NovelToon NovelToon
TAWANAN CINTA MAFIA TAMPAN

TAWANAN CINTA MAFIA TAMPAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Aliansi Pernikahan / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir / Wanita Karir
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: Desty Cynthia

"Lepasin...sakit tahu!!!"
Teriak seorang gadis yang di seret paksa oleh seorang pria tampan namun bringas.
Arabella Jenevile Dirgantara terjebak atas kecerobohannya sendiri.
Dia tak sengaja melihat hal yang seharusnya tak dia lihat.

"Jangan coba coba lari dariku gadis nakal. Nyawamu ditanganku!" Seringai pria bernama Dariush Cassano.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desty Cynthia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Masa Subur

"Geli... Hihi."

Kini Arabella dan Dariush masih betah di atas kasur setelah peraduan tadi malam. Entah kenapa Bella saat ini ingin bermanja manja pada suaminya. Keduanya tertawa bersama di dalam selimut.

"Cantik."

Mata Bella menatap lekat suaminya. Ia mengecup hidung suaminya sekilas. "Kamu juga tampan."

Tiba tiba ponsel Dariush bergetar, rupanya Sean yang menghubunginya. "Ya ada apa Sean?" Tanya Dariush dengan suara beratnya.

"Aku sudah di pesawat, bilang Fabio untuk menjemputku. Oh iya kakak ipar mana? Dia berjanji akan mengenalkan ku pada sahabatnya itu." Semprot Sean dari sebrang telepon.

Dariush sedikit menjauhkan ponselnya saat adiknya berteriak. Namun tangan Bella mengambilnya dan menyalakan pengeras suaranya.

"Iya nanti aku ajak Natasha untuk menjemputmu. Kabari aku oke." Ucap Bella.

"Oke kakak ipar."

Sambungan telepon itu putus. "Sean memang seperti itu yah? Suaranya kencang sekali hahaha." Celetuk Bella.

"Hmm, aku akan membawanya ke dokter jika dia tidak berubah." Sahut Dariush datar.

Tawa Bella semakin kencang, dan itu membuat Dariush semakin gemas dibuatnya. Keduanya kembali memadu kasih hingga peluh keringat bercucuran.

Selesai dengan ritulanya, Bella dan suaminya mandi bersama tanpa ada penyatuan lagi. "Kita jadi pulang kan hari ini? Aku masih ada kerjaan. Oh iya, pekerjaan mu gimana?" Tanya Bella dengan cemas.

"Aman selama ada Fabio, dia sangat ku andalkan." Sahut Dariush sambil menyisir rambut panjang istrinya.

Bella berbalik dan berdiri memeluk suaminya dengan manja. Begitu juga tangan Dariush yang mendekapnya seakan tak ingin melepaskannya.

"Kita sarapan lalu ke kantor mu."

"Oke babe." Jawab Bella di telinga suaminya.

Senyum simpul nan teduh terbit di bibir Dariush saat mendengar suara istrinya yang s*ksi. Keduanya keluar kamar untuk sarapan pagi, lalu mereka pergi ke kantor Arabella.

-

-

-

"Kamu kenapa?" Tanya Dariush.

"Kepalaku pusing." Lirih Arabella dengan lemas.

"Putar ke rumah sakit sekarang." Titah Dariush pada pak Roni supirnya Arabella.

Pak Roni langsung memutar setirnya ke arah rumah sakit. Saat sampai di sana, bergegas Dariush membawa istrinya ke dalam untuk di periksa.

Namun Dariush diminta menunggu di luar, ia duduk bersama Fabio. "Kabari orang tuanya." Ucap Dariush.

"Baik boss." Fabio berdiri sedikit menjauh dan mengabari keadaan Arabella pada Dave dan Lorraine.

Cukup lama dokter itu memeriksa Arabella, hingga Dariush kesal. Saat ia akan menggedor pintu, dokter pun keluar dari sana dengan senyum hangatnya.

"Bagaimana istri saya?" Tanya Dariush.

"Selamat, istri anda hamil 4 minggu. Silahkan, nanti setelah ini ada perawat yang akan membawa istri anda ke ruangan dokter kandungan untuk pemeriksaan lebih lanjut." Ucap dokter yang sudah lanjut usia ini.

Dariush sontak terkejut bukan main, matanya berkaca kaca mendapati kabar bahagia ini. Dokter itu juga menjelaskan jika rahim Arabella sangat subur. Dariush baru menyadari kalau usia pernikahannya sudah berjalan satu bulan lebih.

Dokter paruh baya itu pamit, lalu Dariush ke dalam dan memeluk istrinya. "Kamu hamil sayang. Kita akan punya anak." Ucap Dariush dengan bahagia.

"Iya, tadi dokter juga bilang gitu. Saat kita pertama melakukannya, rahim ku dalam keadaan masa subur. Jadi pembuahannya cepat." Sahut Bella dengan lembut.

