NovelToon NovelToon
Cintaku Berhenti Di Kamu

Cintaku Berhenti Di Kamu

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / CEO / Dijodohkan Orang Tua / Cintapertama
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: er_riri

terlihat siluet laki laki tinggi tegap berdiri di balkon dengan kemeja hitam tertiup angin, mata tajam nya tampak melihat hamparan pohon menjulang tinggi, tampak tangannya memegang besi balkon dan tangan lainnya memegang ponsel tampak menelepon seseorang, "sudah saatnya kau kembali, aku yang akan menemuinya secara langsung" tegas tak terbantahkan "baik" sahut orang di seberang sana.
seorang gadis dengan senyum manis sedang mengobrol dengan teman sebaya nya duduk tenang di bangku taman universitas, tampak sesekali tertawa ceria.
takdir apa yang akan menemukan mereka? akan ada banyak plotwis dan intrik,ikuti kisah mereka disini. stay tune

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon er_riri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 23

Vani menggandeng tangan Bila mengajaknya berkeliling, menunjukkan semua ruangan pada Bila. Tiba tiba mereka berhenti melihat seseorang di seberangnya " Revan!" yang awalnya Revan sedang berbicara pada temannya menoleh ketika nama nya di sebut lirih oleh Bila. Vani menepuk jidatnya " aku lupa! Revan juga berkuliah disini" berbisik pada Bila. Bila kaget, awalnya dia tidak memikirkan responnya ketika bertemu Revan karena dia fikir dia tidak akan bertemu lagi, tapi ternyata salah. Takdir membawanya bertemu kembali setelah kejadian itu di tempat yang tidak Bila duga sebelumnya. "Bila! Kamu di sini?" Bila berusaha tetap tenang walau hatinya gelisah mengingat pesan Gama. " iya, aku memutuskan kuliah disini", Revan tampak senang, menjabat tangan Bila. " ehem, perkenalkan aku Leon satu jurusan dengan Revan" menarik tangan Bila dari Revan. " oh iya aku Bila" tampak canggung, " sudah sudah! Aku sedang tour universitas dengan Bila! Aku harap tuan tuan sekalian menyingkir karena kami sedang sibuk" Vani menarik tangan Bila dan berjalan tanpa perduli Revan yang masih terpaku di tempatnya.

Leon mengguncang bahu Revan "sadar van! Siapa sih?" Revan berdeham "Bila, gebetan aku dulu", "wow, seorang Revan tertarik pada perempuan" bertepuk tangan, karena Leon baru mendengarnya. Selama ini Revan adalah sosok yang dingin pada perempuan,hidupnya hanya sekitar kuliah dan perusahaannya saja. Leon tidak pernah melihat Revan melirik perempuan manapun, Leon dan Revan termasuk dekat karena berkuliah di jurusan yang sama dan Leon juga termasuk orang yang berjasa dalam perkembangan perusahaan Revan. Dia yang juga salah satu pemilik saham terbesar ketiga di perusahaan Revan setelah Revan dan Gama. Yang membuat perusahaan Revan tetap berdiri kokoh hingga sekarang walau awalnya Revan cukup kesulitan dalam mendirikan perusahaannya.

Ketika sudah berjalan beberapa langkah, Leon berhenti mendadak. " tunggu! Kenapa aku merasa tidak asing dengan wajah Bila. Apa aku pernah bertemu yah, tapi dimana?" Revan mendengus " kau kan memang begitu ketika melihat perempuan cantik" melanjutkan perjalanan.

Di perusahaan Gama mendapat telepon dari kakeknya, " Gama bagaimana kabar istrimu?" ucap kakek tanpa menanyakan keadaan cucunya terlebih dahulu. " Bila baik kek" ucap Gama singkat. " kau tahu kan besok kakek berulang tahun. Kakek harap kau datang bersama istrimu. Kakek hanya mengundang orang orang terdekat kita, kakek harap tidak ada penolakan seperti sebelumnya. Sekarang kau sudah tidak alasan untuk tidak datangkan?" Gama menghela nafas "baiklah kek, tapi aku harus menanyakan pada Bila dulu. Perihal Bila mau datang atau tidak itu keputusan Bila" terdengar kakek tertawa, senang. " katakan pada Bila, kakek akan sedih jika dia tidak datang" Tut Tut Langsung mematikan telepon.

Bila sedang mengeringkan rambutnya ketika Gama masuk ke kamar, Mendekat dan mencium kening Bila. "apa kau sudah makan sayang?" Bila mendongak " sudah sayang" Gama mensejajari kursi Bila, dan merapikan rambut Bila dan menyelipkan di telinga." maafkan aku pulang terlambat, aku akan mandi. Tunggu aku!" berdiri dan melangkah menuju kamar mandi.

Bila sudah merebahkan tubuhnya di ranjang sudah berganti dengan pakaian tidur kesukaan Gama, memang sejak awal pakaian tidur Bila sudah pendek. Tapi entah sejak kapan pakaian tidurnya berganti dengan bahan yang transparan semua dan berupa tali di kebanyakan pakaiannya. Gama memasuki selimut dan mendekatkan diri agar Bila bisa menyender padanya. " Bila besok apa jadwalmu padat?" ,"tidak, mungkin aku akan di rumah sore". " apa kau mau menghadiri pesta bersamaku?" Bila bingung, karena pesta bukan dirinya " kakek berulang tahun dan berharap aku datang bersamamu" Bila tersenyum, "tentu saja aku mau sayang, kenapaa tidak bilang dari awal kalau kakek berulang tahun, aku kan bisa menyiapkan kado untuk kakek" langsung cemberut, Gama mencium bibir Bila gemas, "besok kita akan membelinya, dan ke boutique untuk memilih gaunmu" Bila tampak lega dan senang. "iya sayang". Gama sudah menindih kaki Bila.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!