuat menjambak rambut Amara lalu menyeretnya le dapur umum.

Braaaaak

Ia melemparkan wanita cantik itu, lalu berkacak pinggang sembari menatap dengan tatapan yang bengis.

Raja Kala Gemet menyukai nasi rawon dan juga minuman air secang. Maka buatkan yang terenak, sebab air secang dipercaya untuk menambah staminanya, agar ia kuat memompa puterimu!" ucapnya dengan nada mengejek.

Amara ingin meluapkan emosinya. Tetapi melihat para pekerja yang memasak didapur dengan tubuh berbagai bentuk yang mengerikan, membuatnya mengurungkan niatnya.

Ditambah lagi ia harus dapat bertemu dengan puterinya, membuatnya ia harus berfikir dengan jernih.

"Buruan! Masak seperti yang aku katakan! Itu ada daging rusa, panggang dengan bumbu terenak" Gita menunjuk ke arah tempat dimana tergeletak daging rusa yang masih segar.

Amara menoleh ke arah daging tersebut, dan menghela nafasnya.

Setelah memberikan perintah pada Amara, Gita dan Manda meninggalkan dapur yang masih menggunakan tungku api.

Ia melangkah menuju ke arah daging rusa yang sudah tersembelih, dan sudah dikuliti.

Dirinya adalah orang yang memiliki keahlian memasak cukup handal, dan tau jenis daging berkualitas, seperti dimana letak daging tenderloin yang jumlahnya hanya sedikit, terletak dibagian tulang belakang bawah iga dan pinggang.

Ia mengambil pisau, lalu menyayat potongan daging tersebut, dan mulai meracik bumbu dengan cekatan.

****

"Kemarilah, mengapa kau menghilang?" tanya Raja Kala Gemet saat melihat Sena yang baru saja datang dari pintu ruang bawah tanah.

"Maaf, Paduka, saya sedang mencari bunga Sriwijaya yang baru saja mekar, untuk membuat Raja terkesan dengan saya, sehingga nantinya akan mendapatkan rasa yang cukup nikmat," Sena terlihat terus mengulur waktu, untuk membuat ia tidak terjamah, sebelum Nathan menemukan kitab kuno bersampul hitam tersebut.

"Aku akan meminta para prajurit untuk menemukannya dengan segera," tegas Kala Gemet yang saat ini sudah seperti terkena sihir kecantikan Sena.

Ia tak peduli jika saat ini sedang diperdaya, sebab baginya, gadis itu memiliki keistimewaan yang tak dimiliki oleh wanita sebelumnya.

"Terimakasih Paduka, saya sangat tersanjung dengan apa yang Paduka buat untuk saya." ungkapnya dengan suara yang lem ut, tetapi membuat Raja Kala Gemet tak berkutik.

"Tak mengapa, tetapi sebelum para prajurit mendapatkannya, kamu berikan aku pijatan untuk mengurangi rasa gelisahku," pintanya pada Sena yang saat ini sesang berdiri menatapnya.

"Baik, Paduka, saya akan memijat sesuai permintaaan." ia melangkah maju menghampiri sang Raja untuk menunaikan perintah tersebut.

Akan tetapi, saat ia hampir tiba ditepian ranjang, sebuah ketukan dipintu terdengar nyaring.

"Raja, makanan sudah tiba," ucap seorang pengawal yang tak lain adalah Kael. Ia masih bersikap.biasa saja, demi untuk menjaga semuanya.

"Heeem, baiklah, kita makan dulu. Aku memesan daging rusa panggang, dan semoga kau menyukainya." ia beranjak bangkit, dan menarik pergelangan tangan Sena, lalu mengangkatnya, dan mengecup punggungnya dengan lembut.

"Ayo, Kita, makan," ajaknya pada Sena.

Gadis itu menganggukkan kepalanya, lalu melangkah meninggalkan ruang kamar.

Keduanya berjalan dengan beriringan, lalu memasuki ruang makan yang sudah disediakan tiga menu utama.

Saat mengendus aroma gurih bumbu daging bakar, Sena merasakan degupan jantungnya berdetak lebih kencang, ia merasa dejavu dengan apa yang dihirupnya saat ini.

1
🌹Widian,🧕🧕🌹
kok peralatan medis tidak bisa tau itu yang didalam perut Naura sejenis apa ?
Ayuk Witanto
kan pada hamil
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎
wehh apa g ketar ketir itu
carilah ustad biar di lakukan ritual agar tak snoe lahir klo iya waduh itu bahaya kali 🙈🙈🙈ancaman nyata 👻👻👻👻
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎: iya lah kan pak ustad nya good loking 😍😍😍
total 2 replies
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎
waduh ngeri sekali
yayayaaa kek mana ini bisa jadi ini ancaman ya
ku kira bakal selaesai di alam sebelah ehhh
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎: asal enek spion wis ngacir wae
total 2 replies
kinoy
duh..CPT Nathan&Sena tolongin aleesa ma naura..jgn sampe tuh anak demit brojol dah
Arinda Fira
Si raja gampang teralihkan ya, padahal barusan lagi pemanasan sama sena
Marsiyah Minardi
Duhhh ngerinya hamil anak demit ,bisa bisa resikonya kehilangan nyawa saat melahirkan si anak demit
Nathan ,Sena ,cepatlah bergerak moga 2 sahabat kalian selamat
Arinda Fira
alam nyata semakin berbahaya. alam gaib jadi lebih aman
Arinda Fira
raja ga bisa berpikir logis
kinoy
etdah..Hamidun x y aleesa ma naura
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎
kirain itu ulah exel rupanya gndruwo dan si raja kalo monggo yo 🙈🙈🙈
Arinda Fira
meskipun ada alasan lain paling ga nathan dan naura sudah balik ke dunia nyata
Arinda Fira
tante amara sangat hebat. itu cincin sakti ya?
Desyi Alawiyah
Lanjut lah kak.. lagi seru-serunya ini... ☺🫰
Desyi Alawiyah
Alessa dan Naura hamil anak genderuwo? 😩
Desyi Alawiyah
Genderuwo itu 😯😜
Desyi Alawiyah
Wah, Naura mimpi ular? Semoga ngga terjadi apa-apa deh.. 😪
youyouen Rahayu
ettt dahhh digantung lgi🤭
🥀🥀Anggita.🥀🥀
Alessa itu semua krena ulahmu, tunggu, jngn2 Alessa ini pura pura baik lg bantuin Nathan/ dia punya rencana lain. 🤔🤔😏
Arinda Fira
mungkin amara keturunan musuh sang raja
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!