"Aku mencintaimu sayang. Ayo bilang, kamu mau apa hmm? Mau rumah? Mobil? Berlian atau_"

"Ssst... Hahahah orang hamil kok ditawarin rumah, mobil sih. Aneh aneh aja kamu. Setahu aku, orang hamil itu ngidam." Jawab Bella dengan tertawa kecil.

"Ngidam? Apa itu ngidam?" Tanya Dariush penasaran.

Bella menjelaskan dengan bahasa yang mudah di mengerti oleh suaminya. Akhirnya Dariush mengerti maksud istrinya. "Oke, jadi mau makan apa?" Tanya Dariush.

"Mau makan...eum apa yah? Nanti ku pikirkan lagi. Aku ingin tidur disini bersamamu. Astaga! Aku hari ini ada meeting_"

Saat Bella akan bangun dari tempat tidurnya, Dariush segera menahannya. "Tidak! Mana ipad-mu? Aku yang akan memimpin rapatnya." Sahut Dariush dengan tegas.

Bella menelan salivanya dan menuruti suaminya. "Ada di mobil."

Dariush segera menyuruh Fabio membawakannya. Selesai Fabio menyerahkan ipad Arabella, tanpa basa basi lagi Dariush segera melakukan zoom meeting atas arahan istrinya.

Sontak semua pegawai yang hadir di zoom meeting itu terkejut. Natasha menatap tajam sahabatnya ini. "Boss, bisa kamu jelaskan ini?" Celetuk Natasha.

"Aku mewakili istriku, dia sedang hamil. Kita mulai." Jawab Dariush dengan wajah mengerikannya.

Bella tersenyum kikuk melihat semua pegawainya dari belakang punggung suaminya. Ia memijat jidatnya yang tiba tiba pusing akan tingkah suaminya.

Mau tak mau para pegawai itu meeting dengan Dariush. Dan pria tampan ini cukup tanggap dalam pekerjaan istrinya. Meskipun pekerjaannya bertolak belakang dengan Bella, namun Dariush mampu mengimbanginya.

Cukup lama Dariush memberikan pengarahan, akhirnya mereka semua setuju atas usulan Dariush. Senyum Bella terbit di wajahnya, ia bangga sekali atas kepintaran suaminya ini.

Selesai dengan zoom meeting, Bella mengecup bibir suaminya. "Terima kasih, aku bangga sama kamu." Ucapnya, lembut.

"Hmm, kamu memang harus bangga pada suamimu ini. Karena aku pintar." Jawab Dariush dengan sombongnya.

"Iya iya...suamiku memang pintar. Love you."

Dariush memandangnya dengan penuh arti. "Katakan sekali lagi sayang."

"Hah? Bilang apa yah? Aku ngantuk..." Ucap Bella sambil menggoda suaminya dan memeluknya.

"Come on babe." Ucap Dariush yang merengek manja.

Namun Bella justru tertawa melihat rengekan suaminya. Ia menggeleng pelan dan tidur di pelukan suaminya. Mau tak mau Dariush mengalah. Memang susah jika berurusan dengan perempuan.

Dariush meminta Fabio membawakan pakaian dirinya dan juga Bella karena ia akan menginap selama di rumah sakit. Namun Arabella menolaknya. Ia meminta pulang dan di rawat di rumah saja.

Terlebih Sean akan datang malam ini. Bella sudah menghubungi Natasha untuk menjemput Sean di bandara. Dan Natasha pun menurutinya.

"Semoga saja Sean dan Natasha berjodoh." Ucap Bella.

"Hmm, aku akan menikahkan mereka besok jika perlu." Celetuk Dariush dengan wajah tak berdosanya.

Akhirnya Bella di ijinkan pulang setelah memeriksakan kandungannya tadi. Ia dan Dariush bahagia sekali akan mempunyai anak.

-

-

-

Mereka kembali ke rumah saat itu juga. Bella mengabari orang tuanya tentang kehamilannya. "Puji Tuhan, kami senang mendengarnya. Akhirnya kami akan segera punya cucu." Ucap Lorraine.

"Hmm, daddy juga senang. Dan kau menantu, perlakukan anakku dengan baik. Dia sedang hamil. Jangan pernah kau sakiti anak ku." Ancam Dave.

"Oke dad, tenang saja."

Dariush mengecup sekilas bibir istrinya di depan mertuanya. Bola mata Bella hampir keluar dari tempatnya. Begitu juga dengan orang tuanya.

"Kau_"

"Dad, no...!" Bella menggeleng pelan pada daddy-nya.

Pria paruh baya ini mengalah demi anak semata wayangnya. Ia menurunkan emosinya. Sedangkan Dariush justru cekikikan melihat raut wajah mertuanya yang sudah merah padam.

1
Vivi Alfia Dewi
next Thor di tunggu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!